Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Sartika Dewi

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com,

Sehubungan dengan surat Ibu Sartika Dewi di mediakonsumen.com (10/4), “Penagihan Debt Collector Bank Mega ke Kantor“, kami telah menghubungi Beliau untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Kami juga berharap kerjasama Ibu Sartika Dewi dalam menyelesaikan kewajibannya.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerja mediakonsumen.com untuk memuat tanggapan kami.

PT. Bank Mega, Tbk.
Kantor Pusat,

Christiana M. Damanik
Corporate Secretary

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Bank Mega:
[Total:32    Rata-Rata: 1.8/5]
Penagihan Debt Collector Bank Mega ke Kantor

Saya pemegang Kartu Kredit Bank Mega no kartu 4201-94**-****-3268. Saya terganggu dan malu atas tindakan debt collector Bank Mega. Saya...
Baca Selengkapnya

Loading...

8 komentar untuk “Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Sartika Dewi

  • 19 Juni 2019 - (11:00 WIB)
    Permalink

    Pihak bank mega memang sudah menelepon saya terkait permintaan maaf krena proses penagihan yang sangt mengganggu, namun sampai saat ini saya mash d teror oleh bank mega, sampai2 saya sudah dipanggil oleh atasan saya krena telepon dri bank mega y sngat mengganggu operasional kantor, klian udh sangat mempermalukan saya, ini saya ingtkan jika saya tidak snggup mmbayar apa y akan klian perbuat? Silahkan klian tuntut saja saya tpi jangn mngganggu operasional kntor tmpt saya bekerja, bagaimana hrus membayar, saya msh sulit dlm membayar, wlpun sya bkerja tpi gaji saya tdk ckup utk mmbyar, bukan mau saya sprti ini, klian sprti kaum bar bar tdk mau tau apa y trjdi trhdp nsbah, Etika penagihan klian mmg sngat bobrok, apa klo saya bunuh diri gra2 ini bru klian puas?

    • 21 Agustus 2019 - (16:02 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yang sama dengan mbak Sartika Dewi , pihak DC bank mega memang sangat Luar biasa Keji dan bar bar pada saat melakukan penagihan.
      Telpon di kantor juga sering di teror setiap hari . Belum lagi DC nya yg sangat kasar dalam berbicara . Saya pribadi juga ada niatan untuk membayar . Namun keuangan belum ada . Lantas harus bagaimana lagi menjelaskan kepada pihak bank mega yg seolah tidak mendengarkan keluhan para nasabah nya .
      Mohon pihak BI dan OJK menanggapi hal ini dengan serius .
      Karena saat Googling untuk keyword bank mega , ternyata sangat banyak kasus nya .

      • 23 Agustus 2019 - (11:32 WIB)
        Permalink

        Sudh saya selesaikan kewajiban saya trhadap bank mega, dengan berutang sana sini, pusing saya trhdp bank si anak singkong ini, mmg tidak ada adab dan etika, sampai saat ini nama saya pada data slik ojk utk status kk pada bank mega msh belm di ubah, saya mencoba menelpon k kntor bagian penagihan jgnkan ngomong tlp saya berulang2 juga tidak di angkat, aplaussaa buat si mega

    • 17 Januari 2020 - (09:31 WIB)
      Permalink

      Saya juga ngalamin hal yg sama, saya sudah telat 2 minggu tapi luar biasa penagihan ya. Pagi2 sudah marah2 ke teman kantor saya yg angkat telpon karna saya belum sampai ke tempat kerjaan. Luar biasa ya, apa begini cara kerja kalian. Tolong dong Ojk mohon ditindak lanjutin. Benar benar sudah meresahkan cara penagihan ya.

  • 27 Desember 2019 - (16:02 WIB)
    Permalink

    saya pun mengalami hal serupa.
    dari mulai telpon ke semua nomor yang mereka punya datanya, sms, wa, seperti kesurupan mereka menagih dalam 1 hari saja.
    saya pun paham bahwa mereka hanyalah kacung yang diinstruksikan seperti itu.
    artinya memang dari atasannya yang memerintahkan cara penagihan seperti itu.
    terlambat bayar hitungan hari saja sudah didatangi ke kantor, apalagi sampai kredit macet? sudah GILA sepertinya mereka.
    dalam 1 hari saya menerima banyak sms ANCAMAN.
    sudah pernah saya laporkan ke MEGA CUSTOMER CARE, telpon ke OJK.
    tapi tetap seperti itu (mungkin sekali-sekali perlu juga kasih pelajaran kepada khususnya DESK COLLECTOR yang punya mulut tidak pernah sekolah, kita berhadapan saja face to face, biar saya ulek mulutnya).
    hati-hati punya mulut.
    jadi tidak usah heran kalaupun dari pihak MEGA telpon menyatakan permohonan maaf, dan mereka tetap barbar, karena memang cara kerja mereka seperti itu.
    tidak akan bisa berubah…
    demikian sharing dari saya, semoga berguna.
    terimakasih.

    • 10 Januari 2020 - (02:02 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yang sama malah diluar batas kewenangan mereka. Dengan menelponin teman saya yang akhirnya merusak nama baik saya. Nah baru saja kemaren siang saya hubungi polsek pas di debt collectornya datang. Datanglah polisi ber 3 saya paparkan bukti2 rekaman bagaimana cara mereka menagih, bkn hanya meneror saya tapi teman2 saya juga di telponin sama debt kolektor mega ini. Nah urusan jadi panjang karena sudah merugikan secara moril. Saya akan ambil tindakan melalui media cetak dan online kisah saya, bagaimana mereka bisa dpt no tlp teman2 saya? Terus siapa saja teman saya yg mereka teror. Sekolah anak saya dengan membuat cerita bohong. Intimidasi yang menjadi boomerang buat bank mega. Nah boro2 saya mau bayar yah, perbaiki dulu nama baik saya. Saran saya jgn mau di intimidasi langsung hubungi pihak berwajib dan klo ada telp segera rekam untuk bukti2 dan saksi.

      • 10 Januari 2020 - (12:16 WIB)
        Permalink

        WOW sekali ya Bu bank MEGA itu…
        saya pun googling tentang bank tsb, dan amazing sekali yang muncul kebanyakan komplain nasabah tentang penagihan, sangat jauh bedanya dengan bank-bank lain.
        sepertinya bagian collection nya kurang membaca aturan OJK.
        teruskan Bu, saya dukung anda.
        saya pun keterlambatan beberapa hari sudah di ancam-ancam di sms, pakai nama-nama orang Ambon dicantumkan di sms sebagai collector lapangannya.
        terlambat 2 minggu langsung didatangi kekantor (awalnya kerumah dulu, lalu kekantor), hebat itu mereka kerjanya.
        padahal aturan OJK yang boleh didatangi itu jika yang sudah kredit macet (tidak ada pembayaran sama sekali, atau setidaknya beberapa bulan).
        kalau mereka barbar, hadapi saja dengan cara yang sama, dan jangan lupa direkam 🙂
        salam…

  • 10 Januari 2020 - (12:40 WIB)
    Permalink

    emang barbar ini bank gila mana msh ad tunggakan juga disini moga2 dpr pinjaman sementara buat ngelunasin di mega dan lsg mau g ttp..kaga mau lagi deh pake bank ini klo model nya kaya gini

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Bank Mega?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Sartika Dewi

oleh Bank Mega dibaca dalam: <1 min
8