Dituduh Transaksi Fiktif, Pencairan Dana Hasil Penjualan Ditahan Bukalapak

Pada tanggal 29 Juli 2019 saya mendapatkan pesanan jam tangan Grand Seiko di aplikasi Bukalapak dengan nomor transaksi #19228558****. Lalu saya mencairkan uang saya dari bukadompet akan tetapi gagal. Dan saya komplain ke pihak Bukalapak. Sampai dengan tanggal 7 Agustus 2019 saya baru mendapatkan jawaban

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Setelah kami cek pencairan dana dengan nomor tiket C128681843 tidak berhasil, sehingga untuk dana Anda kami kembalikan ke saldo Bukadompet Anda. Mohon kesediaan Anda untuk melakukan pengecekan kembali ya”.

Sedangkan pada tanggal 6 Agustus 2019 saya mendapatkan lagi pesanan jam tangan Garmin dengan nomor Transaksi #19230527**** dan dananya juga tidak dapat dicairkan.

Saya berkali-kali menghubungi pihak Bukalapak dan diminta berkali-kali juga merubah nomor rekening katanya ada kendala di bank penerima. Lalu saya coba cairkan dana setelah berkali-kali ganti nomor rekening dan diminta untuk dicairkan dulu sebagian oleh customer service Bukalapak. Akhirnya sebagian bisa saya cairkan. Akan tetapi pada saat saya akan melakukan pencairan berikutnya tiba-tiba bukadompet saya dibekukan.

Saya coba menghubungi pihak Bukalapak kembali, kemudian diminta menunggu jawaban, 4 hari, 2 hari, lalu tiba-tiba jawaban yang saya terima “TRANSAKSI ANDA TERINDIKASI FIKTIF” tanpa ada penjelasan apa fiktifnya dan bagaimana prosedur penyelesaiannya.

Saya hubungi lagi Bukalapak lewat telepon dan email sampai akhirnya saya diminta melampirkan foto KTP dan buku tabungan serta tulisan tanggal di kertas putih. Sudah saya jalankan. Lalu begitu saya mau cairkan disitu tertera password salah silahkan mereset password. Sudah saya lakukan & ternyata bukadompet saya masih dibekukan.

Lalu saya diminta mengirimkan kembali foto KTP dll seperti sebelumnya & setelah itu masih harus menunggu konfirmasi dari pihak Bukalapak. Lalu setelah ada jawaban ternyata jawabannya sama diminta mengirimkan kembali foto KTP dll. Berkali-kali seperti itu lalu terakhir diminta mengirimkan foto KTP pembeli beserta barangnya.

Saya coba hubungi pembeli via chat Bukalapak tidak ada jawaban sampai dengan hari ini. Dan saya sudah meminta bantuan kepada Bukalapak untuk coba menghubungi pembeli tapi tiba-tiba jawaban Bukalapak balik lagi menjadi “TRANSAKSI ANDA TERINDIKASI FIKTIF KARENA KESAMAAN ALAMAT”. Entah alamat siapa yang sama.

Bukalapak mengirim email akan membatalkan transaksi dan dana dikembalikan ke kartu kredit milik pembeli. Saya tanyakan kembali, ke kartu kredit atas nama siapa? Transaksi mana yang dibatalkan? Berapa nominal yang dikembalikan? Karena dalam hal ini terdapat 2 kali transaksi dan sudah ada pencairan sebagian.

Saya sudah putus asa menghubungi Bukalapak. Saya cuma minta dana saya dicairkan. Dan saya harap ada kebijakan dari pihak Bukalapak untuk mencairkan bukadompet saya karena kalau transaksi dibatalkan saya harus mencari si pembeli ke alamat waktu saat transaksi untuk mengembalikan dana saya dan saya sama sekali tidak mengenal pembeli tersebut sehingga tidak ada jaminan si pembeli akan mengembalikan uang saya.

Saya sungguh-sungguh kecewa dengan Bukalapak, saya kira e-commerce sebesar Bukalapak tidak akan seperti ini dan lebih profesional untuk tidak menahan dana penjual berbulan-bulan lamanya. Saya harap dengan adanya surat ini ada jalan keluar dari Bukalapak untuk saya.

Febhi Olivia
arvinita68@gmail.com
Kota Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan di Bukalapak:
[Total:12    Rata-Rata: 2.3/5]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Ibu Febhi Olivia

Jakarta, 18/05/2020 Kepada Yth: Pengelola Rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com Perihal: Tanggapan Surat Pembaca tanggal 16 Mei 2020 yang berjudul “...
Baca Selengkapnya

Loading...

