Frustrasi dengan Pelayanan Bagian Kredit Bank UOB Indonesia

Selamat pagi para pembaca setia Media Konsumen,

Dengan ini saya ingin menyuarakan kekecewaan mendalam hingga merasa kegelapan menyelimuti hidup terhadap pelayanan bagian kredit (mortgage) Bank UOB Indonesia. Saya sudah lebih dari 10 (sepuluh) tahun menjadi nasabah Bank UOB Indonesia, baik menjadi debitur maupun kreditur, dengan track record yang mumpuni.

Saya menemui kesulitan dalam mendapatkan kejelasan atas proses pelaporan yang saya ajukan. Berikut adalah rangkuman kronologi pelaporan yang saya telah lakukan:

  1. 16 Mei 2024: Saya mengirimkan surel tertuju pihak mortgage Bank UOB karena sedang dalam kondisi keuangan yang tidak mudah untuk mendapat keringanan atas suku bunga KPR.
  2. 21 Mei 2024: Saya mendapati e-mail bahwa pihak mortgage UOB Indonesia mematok suku bunga KPR dua digit sebagai bentuk balasan atas permohonan saya.
  3. 27 Mei 2024: Dengan rinci juga ditambah dokumen pendukung, saya unggah kembali surat permohonan tertuju pihak mortgage Bank UOB agar mendapatkan solusi yang dibutuhkan.
  4. 30 Mei 2024: Menindaklanjuti permohonan saya, pihak mortgage meminta agar saya dapat mengisi dan mengirimkan beberapa dokumen secara fisik ke salah satu kantor cabang Bank UOB.
  5. 05 Juni 2024: Dokumen yang diminta berhasil terkirim (disertai bukti).
  6. 06 Juni 2024: Saya mengirimkan surel tertuju bagian mortgage Bank UOB agar dapat menginformasikan proses selanjutnya setelah dokumen fisik berhasil terkirim.
  7. 12 Juni 2024: Pihak mortgage membalas e-mail dengan berisi kutipan sebagai berikut: “Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan permohonan tersebut mohon kiranya agar bapak/ibu dapat menghubungi Unit Retail Credit Management di no telepon 021 – 29936500 Ext 88082 – 88088”.
  8. 12 Juni 2024: Saya menghubungi nomor yang diminta pada jam dan hari kerja secara berkala, namun tersambung ke mesin penjawab saja, tidak berujung pada tersedianya karyawan yang menjawab.
  9. 13 Juni 2024: Karena sudah menghubungi nomor telepon yang diminta ratusan kali dengan hasil nihil, saya mencoba menghubungi UOB Call Center. Saya diberi nomor laporan 240613110465 dengan SLA selama 2 (dua) hari kerja.
  10. 19 Juni 2024: Belum adanya kejelasan terhadap permohonan saya hingga saat ini. Saya berharap ada jajaran manajemen Bank UOB Indonesia yang bisa membantu dalam problem ini.

Saya sudah melakukan serangkaian prosedur yang diminta oleh pihak mortgage UOB Indonesia; dimulai dari mengirimkan dokumen fisik melalui pengiriman kilat sampai menghubungi nomor telepon yang diberikan secara berkala hingga seluruh kegiatan saya berantakan; belum lagi biaya menelepon ke nomor telepon umum juga tidak murah dengan durasi berulang.

Mohon tanggapan para jajaran manajemen Bank UOB Indonesia akan pelayanan bagian kredit (mortgage) agar kiranya laporan dan permohonan saya ditindaklanjuti bukan hanya sekedar dicatat. Terlebih sudah puluhan tahun saya menjadi nasabah setia Bank UOB Indonesia.

Pilu rasanya nasabah dengan iktikad baik dibiarkan seperti ini. Apa yang harus saya lakukan dengan tingginya suku bunga KPR yang terus berjalan?

Hormat saya,

Meylani
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Frustrasi dengan Pelayanan Bagian Kredit Bank UOB Indonesia”

No. 24/CAD/0251 Jakarta, 1 Juli 2024 Kepada Yth., Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal : Tanggapan terhadap Keluhan Ibu Meylani Dengan...
Baca Selengkapnya

24 komentar untuk “Frustrasi dengan Pelayanan Bagian Kredit Bank UOB Indonesia

  • 21 Juni 2024 - (21:29 WIB)
    Permalink

    Pengalaman pribadi semenjak 2023-2024, penanganan pelaporan Bank UOB Indonesia sangat lamban, Apakah ada yang merasa demikian?

    • 22 Juni 2024 - (16:19 WIB)
      Permalink

      Saya sudah lebih dari tiga puluh hari Pak, belum diberikan jawaban yang jelas atas permohonan Saya….

  • 21 Juni 2024 - (21:31 WIB)
    Permalink

    Pengalaman pribadi semenjak 2023-2024, penanganan pelaporan Bank UOB Indonesia sangat lamban, Apakah Bank UOB Indonesia ada pergantian manajemen?

    • 22 Juni 2024 - (16:23 WIB)
      Permalink

      Waktu telepon Call Center 24 jam UOB pada tanggal 13 Juni 2024 dengan nomor laporan 240613110465 katanya SLA 2 (dua) hari kerja, Laporan Bapak sudah berapa lama belum ditanggapi Bank UOB Indonesia?

