Mis-Selling Asuransi Unit Link Mandiri Elite Plan Berkedok Investasi Deposito

Saya pemegang polis asuransi Mandiri Elite Plan, atas nama Madian, dengan nomor polis: 517-1121949. Saya membuat tulisan ini karena kecewa, keluhan saya ditolak sepihak tanpa keterbukaan, dan agar masyarakat yang awam asuransi tidak menjadi korban mis-selling berikutnya, yang dimanfaatkan kepolosannya oleh oknum FA di cabang Bank Mandiri.

Kejadian ini berawal pada bulan Mei 2018, yang mana saat itu FA bernama Bene*****, beserta staf Bank Mandiri mengunjungi rumah saya, dengan maksud pembahasan investasi. Saat itu memang kami punya dana deposito di Bank Mandiri cabang Ngaliyan, Semarang. Mereka hendak menawarkan program investasi Mandiri Elite Plan.

Dengan ilustrasi, FA menjelaskan bahwa jika menyimpan dana di Mandiri Elite Plan lebih menguntungkan, karena tingkat pengembalian bunga lebih besar dibanding deposito. Saya dan istri saat itu tidak sama sekali mendapat penjelasan asuransi unit link, karena dari awal pembicaraan FA tidak menjelaskan apa itu unit link, biaya akuisisi asuransi, biaya pinalti, bahkan risiko investasi tidak dijelaskan.

Adapun penjelasan FA Bene***** kepada kami, yaitu nasabah cukup bayar sampai tahun ke-4. Nanti di tahun ke-5 sudah bisa ditarik beserta dengan keuntungan. Namun setelah kami cek, 3 tahun dana kami berkurang tidak sesuai dengan janji manis FA. Saat itu saya meminta penjelasan FA, dan ternyata apa yang dulu dia jelaskan bertolak belakang. Setelah ada komplain baru dijelaskan bahwa produk Mandiri Elite Plan adalah asuransi unit link yang tidak dijamin nilai investasinya.

Saya sangat kecewa, karena semua informasi terkait polis tidak disampaikan FA, dan menurut saya itu melanggar kode etik tenaga pemasar asuransi jiwa. Yang mana dalam prospek agen asuransi harus memberikan informasi detail kepada nasabah, yaitu penjelasan produk, biaya, pinalti, manfaat asuransi beserta resiko.

Banyak prosedur yang tidak dijalankan oleh FA, seperti menjelaskan profil resiko, bukti pembayaran premi pertama tidak saya terima, dan penjelasan mengenai alokasi dana investasi DM RP, yaitu Dynamic Money Rupiah tidak dijelaskan itu jenis investasi apa. Setelah kami pelajari, itu berisiko tinggi, lalu kenapa FA tidak menjalankan prosedur itu?

Akibat kelalaian FA, kami mengalami kerugian sebesar Rp110.000.000 (seratus sepuluh juta rupiah). Besar harapan kami agar pihak CMU AXA Mandiri kooperatif dan punya itikad baik mengembalikan kerugian kami. Karena penjualan polis tidak sesuai prinsip asuransi dan melanggar kode etik.

Demikian juga saya sudah membuat laporan ke OJK dan BPKN. Pesan dan harapan kami kepada nasabah Bank Mandiri yang memiliki deposito, jika anda mendapat penawaran Mandiri Elite Plan dari FA AXA Mandiri, kami ingatkan itu adalah program asuransi unit link jangka panjang, bukan jangka 4 tahun. Terima kasih.

Madian
Semarang, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Asuransi AXA Mandiri:
[Total:62    Rata-Rata: 1.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

31 komentar untuk “Mis-Selling Asuransi Unit Link Mandiri Elite Plan Berkedok Investasi Deposito

    • 21 Agustus 2021 - (18:50 WIB)
      Permalink

      dulu hampir tertarik ikut tp setelah byk korban selamatlah kita, selesnya kaya smua gak ada yg kere😂😂 selesnya yahuuud janjinya super manis biasa klo ada maunya, selamat dulu gak ikutan

  • 21 Agustus 2021 - (12:57 WIB)
    Permalink

    Orang asuransi pada kaya raya bisa jalan2 ke luar negri. Duit nasabah yg dibancakan sama mereka. 5 tahun pertama ikut asuransi pasti rugi, karena ada ini dan itu, kalo mao ikut asuransi, ikut yg tidak ada embel2 investasinya

  • 21 Agustus 2021 - (15:06 WIB)
    Permalink

    ga akan balik tuh duit
    coba banyak baca ttg AXA, di facebook banyak tuh korbannya pada teriak
    sampe ada grup y ko ga salah

    asuransi di indonesia cuma manis di awal, di tengah nyakitin, di akhir lebih menyakitkan

    • 21 Agustus 2021 - (16:38 WIB)
      Permalink

      diseluruh medsos axa mandir penuh komplainan! makanya akun IG nya sampai dikunci kolom komentar. memang banyak fa sales asuransi yang kurang memahami produk yg mereka jual. sehingga banyak penjelasan yang tidak sesuai. dihimbau nasabah yang sudah bergabung,silahkan membaca dengan teliti polis masing2.

