Mengalami Kerugian Karena Berjualan di Bukalapak

Kepada yang terhormat Public Relations Manager Bukalapak,

Sebelumnya mohon maaf karena saya harus membuat surat terbuka surat pembaca seperti ini. Saya sama sekali tidak ada maksud untuk menjatuhkan pihak Bukalapak, saya hanya minta keadilan dan hak sebagai pelapak. Sebelumnya saya sudah menuliskan keluhan melalui komunitas dan email ke CS Bukalapak tapi belum ada kejelasan yang saya dapat.

Kronologisnya seperti ini, saya pertama kali mendapat order dari alamat yang sama terus menerus (Jl. Raya Semanan Kalideres Gang Haji Anim) itu di awal-awal Desember, sampai akhirnya tanggal 5 Desember terkumpul 8 transaksi. Saya lalu dapat telepon dari Mbak Astrid mengaku pihak Bukalapak menghimbau agar saya segera mengirimkan 8 transaksi tersebut. Akhirnya saya kirim paketnya.

Pembeli tersebut setiap hari masih melakukan orderan sampai terkumpul 13 transaksi, yang semuanya saya kirimkan. Tetapi pada tanggal 10 Desember 2017, saya mendapat email dari Bukalapak bahwa transaksi-transaksi tersebut terindikasi fraud. Tanpa ada kejelasan penipuan seperti apa yang dimaksud. Yang jelas setiap transaksi yang sukses di lapak saya, saya hanya menerima remit dana sebesar harga barang. Dan dana yang saya keluarkan untuk ongkos kirim (sebesar Rp21.000) dipotong oleh pihak Bukalapak.

Setelah saya perhatikan transaksi yang dianggap penipuan itu memiliki alamat yang sama, sebenarnya tidak sama, ada perbedaan di nomor rumah dan nama penerima.

Rinciannya seperti ini :

Alamatnya sama ke Jl. Raya Semanan Gang Haji Anim (perbedaan ada di nomor rumah)
No. 132 = 2 kali transaksi
No. 134 = 2 kali transaksi
No. 135 = 3 kali transaksi
No. 136 = 6 kali transaksi

Bahkan saya masih punya 4 transaksi yang belum saya kirimkan ke alamat Semanan ini karena bertepatan weekend, dan ada beberapa transaksi ke alamat lain yang tidak saya proses karena merasa trauma berjualan di Bukalapak.

Yang jadi pertanyaan apakah pembeli tidak bisa melakukan re-order di lapak yang sama? Atau mungkin pembeli memanfaatkan promo yang diadakan Bukalapak? Kalo memang seperti itu, ini murni kesalahan pembeli tapi kenapa ditimpakan ke pelapak? Dan harusnya Bukalapak bisa lebih safe, mengingat Bukalapak termasuk marketplace yang punya nama besar. Kenapa Bukalapak tidak membatasi 1 nomor handphone hanya bisa login untuk 4 akun seperti si “orange” misalnya. Agar pembeli tidak dapat melakukan kecurangan dengan membuat banyak akun dan memanfaatkan promo Bukalapak.

Pertanyaan selanjutnya. Kenapa pihak Bukalapak menelepon saya untuk mengirim 8 transaksi tersebut? Padahal alamatnya semua hampir sama. Kenapa Bukalapak tidak dari awal menyatakan ada indikasi fraud sehingga saya tidak perlu mengirimkan barang ke pembeli?

13 transaksi saya kirim ke alamat tersebut. Jadi ke 13 nya akan terindikasi sebagai fraud? 13 dikali ongkos kirim Rp21.000 setiap transaksinya berarti saya merugi secara materi sebesar Rp273.000 dan saya rugi waktu juga untuk mengetik e-mail ke sana kemari.

Saya sudah lampirkan semua bukti-bukti yang diperlukan melalui email ke Bukalapak dengan subject “Bukalapak memotong saldo pelapak tanpa mencari tahu kebenaran”.

Bukti saldo saya terpotong, foto resi fisik, foto paket, percakapan BBM dengan kurir yang sering jemput paket, percakapan dengan pembeli, dan lain-lain.

Semoga bukti-bukti tersebut bisa mengembalikan apa yang menjadi hak saya.

Kalau Bukalapak merasa ada yang melakukan kecurangan, itu dari pihak pembeli, silahkan selesaikan dengan pembeli karena masih sesama Jakarta. Tapi saya di Makassar, kalo dekat saya langsung datangi pembelinya.

Berikut ini saya juga lampirkan No. Transaksinya;

1. Transaksi yang dikirim ke alamat Jl. Raya Semanan Gang Haji Anim yang terindikasi fraud dan dana untuk ongkos kirim sudah dipotong Rp21.000 setiap transaksinya:

170573768394
170573758864
170573766184
170573762604
170573759864
170573768394
170575628729
170573772229
170573761424

2. Transaksi di bawah ini juga dikirim ke Jl. Raya Semanan Gang Haji Anim, paket sudah diterima pembeli sejak 8 Desember, dan status tracking di web resmi J&T sudah valid, hanya saja di Bukalapak tidak update/belum ada histori. Seandainya update-pun pasti akan diindikasi lagi sebagai fraud.

170575853734
170575614934
170573775854

3. Nomor transaksi 170576032394 paket sudah ada di kurir Jakarta dan hari ini akan diantar ke alamat pembeli, yang otomatis juga akan dianggap sebagai fraud karena dikirim ke Jl. Raya Semanan.

