Pentingnya Edukasi pada Driver Grab dan Lemahnya Sistem Pembayaran Aplikasi Grab Indonesia

Dalam dua minggu beberapa bulan terakhir, pembayaran E-cash Mandiri saya di aplikasi Grab selalu ditolak. Saya yakin bahwa ini adalah kesalahan dari sistem aplikasi Grab yang masih payah dan belum mumpuni dalam bertransaksi. Apalagi maraknya permasalahan dan komplain customer kepada Grab. Tidak heran jika saya turut menjadi korban ketidaknyamanan aplikasi Grab.

Kronologinya, dalam satu minggu saya pasti melakukan perjalanan menggunakan Grab sebanyak 10 kali. Kebetulan saya menggunakan metode pembayaran dengan menggunakan E-Cash Mandiri sebagai alat pembayaran di aplikasi tersebut.

Setiap melakukan transaksi menggunakan E-cash, saya pasti mendapatkan notifikasi dari Mandiri mengenai informasi pemotongan saldo dan total saldo akhir saya. Begitu puasnya saya sebagai pelanggan E-cash Mandiri karena notifikasi saya dapatkan real time sesuai transaksi.

Namun, saya selalu dikecewakan oleh Grab. Salah satu yang ternama dari beberapa perusahaan ojek online di Indonesia. Mengapa? Karena dalam 1 minggu, pasti ada pembayaran yang outstanding alias pending atau belum terbayarkan. Padahal secara real time, saya selalu mendapatkan notifikasi pemotongan saldo dari Mandiri setelah selesai menggunakan layanan Grab. Namun, keterangan di aplikasi Grab tertera ‘Outstanding‘. Bagaimana bisa pembayaran saya tidak diterima di aplikasi Grab padahal saldo saya sudah terpotong?

Total sudah enam kali pembayaran saya menggunakan E-cash saya dibekukan. Jadi, saya tidak bisa menggunakan layanan dengan metode pembayaran E-cash Mandiri. Saya rasa sistem aplikasi Grab memang belum mumpuni karena sering kali pembayaran E-cash saya pending. Tidak hanya sistem, namun juga para driver Grab yang memang sering kali tidak menerima pembayaran E-cash saya sehingga transaksi saya ditolak oleh driver, pernah dengan alasan “E-cash ibu ga bisa bayar bensin saya hari ini” begitu mudahnya kata kata tersebut terucap dari driver yang tidak mendapatkan edukasi yang baik dan benar dari Grab.

Tidak hanya dikecewakan oleh masalah pembayaran saya yang sering ditolak sehingga E-cash saya dibekukan alias non aktif, namun juga etika para driver Grab yang masih belum baik akibat kurangnya edukasi dari Grab. Sering kali juga saya dikecewakan oleh driver Grab dengan diminta saya yang cancel, padahal saya bersedia menunggu dengan alasan klasik seperti “Ban saya pecah, bu. Ibu saja yang cancel”. Padahal saya tahu dengan saya yang cancel, berarti driver terhindar dari penalti. Karena yang saya tahu, akan ada penalti bagi driver yang cancel permintaan antar jemput customer. Hal klasik itu seringkali terjadi, HANYA PADA DRIVER GRAB. Jujur, jika dibandingkan dengan GOJEK, driver perusahaan tersebut lebih ramah dan sopan. Terlihat betul bahwa GOJEK lebih mementingkan keselamatan dan kenyamanan customer. Hal tersebut berbanding terbalik dengan GRAB yang justru sebaliknya.

Tolong diperbaiki, tidak hanya sistem namun juga edukasi kepada driver. Dengan tulisan ini saya berharap, komplain saya selama ini tidak hanya dibalas dengan AUTO REPLY atau TEMPLATE oleh para customer service Grab.

Monique A.
Tangerang Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab Indonesia:
[Total:19    Rata-Rata: 2.8/5]
Loading...

