Rayuan Promo Cashback Danamon yang Tidak Transparan

Saya menulis ini bukan bertanya, akan tetapi komplain dan sekadar numpang buka borok sekaligus perilaku menjebak soal urusan promo cashback Bank Danamon yang makin ke sini makin kelihatan ngawurnya. Ini murni soal hak saya sebagai nasabah yang dirugikan sama sistem promo yang tidak transparan.

Alibi bank yang doyan mencla-mencle, hingga dalih investigasi yang terkesan sengaja dipakai untuk mengintimidasi nasabah yang komplain agar mundur sendiri. Berikut dua bukti nyata gimana cara kerja sistem yang hobi ngerjain nasabah:

1. Kasus Token Listrik: Alasan Kuota Habis dan Dalih “Hasil Investigasi” untuk Mengintimidasi

Waktu bulan Juni, saya beli token listrik dengan iming-iming cashback. Tapi giliran ditagih karena enggak cair-cair, mulanya CS cuma muter-muter ngasih alasan basi dan nyuruh nunggu tanpa kejelasan. Setelah diulur-ulur waktunya sampai akhir Juli, barulah pihak bank mengirimkan balasan email resmi yang mengklaim bahwa “dari hasil investigasi kami, ditemukan bahwa transaksi tersebut sudah melebihi kuota” dan habis itu gimana.

Kalimat bernada vonis sepihak berkedok “hasil investigasi” ini jelas bukan sekadar bahan buat ngeles, melainkan bentuk intimidasi halus agar nasabah ciut, merasa bersalah, dan akhirnya menyerah untuk menuntut haknya.
Lucunya lagi, pas saya cecar kenapa kuota habis enggak pernah diumumkan dari awal? Padahal untuk promo lain kayak XXI, Grab, atau Chatime, kalian doyan banget bikin banner pengumuman resmi kalau kuota habis.

Jawaban balasan dari mereka malah kelihatan konyolnya. Mereka ngeles bilang kalau “pada umumnya Bank Danamon tidak menyampaikan pemberitahuan tersebut secara menyeluruh.” Lah, argumen macam apa itu?

Belum lagi call center-nya yang kalau ditanya “kami tidak dapat memastikan, kami tidak mengetahui” kontradiksinya aja udah sangat terlihat antar sesama call center. Apa memang Bank Danamon ini pengen menganjurkan setiap nasabahnya untuk selalu melakukan gambling di setiap pengambilan keputusan?

Giliran promo lain diumumin biar kelihatan transparan, giliran kasus token listrik dan promo lain begini mendadak pakai alasan enggak wajib mengumumkan, lalu digebuk pakai yang katanya “hasil investigasi” seolah-olah nasabah yang salah. Licik dan intimidatif namanya.

2. Kasus Holland Bakery: Jualan Promo tapi Realisasinya Berantakan

Masalah serupa juga kejadian pas promo ulang tahun tanggal 19–21 Juli kemarin, khususnya waktu beli Holland Bakery dengan cashback. Di lapangan, pencairan cashback-nya jalan sembarangan. Ada yang transaksi pakai mesin EDC tertentu diproses duluan, sementara yang lain dibiarin menggantung enggak jelas nasibnya.

Ketiadaan informasi yang bener bikin orang-orang ngira promonya masih jalan, padahal aslinya nasabah cuma dijadiin tumbal antusiasme promo doang tanpa ada jaminan haknya bakal dibalikin. Yang sebetulnya kan bisa seperti Bank CIMB Niaga contohnya. Setiap pembelian menggunakan kode untuk cashback maupun diskonnya, jadi ada atau tidaknya kuota nasabahnya bisa langsung mengetahui, nggak disuruh gambling seperti kelakuan Bank Danamon ini.

Itupun kalau memang niatnya bukannya memang bermaksud lain gitu loh. Arahnya kan memang ingin bermaksud gimana gitu ya. Seolah jadi setiap orang harus jadi cenayang yang bisa mengira-ngira. Memang bagi yang memiliki kepentingan, yang penting dampak antusiasnya besar pemasukannya jadi besar. Dapat 1.000 (walau banyak yang dirugikan karena iming-iming) keluar 100 kan memang nggak masalah untuk oknum yang berperilaku tertentu gitu loh.

Dan juga ada statement dari Danamon seperti ini, “Apabila data baru yang relevan untuk ditinjau lebih lanjut, silakan disampaikan melalui email yang sama agar dapat kami tindak lanjuti.”

Kalian minta segala rupa begitu disanggupi, termasuk mengenai perbandingan lain misal promo saat Ramadan misalnya, pada saat itu kalian rajin buat pengumuman bahwa yang ini dan itu telah habis. Itu kan termasuk data baru. Harusnya sadar diri ketika dikasih perbandingan, bukannya malah cari pembenaran lain lagi sibuk ngoceh lagi dengan dalih memberikan penjelasan.

Nggak nyambung gitu loh. Orang yang dikomplain pokok soalnya soal duit tapi ngebalesnya cuman ngeles kayak bajaj. Seperti promo ultah kemarin yang juga saya punya buktinya sudah saya berikan. Kalian rajin pengumuman bahwa promo Grab dan Chatime telah habis.

Yang saya dapatkan bukan manfaat, tapi hanya ocehan lagi. Contoh kasarnya, orang ketika lapar itu butuh makanan, bukannya kata-kata atau rayuan gombal gitu loh, karena rayuan itu nggak bisa dimakan. Begitu juga saya. Saya ini lagi komplain perihal nilai rupiah yang seharusnya saya dapatkan dan harusnya Danamon membalas dengan memberikan duit kepada saya bukannya ocehan enggak berguna atau alibi ngeles begini begitu yang enggak penting dan enggak diperlukan gitu loh.

Satu lagi saya nggak akan terima korespondensi yang melalui email, karena seperti sekarang melalui tim email yang bernama ini dan itu hanya muter-muter dan sibuk menghindar. Dulu ketika saya mengurus QRIS toko saya yang digunakan oleh buyer untuk bayar belanjaan di tempat saya yang duitnya nggak masuk padahal sudah terdebit, lagi-lagi tim email kalian hanya bisa muter-muter berbulan-bulan nggak tahu malu.

Dari hari ke hari hanya sibuk olah kata untuk menghindari tanggung jawab. Saya hanya menerima konfirmasi via telepon dan jangan basa-basi. Karena hanya untuk berikan hak duit saya itu.

Intinya, saya cuma mau hak cashback saya dari token listrik dan cashback pembelian Holland Bakery diberikan ke saya tanpa alasan berbelit-belit dan tanpa taktik intimidasi murahan seperti itu. Perbaiki tuh cara bikin aturan promo, jangan cuma bisa ngeles pakai alibi birokrasi dan alibi investigasi buat nutupin sistem yang amburadul.

Robby
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Rayuan Promo Cashback Danamon yang Tidak Transparan

oleh satria unggul ⏱ waktu baca: 3 menit
0