Indodana Menagih Setelah 3 Tahun?

Dear Media Konsumen,

Saya ingin menyampaikan masalah mengenai Indodana, yang melakukan penagihan melalui email spam. Anehnya, penagihan ini dilakukan setelah 3 tahun, bahkan saya sendiri sudah lupa jika memiliki tanggungan di aplikasi tersebut.

Email spam dari DC sangat mengganggu, meskipun tidak ada kata-kata kasar, mereka mengancam akan datang ke rumah saya, orang tua, dan kantor. Mereka bahkan akan meminta pertanggungjawaban dari orang lain, seperti teman di kantor dan ibu kandung saya.

Saya sudah menawarkan dengan itikad baik untuk membayar pokok saja, tetapi pihak DC menolak, mereka ingin pelunasan dan hanya akan memberikan keringanan denda. Seingat saya, saya hanya meminjam Rp2,5 juta 3 tahun yang lalu. Namun sekarang jumlahnya sudah membengkak menjadi lebih dari Rp6 juta.

Pertanyaan saya, jika saya mengembalikan pokok saja, apakah Indodana merasa dirugikan? Ruginya di mana? Kedua, mengapa baru 3 tahun saya ditagih? Apakah mereka menunggu jumlahnya membengkak terlebih dahulu? Apakah ini tidak mengarah pada pemerasan? Apakah ini DC resmi? Mengingat hanya melalui email spam?

Saya mohon saran dari pembaca sekalian, apa yang seharusnya kita lakukan? Terima kasih.

Sindhu Suji
Kab. Sumbawa Barat, NTB

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Indodana Menagih Setelah 3 Tahun?”

Menanggapi keluhan Bapak Shindu Suji yang disampaikan melalui Surat Pembaca di Media Konsumen pada tanggal 31 Juli 2025 dengan judul...
Baca selengkapnya

66 komentar untuk “Indodana Menagih Setelah 3 Tahun?

  • 31 Juli 2025 - (10:39 WIB)
    Permalink

    Meskipun Indodana lalai dalam penagihan ke konsumen
    Si konsumen juga lalai dalam menjalankan kewajibannya

    Seharusnya debitur yang baik akan membayar tagihan tepat waktu meskipun tidak ada penagihan dari pihak kreditur

    Dan statement TS
    Pertanyaan saya, jika saya mengembalikan pokok saja, apakah Indodana merasa dirugikan?

    Sekarang saya balik
    Apabila anda menjalankan sebuah bisnis barang, anda menjual barang anda dengan harga anda membeli barang itu
    Apakah anda mengalami kerugian??
    Bisnis itu selalu profit oriented, kalo bukan profit oriented itu namanya badan amal

    Sekarang kita hitung
    Pinjaman Rp. 2,500,000.00
    Bunga Minimum sesuai aturan OJK : 0.2% per hari
    Rp. 2,500,000.00 x 0.2% = Rp. 5,000.00 (Bunga per hari)
    3 tahun = 1,095
    1,095 x Rp. 5,000.00 = Rp. 5,475,000.00

    Apabila hutang pokok Rp 2,500,000.00 belum dibayarkan sama sekali
    Maka Total hutang yang harus dibayarkan Rp. 7,975,000.00

    Ini adalah perhitungan dengan bunga Maksimum yang ditentukan OJK

    9
    2
      • 1 Agustus 2025 - (01:26 WIB)
        Permalink

        You are actually playing victim by complaining here, came off as negligent with no good intention of repaying. When you took the loan, you were signing contract of promising to pay (unfortunately including the interest). Despite Indodana didn’t bill you up for 3 years, unfortunately you’d still have to pay your loan along with the interest….again unfortunately you can’t use “fail to recall” as valid reason, might’ve work if you were borrowing to relatives but again Indodana unfortunately is a corporate, a legal entity…..and they can fvck your credit, if they not already done it. You might want to check your name on OJK Slik.