12 komentar untuk “Pentingnya Edukasi pada Driver Grab dan Lemahnya Sistem Pembayaran Aplikasi Grab Indonesia

  • 22 Maret 2018 - (18:23 WIB)
    Permalink

    Menurut saya , Monique A. keluhan anda terlalu berlebihan, coba anda perhatikan para Driver Grab dari Pagi hingga Malam berkerja di JALAN dari Panas hingga Hujan pun mereka lakukan demi memenuhi kebutuhan untuk Anak dan istri mereka, yang seharusnya TIDAK edukasi yaitu anda Monique A.
    seharusnya anda hubungi Call Center Mandiri untuk menanyakan perihal pembayaran E-cash Mandiri anda ke Akun anda di Aplikasi Grab, kenapa akun anda dibekukan alias di non aktifkan, menurut saya itu kesalahan dari anda sendiri logika saja mana mungkin pihak Mandiri Berani dengan sengaja me – non aktifkan E-cash anda jika anda tidak terbukti tidak bersalah dan jika pembayaran E-cash anda pending itu kan karena syestem bukan yang anda salahkan adalah Driver Grab nya.
    thx
    (Jadilah orang yang customer yang cermat untuk menanggapai masalah yang anda alami.)

    • 27 Maret 2018 - (13:11 WIB)
      Permalink

      Dan sati lagi. Mungkin anda tidak mengerti sistem dan teknis IT dalam permasalahan outstanding payment ecash saya. Sudah jelas saya paparkan bahwa ecash saya sudah terpotong namun masih outstanding di aplikasi Grab. Anda coba pelajari teknis IT sebelum berkomentar, komentar anda sudah jelas sekali menunjukkan bahwa anda kurang pendidikan. Terkait dengan dirver Grab yang tidak sopan, sudah jelas juga saya paparkan bahwa pembayaran saya sering diremehkan oleh dirver dengan alasan “ecash anda tidak bisa bayar langsung bensin saya”. Apa hubungannya ketidaksopanan tersebut dengan komentar anda bahwa driver mengais rejeki dari pagi hingga malam? Apakah etika tidak baik dari driver tersebut dapat dimaklumi demi mengais rejeki? Tentu saya membayar para driver juga dengan bekerja dari pagi hingga malam, jadi sikap driver tersebut tidak dapat diterima. Tolong, perhatikan komentar anda sebelum ditulis dalam artikel ini. Sekali lagi, saya anjurkan anda untuk mengenyam pendidikan setinggi tingginya, karena ilmu tidak ada ruginya.

    • 27 Maret 2018 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Bagaimana, Pak? Apa sudah dibaca ulang artikel saya? Apakah sudah mulai dapat memahami konteks artikel, atau anda masih perlu edukasi mengenai cara memahami konteks? Dan perihal saran bapak untuk saya menghubungi Mandiri, coba bapak baik baik baca ulang artikel saya, ternyata komentar bapak betul betul tidak ada kaitannya sama sekali dengan keluhan saya dan saya menyesal telah membaca komentar tidak berbobot dari seseorang yang kurang edukasi dan yang bahkan juga tidak bisa membaca dengan baik dan benar.

  • 27 Maret 2018 - (13:04 WIB)
    Permalink

    Mohon dibaca kembali baik baik artikel saya, karena ada dua konteks berbeda. Mungkin anda yang kurang EDUKASI dalam pemahaman konteks artikel. Keluhan saya sudah jelas mengenai konteks yang berbeda, yang saya rangkum dalam satu artikel karena sama sama dalam satu platform, yaitu Grab. Tidak ada hubungannya antara driver mengais rejeki dengan outstanding payment Grab, namun anda mengait2kannya. Mohon sebelum berkomentar, dipahami betul konteksnya. Paragraf sudah jelas berbeda namun anda sok tahu dalam berkomentar. Ada baiknya anda belajar memahami konteks artikel dalam membaca. Mungkin anda butuh edukasi lebih lanjut.

    • 28 Maret 2018 - (12:21 WIB)
      Permalink

      menique wantania terimakasih sudah membalas,
      1. Tidak ada hubungannya antara driver mengais rejeki dengan outstanding payment Grab, : baik , saya jelaskan sekali lagi anda hanya penumpang yang tidak tau alur bekerja nya seorang driver anda duduk dan para driver mengemudikan kendaraan , pada inti nya tolong di ingat anda adalah selaku Penumpang jadi.
      seharusnya anda bisa simple saja jika pembayaran E-cash anda tertunda/pending/tidak terima anda bisa membayar money cash anggap saja itu adalah bonus untuk para driver grab, toh itu juga anda berbuat baik ke orang tidak rugi,justru anda mendapatkan kebaikan juga nanti nya dari orang lain. kenapa anda ribet2 complaint di media masa ini kalau ada solusinya.(pemikiran anda terlalu pendek)
      2.bahwa pembayaran saya sering diremehkan oleh dirver dengan alasan “ecash anda tidak bisa bayar langsung bensin saya” : baik, saya jelaskan sekali lagi , ya jelas anda sering di remehkan oleh para driver grab, baik misalkan saja sekarang jika anda adalah driver grab lantas saya tidak membayar untuk tumpangan anda apakah anda bersedia untuk tidak di bayar? dan anda dari keluarga yang sangat membutuhkan uang untuk keperluan anda sehari2 hidup anda susah hidup anda banyak lika liku apakah anda bersedia untuk saya tidak bayar? pastinya anda tidak akan mau untuk di geratiskan pastinya anda tidak akan mau untuk saya tidak bayar karena anda seorang driver, mengeluarkan tenaga, mengeluarkan waktu dll dan anda bekerja karena anda butuh uang