4. Nomor transaksi: 170579030304, 170578360019, 170578379559, 170577763874 juga akan dikirim ke alamat yang sama, rencananya hari ini karena paket sudah saya kemas tapi tidak jadi karena ada masalah ini. Otomatis transaksi-transaksi tersebut akan ditolak oleh sistem karena saya tidak melakukan pengiriman, dan berdampak kepada reputasi lapak saya yang menolak 4 pesanan dan akan diberikan feedback negatif, jadi berjualan di Bukalapak serba salah.

Sekali lagi mohon maaf jika melalui surat pembaca karena saya sendiri bingung harus mengirimkan 13 email untuk 13 transaksi tersebut.

Awalnya saya pikir transaksi-transaksi tersebut terindikasi fraud karna dikirim ke alamat yang sama, tapi kenyataannya makin membingungkan, ada transaksi ke alamat yang berbeda (bukan ke Jl. Raya Semanan) tapi tetap dianggap fraud. Yaitu No Transaksi:

170573761424 (dana dipotong Rp21.000)
170576016509 (dana dipotong Rp25.000)

Semoga masalah ini bisa diselesaikan secepatnya, sehingga modal saya bisa kembali. Bukalapak bisa lihat sendiri barang yang saya jual hanya snack-snack, jadi tolong jangan menghambat pelapak dalam perputaran modal. Ke mana Bukalapak yang katanya pelaku UMKM bisa meningkatkan produktivitas dan menjangkau pasar yang luas? Karena ada masalah ini seharian saya tidak produktif karena kerjanya hanya e-mail, e-mail, dan e-mail.

Yang terakhir, saran untuk Bukalapak, jika belum sanggup mengontrol kecurangan-kecurangan yang terjadi, tolong jangan adakan promo-promo yang berlebihan sehingga memicu pembeli untuk bertindak curang.

Terima kasih.

Wassalam,

Andi Daniati
A D A S N A C K
Makassar


Update:

Dua jam setelah surat ini dimuat, penulis surat menyatakan sudah dihubungi pihak Bukalapak dan permasalahan sudah diselesaikan dengan baik, seperti dijelaskan dalam surat klarifikasi di bawah (redaksi):

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan di Bukalapak:
 [Penilaian Rata-rata: 3.9]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

9 komentar untuk “Mengalami Kerugian Karena Berjualan di Bukalapak

    • 12 Desember 2017 - (16:38 WIB)
      Saya sudah mengirimkan tanggapan ke media konsumen bahwa masalah ini sudah selesai. Terima kasih.
    • 13 Desember 2017 - (17:22 WIB)
      Transaksi2 yg sy sebutkan diatas memang sudah terselesaikan dgn baik. Tapi ada 6 transaksi lagi yg terindikasi fraud :
      170576247109.
      170576082074.
      170576050439.
      170575977624.
      170575614934.
      170575853734.
      membuat sy bingung sehingga harus menutup lapak. Apakah sekali terindikasi fraud seterusnya akan seperti itu? Berarti sy tdk bisa lagi berjualan di bukalapak?
  • 12 Desember 2017 - (16:39 WIB)
    Saya dari pihak pelapak telah di hubungi oleh tim bukalapak (Mbak Clara), permasalahan mengenai transaksi-transaksi yg di anggap fraud sudah di selesaikan dengan baik dan jelas. Transaksi tersebut di nyatakan fraud oleh sistem karena kecurangan dari pembeli yg membuat banyak akun untuk memanfaatkan promo bukalapak. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak bukalapak karna telah membantu menyelesaikan masalah tersebut sehingga dana saya bisa di cairkan. Dan terima kasih kepada media konsumen karena telah memuat surat pembaca yang saya kirimkan.
  • 13 Desember 2017 - (08:33 WIB)
    Saya juga dana tertahan di bukalapak dikarenakan konsumen saya minta untuk cod. Tp sampai skrg blm ada tanggapan dri cs bukalapak
    • 13 Desember 2017 - (17:49 WIB)
      Di bulalapak gak bisa cod mbak. Walaupun pembeli sdh konfirmasi penerimaan brg. Bukalapak tetap nahan dana kalo status tracking resinya ga valid. Apalagi mbak cod berarti ga ada resi?
  • 13 Desember 2017 - (17:54 WIB)
    Gak ada mbak, sy baru pertama kali jualan di bukalapak. Pembeli mau cod tp saya suruh bayar tunai saja tdk mau karena dia pake cc. Solusi nya gmn ya mbk? 🙁 sedih pdhal jual itu krna lg butuh uang
    • 13 Desember 2017 - (20:01 WIB)
      Mungkin pembelinya yg mau nipu mbak. Dia ga mau tunai karna ada saldo di bukalapak? Berarti dia udah biasa order pasti taulah di bukalapak ga bisa COD. Kalo mbak ga ada bukti udah cod sm dia, terus ga ada resi, bisa2 sistem ngebatalin otomatis dan dananya di balikin ke pembeli. Jd pembelinya untung banyak, dapat barang tapi ga beli.
      • 13 Desember 2017 - (22:19 WIB)
        Wah itu berarti ada celah keamanan yg dimanfaatkan oleh pembeli yg berniat jahat. Bukalapak harus segera menutup celah ini, paling tidak berikan peringatan yg eye catching kepada pelapak bahwa COD TIDAK BOLEH dalam transaksi di bukalapak.

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan di Bukalapak?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Mengalami Kerugian Karena Berjualan di Bukalapak

Andi Daniati 3 menit
9
Tags: Bisnis UMKM, Bukalapak, e-commerce, Indikasi Fraud
Konsumen Retail vs Konsumen Zaman Now

Di era Bapak Joko Widodo sebagai presiden ada yang bertanya bahwa "apakah daya beli masyarakat...

Tutup