Travelio Membebankan ‘Post Charge’ untuk Kerusakan Furnitur Bukan oleh Saya

Kejadian ini bermula ketika kami hendak berlibur bersama keluarga (istri dan 1 anak perempuan usia 11 tahun). Saya check-in di Travelio pada 11 Oktober 2024 hingga 13 Oktober 2024 (3 hari 2 malam) atas nama Febri Yanti (istri) dengan kode pemesanan 8F032322F di unit Apartemen Parahyangan Residence Ciumbuleuit, Bandung, dengan deposit sebesar Rp300.000.

Ini kali kedua kami menggunakan jasa Travelio (sebelumnya di Apartemen Atlanta Margonda, Depok). Pada hari pertama, kami check-in pukul 20.00 WIB didampingi oleh petugas Travelio (room boy) atas nama Saepudin, yang memberikan kunci akses dan memeriksa kondisi ruangan bersama kami.

Ia hanya memberikan sedikit keterangan seperti terburu-buru. Kami menanyakan fungsi fasilitas di dalam ruangan pada malam itu, termasuk WiFi, yang dijawab tidak bisa berfungsi karena mungkin sudah dicabut oleh pemilik (padahal saya lihat masih menyala dan normal). Petugas tersebut hanya sedikit memberikan keterangan dan berdiam di depan pintu masuk, lalu pergi setelah meminta penilaian kami melalui aplikasi.

Karena sudah larut dan perlu istirahat, kami yang sudah terbiasa dengan ruangan bersih sempat menyapu dan mengepel menggunakan sapu yang sudah kotor serta membersihkan kamar mandi dengan menyikat setiap sudut. Sapu dan peralatan lainnya juga kami bersihkan setelahnya.

Kami selalu membawa peralatan sendiri, termasuk untuk memasak seadanya, sehingga tidak menggunakan peralatan makan yang ada, kecuali kompor listrik yang hanya sekali dipakai untuk memasak air panas.

Karena tujuan kami adalah berlibur, aktivitas di apartemen hanya untuk istirahat, selebihnya berada di luar apartemen. Informasi check-out adalah jam 11.00, maka pada hari ketiga kami sudah bersiap-siap sejak pagi. Sebelum meninggalkan apartemen, kami membersihkan ruangan dan membuang sampah di tempat yang disediakan.

Namun, pada hari Minggu pukul 16.13, kami menerima informasi via WA dari room boy, yang memberikan foto terkait konfirmasi kursi di balkon yang rusak. Padahal, selama menginap, kami tidak pernah membuka akses keluar ke balkon dan tidak melihat benda tersebut sejak masuk hingga keluar ruangan, seperti terlihat dalam foto yang dikirimkan.

Ketika tiba saatnya check-out, kami terkejut diinformasikan bahwa kerusakan kursi tersebut menjadi tanggung jawab kami sebagai penyewa, dan deposit tidak dapat dikembalikan. Karena memang tidak melihat kursi tersebut dalam kondisi rusak, kami tidak mendokumentasikannya (foto) karena lokasinya berada di luar ruangan (seperti disembunyikan di sudut balkon).

Apakah ini akal-akalan mereka? Sampai jok sofa yang sudah bernoda pun kami alas dengan kain penutup sendiri agar nyaman duduk. Saya tidak menerima dikenakan kerugian atas hal yang tidak saya lakukan. Ini seperti jebakan. Logikanya, jika mereka membersihkan setiap sudut ruangan sebelum tamu datang, pasti barang tersebut terlihat dan ditemukan (disimpan di luar ruang yang tidak terlihat), seakan-akan ingin membebankan biaya penggantian kepada tamu.

Saat check-in, kami sempat bertanya apakah apartemen ini sebelumnya disewa oleh orang lain (karena kitchen sink basah seperti habis digunakan). Dijawab belum ada yang menyewa, dan ruangan berbau pewangi seperti baru disemprotkan. Artinya, jika dibersihkan dengan benar, petugas tahu berapa kursi yang tersedia dan kondisi peralatan lainnya.