        3
        2
      • 6 Agustus 2025 - (19:27 WIB)
        Permalink

        Sesuai peraturan ojk. Utang plus bunganya tidak lebih dari 100% dari jumlah utang. Klo punya hutang 2,5juta ya total hutang plus bunganya hanya kurang lebih 5 juta.. Bukan ditambah utangnya

    • 2 Agustus 2025 - (14:53 WIB)
      Permalink

      Ya namanya beban pinjaman wajib diselesaikan, saran saya, pergi ke ojk buat slik atau ideb, nanti tertera tagihan anda.
      Kalo di ideb atau slik tidak tertera tagihan indodana maka bisa lsg dikonsultasikan ke ojk, serta buat laporan.
      Terkadang ada pinjol yg tidak masuk di ojk, karen tidak menginduk pada bank di indonesia.
      Jangan lupa minta history payment ke collector, kalo dia external collector jrang punya. Bisa diajukan keringanan nantinya.

  • 31 Juli 2025 - (11:42 WIB)
    Permalink

    Sekarang saya jadi mengerti, mengapa bisnis pinjol kasih bunga tinggi.
    Karena resiko yang tinggi atas gagal bayar seperti TS ini, punya kewajiban tapi tidak dilakukan sejak 3 tahun lalu, masukin ke MK ngejelek2in Brand yang sudah kasih pinjaman.

    Definisi yng pinjem lebih galak daripada yng minjemin.

    4
    2
    • 31 Juli 2025 - (22:30 WIB)
      Permalink

      Malu Bos. Hutang 3th gk dibayar. Malah nyalahin yg ngasih utang. Udah gt, malah pamer klo kerja di BUMN. Pamer pula ganti hp 5x. Hadeh…
      dl pas mau jatuh tempo pasti ditagih, pas telat bayar dr hr pertama sdh ditagih terus2an. Kmn aja ?

      • 1 Agustus 2025 - (19:49 WIB)
        Permalink

        Mana ada bisa lupa hutang bos anda amnesia kah ?
        Yang ada anda lalai tak bayar hutang
        Kalau anda orang baik.tanpa di tagih pun anda akan bayar sendiri kewajiban sampai selesai bos..
        Jadi yang salah ya anda sendiri
        Sekarang liat semua yang komen yang ada anda malah malu kan di sini 😆😆

        1
        1
        • 5 Agustus 2025 - (13:07 WIB)
          Permalink

          Dia ga lalai bro .sama nye lo smaa yg lain baca dulu baru ketik dan coment hadehh indonesia darurat baca dia udah cobs nego 3 tahun yg lalu ingin bayar pokok sjaa tapi pihak pinjol ga mau . Apahkah dstuh gada itikad baik

      • 5 Agustus 2025 - (13:05 WIB)
        Permalink

        Eh bodoh mangkanya baca dulu ampe tuntas itu dia udah sebelum 3 tahun lalu dia udah nego ingin bayar pokok nya saja .tapi kekeh pihak pinjol ga mau . Baca dulu baru ngetik

    • 5 Agustus 2025 - (10:01 WIB)
      Permalink

      Wkwkwk, pasti ini karyawan indodana, ato dari pinjol lain…

      Sok membela bisnis ribanya…
      Ngak rugilah…. Hanya untungnya yg hilang , dasar antek riba

    • 31 Juli 2025 - (13:26 WIB)
      Permalink

      Utang bisa lupa, saat pinjem pakai duitnya emang nga lupa itu duit dr mna?
      Klo mau maen lupa2an maen yg ilegal bang jgn yg legal, yg legal kapanpun pasti ditagih, klo ada itikad baiknya buka aplikasinya bayar sesuai tagihan yg diaplikasi jgn mau bayar sm DC atau pihak ketiga, langsung bayarkan diapliaksinya, resiko legal slik ojk lo pasti dh Kol 5.

