Niat Baik Nasabah Lakukan Pelunasan Awal Dibalas Perhitungan HCI yang Tidak Manusiawi

Assalamualaikum,

Selamat malam semuanya, perkenalkan saya Mey Dwi Retno dengan no kontrak pinjaman FlexyFlast saya 3802911801 ingin mengeluarkan rasa kecewa, jengkel, kesal, marah, kaget sama HOME CREDIT INDONESIA (HCI). Karena malam ini saya telepon CS HCI ada niatan ingin melakukan pelunasan di awal jika saya mempunyai rezeki bulan ini meskipun masih masa pandemi covid19 ekonomi lagi payah dan susah banget.

Tapi benar-benar serasa mau mati, bukannya dapat keringanan pelunasan di awal karena niat baik saya tapi saya malah dibikin SHOCK JANTUNG SERASA MAU MATI saya dibuat oleh CS HCI karena saya dikenakan pelunasan diawal yang masih besar banget sebesar Rp 27.508.265,00 padahal pinjaman pokok Rp 30.000.000,00.

Yang mana awal perjanjian kontrak cicilan saya perbulan masih ada Asuransi AMANNYA sebesar Rp 1.418.300,00 selama 47 bulan. Tapi setelah Asuransi AMAN saya ditiadakan saya dikenakan cicilan Rp 1.138.300,00 di bulan September. Tapi setelah bulan Oktober saya betapa kagetnya dikenakan Rp 1.390.300,00. Saya tetap diam dan tetap bayar seperti biasa tanpa telat 1 bulan pun.

Jadi singkat cerita dari pertama pembayaran cicilan sebesar Rp 1.418.300, 00 tanggal 25 Desember 2018 sampai 25 Agustus 2019 (9 x Rp 1.418.300, 00 = Rp 12.764.700, 00). Lalu tgl 25 September 2019 saya bayar cicilan Rp1.138.300, 00 dan  tgl 25 Oktober 2019 sampai 25 Juli 2020 saya bayar cicilan Rp 1.390.300, 00 (8 x Rp 1.390.300, 00 = Rp 11.122.400). Jadi total keseluruhan uang saya yang sudah saya bayarkan ke pihak HCI itu Rp 12.764.700,00 + Rp 1.138.300, 00 + Rp 11.122.400, 00 = Rp 25.025.400, 00 dari pinjaman pokok saya sebesar Rp 30.000.000, 00 selama 47 bulan. Dan sudah berhasil masuk cicilan 18 bulan sisa 29 bulan lagi.

Jadi hai HCI care@homecredit.co.id betapa kejamnya kalian, lebih-lebih dari l**** d*** atau daj** la***. Kenapa saat masih pandemi covid19 ini yang mana ekonomi saya atau ekonomi INDONESIA bahkan seluruh dunia terpuruk kalian HCI saat saya ada niatan baik jika saya mempunyai rezeki di bulan ini kenapa saya bukannya dapat keringanan pelunasan di awal malah kalian “mencekik” saya dengan dibebankan pelunasan di awal Rp 27.508.265,00? Jauh banget dari perkiraan saya selama ini.

Terus uang saya yang sudah masuk Rp 25.025.400, 00 yang mana pinjaman pokok saya Rp 30.000.000, 00 itu kalian anggap sampah tak berguna ya??? Gi** kalian itu!!! Semoga dengan saya menulis di Media Konsumen ini bisa dilihat dan didengar sama semua orang kalau ternyata benar saya baca selama ini kalau HCI itu kejam. MAAF saya berkata kasar, habis HCI juga tidak manusiawi sekali.

Dan semoga kemarahan saya di media ini dibalas sama HCI dan saya dapat penyelesaian yang memuaskan agar saya bisa melunasi hutang saya. Tapi kalau kemarahan saya tidak digubris atau dibalas pihak HCI, saya bersumpah demi Allah, demi Rasullullah saya tidak akan bayar 1 sen pun apalagi melunasi pelunasan di awal jika pihak HCI masih membebankan pelunasan di awal saya itu yang masih mencekik!!!

Mey Dwi Retno
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:58    Rata-Rata: 4.1/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Ibu Mey Dwi Retno

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Ibu Mey Dwi Retno di MediaKonsumen.com pada 8 Agustus 2020 di...
Baca Selengkapnya

Loading...

