Penipuan dengan Modus Penagihan dan Penawaran Diskon Tagihan yang Mengatasnamakan Kredit Pintar melalui Email

Saya mau menyampaikan pertanyaan dan uneg-uneg saya terkait perilaku, sikap dan ucapan seseorang yang mengaku sebagai atasan dari bagian pihak penagihan Kredit Pintar yang tidak mau menyebutkan namanya.

Pada bulan Oktober 2021 (sebelumnya saya yakin saya tidak mengalami ini sendirian), saya mendapatkan email dari pihak yang mengatasnamakan penagihan Kredit Pintar. Isinya yaitu peringatan tentang tagihan saya yang terlambat beberapa hari.

Saya infokan kendala saya saat itu melalui respon email saya, dan direspon balik apabila memang ada itikad baik untuk melunasi, bisa dibantu proses keringanan pelunasan. Akhirnya saya bertanya sisa pokok tagihan saya berapa? Disebutkan nominalnya sebesar Rp900 ribu sekian dan jika mau melunasi bisa dibayarkan di angka Rp600 ribu sekian.

Saya saat itu memang belum ada dana, jadi urung saya bayarkan dan berniat membayar ketika dana saya cukup. Namun alangkah terkejutnya saya. ketika selang beberapa hari dari email tersebut saya terima, saya didatangi oleh staf lapangan mereka yang bernama Yusuf. Dia menginfokan total tagihan saya senilai tagihan awal saya pinjam, jelas ini membengkak sekali.

Bahkan saya yang sudah membayar 3x cicilannya pun tidak dihitung. Pokok pinjaman yang saya terima di angka Rp5,7 juta, saya sudah cicil sebanyak 3x dengan perbulan cicilan Rp1,250 juta. Belum lagi biaya perpanjangan, yang terkadang saya bayarkan jika saya belum ada dana full, senilai Rp200 ribu per bulan.

Saya yakin pembaca bisa berhitung lah berapa nominal yang saya sudah bayarkan. Jika hitungan saya tepat, sisa pokok saya pun hanya sisa Rp1,9 juta saja. Oleh karena itu apabila dalam email tersebut menawarkan keringanan diskon pembayaran saya rasa wajar dan benar adanya. Ditambah pihak yang email saya, tahu pasti data-data pribadi saya, seperti alamat email dan juga total tagihan saya keselurhan saat itu plus bunga dan biaya admin.

Singkat cerita, akhirnya saya dihubungi oleh sang atasan field collector (tidak mau sebutkan nama), katanya SOPnya begitu. Saya infokan bahwa saya berniat melunasi sesuai info email yang dikirimkan ke saya tersebut.

Namun saya terkejut, ketika beliau menginfokan bahwa Kredit Pintar tidak pernah menagih via email. Lah, lantas saya bertanya, siapa dong yang email saya tersebut? Dia jawab tidak tahu? Waduh enteng amat jawabnya ya? Beliau bilang bahwasanya email resmi penagihan Kredit Pintar hanya melalui email customer service cs@kreditpintar.com.

Saya jadi makin bertanya, sejak kapan fungsi bagian customer service berubah menjadi fungsi bagian penagihan? Akhirnya beliau menjelaskan lagi kalau email resmi bagian penagihan adalah collection@kreditpintar.com.

Saya sungguh sangat tergelitik melihat respon sang atasan ini. Karena menurut saya, beliau sudah berkelit dan sangat kontradiksi atas pernyataannya sendiri. Di awal bersikeras Kredit Pintar tidak pernah menagih via email, lalu sesaat kemudian lagi menginfokan alamat email resmi bagian penagihan. Jadi intinya ada atau tidak sih bagian penagihan kalian via email? Hahahaha

Sebagai penutup, saya di sini tidak berusaha berkelit dari kewajiban. Hanya saja saya mempertanyakan kredibilitas bagian penagihan tersebut. Saya ingin agar pihak OJK dan AFPI menjawab pertanyaan saya:

  1. Apakah benar fungsi bagian customer service bisa merangkap sekaligus menjadi bagian penagihan pada suatu perusahaan fintech resmi dan diawasi OJK?
  2. Bagaimana dengan kebijakan privasi saya sebagai konsumen? Apabila benar terbukti bahwa yang mengirimkan email kepada saya bukan bagian dari Kredit Pintar, maka tanggung jawab apa yang OJK dan AFPI bisa berikan kepada saya? Karena data data saya dapat diakses oleh oknum yang bukan ditunjuk dari pihak Kredit Pintar tersebut?