      4
      1
      • 31 Juli 2025 - (22:58 WIB)
        Permalink

        Saya ngerti knapa kakak ini balas dengan begitu, tapi tetap saja itu gak baik kak. Saran saya sih, jangan sombong kak, firaun itu kurang apa? Hanya karna dia sombong, dia terjerembab. Abaikan saja orang yang koment gak bagus dan gak kasih solusi. Hutang tetap harus dibayar, kalo memang gak mau tertipu sama dc, bayarnya di aplikasi saja kak, rentan bgt emang bayar sama dc apalagi sudah 3 tahun, kemungkinan kemungkinan buruk bisa terjadi. Tapi cari tahu dulu kenapa tagihan bisa sebesar itu, kalo memang tagihan itu sesuai dengan hukum yang berlaku, mau gak mau harus dibayar. Ikhlas atau tidak begitu lah adanya, itu juga akibat kelalaian pribadi. Dan jangan lupa diambil buat pelajaran untuk kedepannya

        1
        4
  • 31 Juli 2025 - (16:01 WIB)
    Permalink

    Saya mohon saran dari pembaca sekalian, apa yang seharusnya kita lakukan?

    bayar semua dong, ente udah ngutang ga mau bayar, kalo ga ada duid, jual aset, kalo masih ga cukup coba jual diri, mudah2an laku sebab sepertinya sudah tidak ada harga diri

    6
    3
  • 31 Juli 2025 - (16:59 WIB)
    Permalink

    Tiga tahun memang waktu yang panjang, tapi bukankah saat JTO baru berjalan satu bulan sudah ada tagihan masuk? Apakah memang tidak terasa sama sekali? Atau mungkin memang dari awal sudah ada sinyal tidak niat memenuhi kewajiban?

    3
    1
  • 31 Juli 2025 - (18:44 WIB)
    Permalink

    Izin ketawa ya mas Dany, harusnya judulnya dirubah “setelah 3 tahun, masa harus bayar hutang???” Anda aja sengaja melupakan hutang anda hingga cicilan mangkrak 3 tahun. Mungkin anda pernah ingat hutang anda itu, tapi sengaja melupakannya karena tidak ditagih. Coba anda membayar kewajiban anda itu, pasti sudah lunas 1 tahun yang lalu🤣🤣🤣

  • 31 Juli 2025 - (19:14 WIB)
    Permalink

    Aturan OJK denda keterlambatan tidak boleh melebihi pokok hutang.jadi 1 juta maksimum jadi 2 juta..diatas itu pelanggaran.penagihan dgn cara mengancam dan mengganggu pihak lain yg bukan debitur adalah pelanggaran dan bisa dilaporkan ke ojk.kalo a da ancaman abaikan saja.pinjol legal penagihan seperti ilegal lumrah terjadi. Dan kasus bunuh diri juga banyak. Saran saya abaikan aja dan bila suatu saat ada uang negosiasikan ulang bayar pokok melalui email perusahaan

    2
    3
    • 31 Juli 2025 - (23:02 WIB)
      Permalink

      Baik pak. Saya ikuti sarannya. Terima kasih dapat arahan yg benar benar berguna. Pointnya adalah resmi ya pak? Bukan seperti yg saya alami, menagih via email dengan nama gak jelas dan bukan dari indodana serta tanpa melampirkan identitas ya? Biar gak ada potensi saya bayar ke scammer, bolehkah saya kuatir spt itu pak?

      • 1 Agustus 2025 - (06:48 WIB)
        Permalink

        Hati2 banyak penipuan karena data bocor.pembayaran harus melalui aplikasi indodana akun nama anda melalui Virtual akun yg jumlahnya sudah disepakati .tidak melalui rekening yg lain.itu pengalaman saya sendiri..salam waras

  • 31 Juli 2025 - (19:53 WIB)
    Permalink

    Sebelumnya terima kasih saya sampaikan atas begitu banyak comment yg masuk, begitu berkelas, sopan dan benar benar dari orang orang berpendidikan.
    Terutama untuk media konsumen yg benar benar menjunjung tinggi azas saling menghargai antar sesama manusia.

    Teruntuk abang kris. Saya benar benar salut dengan penjabaran anda, sungguh luar biasa, sepertinya bapak kompeten sekali di bidang ini, kalau boleh, saya minta email bapak, saya ingin berkonsultasi masalah perhitungan hutang saya ini, nantinya saya kirimkan surat perjanjian dengan indodana yg baru saya temukan dengan susah payah ( maklum sudah bertahun2, hp sempat ganti 5 kali, dan banyaknya urusan sehingga “mungkin” Terlupakan kewajiban saya.

