Ilustrasi Dunia Konsumen Wawasan Ini Alasan Mengapa Buat Paspor Tidak Perlu Pake Calo 10 Agustus 2023 Erniwati - Beri komentar Dokumen, dokumen negara, Imigrasi, Instansi Pemerintah, Kantor Imigrasi, kartu identitas, keimigrasian, paspor, Pembuatan paspor, Penerbitan paspor, Perjalanan ke luar negeri Ikuti kami di Google Berita Ingin ke luar negeri? Tentunya Anda harus punya paspor dong. Ya, paspor adalah dokumen negara yang sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan, ataupun orang-orang tertentu yang ingin berkunjung ke luar negeri dengan berbagai keperluan. Di Indonesia sendiri, penerbitan paspor telah diatur sedemikian rupa, dalam rangka menjamin layanan pembuatan paspor yang lebih baik dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri yang lebih efektif dan efisien. Oleh sebab itu, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Imigrasi menerapkan kebijakan, salah satunya melalui mekanisme pengetatan penerbitan paspor bagi Warga Negara Indonesia, dengan sejumlah keperluan. Penerapan kebijakan ini sendiri terimplementasi dalam hal penggalian data yang lebih detail, melalui wawancara paspor terhadap calon pemohon paspor, maupun yang ingin memperpanjang paspor dengan keperluan khusus bekerja di luar negeri. Selain itu penggalian data calon pemohon juga akan dilakukan apabila calon pemohon paspor ingin mengunjungi negara tertentu, yang biasa menjadi tujuan penempatan TKI/PMI. Nah bagi Anda masyarakat awam yang sebelumnya mungkin beranggapan bahwa pembuatan paspor melalui calo bisa lebih mudah, sebaiknya mengetahui beberapa hal berikut ini sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa calo: Perlu diketahui, dengan adanya kebijakan pengetatan paspor, maka meskipun masyarakat menggunakan calo dengan biaya yang pastinya lebih mahal, tapi pemohon yang bersangkutan tetap diwajibkan melakukan sesi wawancara. Pemohon tetap harus datang sendiri ke kantor Imigrasi untuk dilakukan profiling dan wawancara sebelum disetujui penerbitan paspornya. Catatan pentingnya adalah, proses wawancaralah yang akan menentukan lolos tidaknya permohonan tersebut. Alih-alih membantu pembuatan paspor, justru menggunakan calo malah lebih sering menimbulkan kecurigaan atau menjadi salah satu indikator yang akan membuat petugas imigrasi melakukan pendalaman wawancara. Dilansir dari laman imigrasi.go.id, tarif resmi pembuatan paspor yang langsung disetorkan ke kas negara adalah sebagai berikut: •Paspor biasa non elektronik 48 halaman: Rp350.000. •Paspor biasa elektronik 48 halaman: Rp650.000. •Layanan percepatan paspor (selesai pada hari yang sama): Rp1.000.000, dengan catatan biaya layanan percepatan di luar penerbitan paspor. Apabila telah terdaftar dan hasil wawancara terhadap pemohon, ternyata permohonan paspornya ditolak dengan alasan terindikasi keterangan palsu misalnya (tujuan wisata, tapi terindikasi melalui calo akan dijadikan TKI illegal), maka uang PNBP yang telah disetorkan di depan pun akan hangus atau tidak dapat dikembalikan. Hal ini biasanya terjadi bagi mereka yang tidak jujur dalam menjelaskan alasannya mengajukan paspor. Petugas pewawancara di kantor Imigrasi itu adalah petugas pelaksana teknis yang telah dibekali kompetensi dalam melakukan profiling calon pemohon. Jadi meskipun calon pemohon tadi sudah mendaftar melalui calo, tapi tetap saja untuk sesi wawancara mereka harus berhadapan sendiri dan menjawab setiap pertanyaan dari petugas Imigrasi. Nah berdasarkan penjelasan di atas, ada baiknya masyarakat mulai berpikir ulang apabila ingin membuat paspor melalui calo. Kalau cuma karena mendaftar saja kita harus bayar lebih mahal, sementara harus menjalani sesi wawancara sendiri alangkah baiknya pemohon mengajukan sendiri permohonan paspornya. Selain lebih hemat biaya, hal ini juga akan membuat calon pemohon tidak mudah tertipu dengan berbagai modus calo paspor yang banyak bertebaran. Semoga bermanfaat. Erniwati Mataram, NTB Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya. Berikan penilaian Anda! [Total:2 Rata-Rata: 4.5/5]