Kategori: PengalamanSurat Pembaca

Saya Terlilit Hutang di 20 Aplikasi Pinjol

Assalamualaikum,

Semoga dengan saya menulis artikel ini saya bisa mendapat solusi dengan masalah pinjol saya. Singkat cerita 3 bulan yang lalu suami saya berhenti kerja. Sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap berjalan dengan 4 orang anak sudah pasti berat biaya sehari-hari untuk kami, ditambah biaya kuliah anak pertama kami.

Tanpa sengaja buka-buka hp kok ada pinjaman yang memberikan tanpa jaminan apa pun hanya butuh KTP bisa pinjam. Di situlah awal petaka pinjol melilit saya, karena banyak kebutuhan saya jadi sering pinjam, tapi dulu bayar tepat waktu walaupun harus gali lubang tutup lubang. Dan makin ke sini tak terasa pinjaman saya makin berat dan seolah tak  pernah ada putusnya. Sampai-sampai saya dan suami saya sering bertengkar karena masalah ini. Pernah suatu hari hutang saya dilunasi semua sama suami saya dengan total Rp19 juta hari itu bayar di berapa aplikasi pinjol, tapi karena suami belum bekerja lagi saya kembali pinjam pinjol tersebut,sampai di 20 aplikasi pinjol.

Saya tak pernah sekalipun telat bayar, tapi sekarang saya benar-benar putus asa dengan bunga-bunga pinjol yang melambung setinggi gunung. Tepat tanggal 17 Desember 2018 saya mulai tidak bisa bayar, dan pinjol selalu telepon harus bayar sekarang, kalau tidak mereka bilang akan menyebarkan data saya, dan akan menagih semua kontak saya.

Pada saat saya minta perpanjangan waktu mereka tetap menolaknya, mereka tagih ke semua kontak saya dengan cara SMS. Yang benar-benar bikin saya saya syok mereka menelepon anak saya yang pada waktu itu anak saya masih jam kuliah. Selama ini saya susah payah menyembunyikan masalah ini dengan anak-anak dengan tujuan agar mereka tetap fokus pada belajarnya, tapi perbuatan DC sungguh kejam.

Saya sudah berjanji akan membayar seluruh hutang-hutang saya setelah rumah tinggal saya terjual, karena jalan satu-satu untuk melunasi hutang pinjol saya yang sudah Rp40 jutaan sangat berat untuk suami saya yang belum bekerja lagi. Saya benar-benar tobat, setelah rumah saya terjual seluruhnya saya akan bayar pinjol dan sisanya insya Allah untuk modal usaha suami.

Semoga dengan saya menulis ini akan ada yang memberi solusi dengan menyetop bunga-bunga pinjol yang kian hari makin tinggi seperti Gunung Himalaya. Saya benar-benar berharap akan ada yang membantu masalah saya ini. Terima kasih.

Jakarta, 24-12-2018

Wasallam,

Turi Meriana
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Tury Meriana

Komentar

  • Ass.
    Perkenalkan nama saya Nia, sy jg mengalami hal yg sama, semua kontak di Hp sy sdh dihub DC, lalu apa yg bisa dilakukan? Karna uang tuk membayar pun belum ada, dan hidup ini seakan tak tenang.

  • DC cash cepat udah makin berani... Datang ke rumah saya terus... Dia tanya mau bayar kapan.. Dia yg maksa saya berjanji padahal saya benar2 gak punya uang.. Terpaksa saya janji giliran saya gak tepati janji dia marah2... Dia trz2an ke rumah saya dan marah2...

  • Saya sdh bingung punya utang di pinjol gmn cara nya supaya hati tenang sambil cari uang.dan gmn cara nya gabung di kofin

  • Siang mba sya jga pnya hal yg sm pnya hutang dngan 16 aplikasi
    Dan tuk saat nie sya bner2 ga bsa karna mlah mkin sulit cri solusinya menurut mba sya hrus bagaimana yah no. Wa sya 0813881055**
    Tlong masukin no. Wa sya di grup

  • Dear Konsumen,

    “URGENSI PERLINDUNGAN KONSUMEN”

    Pada hakikatnya, kedudukan pelaku usaha dan konsumen sejak semula tidak seimbang. Pelaku usaha memiliki kemampuan pengetahuan tentang seluk beluk produksi barang dan pemberian jasa yang melebihi tingkat pengetahuan konsumen dan juga kemampuan akan permodalan dan posisi tawar yang lebih tinggi. Ketidakseimbangan terjadi dalam hubungan kontraktual antara konsumen dan pelaku usaha yang ditandai dengan perjanjian-perjanjian sepihak yang sangat memberatkan konsumen. Perjanjian tidak seimbang menciptakan situasi dimana konsumen harus menerima begitu saja perjanjian yang telah disiapkan oleh pelaku usaha, atau jika tidak menerima konsumen tak akan mendapatkan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan (take it or leave it).