97 komentar untuk “Niat Baik Nasabah Lakukan Pelunasan Awal Dibalas Perhitungan HCI yang Tidak Manusiawi

    • 9 Agustus 2020 - (03:27 WIB)
      Permalink

      Ya Pak parah banget,,tdi udh di tlp sama CS HCI ttp HCI ttp KEKEH dengan nominal segitu meskipun saya berdebat kaya gimana juga,,tapi saya udah bersumpah saya tidak akan bayar 1 sen pun bila HCI masih tidak manusiawi apalgi dimasa pandemi kaya gini,,harus nya HCI bersyukur dan senang bila ada nasabahnya yg ingin melakukan pelunasan diawal sblm terjdi TUNGGAKAN PEMBAYARAN atau PEMBAYARAN MACET kedepan karena kita kan kaga tau sampe kapan ekonomi kita akan bangkit lgi dan sampe kapan pandemi covid ini cepat berlalu MK nya saya udh pikirin mateng2 untuk berusaha bulan ini ingin melakukan pelunasan di awal sblm terjadi kejadian yg kg ngenalin seperti itu tapi niat baik saya malah bikin saya SHOCK JANTUNG Bukan KEPALANG,,Benar2 serasa langsung MATI MENDADAK!!!tapi saya udh peringatkan jg ke HCI jgn salahin saya jika saya tidak akan bayar sblm mereka punya pri kemanusiaan dll

      1
      2
      • 9 Agustus 2020 - (19:42 WIB)
        Permalink

        Stop byr klu mnrt saudara tdk sesuai perjanjian dan penagihan kasar…buat apa dibayar…maslh mau pinjem lg nggak usah kwatir dijamin bisa pinjem dileasinh lain yg pentng dp dibesarin

        1
        1
        • 9 Agustus 2020 - (20:50 WIB)
          Permalink

          Betul mas,,saya jadi kaga semangat lagi bayar biarin dah masuk neraka jahanam juga sy jabanin

          2
          1
      • 10 Agustus 2020 - (07:19 WIB)
        Permalink

        Stop buat byr..drpda anda malh kesusahan..kita lawan..jgn pernh takut sama namanya slik ojk…mendingan uang ibu kumpulin dl ntr klu sdh terkumpul ibu kekantor ojk minta saya mau pelunasan..soalnya saya menilai hci itu setengah ilegal soalnya bunga dan cara penagihan tdk sama yg diatur oleh ojk dan afpi

      • 24 September 2020 - (14:14 WIB)
        Permalink

        minta aja datanya hutang pokok,dan cicilan selama ini yg di bayar,setelah itu keluarkan aja surat pelunasan sepihak,,,konsultasi di forum skda nanti di kasih solusi tuh mbak,https://skda.co.id/forum/index.php atau ke channel youtube foundernya ridwan bali,dia bakal kasih solusinya

    • 9 Agustus 2020 - (17:57 WIB)
      Permalink

      Itulah akibat ngeRIBA.. solusinya tinggalkan RIBA, boikot semua lembaga RIBA. Semoga kita semua dijauhkan dr RIBA.. aamiin yaa Robbal ‘aalamiin..

  • 8 Agustus 2020 - (20:44 WIB)
    Permalink

    Ini akibat lemahnya pengawasan dan aturan pemerintah, jd pihak kreditor seenak udele sendiri bikin ketentuan yg jls sangat merugikan konsumen, buat hci, , apa mata hatimu sdh jd batu?….

    2
    1
  • 8 Agustus 2020 - (20:54 WIB)
    Permalink

    kalau saya hitung jika anda bayar sesuai rencana 47 bulan dimana per bulan anggap Rp 1.390.300 berart total Rp 65.344.100. Luar biasa lebih dari 100% hutang pokok.
    Berarti bunganya selama 47 bulan Rp. 35.344.100 atau 117.81% sekitar 30% per tahun.
    Kalau pinjam di bank bunga 15% per tahun saja sudah termasuk tinggi, ini sampai 30% luar biasa mahalnya.

    • 9 Agustus 2020 - (03:29 WIB)
      Permalink

      Pak KLO normal nya sblm ASURANSI AMAN saya di hilangkan itu HCI ambil untung selama 47bulan itu LEBIH2 dari 100% yaitu 36.600.000 keuntungan atau bunga yg di dapatkan HCI bila ASURANSI AMAN saya tidak di hilangkan

  • 8 Agustus 2020 - (22:01 WIB)
    Permalink

    Niat baik itu menurut siapa?
    Kalo mau melunasi dengan cepat artinya anda melenceng dari kontrak sebelumnya.

    Perusahaan pinjaman itu memberikan skema cicilan tidak seperti membalikkan telapak tangan.

    Anda di beri kewajiban untuk mengGaji karyawan HC selama 47 bulan, namun mengapa cuma sampai bulan ke 18 anda mau menyudahi penggajian mereka itu.

    Umpamanya begini,

    Ini hanya perumpamaan,

    Ada seorang (pak Andi) memberikan pinjaman hutang kepada anda dengan jangka waktu pelunasan dari tahun 2020 sampai tahun 2030.

    Umur pak andi sudah tua, dia anggap tidak sampai tahun 2030 dia sudah tiada.
    Maka pak andi pun sudah menginformasikan kepada peminjam hutang, jika dia tlah tiada maka lanjutkan pembayaran cicilan hutang itu kepada anaknya.