    Untuk bapak jecky jerico,
    Bapak pakai bahasa Inggris, saya coba balas dengan bahasa Inggris, mhn maaf kalau berantakan,
    I dont get it what your talking about “play victim”? As i know, i wrote this article only need to know how to handle someone who ask me for pay a debt, and sent me an email, without attached any official identity from indodana? So i am not allowed to be curious if you only scammer? I think as official procedure, you must attached a duty letter along with your email. With this letter so i can trust you and discuss any further.

    Buat bapak dan teman2 lain yg komen dengan kata2 bijaknya, saya ucapkan terima kasih atas sarannya. Mohon maklum kalo memang saya dinilai seperti itu. Maklum, saya hanya lulusan institut teknologi di jl. Sukolilo surabaya, ipk juga cuman 3.2 pak, dan saat ini hanya bekerja jadi buruh di perusahaan BUMN dengan logo kuda laut yg kerjanya memanen bensin dan solar dari tanah, jadi gaji saya tiap bulannya gak cukup untuk bayar, tagihan di indodana.

    Terlampir nilai gaji saya yg tidak seberapa tiap bulannya. Dan urutan komunikasi dengan pihak indodana via email ( sy tidak pernah menghapus email dan ini real, jeda email cukup jauh)

    Untuk indodana, saya tunggu tagihan resmi oleh orang resmi via email, atau akan saya install kembali applikasinya untuk settled hal ini. Thanks.

    1
    9
    • 31 Juli 2025 - (23:00 WIB)
      Permalink

      Saya ngerti knapa kakak ini balas dengan begitu, tapi tetap saja itu gak baik kak. Saran saya sih, jangan sombong kak, firaun itu kurang apa? Hanya karna dia sombong, dia terjerembab. Abaikan saja orang yang koment gak bagus dan gak kasih solusi. Hutang tetap harus dibayar, kalo memang gak mau tertipu sama dc, bayarnya di aplikasi saja kak, rentan bgt emang bayar sama dc apalagi sudah 3 tahun, kemungkinan kemungkinan buruk bisa terjadi. Tapi cari tahu dulu kenapa tagihan bisa sebesar itu, kalo memang tagihan itu sesuai dengan hukum yang berlaku, mau gak mau harus dibayar. Ikhlas atau tidak begitu lah adanya, itu juga akibat kelalaian pribadi. Dan jangan lupa diambil buat pelajaran untuk kedepannya

      1
      1
      • 31 Juli 2025 - (23:51 WIB)
        Permalink

        Baik kak, terima kasih sarannya, buat koreksi sikap dan kehidupan saya kedepan agar lebih baik lagi. Lewat aplikasi ya? Baik kak.

    • 31 Juli 2025 - (23:51 WIB)
      Permalink

      Hehehh, bisa aja anda 🙂
      Seolah-olah merendah.
      Sayangnya anda tulis dalam kasus tunggakan Pinjol.

      Coba kalau ditulis dalam tanggapan artikel prestasi keilmuan, bagus banget.
      Alumni PT terkenal walaupun lulus dengan predikat bukan Cum-laude dengan IPK hanya 3,2 dan hanya karyawan BUMN logo kuda laut berhasil membuat inovasi dalam teknologi MIGAS… bla… bla… bla..
      Asyik juga bacanya ye… hiks

    • 1 Agustus 2025 - (05:48 WIB)
      Permalink

      Wih keren. Pantes bumn rugi terus, “buruh” Nya model begini, apalagi atasnya hahaha… Ga usah pamer pekerjaan dimana, kuliah dimana, ipk berapa bla bla bla. Iya lu hebat, udah puas? Dari zaman dulu juga namanya utang ya di bayar. Mau lu di pinjol, bank, temen. Kalo lu udah pinjem di pinjol, dengan kapasitas otak lu itu harusnya paham soal kesepakatan maupun dendanya. Ini hal paling ********* yang pernah gw baca di MK.