    Sesuai konstitusi, negara berkewajiban melindungi segenap warganya, menciptakan kesejahteraan umum, serta masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu wujud perlindungan itu adalah pembentukan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Guna menjamin tujuan tersebut tercapai, Negara melakukan intervensi terhadap hubungan kontraktual antara konsumen dan pelaku usaha yang tidak lain bertujuan untuk menciptakan hubungan seimbang antara konsumen dan pelaku usaha. Selain itu, UUPK juga bertujuan meningkatkan harkat dan martabat konsumen dengan menumbuhkembangkan kesadaran, pengetahuan dan kepedulian konsumen untuk melindungi dirinya. Pada akhirnya lahirlah apa yang disebut konsumen cerdas. Melalui UUPK diharapkan pelaku usaha semakin bertanggung jawab. Artinya pelaku usaha tidak lagi memandang konsumen secara sebelah mata, melainkan semakin jujur dalam memproduksi dan memasarkan barang dan atau jasa.

    Untuk memperkuat konsumen dan melahirkan konsumen cerdas, bersama ini perkenankan kami menyampaikan perkenalan dan undangan bergabung dengan Indonesia Consumer Protection (@proteksikonsumenindonesia), sebagai berikut :

    (I) Indonesia Consumer Protection (@proteksikonsumenindonesia) selanjutnya disebut “ICP” adalah komunitas konsumen secara terbuka yang bersifat nirlaba dan independen untuk membantu dan membela para konsumen Indonesia di Telegram.

    (II) Keberadaan ICP diarahkan pada usaha menerima laporan dan pengaduan atas pelanggaran hak-hak konsumen, meningkatkan kepedulian kritis konsumen atas hak dan kewajibannya, dalam upaya melindungi dirinya sendiri, keluarga, serta lingkungannya.

    (III) Visi ICP : Menguatnya posisi tawar konsumen untuk mengontrol pelaku usaha dan negara serta turut serta dalam keputusan untuk mewujudkan perlindungan konsumen yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.

    (IV) Misi ICP : memberdayakan konsumen dalam:

    1. Memperjuangkan terwujudnya sistem politik, hukum, ekonomi, dan birokrasi yang berlandaskan perlindungan konsumen.
    2. Memperkuat partisipasi konsumen dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan publik dalam perlindungan konsumen.

    (V) Dalam menjalankan misi tersebut, ICP mengambil peran sebagai berikut:

    1. Memfasilitasi penyadaran dan pengorganisasian konsumen di bidang perlindungan konsumen.
    2. Memfasilitasi penguatan kapasitas konsumen dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan perlindungan konsumen.
    3. Mendorong inisiatif konsumen untuk membongkar kasus-kasus anti perlindungan konsumen yang terjadi dan melaporkan pelakunya kepada penegak hukum serta ke masyarakat luas untuk diadili dan mendapatkan sanksi sosial.
    4. Memfasilitasi peningkatan kapasitas konsumen dalam penyelidikan dan pengawasan perlindungan konsumen.
    5. Menggalang kampanye publik guna mendesakkan reformasi hukum, politik, dan birokrasi yang kondusif bagi perlindungan konsumen.

    (VI) Kerja-Kerja ICP :

    1. Kampanye Publik Perlindungan Konsumen

    ICP memiliki strategi komunikasi yang tepat sehingga pandangan-pandangan ICP secara lembaga terhadap perubahan perlindungan konsumen secara politik, sosial, dan hukum di Indonesia dapat dipublikasikan dan juga mampu dipahami oleh konsumen baik itu secara offline maupun online.

    2. Investigasi Perlindungan Konsumen

    Tugas utama investigasi perlindungan konsumen adalah mengelola kasus perlindungan konsumen yang dilaporkan konsumen dan memberikan panduan bagi konsumen agar laporan kasus tersebut bisa dilanjutkan kepada penegak hukum dan lembaga terkait. Selain itu memberikan kajian berupa penilaian kinerja aparat penegak hukum dan lembaga terkait yang dilakukan setiap semester berupa hasil tren perlindungan konsumen.