Dokumen foto seharusnya juga dimiliki petugas sebelum tamu check-in, lengkap dengan tanggal, jam, dan hari. Seperti yang mereka lakukan terhadap saya, mereka mempunyai dokumen lengkap disertai data waktu pengambilan foto sebelum tamu datang.

Travelio terus meminta foto saat kami check-in, yang kebetulan tidak kami buat karena kondisi dalam ruangan saat itu tidak ada yang perlu dilaporkan (masih bisa digunakan).

Berikut foto-foto yang diunggah Travelio mengenai kondisi barang yang rusak:

Mereka bersikeras bahwa post charge dikenakan karena kami tidak melaporkan hal itu, sedangkan kami merasa tidak mengetahui adanya barang rusak yang disimpan di luar ruangan (seperti disembunyikan) dan tidak terlihat.

Hal yang saya khawatirkan adalah kursi tersebut dijadikan jebakan untuk penyewa karena memang tidak terlihat dan berada di luar ruangan.

Tolong kembalikan deposit kami, Travelio.

Harris Rinaldi
Depok, Jawa Barat


Catatan redaksi (diperbarui 17/10/2024): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

5 komentar untuk “Travelio Membebankan ‘Post Charge’ untuk Kerusakan Furnitur Bukan oleh Saya

  • 16 Oktober 2024 - (08:17 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya untuk menuduh seseorang melalukan pengrusakan , hrs punya bukti foto kondisi sebelum dan sesudah pengrusakan. Dan hal ini yg harus dipenuhi oleh pihak penuduh. Jika pihak penuduh ada foto sebelum bpk masuk apartment nya lengkap dgn time yg aktual tepat sebelum bpk masuk,maka sptnya bpk wajib membayar.
    Tp jika penuduh juga tidak punya foto Before nya, maka tuduhannya tidak kuat. Disini Bukan bpk yg hrs memberikan foto Before, tp penuduh yg harusnya punya foto ini agar tuduhannya valid dan kuat.

    Semoga ini bisa membantu bpk dan permasalahannya cepat terselesaikan.

  • 16 Oktober 2024 - (14:10 WIB)
    Permalink

    Betul sekali ituh.
    Parah sih barang yg tidak kita gunakan harus kita yg ganti.
    Ngeri x travelio

  • 17 Oktober 2024 - (13:13 WIB)
    Permalink

    Yg kayak gini mah sdh sering jd jebakan. Kalau mau check in lewat aplikasi itu harus jeli pas awal check in

  • 17 Oktober 2024 - (15:36 WIB)
    Permalink

    modus penipuan baru? menginap lah di hotel yang jelas, jangan di tempat mencurigakan, banyak yang mau jebak

  • 8 Februari 2025 - (16:49 WIB)
    Permalink

    Saya juga kena jebakan travelio brengsek ini. Saya sewa tahunan sama travelio dan tidak subkripsi ke internetnya. Waktu baru check in ada routernya kemudian hari saya di telfon dr pihak travelio bahwa ada yang datang mengambil routernya. Tidak saya pikirkan gw kasih aja dan tidak saya foto ato apa2. Siapa tau perusahaan brengsek ini waktu check out ngotot bersikeras saya menghilangkan router mereka dan minta ganti rugi. Routernya sakti banget harganya 325ribu dan saya ga mau membayar atas sesuatu yg bukan saya lakukan.

    Akhirnya saya mengalahlah, soalnya DP gw 3 juta, perusahaan brengsek ini ga mau bayar DP gw kalo ga ganti routernya. Aku offer untuk beli router gantiin, eh malah ga mau, padahal router cuman 200an ribu, mereka mau minta uang lebih banyak. Jangan deh sewa sama travelio. Perusahaan ini moga2 cepat bangkrut.

 Apa Komentar Anda?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Travelio Membebankan ‘Post Charge’ untuk Kerusakan Furnitu…

oleh HARRIS RINALDI dibaca dalam: 2 menit
5