14 komentar untuk “Dituduh Transaksi Fiktif, Pencairan Dana Hasil Penjualan Ditahan Bukalapak

  • 16 Mei 2020 - (18:33 WIB)
    Permalink

    diminta melampirkan foto KTP dan buku tabungan serta tulisan tanggal di kertas putih. itu gaya 5 tahun lalu,saat saya kena kasus ini,dan ngak lama kemudian account saya di hack,sebaiknya rubah email dan password,dana akan dikembalikan sih cuman ya getu proses lama

      • 17 Mei 2020 - (14:17 WIB)
        Permalink

        Siang, saya juga pengguna e-commerce BL sebagai pembeli dan juga sebagai penjual mendaftarkan diri pula sebagai super seller di e-commerce tersebut.
        Beberapa kali saya pun mengeluhkan kebijakan BL, semisal lama proses pengembalian dana yang sudah terlanjur saya trf (sebagai pembeli) yang tidak masuk akal bagi saya, padahal jelas-jelas dari screen capture penjual mengatakan stock ternyata kosong.
        Namun dalam case ini ada satu hal yang menurut saya rancu dan ambigu dari pernyataan anda sendiri, semisal anda meminta “kebijakan” dari pihak BL.
        Menurut pandangan saya, jikalau anda benar-benar dengan sebenar-nya melakukan transakasi jual dengan “real” untuk apa anda meminta kebijakan.?, terlebih nilai transaksi tertera sangat besar yaitu IDR 24,000,00.-, ini bukan nominal yg kecil untuk sebuah harga jam tangan bagi sebagian besar orang pada umum-nya, dan nilai transaksi tersebut adalah benar – benar hak dan anda berhak menuntut hal tersebut sebagai penjual, lagi pula “jam tangan seharga IDR 24,000,000.-” tersebut sudah berpindah tangan kepada pembeli kan.? jadi menurut saya tidak perlu meminta “kebijakan” dari Bukalapak seharusnya.

    • 18 Mei 2020 - (04:41 WIB)
      Permalink

      Itulah alasan mengapa saya tidak pakai bukalapak lagi. Sulitnya kita sebagai konsumen dalam meminta solusi.

  • 17 Mei 2020 - (12:04 WIB)
    Permalink

    Saya secara pribadi sudah tidak lagi menjual di bukalapak, dan kalau beli barang, kalau terpaksa saja bila barang yg dicari tidak ada di lapak lain. Dua kali pengalaman saya berhubungan dengan bantuan/support, dua kali pula saya kecewa. Rasanya seperti tidak ditanggapi dan butuh waktu lama untuk mendapat tanggapan. Tidak responsif, dan selalu berakhir dengan kekecewaan. Saya sudah pindah jualan di lapak tetangga, karena pengalaman saya, support/bantuan jauh lebih baik daripada bukalapak.

    Nanti saya juga akan tulis artikel keluhan saya dengan support bukalapak.

  • 17 Mei 2020 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Sekarang memang harus hati2 kalo memakai e-commerce baik itu sbg penjual ataupun pembeli. Sudah banyak yg mengirim keluhan di media konsumen baik itu Lazada, Bukalapak, jd.id atau apapun. Kalo minta penarikan saldo ataupun refund itu bertele-tele proses nya.

  • 17 Mei 2020 - (14:00 WIB)
    Permalink

    Datengin aja Bu kantor Bukalapak yang dikenang kalo memang ibu ga salah dan benar. Tapi pastikan ibu tidak ada indikasi gesek tunai Krn nominal penjualannya rada besar mungkin sistem Bukalapak membaca adanya fraud

    • 18 Mei 2020 - (11:36 WIB)
      Permalink

      Transaksi segitu ko belanja di market place. Klo gw sih pikir berkali-kali.
      Gw curiga ni org Gestun.

      • 21 Mei 2020 - (12:34 WIB)
        Permalink

        saya sependapat dengan anda, apalagi saya sudah lihat lapak-nya sendiri di BL, feedback-nya hanya 10, dengan feedback cuman segitu sepercaya dan semudah apa orang melakukan transaksi dengan nominal 25,000,000.- ?, meski dana pembeli tetap terlindungi oleh sistem Bukalapak,.

  • 19 Mei 2020 - (21:35 WIB)
    Permalink

    Saran saya ayo tuntut aja bukalapak, karena tidak bisa melindungi keamanan Transaksi jula beli, sy mengalami akun sy di hack, ayo tuntut saja Buka lapak, bikin laporan polisi, siapkan data data nya, buka lapak byk penjual yg merangkap penipu, disini Bukalapak harus tanggung jawab karena tdk bisa melindungi keamanan Transaksi, pengen untung nya saja

  • 29 Mei 2020 - (22:09 WIB)
    Permalink

    itu terindikasi transaksi gestun.salah anda sendiri .anda sebagai pemaen gestun atau anda hanya memanfaatkan jasa itu untuk anda sendiri .misalkan karena fee murah dan bisa dicicil dengan bunga setara 0 % .

    masih mending jumlah hanya puluhan juta.ada yg ditahan sampai ratusan juta.

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan di Bukalapak?

Ada 14 komentar sampai saat ini..

Dituduh Transaksi Fiktif, Pencairan Dana Hasil Penjualan Ditahan Bukal…

oleh Arvi Nita dibaca dalam: 2 min
14