      1
      2
      • 1 Agustus 2025 - (13:22 WIB)
        Permalink

        tujuannya mau mempertontonkan kalau dirinya berpendidikan dengan IPK 3,2 dr uni di jl sukolilo surabaya tapi malah makin mempermalukan diri sendiri dan juga mempermalukan almamaternya

        otak TS dengan ipk 3,2 itu ternyata lebih rendah dr lulusan SMU/SMA, masa iya otak dengan ipk 3,2 masih mempertanyakan :
        “jika saya mengembalikan pokok saja, apakah Indodana merasa dirugikan? Ruginya di mana?”

        ini TS beli IPK atau uni nya kualitasnya buruk?

        ya pantas kalau di perusahaan BUMN berlogo kuda laut banyak tikusnya, ya karena isinya manusia2 macam TS, manusia yg lupa akan kewajibannya tapi ingat akan haknya

    • 1 Agustus 2025 - (09:19 WIB)
      Permalink

      Jangan pernah takabur, semua ada masanya.
      Nanti kalau sudah viral sampai ke perusahaan, bikin jelek nama perusahaan dan akhirnya dibehentikan, nangis nangis, menyesal, minta maaf, minta keringanan nggk bisa bayar karena di PHK… (begitulah siklus kehidupan)

    • 6 Agustus 2025 - (14:02 WIB)
      Permalink

      Wkwkwkwkwk. Seru nih.
      Kerja di BUMN tp utang 6jt ga bs bayar.
      Alasan awal lupa punya hutang. Di tagih, mau bayar pokoknya aj pdhl nunggak selama 3tahun.
      Malu2in tempat kerja anda aj bos keluhan anda ini. 👎

  • 31 Juli 2025 - (21:22 WIB)
    Permalink

    Ini yang namanya dont judge the book by the cover. Ternyata tempat bekerja yang elite tidak menjamin kualitas berpikir seseorang.

    • 1 Agustus 2025 - (13:33 WIB)
      Permalink

      bisa jadi model ginian yang menjadikan premium sepuluh ribu dan pertamax berlumpur 🤦‍♂️

  • 31 Juli 2025 - (21:28 WIB)
    Permalink

    Kok bisa hutang tapi lupa bayar. Apalagi buat orang yang pamer tentang pendidikan dan pekerja dari bumn, masa sekelas pekerja bumn hutang 2,5 di indodana, gabisa bayar lagi, dan lucunya malah mempertanyakan soal pembengkakan tagihan, masa sekelas pekerja bumn gatau apa itu denda🤣

  • 1 Agustus 2025 - (01:28 WIB)
    Permalink

    You are actually playing victim by complaining here, came off as negligent with no good intention of repaying. When you took the loan, you were signing contract of promising to pay (unfortunately including the interest). Despite Indodana didn’t bill you up for 3 years, unfortunately you’d still have to pay your loan along with the interest….again unfortunately you can’t use “fail to recall” as valid reason, might’ve work if you were borrowing to relatives but again Indodana unfortunately is a corporate, a legal entity…..and they can fvck your credit, if they not already done it. You might want to check your name on OJK Slik.

    1
    1
  • 1 Agustus 2025 - (01:39 WIB)
    Permalink

    Bayar aja kak, bayarnya langsung di aplikasi nya saja biar lebih pasti, jangan bayar ke DC ny, lagian itu emang sudah kewajiban karena kita pinjam, aku pun juga pernah pinjol beberapa kali, dan ngerasa tanggung jawab untuk bayar balik karena aku pakai itu uang untuk kepentingan diri saat itu. tapi untuk kedepannya kalo kakak nya lebih suka bayar pokok saja lebih baik pinjam ke keluarga kakaknya saja karena tidak ada bunga2 nya

