Teror Mengatasnamakan Debt Collector Home Credit yang Meresahkan

Saya mendapat terror dari yang mengatasnamakan sebagai debt collector Home Credit melalui email, whatsapp dan telepon setiap hari. Mereka menawarkan keringanan dan penghapusan denda, tapi saat saya meminta rincian tagihan saya, tidak pernah diberikan.

Mereka setiap hari email melalui alamat Gmail yang berbeda-beda, whatsapp dan telepon dengan nomer yang berbeda-beda juga. Sangat mengganggu aktivitas dan meresahkan saya.

Dengan adanya teror dari mereka seperti ini, saya takut ini adalah penipuan. Karena saya tidak diberikan rincian tagihan saya dan keringanan yang dijanjikan.

Jika memang ini adalah debt collector resmi dari Home Credit, mohon menghubungi saya dengan email resmi atau setidaknya saya diberikan rincian detail tagihan saya.

Diyani Atikasari
Sukoharjo, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:79    Rata-Rata: 1.3/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Diyani Atikasari

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Ibu Diyani di MediaKonsumen.com pada 23 Desember 2021 di kolom Surat...
Baca Selengkapnya

12 komentar untuk “Teror Mengatasnamakan Debt Collector Home Credit yang Meresahkan

  • 23 Desember 2021 - (22:23 WIB)
    Permalink

    Dulu utangnya kan lewat aplikasi, ya lihat saja di aplikasi kan jelas rincian tagihannya. Dikira kalau sdh dapat utangan dan aplikasi dihapus terus nanti tidak ditagih? Kl ada aplikasi spt itu tak ikut cari utangan. 😀

    14
    7
  • 24 Desember 2021 - (06:23 WIB)
    Permalink

    isi artikel tidak lengkap, anda pernah pinjam di home credit dan sudah lewat kena denda atau bagimana……….diteror berarti anda pernah meminjam dan pernah daftar diri pada pemberi pinjaman, ya wajar kalo jatuh tempo belum bayar ditagih/teror

    saya tidak pernah pinjam/daftar di pinjaman online, ya jadi saya tidak pernah ada tuh whatapp tidak dikenal suruh bayar tagihan suruh ini itu.

    ini semua karna anda dan siapa saja pernah daftarkan diri indeditas anda pada suatu aplikasi, jika tidak ya tidak ada hal semacam itu

    4
    3
  • 24 Desember 2021 - (10:41 WIB)
    Permalink

    Jangan takut,hadapi saja,sama2 makan nasi g kira langsung di makan ama DC dan negara ini juga negara hukum,koar2 sudah biasa itu,cm g nyali nya g segede bacot nya kyk di wa ato di email….hadapi saja

    8
    2
  • 24 Desember 2021 - (16:11 WIB)
    Permalink

    Mbak pernah berurusan sama pinjol sebelumnya yah? Menurut saya, data2 mbak udah bocor dari situ dan sekarang udah dipegang para penipu yang memanfaatkan data2 pribadi mbak, termasuk dengan modus penagihan HCI seperti yg mbak tulis di atas.

    Kenapa saya katakan ini indikasinya modus penipuan? Karena penagihannya menggunakan alamat email gratisan. Ngerinya, si penipu ini tahu nomor NIK targetnya. Saran saya, mbak ganti nomor HP dan alamat email. Setelah itu uninstall semua aplikasi pinjol dan jangan pernah lagi berurusan dengan aplikasi2 pinjol, baik legal maupun ilegal.

    3
    1
    • 30 Desember 2021 - (10:04 WIB)
      Permalink

      indikasi nya dia emang berutang kok, masa tidak dibayar?
      ini kan pinjol legal, yang tanggung jawab kalo di blacklist BI siapa? kamu?

      dia sudah sebutin minta rincian tagihan, dan keringanan, otomatis dia memang berutang dan sudah minta keringanan, selain itu dia sudah ada surat pembaca sebelumnya yang jelas mengindikasikan dia berutang di pinjol lain, dalam arti sangat mungkin bahwa dia memang berhutang dibanyak tempat

  • 24 Desember 2021 - (20:19 WIB)
    Permalink

    Setahu saya pas dulu gawe jd deskcoll sama debtcoll yg nerror gitu mah dari pihak ketiga bukan dari perusahaan asli nya, karena saya lumayan kenal SOP penagihan perusahaan itu karna pernah kerja disana,…. Deskcall itu pasti nagih nya parah via wthsapp soalnya senjata mereka cuma nge chat..

    3
    1
    • 25 Desember 2021 - (10:57 WIB)
      Permalink

      Agak percuma, True Caller itu Crowd-sourced Data artinya data yang ada itu didapat dari pengguna atau laporan dari pihak lain. Data tersebut juga tidak terverifikasi. Apalagi data yang disubmit dari akun yang sudah premium prioritas atau nilai datanya dianggap lebih tinggi.

      Sekarang banyak nomor spam yang didaftarkan oleh beberapa akun premium sehingga tidak bernama spam atau tidak mendapatkan flag spam.

      atau kasus grup WA Anak STM yang secara kompak mendaftarkan salah beberapa nomor dengan nama anggota Polisi di True Caller agar terlihat bahwa grup STM tersebut disusupi Oknum polisi. padahal nomor tersebut bukan nomor dari anggota polisi bersangkutan.

      banyak lagi cara untuk mengelabui dan menyalahgunakan True Caller. walau memang membantu mengurangi penipuan tapi kita tidak bisa percaya sepenuhnya.

      3
      1
      • 25 Desember 2021 - (11:04 WIB)
        Permalink

        Iyap bener sekali . True caller emang belum tentu pasti. Tp ada salahnya dicoba. Jika memang itu deb collector beneran atau penipu orang akan berbondong bonding memberikan tag. secara nomer tsb hanya digunakan untuk penagihan.

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Teror Mengatasnamakan Debt Collector Home Credit yang Meresahkan

oleh Diyani dibaca dalam: <1 menit
12