Untuk Kredit Pintar, saya tunggu penjelasannya, kenapa data saya bisa bocor ke pihak lain (yang jika benar seperti yang sang atasan tersebut ucapkan)? Bahwa yang email ke saya bukan orang Kredit Pintar, tapi kenapa bisa mengetahui semua data-data saya? Total tagihan saya, alamat email saya, bahkan alamat saya. Di mana pertanggungjawaban atas keamanan data pribadi konsumen? Padahal dalam aturan kebijakan privasi kalian sudah jelas diatur.

OJK dan AFPI saya harap dan besar harapan saya agar dapat mengevaluasi ulang atas ijin operasional perusahaan ini.

Terima kasih.

Made Chandri Dwitya Arini
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai modus penipuan ini:
[Total:75    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan Kredit Pintar Atas Surat Ibu Made Chandri Dwitya Arini

Kepada Yth. Ibu Made Chandri Dwitya Arini, Menanggapi surat Ibu Made di www.mediakonsumen.com pada tanggal 16 November 2021 berjudul “Penipuan...
Baca Selengkapnya

20 komentar untuk “Penipuan dengan Modus Penagihan dan Penawaran Diskon Tagihan yang Mengatasnamakan Kredit Pintar melalui Email

    • 13 November 2021 - (14:49 WIB)
      Permalink

      Saya juga ikut tergelitik baca keluhan ini, bayar aja pokoknya .. sisa anggep riba Ndak usah dibayar.. selesai! Klo butuh ya pinjol lagi kan banyak sekarang

    • 14 November 2021 - (00:12 WIB)
      Permalink

      Iyha sangat benar dia menagih lewat email karna sodara saya pun mengalami hal yg sama

      2
      2
    • 15 November 2021 - (02:07 WIB)
      Permalink

      Mau pake gmail atau apa pun bukan itu yang saya pertanyakan sebagai konsumen, tetapi kerahasiaan data pribadi dan juga tanggung jawab pihak perushaan terhadap msalah ini, sy yakin sy ga sendiri, karena itu sy speak up, mau dibawa sampe ke pidana pun saya kuat, dugaan unsur penipuan sudah masuk pidana. Smntara masalah kewajiban saya, hutang piutang hanya sebatas perdata.

    • 9 Desember 2021 - (00:21 WIB)
      Permalink

      Yang saya takutkan di Pinjol itu data diri kita.
      Apalagi saat hutang pokok pinjol kita nominalnya besar pasti akan dipantau oleh oknum oknum karyawan pinjol bekerja sama dengan oknum Debcolector pinjol tersebut untuk menagih secara pribadi mengatas namakan pinjol itu.

      Kalo punya hutang dipinjol lebih baik bayarnya lewat virtual acount didalam aplikasi pinjolnya biasanya virtual acount kita itu pake no hp kita + kodebank yg tersedia kemudian tinggal bayar lewat atm pilih tranfer dana ke virtual acount nanti keluar nama virtual acount kita seperti “VA Budi dana tunai “

  • 13 November 2021 - (14:18 WIB)
    Permalink

    awas tertipu email palsu, hati hati bisa jadi blunder. kasus sebelumnya juga ada keteledoran dari nasabah tertipu email palsu mengatasnamakan cash wagon.

    semoga dapat penjelasan lengkap dari kredit pintar ya gan, dan semoga cepet beress…

    • 14 November 2021 - (22:27 WIB)
      Permalink

      Yang jadi masalah kenapa datanya bisa bocor, bisa saja modus akal akalan KP. Ngak mungkin kalau nebak alamat email tempat tinggal jumlah tunggakan bisa sampai tau. OJK dan AFPI harus audit ini pinjol.

    • 15 November 2021 - (02:09 WIB)
      Permalink

      Bales aja itu tanggepan surat nya. Ngapain saya yang harus DM kalian?

  • 13 November 2021 - (16:09 WIB)
    Permalink

    Hati2 ada indikasi penipuan,email penagihan pakai gmail.
    email perusahaan rata2 tidak pakai gmail..

    5
    1
  • 13 November 2021 - (17:04 WIB)
    Permalink

    Pengirimnya pake Gmail, dikirim ke BCC (artinya email dikirim sekaligus ke banyak alamat), udah jelas ini penipuan.