        • 1 Agustus 2025 - (18:51 WIB)
          Permalink

          Nah benar kak wkwk, apa2 langsung dianggap DC, sebenarnya aku ngerasa ya pinjol itu gak bisa untuk orang yg gak mampu bayar, semua pinjaman yg bunga2 itu hanya untuk orang yg mampu bayar, kalo gak mampu bayar jangan deh, takutnya malah semakin gali lubang lebih dalam, makanya dulu aku beberapa kali pinjol karena emang untuk kepentingan diri, kurang uang yang aku punya saat itu karena untuk berobat alm ayah untuk operasi kanker dan karena itu uang hidup kayak makan ya kepake juga, butuh darurat jadinya pinjol, tapi aku tetap mampu bayar, karena aku punya pekerjaan, nunggu gajian aja, baru dibayar, kalo darurat dan uang simpanan aku juga sudah habis ya terpaksa pinjol, tapi emang benar berat untuk bayar pinjol namanya juga ada bunga nya jadi lebih gede pas mau dibayar tapi ya diposisi butuh darurat bersyukur aja ada uang yg bisa kepake sementara menjelang gajian. Aku terkadang masih paylater di shopee untuk beli makanan atau beli barang, dan tetap bayar setiap gajian, tapi kalo pinjol gak mau lagi kecuali benar2 darurat kayak dulu

        • 1 Agustus 2025 - (20:18 WIB)
          Permalink

          Memang di MK gt kak, jgn sekali2 mengkritik TS. Sy sering dituduh DC, trs buzzer BRI, gak lama dituduh ordal Gojek, macem2 dah. Jd sy cm bs berdoa semoga gaji TS naik berkali2 lipat agar bisa segera membayar utangnya, biar hidupnya lbh tenang dan rejekinya lbh berkah, amiiiin.

      • 1 Agustus 2025 - (18:37 WIB)
        Permalink

        Aku bukan DC wkwkwk, tapi yaudahlah, terserah sesuka hati aja, lagian emang benar kalo punya hutang ya bayar, kalo merasa gak mau bayar bunga dan dll jangan ke pinjol, aku aja gak mau pinjol lagi semenjak terakhir karena ya itu ngerasa berat aja, lebih baik selalu sediakan uang darurat sendiri atau ya pinjam ke keluarga aja yg mau

  • 1 Agustus 2025 - (05:39 WIB)
    Permalink

    Ini mah cuma saran aja, mas dani kan kerja di BUMN sepengalaman saya mah di BUMN gajinya besar apalagi kalau udah jadi karyawan tetap, kecuali jadi karyawan os nya pasti kecil gajinya.

    Kedua kalau nyalahin Indodana aja tapi ga instropeksi diri mah ya salah juga si, namanya punya hutang mah harus sadar diri dan wajib bayar, gausah di bank di pinjol pinjol gitu pasti ada surat kontraknya dan kalau si debitur setuju ya berarti harus komitmen termasuk bayar bunganya. Kalau pun dibawa ke Jalur perdata juga tetap aja pasti si debitur kalah apalagi udah setuju sama surat kontraknya.

    Yaa jadiin pelajaran aja, gaji BUMN besar banget belum tunjangan ini itu plus uang bonus nya. Lunasin ajaa

  • 1 Agustus 2025 - (05:54 WIB)
    Permalink

    Kl smp mengganggu lapor ke polisi pst kena pidana mereka DC itu. Untuk hutang piutang masuk ke perdata. Kl anda mau bales saja emailnya, silahkan bawa melalui jalur hukum. Jalur hukum itu legal dan sah d Indonesia, pergunakan saja.

  • 1 Agustus 2025 - (06:06 WIB)
    Permalink

    nanti di akhirat sekalian bikin surat ke tuhan, judulnya “Indodana menagih sampai akhirat?”.

    • 1 Agustus 2025 - (16:44 WIB)
      Permalink

      Ngadu di sini isinya DC semua
      Mending lgsg ladenin aja itu DC
      Suruh ke rumah, nanti nego sadis aja
      Udah 3 thn itu udah masuk pihak ke 3
      PASTI BISA bayar dgn bunga denga dihapus dan pokok diskon 50%. Saya udah pernah dampingi temen yg bermasalah.
      Kalo jawaban yg disini isinya pasti jelek2in yg hutang

  • 1 Agustus 2025 - (07:16 WIB)
    Permalink

    Tipikal selagi ada tunggakan berjalan nomor nasabah tidak aktif untuk di telfon, sehingga berlarut2 tidak ada pembayaran dan nasabah lupa,,, klo minjem hanya pokok di balik in,,
    Bahkan ada yg resign dan sudah di tempat kerja baru tidak melakukan pengkinian data,,,