      • 28 Maret 2018 - (21:49 WIB)
        Permalink

        Sekali lagi, komentar anda tidak ada kaitannya sama sekali dengan komentar saya sebelumnya. Bahkan jawaban anda tidak nyambung sama sekali, membuat saya iba akan tata bahasa anda. Mohon maaf, bahkan untuk berdebat dengan anda rasanya saya seperti downgrade karena seperti berbicara dengan orang tidak tidak dapat berbahasa dengan baik dan benar karena jawaban anda out of context dan sama sekali tidak menjawab seluruh pertanyaan dan keluhan saya. Sebelum ingin berdebat, ada baiknya anda mengenyam dahulu pendidikan setinggi tingginya.

      • 28 Maret 2018 - (21:57 WIB)
        Permalink

        Silahkan anda pahami betul apa arti outstanding serta teknis IT dalam aplikasi. Tidak hanya itu, anda juga harus mempelajari tata bahasa, konteks artikel, bagaimana cara menjawab pertanyaan sesuai kalimat yang ditanyakan. Sebelum berdebat dalam sebuah forum atau komunitas, ada baiknya anda untuk bersikap kritis dan pelajari dahulu inti permasalahan. Jangan hanya berkomentar tanpa menggunakan akal, karena terlihat sekali dari cara berbicara anda, jawaban anda sungguh tidak ada kaitannya dan saya menyayangkan anda yang bersi keras terhadap komentar anda yang tidak nyambung sama sekali. Terlihat jelas anda kurang pendidikan. Mohon maaf.

  • 28 Maret 2018 - (22:43 WIB)
    Permalink

    Ibu monique, daripada anda repot, anda siapkan cash saja, lagipula ongkos 10- 15 ribu gimana cairinnya, atm itu minimum tarik 50 ribu, kasihan drivernya, anda masih punya banyak pilihan, gausah dibawa repot

    • 29 Maret 2018 - (08:57 WIB)
      Permalink

      Saya mengerti bahwa kalian semua yang berkomentar di artikel ini adalah driver. Ada baiknya anda pelajari dahulu teknologi. Pembayaran tunai di era teknologi yang sedang berkembang pesat seperti sekarang ini sudah tidak lagi menggunakan pembayaran tunai alias cashless. Saya lebih baik menggunakan pembayaran cashless daripada harus membawa uang tunai setiap saat seiring tingginya tingkat kriminal di Indonesia. Sebelum berkomentar, ada baiknya anda pelajari dulu inti utama dari artikel ini. Opini anda sama sekali tidak membantu.

    • 29 Maret 2018 - (08:59 WIB)
      Permalink

      Kalau hanya berkomentar ‘kasihan driver’ tanpa memikirkan kendala yang dialami customer, ada baiknya tidak perlu anda repot – repot meluangkan waktu anda yang sangat berharga hanya untuk membela hal – hal yang tidak penting di luar konteks artikel ini.

  • 29 Maret 2018 - (09:45 WIB)
    Permalink

    Bayar pakai kartu kredit aja,spt yang saya lakukan ,tagihan di billing saya jadi panjang.Kalau masalah driver menolak untuk menjemput anda karena alasan pembayaran anda non tunai,ya jangan dicancel biarkan drivernya yg cancel,gunakan transportasi online yang lain.mungkin ini sedikit saran dari saya

  • 29 Maret 2018 - (10:15 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas saran dan opini anda. Betul sekali mengenai driver yang meminta saya untuk cancel, karena saya juga membiarkan driver yang cancel dan saya akhirnya beralih ke aplikasi transportasi online yang lain.

 Apa Komentar Anda mengenai Grab Indonesia?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Pentingnya Edukasi pada Driver Grab dan Lemahnya Sistem Pembayaran Apl…

oleh Monique Ariica Wantania dibaca dalam: 2 min
12