      • 21 Agustus 2021 - (19:11 WIB)
        Permalink

        Jangan percaya sama agen asuransi. Dia jelaskan yg manisnya yg pahitnya disembunyikan. Kitalah yg harus aktif istilahnya bawel banyak tanya. Asuransi unitlink itu bisa bikin uang polis kita habis. Jangan jg percaya ilustrasinya kenyataannya aja gak jelas. Nabung mending konvensional aja kalau mau invest ya beli property atau tanah atau di reksadana

        • 22 Agustus 2021 - (01:00 WIB)
          Permalink

          axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di daftarkan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di luar kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftarkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

    • 21 Agustus 2021 - (20:22 WIB)
      Permalink

      sebenernya seh bukan penipu, cuma ga disebutkan pahitnya. ( namanya aja sales )
      jadi yg disebutkan manisnya aja
      peran calon konsumen dalam teliti membaca juga diwajibkan dalam hal ini
      jadi ga serta merta percaya dg apa yg di ucapkan
      klo baca dg teliti isi polisnya sebelum ttd, pasti ga akan ke jebak

      • 21 Agustus 2021 - (21:57 WIB)
        Permalink

        Polis biasanya baru diberikan setelah tanda tangan. Pengalaman saya dulu pertama dengan Sunlife, yg kedua dengan AIA. Sama saja keduanya membual janji manis di awal2, saya tanya minta lihat polisnya dulu dibilang tidak ada. Polis baru diberikan setelah tanda tangan setuju mau ikut. Itupun sengaja mereka kirim berlama-lama untuk mengakali aturan boleh batal selama masa 14-30 hari pertama setelah tanggal polis dibuat.

      • 22 Agustus 2021 - (00:33 WIB)
        Permalink

        Kalau boleh kasoh masulan.. laporkan ke pihak bank terkait bancassurance memang tidak ada kaitannya tp ini ada potensi fraud.. uang tidak akan kembali tp minimal menjadi teguran bagi tenaga penjual yang miss selling.. tiap bank ada bagian whistle blowing.. laporkan saja..

        • 22 Agustus 2021 - (00:55 WIB)
          Permalink

          axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di daftarkan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di luar kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftarkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

      • 22 Agustus 2021 - (00:58 WIB)
        Permalink

        axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di daftarkan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di luar kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftarkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

        • 22 Agustus 2021 - (08:06 WIB)
          Permalink

          Ini sistemik dikondisikan dari perusahaan. Simulasi pendapatan terlalu tinggi padahal kinerja unitlinknya rendah. Sales dikejar target, kepala cabang ditekan dari area head dan kakanwil supaya bos² bisa dapet reward jalan² keluar negeri dan perusahaan dapat kickback yang gede.
          Ujungnya yang dirugikan ya nasabah, duit bukannya berkembang malah berkurang. Mau komplain, FA-nya udah resign, kepala cabang udah 404, mutasi ataupun rotasi.

  • 21 Agustus 2021 - (21:16 WIB)
    Permalink

    Dalam bisnis asuransi di Indonesia, bukan hanya sekedar “Mis-Selling” tapi sudah jadi strategi dalam bisnis asuransi, dimana para agen dan sales asuransi harus mampu menjual produk asuransi mereka sebanyak-banyaknya, tentu saja para sales asuransi perlu berbohong, memberi janji dan iming-iming keuntungan luar biasa. Mereka gak peduli apakah nasabah mendapatkan benefit atau rugi besar, yang penting perusahaan asuransi untung dan seles dapat fee. Selesai.