    Mungkin pihak indodana sudah mencoba telfon ke nomor anda pak,,, tapi anda sudah ganti nomor atau settingan nomor anda atau reject, ya susah masuk nya pihak penagih dalam status lancar,,,,

    Kini kan anda sudah macet,,,
    Sudah cacat nama,,,

    Tinggal tanya kan, klo saya bayar kapan surat lunas terbit,,,? Karena itu jadi pegangan nasabah untuk 24 bulan kedepan sejak melakukan pelunasan…

    Simpel nya gini
    Pikir secara bisnis,,, 3 tahun lalu 2 litter minyak goreng harga berapa,,, kini harga berapa 2 litter,,, ya rugi klo uang gk di putar…. Sama hal bisnis di sektor uang , mereka ngandalain bunga juga…

  • 1 Agustus 2025 - (07:37 WIB)
    Permalink

    Bapak ibu yth. Mohon diingat kembali,setiap platform pinjaman memiliki S dan K yg berlaku,seharusnya persyaratan tsb dibaca dgn baik sblm meminjam.
    Alasan TS yg menyebut bahwa dia lupa kalau memiliki utang di platform fintech tidak dapat dijadikan alasan untuk lalai dari kewajiban dan ketentuan yg disepakati. Coba bayangkan jika karena ‘lupa’, trus disetujui dan dimaklumi,akan ada ribuan bahkan jutaan nasabah lain yg akan melakukan hal yang sama.
    Saran saya,daripada masalah berlarut,segera tutup kewajiban hutang beserta dg pokok bunga yang sudah disepakati diawal,trus bertobat dan jangan lagi melakukan pinjaman ke platform semacam ini lagi. Kelola keuangan dengan bijak.
    Sekian dan terimakasih

  • 1 Agustus 2025 - (08:16 WIB)
    Permalink

    TS mengaku sudah lupa jika memiliki tanggungan di aplikasi tersebut, tp berikutnya mengaku seingatnya hanya meminjam Rp2,5 juta 3 tahun yang lalu. jadinya lupa atau ingat??

  • 1 Agustus 2025 - (12:27 WIB)
    Permalink

    Sebagian yang komentar disini DC dan sejenisnya, jangan semua diperhatikan, tidak perlu. Anda hutang sama Indodana, bayarnya ya ke Indodana. Email yg anda terima jangan di balas. Misalkan pokok pinjaman 2,5 juta, maksimal pembayaran anda berati 5 juta. Bikin celengan sampai terkumpul 5 juta, baru anda bayarkan ke Indodana melalui aplikasi Indodana. Tidak apa-apa 3 tahun lagi di 2028 baru anda bayar. JANGAN JUAL ASET!!!. Betul utang harus di lunasi, tapi harus bijak membuat prioritas. Gagal bayar biasa, jangan terlalu dipikirkan. Kerja keras, bayar utang.

  • 1 Agustus 2025 - (12:32 WIB)
    Permalink

    mau playing victim ya? padahal jelas² anda udah salah dari awal. gak usah nanya salahnya di mana.

    • 2 Agustus 2025 - (12:08 WIB)
      Permalink

      Bangun Bapak, Melek ya melek. Buka mata lebar-lebar.
      Pinjol bukan harta waris ya.
      Ada ketentuan yg telah anda setujui disaat pengajuan.
      Hmmm.. lupa apa pura2 lupa, aji mumpung karena gak ditagih.

      Tapi memang iya sih, budaya negeri ini, suka ngutang klu ditagih dikit udah merasa terdzolimi.

      Yang sabar ya pak. Btw, utang itu harus dibayar ya bapak, bukan dilupakan.
      Soal bunga, ya sudah ada ketetapannya yg anda setejui saat pengajuan.

 Apa Komentar Anda?

Ada 66 komentar sampai saat ini..

Indodana Menagih Setelah 3 Tahun?

oleh Dany dibaca dalam: 1 menit
66