    3. Riset Perlindungan Konsumen

    Negara sering tidak berpihak kepada Konsumen. ICP melakukan pemantauan dan advokasi terkait kebijakan negara atas perlindungan konsumen. ICP mendorong pembuatan peraturan-peraturan yang berpihak dan melindungi konsumen.

    4. Hukum dan Monitoring Peradilan

    Penegakan hukum di Indonesia belum sepenuhnya bekerja dengan baik bagi keadilan konsumen, praktek peradilan yang korup juga sering terjadi di ruang-ruang pengadilan. ICP menjalankan tugas pengawasan terhadap berbagai lembaga penegak hukum, hingga mengawal berbagai produk hukum yang relevan dengan perlindungan konsumen.

    5. Penggalangan Dana Donasi Konsumen

    ICP adalah sebuah komunitas konsumen. Untuk menjaga independensi sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan konsumen dan menjaga keberlangsungan program, ICP membuka peluang donasi konsumen. Dengan memberi bantuan finansial kepada ICP, konsumen dapat turut serta dalam kerja-kerja perlindungan konsumen.

    Agar komunitas tetap membantu dan ramah, semua anggota harus mengikuti aturan ini:

    Aturan umum:
    ~ Tidak ada promosi
    ~ Bersikaplah hormat dan jangan saling menghina.
    ~ Jangan teruskan dari saluran lain
    ~ Jangan mengirim tautan saluran / grup di luar jaringan ICP.
    ~ Hanya terkait dengan topik grup.
    ~ Jangan mengirim pesan ke admin secara pribadi kecuali itu terkait dengan mengelola grup.

    Bergabung dengan ICP di Telegram:
    https://t.me/proteksikonsumenindonesia

  • Semga yg terlilit hutang secepatnya d berikan jln kluar oleh ALLAH..dan mendpt perlindungan dr orang jahat..Amiin

  • Selamat malam,saya Sinta ..saya juga sama terjerat pinjol sampe 30apk karna ya begit gali lobang tutup lobang,data saya sudah d sebar,saya sudah bingung harus bagai mna cara menyelesai kan nya,saya janda anak 2 kerja cuma sebagai SPG..awalannya saya bisa bayar,tapi lama" sudah gak bisa bayar..tolong bantuan nya ...masukan saya k grup ini no wa saya 0813212260**

  • Allah huakbarr...terimakasih jka benar" ada yg tulus membantu mslh sy,,tapi apa yg terjadi saat ini insyaallah ikhlas...semoga dgn niat baik dimudahkan jln ny Amiin...

1 2 3 5
Bagikan
Penulis
Tury Meriana
Tags: FintechKredit MacetPinjaman OnlineTunggakan hutang

Artikel Terbaru

  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa QC Pengiriman Blibli.com, Barang yang Diterima Tidak Sesuai Pesanan

Selamat sore media konsumen, Hari ini saya betul-betul sangat kecewa dengan Blibli.com. Saya termasuk pelanggan setia Blibli.com sejak Bulan April…

11 jam yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa dengan Pelayanan Poli Executive Mitra Keluarga Kalideres

Kronologis yang saya alami cukup banyak: 1. Pada tanggal 13 Juli, sebelumnya saya sudah telepon ke RS Mitra Keluarga Kalideres,…

11 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Hana Handini

Menanggapi dimuatnya Surat Pembaca di Mediakonsumen.com yang ditulis oleh Ibu Hana Handini pada tanggal 8 Mei 2019 dengan judul “Data…

15 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan PT Telkom untuk Bapak Pardo

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Terimakasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bapak Pardo pada tanggal 18 Juli 2019…

15 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan JNE atas Surat Bapak Chandra

Sehubungan dengan surat pembaca yang telah dimuat di Mediakonsumen.com pada tanggal 19 Juni 2019 berjudul “Barang Saya Hilang oleh Kurir…

16 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Bapak R. Nursalam

Menanggapi keluhan Bapak R. Nursalam di www.mediakonsumen.com pada tanggal 2 April 2019 berjudul “Kecewa dengan Cara Penagihan Kartu Kredit BNI”,…

23 jam yang lalu