    Sudah cukup banyak korban asuransi di Indonesia, nasabah wajib membayar polis tiap tahun, tapi alih-alih mendapatkan manfaat, klaim saja dipersulit. Membeli produk asuransi di Indonesia mirip berjudi, tidak ada kepastian, padahal membeli produk asuransi adalah untuk mendapatkan kepastian dimasa depan yang tak terduga. Apalagi produk asuransi unit link, sales seringkali berbohong, dengan keuntungan besar dan uang kembali 100%. Alhasil, bukannya untung besar, justru uang nasabah “dirampok” perusahaan asuransi.

  • 21 Agustus 2021 - (22:02 WIB)
    Permalink

    Jangan pernah ikut asuransi untuk investasi di Indonesia, karena aturannya tidak melindungi konsumen sama sekali. Selain itu juga OJK nya melempem, tidak ada tajinya. Lihat itu masalah Bumiputera berlarut-larut, OJK lepas tangan, di group FB korban Bumiputera sudah ratusan korban yg mengirim surat terbuka kepada OJK untuk turun tangan, namun hanya dijawab formalitas alias jawaban birokratis/robot. Kasus Jiwasraya dan Asabri juga demikian, hanya saja karena milik pemerintah akhirnya ditalangi oleh pemerintah menggunakan uang pajak.

  • 21 Agustus 2021 - (22:38 WIB)
    Permalink

    Invesatasi yang paling baik dan aman itu ya deposito, klo uang nya byak mending bikin kontrakan / kos2an jgn pernah mau deh ama yg namanya asuransi berkedok investasi, klo kita beli polis berarti kita beli proteksi dan jangan pernah berharap uang kita balik 100%

    • 22 Agustus 2021 - (13:16 WIB)
      Permalink

      saya udah deposito diawal.tapi karena bujukan manis lebih untung di mandiri elit plan axa, ternyata kami dikibulin. raib 110 juta. modal pokok saja tidak balik. sungguh kecewa.

      • 23 Agustus 2021 - (18:54 WIB)
        Permalink

        Nasi udah menjadi bubur, mau berharap uang kembali rasanya sangat mustahil, tetapi dengan adanya tulisan anda di media konsumen ini akan menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak mudah terpedaya dengan janji manis sales/ marketing produk keuangan, mudah-mudahan uang 110 juta itu bisa tergantikan

  • 22 Agustus 2021 - (00:56 WIB)
    Permalink

    axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di daftarkan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di luar kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftarkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

  • 23 Agustus 2021 - (01:10 WIB)
    Permalink

    2kali buka deposito,1kali cairin deposito,selalu dipaksa ikut beginian.dari cs malah disuruh pindah dulu ke meja yg bagian nawarin ini.katanya lebih besar lah bunganya,5tahun baliknya banyak banget.dijelasin panjang lebar padahal saya udah bilang ga mau.tapi tetap kekeuh.saking udah bosen dan hapalnya sama penjelasan mereka.ya udah deh dengerin dia ngoceh setengah jam lebih,anggap mungkin diwajibkan sama bosnya nawarin ini.dan ga cuma cs aja,sampai kebagian teller pun tetap nawarin produk ini.kok getol banget ya mandiri.begitu selesai,saya tetap ga mau,mukanya langsung berubah donk.langsung manggil temennya “udah selesai nih.mbanya ga mau”.saya bilang makasih dicuekin..paling kesel klo ke bank tuh mesti ditawarin begini2an.mau cepat malah jadi lama..yang ga paham banget pasti kena jebak.saya selalu diingatkan sama keluarga,klo urusan bank dari awal kita mau ngapain(nabung kah,deposito kah)harus tetap fokus maunya itu aja walau ditawarin yang lain2.semoga bisa dapat jalan keluar yang terbaik ya pak

  • 23 Agustus 2021 - (14:27 WIB)
    Permalink

    {saya selalu diingatkan sama keluarga,klo urusan bank dari awal kita mau ngapain(nabung kah,deposito kah)harus tetap fokus maunya itu aja walau ditawarin yang lain2}

    nah ini pesan yang sangat penting dan bermanfaat
    janga RAGu katakan TIDAK jika memang tidak mau dengan segala produk asuransi baik itu di bank ataupun via telp telemarketing… jangan sekali2 bilang IYA/OK

  • 23 Agustus 2021 - (14:55 WIB)
    Permalink

    300jt mending buat beli apartemen ya waktu itu malah udah cuan kali. Ketimbang deposito malah kena tipu lg

 Apa Komentar Anda mengenai Asuransi AXA Mandiri?

Ada 31 komentar sampai saat ini..

Mis-Selling Asuransi Unit Link Mandiri Elite Plan Berkedok Investasi D…

oleh madian dibaca dalam: 2 menit
31