    Pertanyaannya, dari mana si pelaku dapat alamat email para nasabah Kredit Pintar? 🤔 Ada kebocoran data kah? Atau permainan oknum orang dalam? 😈

    Kalo datanya ratusan atau ribuan alamat email, 50% ada yg ketipu aja udah panen besar tuh penipu. 😱 Untung aja ada yg speak up di sini. Minimal buat warning bagi yang lain.

    7
    1
    • 14 November 2021 - (12:46 WIB)
      Permalink

      Bukan rahasia lagi kalo ada beberapa oknum yg menjual data2 pribadi nasabah…. misalnya data nasabah bank sering bocor apalagi data nasabah perusahaan keuangan yg begini..

      • 14 November 2021 - (18:30 WIB)
        Permalink

        Kredit pintar emang ky gtu nagih nya juga pake ngancam dan pake kata2 kasar. Seharusnya di tutup aja yg ky gini.

    • 15 November 2021 - (02:10 WIB)
      Permalink

      Nahhhh ini! Memang saat di telpon sama si atasan itu juga bilang mungkin dari ex karyawan perusahaan mereka yang tau data saya.. Lho makin saya heran, kenapa bisa sudah mantan karyawan masih bisa akses data nasabah? Tidak bisa menjawab beliau.
      Emang kudu di review ulang ijin nya ini hmmm

  • 14 November 2021 - (19:04 WIB)
    Permalink

    OJK NYA MANDUL….masih banyak juga pinjol legal rasa ilegal…..masalaah keamanan data juga..pihak OJK pun nggak bisa berbuat apa apa…ijin hanya slogan saja,DATANG…DAFTAR…BAYAR…..STEMPEL RESMI OJK…setelah itu..silahkan anda jalani usaha anda,terserah anda,yang penting sdh daftar OJK….makanya..OJK nya jd mandul nggak bisa apa apa..karna sdh daftar dan pastinya ada biayanya..

  • 15 November 2021 - (09:29 WIB)
    Permalink

    Ga cuma KREDIT PINTAR yang melakukan modus seperti ini, banyak pinjol atau pinjaman bank LEGAL yg seperti ini contoh, KREDIVO, TUNAIKU, DBS KTA, INDODANA, AKULAKU dan lainnya, tapi kalau kita keluhkan hal ini ke OJK atau AFPI tanggapan pasti ya biasa ga akan ada perbaikan dari aplikasi pinjol atau bank nya, karena pinjol atau bank selalu berdalih itu dilakukan oleh penagihan pihak ke 3, harusnya DC n FC tuh mikir yaa kalau masalah terkait penagihan yg dilakukan sampai ke ranah hukum perusahaannya mana mau tau…hahahahahha…. debitur yang mempunyai pinjaman di bank atau aplikasi pinjol LEGAL mayoritas masih memiliki itikat baik untuk membayar walau terlambat, tapi mayoritas penagih dari pinjol LEGAL dan Bank menggunakan kalimat yang mengintimidasi, kasar dan tidak bermoral, dampaknya apa? Debitur menjadi tertekan dan bahkan ada yg sampai hqrus bunuh diri, banyak yg harus kehilangan pekerjaan karena dibuat malu oleh pinjol dan bank ygvmelakukan penagihan lapangan qkhirnya ujung2nya utang ga akan terbaik karena debitur tidak mempunyai penghasilan. Yg rugi ujung2nya kan PINJOL dan BANK bukan? Coba BANK dan PINJOL LEGAL lebih memperhatikan cara penagihan yg dilakukan agar tidak menimbulkan tekanan moral yg tinggi utk debitur sehingga tidak aakan ada lagi yg namanya BUNUH DIRI atau KEHILANGAN PEKERJAAN. Karena jika itu masih berlanjut yg rugi kalian juga para pemberi pinjaman. Dan tentunya OJK dan AFPI yang sampai saat ini tidak tegas dalam menindak praktek penagihan RASA ILEGAL yg dilakukan PINJOL LEGAL dan BANK.

 Apa Komentar Anda mengenai modus penipuan ini?

Ada 20 komentar sampai saat ini..

Penipuan dengan Modus Penagihan dan Penawaran Diskon Tagihan yang Meng…

oleh Made Arini dibaca dalam: 3 menit
20