Sanggahan Transaksi Fraud Kartu Kredit AEON

Dear All,

Saya ingin mendapatkan tanggapan dari pihak AEON, terkait kartu kredit saya yang transaksinya jebol oleh pihak lain. Kejadian terjadi setelah lebaran tanggal 4 Mei 2022, ada transaksi tanpa notifikasi melalui SMS atau email (padahal biasanya AEON selalu ada notifikasi). Berikut runutan kejadiannya:

  • Tanggal 13 Mei 2022, saya menerima e-statement melalui email. Saya selalu cek dan pastikan sesuai dengan pemakaian saya. Lalu saya lihat ada transaksi yang tidak saya lakukan sebesar Rp3.682.713 ($250.00), sebanyak 2x transaksi pada tanggal 4 Mei 22 di BIGOLIVE SINGAPORE, dengan total keseluruhan sebanyak Rp7.365.426 dan total tagihan sebesar Rp8.825.097. Tagihan real saya hanya sebesar Rp1.460.450 dan sudah saya bayar di tanggal 1 Juni 2022 sebesar Rp1.461.000.
  • Tanggal 14 Mei 2022, saya email ke AEON dan mempertanyakan hal tersebut, serta melampirkan bukti-bukti dan data kartu saya. Pada tanggal yang sama, dibalas dengan pihak AEON dan langsung diarahkan untuk telepon CS-nya dan melakukan sanggah transaksi setelah hampir setengah jam saya telepon.
  • Tanggal 14 Mei 2022, saya kirim email sanggah transaksi (sampai saat ini berarti saya sudah kirim 2 kali email dengan subjek berbeda). CS membalas pada hari yang sama dengan mengirimkan file pdf sanggah transaksi dari AEON beserta persyaratan lainnya.
  • Tanggal 15 Mei 2022, saya mengirimkan persyaratan yang diminta oleh pihak AEON melalui email. Lalu dibalas oleh CS, mereka mengatakan proses sanggah belum bisa dilakukan sebelum melakukan proses cetak ulang kartu kredit (ganti kartu baru dan saya dikenakan biaya administrasi sebesar Rp50rb yang ditambahkan di tagihan kartu kredit bulan berikutnya). Lalu saya proses PADA hari yang sama untuk cetak ulang kartu tersebut dengan ID lapor: 2205150242. Kembali saya disuruh menunggu prosesnya selama 14 hari kerja atau paling lama 120 hari.
  • Tanggal 26 Mei 2022, saya terima kartu kredit baru pengganti kartu yang lama. Saya konfirmasi, dan kembali disuruh menunggu.
  • Tanggal 16 Juni 2022, muncul e-statement baru, dan yang lebih mengejutkan pembayaran kartu kredit yang saya lakukan di tanggal 1 Juni sebesar Rp1.461.000 hanya masuk sebesar Rp514.000. Benar-benar aneh AEON ini. Dan total tagihan saya menjadi Rp9.475.765 pada bulan ini dengan jumlah pemakaian yang asli saya pakai hanya sebesar Rp997.000.
  • Tanggal 30 Juni 2022, saya hubungi pihak AEON dengan CS Kawa dan ID lapor: 2206300279. Pertanyaan yang saya ajukan mengenai pembayaran saya pada bulan Juni awal yang hanya masuk sebagian. Infonya akan di-update saat e-statement selanjutnya dan hal ini terjadi karena ada ketidak-sinkronan data pihak AEON.
  • Tanggal 30 Juni sampai dengan hari ini tanggal 07 Juli 2022, saya selalu diteror untuk bayar minimum tagihan sebesar Rp2.273.089. Saya jawab saya tidak mau bayar minimum payment, karena pemakaian saya hanya sebesar Rp997.000 dan sudah saya bayar pada tanggal 30 Juni. Terakhir WA ke saya dengan nada ancaman bahwa nama saya akan di-blacklist di BIK.

Mohon pihak AEON bisa bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini secepatnya, mengingat masalah bertumpuk dan sangat merugikan moril maupun materil saya.

Galih Retno Wulan
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Kartu Kredit AEON:
[Total:26    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan AEON Credit Service Indonesia atas Surat Ibu Galih Retno

Sehubungan dengan surat Ibu Galih Retno Wulan di MediaKonsumen.com tertanggal 10 Juli 2022 dengan judul: “Sanggahan Transaksi Fraud Kartu Kredit...
Baca Selengkapnya

14 komentar untuk “Sanggahan Transaksi Fraud Kartu Kredit AEON

  • 10 Juli 2022 - (12:21 WIB)
    Permalink

    Sekarang makin ngeri2 baca kasus2 di MK.
    Semoga semua bisa selesai. Amin.
    Semoga aparat bisa membantu masyatakat menyelesaikan persoalan2 yg ada.
    Misalnya Cyber Crime Polri bisa menolong masyarakat untuk melacak hal2 seperti ini.

    5
    1
  • 10 Juli 2022 - (20:20 WIB)
    Permalink

    Bangsa indonesia akan selalu berkembang jika penduduknya suka hutang…hehehehe

    Coba deh untuk dibiasakan menabung.
    Sy juga punya hutang..
    Tp kalau bisa jangan sampai hutang kepada corporation.

    Lbh baik ke teman atau saudara. Kalau seperti ini bukan malu sama keluarga tapi sama orang orang semua juga…
    Tetap optimis kawan,kalau sudah selesai saran saya jangan hutang sama corporation lagi.

    1
    10
    • 11 Juli 2022 - (04:39 WIB)
      Permalink

      Apakah teman/sodaranya suka ngasih diskon/poin/cashback/buy 1 get 2 dan bonus2 lain nya seperti Kartu Kredit?