    Nah ketika mendengar informasi itu Anaknya pak andi pun serta merta menyiapkan rencana lagi. Rencana menggunakan uang itu untuk kebutuhan hidupnya kelak hingga tahun 2030 itu.

    Trus. Apa hubungannya dengan kasus ini.
    Ya ada hubungannya.
    Jika yang berhutang melunasi seluruh cicilan sebelum pak Andi tiada/ sebelum tahun 2030, maka seluruh uang hanya akan diterima oleh pak andi. Anaknya tidak berhak menerima uang itu. Dan rencana indah sang anak pupus sudah.

    Begitulah kira kira perumpamaan ini.

    Jadi, dengan mempercepat pelunasan hutang, secara otomatis anda mengubah rencana HC di masa depan.

    Niat baikmu tidak memberikan kebaikan malah menimbulkan perencanaan ulang. Dan merepotkan.

    2
    18
    • 9 Agustus 2020 - (03:14 WIB)
      Permalink

      Hei anda @Muhammad,,jika pemikiran anda itu begitu picik sprti itu maka kaga ada satu pun orang yang akan membayar lunas pinjaman lagi,,urusan gaji menggaji karyawan itu urusan perusahan yang merekrut karyawan nya jadi Jaka SEMBUNG bawa golok,,kaga ada urusan sm saya,,urusan saya itu gimana caranya agar hutang2 saya cepat lunas sebelum terjadi apa2 SM saya atau keuangan saya lbh2 terpuruk lagi karena pandemi masih berlanjut,,jdi kalo pemikiran Lo ngebelain LINTAH DARAT sprti itu,,Lo sama aje LINTAH DARAT,,MENCEKIK ORANG yang punya niatan baik untuk melunasi di awal meskipun lagi susah ekonomi kaya gini,,saya berusaha melunasi sblm saya tidak mampu lagi bayar utang karena mengingat kondisi ekonomi Indonesia atau saya bahkan seluruh dunia merasakan dampak ekonomi yg terpuruk karena ada nya Pandemi,,trs KLO memang pemikiran anda seperti itu jadi jangan salahin saya ataupun nasabah lainnya jika ada niatan baik untuk melunasi diawal di persulit bahkan DICEKEK MATI di masa masih pandemi kaya gini Bulan ini bahkan bulan2 berikut nya dan seterusnya saya tidak mampu lagi membayar cicilan smpe 29bulan lagi karena mengingat ekonomi lagi susah gini jangankan buat bayar hutang buat makan aja pusing 7keliling MK nya saya punya niatan baik berusaha bulan ini untuk melunasi di awal tpi malah DICEKIK ABIS,,ok jangan salahin saya KLO saya tidak mampu lagi bayar dan jangan kejar2 saya,,salah sendiri sy mau melunasi di awal malah di persulit atau DI CEKEK MATI dgn bbn pelunasan di awal yg masih gila2an sprti MAFIA LINTAH DARAT BENAR2 RENTENIR ABIS,,dan KLO pendapat anda seperti itu gw jamin kaga ada satupun nasabah yg jadi semangat lagi bayar utang bahkan niatan baik melunasi diawal,,camkan itu!!!

      • 9 Agustus 2020 - (04:58 WIB)
        Permalink

        Anda yang terjerat Riba’, pasti sering mengalami malam gelisah, siang tak bisa tidur. Itu wajar. Itu adalah azab yang telah lama Tuhan janjikan kepada hambanya yang telah bermain main dengan apa yang telah diharamkan atasnya. Janji Tuhan jangan di ragukan lagi.

        Riba’ memang picik, bikin terpuruk, bikin mencekik, dan (tambahin saja kata kata lainnya yang anda rasakan sekarang).

        Sudah jutaan manusia milenial, yang terjerat dengan kasus serupa seperti ini. Anda bukan orang satu satunya. Jadi saya tidak mengganggap anda ‘wah’. Dan tidak menganggap cerita ini ‘seru’.

        Anda harus tidur lebih nyenyak dulu, agar bisa berfikir logis. Saya memahami, anda ingin keluar dari jeratan Riba’, namun setan setan tidak suka itu. Makanya anda di persulit.

        Dari niatan anda ini, memang terlihat anda masih memiliki pikiran logis, ingin menyudahi jeratan ini karena khawatir dengan ekonomi yang semakin terpuruk. Tapi langkah anda menyimpang. Kontrak anda dengan Riba’ masih jauh ditengah tengah.

        Terkejut dengan angka Riba’ dan malah berniat lari dari hutang, malah akan menjadikan azab anda DobeL. Azab Riba’, dan juga azab Munafik. Sengsara dunia akhirat.

