Akun M-Tix Dibajak, M-Tix Lepas Tangan

Pada tanggal 12 November 2019 saya berencana mencari tiket untuk nonton di aplikasi M-Tix. Sebelumnya saldo saya sebesar Rp200 ribu, belum pernah saya pakai sekalipun. Saat melakukan pembayaran ternyata saldo saya tidak mencukupi karena hanya tersisa sekitar Rp15 ribu. Karena saya bukan orang yang hobby nonton, saya pikir mungkin saldonya hangus karena sudah lama tidak terpakai. Tapi saya pikir kalau memang hangus, seharusnya saldo tidak akan tersisa, tapi di sini ada sisa sebesar Rp15 ribu seperti sudah ada pemotongan saat bertransaksi.

Akhirnya saya putuskan untuk menghubungi CS M-Tix, dan tanggal 6 Desember saya ditelepon oleh CS M-Tix. Setelah dilakukan pengecekan, ada transaksi pembelian tiket Captain Marvel di Banjarmasin sebanyak 3 tiket melalui website. Sedangkan saya tidak pernah ke Banjarmasin. CS melemparkan tanggung jawab dengan memberikan kemungkinan ada kerabat saya yang telah menggunakan saldo M-Tix, akan tetapi saya sanggah karena kondisi aplikasi di HP saya sudah ter-log out dan saya sendiri hampir lupa dengan password-nya karena jarang membuka aplikasi. Selain itu saya juga tidak mempunyai kerabat di Banjarmasin dan sekitarnya.

Kemudian CS memberi alasan lagi karena kejadiannya sudah sejak tanggal 15 Maret, maka kasusnya ditutup dan tidak bisa dilacak karena seharusnya komplain dilakukan sesaat sebelum kejadian. What??? Sangat lucu sekali, seolah kita yang punya aplikasi M-Tix diwajibkan untuk mengecek saldo kita setiap hari, seperti kurang kerjaan.

Akhirnya CS pun mengambil kesimpulan bahwa akun saya dibajak, dan tetap tidak bisa ditelusuri karena kejadiannya sudah lewat. Seharusnya M-Tix bertanggung jawab dong atas keamanan akun penggunanya, karena setiap transaksi harus ada nomor OTP ke HP pengguna; sedangkan tidak ada nomer OTP apapun yg masuk ke HP saya. Saat saya tantang untuk menunjukkan pengecekan kode OTP pun tidak mau.

Untuk perusahaan sebesar M-Tix apakah hanya seperti itu tindak lanjut dari keluhan customer yang kemungkinan account-nya dibajak atau apapun itu? Uang 185 ribu yang tidak seberapa, tapi jika banyak yang mengalami hal yang sama seperti saya maka akan menjadi ladang kriminal untuk pelaku pembobolan saldo tersebut. Jangan melimpahkan kesalahan dan menyalahkan customer jika keamanan akun di aplikasi anda masih rendah. Semoga ada tindak lanjut yang lebih bertanggung jawab dari sekedar menyalahkan customer.

Terima kasih.

Dwi Novi
Tangerang Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Yang begini2 ini yang bikin saya malas kalau disuruh pake app yang mesti ngisi saldo, karena duit seharusnya disimpan di bank (yang memang bisnisnya adalah untuk nyimpan duit orang, sehingga keamanan pasti amat sangat diutamakan) & bukan disimpan di sembarang app.
    Bahkan duit disimpan di bank pun kadang masih ada kejadian bisa kena apa2. Lah apalagi duit yang ada di dalam app.

    Kalau yang "terpaksa" demi dapat diskon dll (misalnya dompet di ojol), yah biasanya saya isi waktu mau pake saja. & isi secukupnya saja, kira2 butuh berapa.
    Mungkin ada yang bilang: rugi di ongkos kalau top-up ber-kali2, mending sekali top-up langsung nominal gede. Yah saya balas: mending rugi di ongkos 1 2 3 ribu daripada kalau saldo yang sudah terlanjur gede itu kena apa2; saldo gede saya biar tetap di bank aja.

    Kalau buat nonton, saya pake app yang mendukung metode pembayaran yang langsung dari bank/kartu & tanpa perlu mesti top-up dulu ke dalamnya.

    Kalau sudah kejadian begini serba salah jadinya, mau diurus ngabisin waktu & tenaga, gak diurus gak bener juga.