      Saya order 1 dong sodara model begitu….
      ….

    • 11 Juli 2022 - (10:19 WIB)
      Permalink

      Saya tidak suka berhutang. Pernah sekali hutang bank dan berkomitmen untuk tidak lagi berhutang. Apa daya karena keadaan terpaksa hutang lagi ke bank. Pinjam keluarga atau saudara memang bisa lepas dari riba, sayangnya nggak semua orang punya keluarga/saudara yang sebaik itu, atau punya duit berlebih. Lagi-lagi semua itu hanya teori, praktik dunia nyata berkebalikan.

      • 11 Juli 2022 - (11:46 WIB)
        Permalink

        Semua itu dari mindset dan cerminan diri bang.kalau kita baik ada kok orang yang baik..percaya aja sih kalau menurut saya.
        Kalau mindsetnya sudah suka hutang ya susah.
        Wkwkwkw..
        Maaf ya kalau salah opini..
        Semua orang itu punya oersepsi sendiri2 bang..
        Semua kembali ke diri sendiri juga.
        Saya hanya sekedar menyampaikan hal yg positif…
        Kalau menurut anda negatif,,ya tidak tau..hehehe

    • 11 Juli 2022 - (22:15 WIB)
      Permalink

      Justru pemikiran macam kamu bang yang membuat Indonesia masih berkembang. Kamu boleh pake mindset kamu karena itu hak kamu, namun persepsi yang kamu bilang itu pasti beda dengan orang lain. Orang yang punya kartu kredit bukan berarti dia tidak mampu membeli barang secara cash, namun mereka pasti mikir ada benefit (ex: cashback, free lounge, dan lainnya) jika pake kartu kredit. Jadi orang yang pake kartu kredit bukan berarti dia suka utang dan gak mampu beli barang sesuai kemampuannya, tapi mereka sudah mempertimbangkan segala hal nya dengan baik.

      • 11 Juli 2022 - (23:22 WIB)
        Permalink

        Ya kembali lagi bang kepada diri sendiri,saya hanya menyampaikan hal yg positif..
        Kalau menurut abang CC,atau apapun yg bersangkutan dengan hutang piutang itu positif ya silahkan bang..

        karena umur tidak ada yang tahu…
        Yg jelas kalau corporation itu kalau hutang,,bakal keluarga juga ikut menanggung.kalau misal kita terjadi apa apa…ya ga sih?

        Abang ga kasihan apa..
        Mungkin si abang belum ada waktunya aja..
        Kelak suatu saat pasti ada masa nya bang.
        Kelak kita harus disadarkan.

        • 11 Juli 2022 - (23:31 WIB)
          Permalink

          Liat baik-baik komentar saya tuan. Orang yang mempunyai CC bukan berarti dia hutang (gak mampu) tapi lebih untuk melihat ke benefit dari CC itu sendiri, selain itu pake CC gak sesederhana cara kita ngutang tuan tapi lebih ke metoda pembayaran dan manajamen cash flow. Kalo cuman mau ngutang ngalain pake CC? Jelas orang yang pake CC berarti dia paham kegunaan nya untuk apa. Persepsi CC versi tuan leksono sama orang lain berbeda sekali. Kalo tuan leksono berfikir bahwa orang yang CC itu menghutang dan katanya harus disadarkan, berarti dengan demikian orang-orang berduit, pengusaha, dan corporate juga mempunyai HUTANG, kalo di pikir-pikir ke sana kenala ya mereka gak ngutang ke sodara aja? Lucu ya tuan.

          • 12 Juli 2022 - (00:59 WIB)
            Permalink

            Ah ga jg. Menurut sy org yg punya cc itu hampir semuanya beli pake nyicil.

            1
            1
    • 11 Juli 2022 - (23:40 WIB)
      Permalink

      Iya pak taufik.maaf ya…kalau pendapat saya salah

      Anda benar.

      Dan sy salah.

      Ya semoga bapak selamat dunia akhirat dengan cash flow.
      Cashback.diskon promo dan segala macam.
      Sy punya kok pak cc.
      Bapak mau sy tunjukin yg apa?
      Hehehe…
      Black card kah?

      Kalau yg udah pengalaman itu malah justru ingin ditutup pak.

      Tp tergantung pak taufik..
      Mungkin bapak baru punya cc..
      Jd masih semangat2 nya..

  • 11 Juli 2022 - (13:18 WIB)
    Permalink

    Minimum tagihan kok besar sekali.
    Di BCA cuma 5%.
    Kalau tagihan 9jt, minumumnya 450rb.
    Btw, semoga lekas selesai. Biasanya nanti disuruh lunasin dulu, baru investigasi. Kalau kita menang, uang akan dikembalikan.
    Walau sebenarnya kita diposisi lemah, krn akan dianggap kelalaian kita

  • 11 Juli 2022 - (15:55 WIB)
    Permalink

    lucu ya baca komen2
    pasti nh kalangan Boomers sejati.

    Kartu Kredit itu buat org yg paham, bukan sesederhana kt ngutang.
    tp lebih ke metoda pembayaran, lebih ke management cash flow.
    klo buat ngutang sh ngapain pakai CC.

    smg masalahny ttp selesai,

    1
    1
  • 16 Juli 2022 - (23:16 WIB)
    Permalink

    Terimakasih utk semua komen dan masukannya.. Tidak ada yg sepenuhnya benar atau salah. Punya CC atau tidak itu pilihan.

 Apa Komentar Anda mengenai Kartu Kredit AEON?

Ada 14 komentar sampai saat ini..

Sanggahan Transaksi Fraud Kartu Kredit AEON

oleh Grwulan dibaca dalam: 2 menit
14