        • 23 Juni 2024 - (19:36 WIB)
          Permalink

          Demikian dengan problem Saya juga Pak, Saya kirim laporan ke UOB Call Center katanya SLA 2 (dua) hari kerja….tapi belum ada tindak lanjut setelah buat laporan…didiamkan saja…

    • 22 Juni 2024 - (16:27 WIB)
      Permalink

      Itu yang Saya rasakan Pak, Pihak Mortgage UOB Indonesia berkata tolong dikirim dokumen secara fisik…..Sudah Saya kirimkan..kemudian setelah beberapa hari, dibalas dengan diminta menelepon nomor telepon credit retail management…..wong sudah Saya telepon terus menerus….tidak ada yang angkat….Jadi nasabahnya harus bagaimana lagi?

        • 23 Juni 2024 - (19:39 WIB)
          Permalink

          Permasalahan Saya di KPR Bank UOB nya….sudah lebih dari 10 (sepuluh) tahun jadi debitur…seperti dibiarkan…tidak mendapatkan pelayanan…

          • 23 Juni 2024 - (19:44 WIB)
            Permalink

            Bank UOB dibuatlah solusi untuk Ibu ini, mantap betul masih niat mau bayar di jaman susah gini. Emang kalau macet kreditnya, UOB happy ya? Waspada Penilaian Laporan GRC bisa turun

        • 24 Juni 2024 - (09:42 WIB)
          Permalink

          Dear Pak Edric, Saya sudah frustasi setiap hari mesti bolak balik kirim surel dan telepon UOB Call Center untuk dapat jawaban atas permohonan Saya.

  • 21 Juni 2024 - (21:44 WIB)
    Permalink

    Kalau masalahnya bunga terlalu tinggi, coba over kredit KPR. Tanya ke setiap bank biasanya ada yang akan memberikan promo atau bunga lebih menarik asal riwayat SLIK anda baik.

    • 22 Juni 2024 - (11:45 WIB)
      Permalink

      bukan, liat di poin 1, udah mulai macet itu bayar kprnya makanya minta restruk biar cicilan kurang,

      • 22 Juni 2024 - (16:36 WIB)
        Permalink

        Saya berharap ada detail balasan terhadap pelaporan Saya tersebut diatas Bapak Sunardi Yang….

      • 22 Juni 2024 - (16:38 WIB)
        Permalink

        Saya buatkan pelaporan agar terhindar dari macet tersebut Pak Sunardi Yang….namun solusi belum tersedia…..

      • 23 Juni 2024 - (19:46 WIB)
        Permalink

        Bu Melani jangan gentar bu, terus suarakan hal-hal begini. Banyak sekali program pemerintah buat dukung perumahan rakyat, nyicil aja dipersulit. Apalagi kondisinya lagi begini dan udah jalan 10 tahun. Sangat memprihatinkan

        UOB oh UOB, berikan kehadiranmu di tanah air ini yang bisa menjadi pilihan buat kami

        • 24 Juni 2024 - (09:29 WIB)
          Permalink

          Dear Pak Edric, Terima Kasih atas kesediaan waktunya membaca dan memberikan tanggapan atas keluhan yang Saya alami terhadap pelayanan Bank UOB Indonesia. Saya disini sudah kehabisan opsi untuk menghubungi pihak UOB Mortgage….Seharusnya pihak UOB Call Center 24 jam bisa menepati janji bahwa akan ada tindaklanjut dari case Saya…kenyataan nya sejak 13 Juni hingga 24 Juni belum ada informasi lebih lanjut dari pihak UOB Call Centernya….pihak mortgagenya sudah berulang kali di e-mail…jawabannya seperti robot template…

    • 22 Juni 2024 - (16:32 WIB)
      Permalink

      Untuk kasus Saya belum bisa ditake over Bu….karena belum AJB….oleh karena Saya perlu solusi selain take over, makanya Saya buat secara berkala laporan dan permohonan ke Bank UOB divisi mortgage…….Nah, concern Saya pada surat pembaca ini tertuju Bank UOB adalah proses pelaporan yang tidak jelas Bu Devi…..

  • 21 Juni 2024 - (21:53 WIB)
    Permalink

    Mohon tanggapannya Bank UOB divisi mortgage untuk nomor pelaporan Saya diatas.

  • 23 Juni 2024 - (19:36 WIB)
    Permalink

    Sebagai instansi Perbankan bertaraf internasional yang hadir di Negara Republik Indonesia ini seharusnya mampu memberikan jasa layanan perbankan yang kompetitif agar tetap bertahan dalam ketatnya persaingan industri. Sebagai seorang banker, Saya merasa sedih membaca surat ini dan melihat ada tindakan abai dari Bank UOB untuk membuat masalah berlarut-larut. Bukankah hal ini akan menuntun pada ujungnya timbul kolektibilitas? Bisa saja Department Perlindungan Konsumen OJK membaca ini dan mendapatkan tindak tegas. Etikanya apabila seorang nasabah dalam 5C (bagi yang paham saja) mendapatkan poin plus, lah ini nasabah mau coba tetap membayar dengan meminta solusi malah diabaikan?

    • 24 Juni 2024 - (09:40 WIB)
      Permalink

      Dear Ibu Sarah,
      Bantu Saya Bu untuk lebih memahami sistem alur perbankan, karena Saya memang pertama kalinya menghadapi persoalan ini dengan bagian kredit Bank UOB Indonesia.
      Jika debitur melakukan konfirmasi dan permohonan melalui surel, namun tidak ada tanggapan dari Bank UOB-nya setelah 30 hari, sebaiknya hal apalagi yang diperlukan oleh seorang debitur agar iktikad baiknya bisa didengarkan? Terima Kasih Bu untuk waktunya.

 Apa Komentar Anda?

Ada 24 komentar sampai saat ini..

Frustrasi dengan Pelayanan Bagian Kredit Bank UOB Indonesia

oleh Meylani dibaca dalam: 2 menit
24