        Hutang Riba’ harus di bayar berapapun angkanya. Anda harus menyelesaikan apa yang sudah anda mulai. Aturan main riba’, menunda di caci maki, mempercepat pelunasan kena penalti.

        Ulasan saya memang terkesan mengada ngada, dan tak memakai skema analisa yang jelas. Ya karena percuma melawan skema yang dibuat setan. Tak kan nyambung, tak ada titik temu, tak ada titik adiL.

        Semoga anda bisa lebih giat lagi mengumpulkan dana untuk memenuhi angka riba’ itu. Dan keluar dari riba’ dengan selamat, bertobat, lebih memahami dan taat kepada ajaran agama.

        3
        11
        • 9 Agustus 2020 - (12:44 WIB)
          Permalink

          Sok suci anak setan Lo,,,KLO mau mau ngebacot tongolin dl muka Lo!!!

        • 9 Agustus 2020 - (12:53 WIB)
          Permalink

          Ngomongin azab Lo anak setan,,sblm gw kena azab,,Lo,,beserta klrga Lo yang bklan kena azab duluan krna mulut Lo itu!!!apalagi org2 HCI beserta keluarganya yg bklan kena azab duluan…ALLAH SWT itu lbh MENGETAHUI SEGALANYA ketimbang congoran bau busuk Lo itu bau2 org hci mknye Lo bisa ngebacot seperti itu,,sini Lo gw tungguin Lo di rumah gw KLO mau ngebacot temuin gw langsung!!!

        • 10 Agustus 2020 - (09:48 WIB)
          Permalink

          Terlihat sekali anda orang yg munafik..so. Ngomongin azab riba dan azab munafik. Padahal anda membela pemberi riba. Mengerti sekali tentang skema cicilan dan perencanaan penggajian karyawan hci ..tolong nama anda di ganti.jngn pake “Muhammad”.. Pake anonim atau apa gitu …

          • 10 Agustus 2020 - (16:54 WIB)
            Permalink

            Saya bukan membela DC tapi sesungguhnya DC berusaha menyelamatkan kalian dari azab kubur orang yang lari dari hutang.

            Berdasarkan ini.

            Hukum hutang piutang,

            yang meminjam wajib melunasi,
            ———————
            dan yang meminjamkan wajib menagih/ mengingatkan.
            ———————

            Anda banyak duit, dan banyak yang berhutang pada anda. Piutang anda dimana mana.

            Tidak boleh anda mengabaikan piutang anda begitu saja, meskipun anda pikir uangnya tidak seberapa, anda wajib memutuskan status piutang anda dengan jelas.

            Jikalau anda mengikhlaskan piutang anda, maka anda harus bicarakan hal itu kepada yang berhutang bahwa

            “saya anggap hutang anda lunas tanpa di bayar”.

            Ada ucapan langsung, bukan membiarkan begitu saja, atau cuma mengikhlaskan dalam hati.

            Ketika yang berhutang di tanya oleh malaikat,

            “kenapa kamu lari dari hutang”,

            trus di jawab oleh yang berhutang,

            “saya lupa kalau masih ada hutang karena tidak pernah di tagih”,

            nah dengan begitu anda yang memberikan pinjaman akan di tanya juga

            “mengapa anda tidak pernah menagih piutang anda.?

            Maka dari itu, sesungguhnya DC yang berhasil membuat anda tak tenang adalah orang yang sesungguhnya berusaha menyelamatkan kalian dari azab kubur, siksa orang yang lari dari kewajiban hutang.

            Agar bisa keluar dari Riba’:

            1. Bagi yang berhutang, diperlukan usaha ekstra untuk membayar lunas hutang + bunga + denda, dan + biaya lainnya. Sampai lunas

            2. Bagi DC. Selalu getol menagih, sampai nasabah membayar lunas.

            Anda yang berhutang dan juga DC sama sama terhimpit oleh aturan main Riba’, maka begitulah azab buat kalian berdua.

            Azab yang berhutang, siang gelisah malam tak bisa tidur.

            Azab DC, di benci di musuhi, dan dianggap pekerjaan hina.

            Saya ada di tengah tengah kalian berdua.

            2
            4
          • 10 Agustus 2020 - (19:01 WIB)
            Permalink

            Betul bgt Bu anita,,,kaga ridho saya org kaya gitu pembela RENTENIR RIBA HCI pake nama seperti itu!!!saya sebut die anak setan penjilat tukang riba(RENTENIR GILA) kaga ada manusiawinya,,orang niat baik mau melunasi di awal malah di CEKIK MATI duluan KLO bukan ANAK SETAN apa namanya!!!

    • 9 Agustus 2020 - (07:33 WIB)
      Permalink

      Kaga bermutu komentar nya org lagi kesusahan cari solusi nya seharus nya kita support coba kl anda di posisi nya semoga anda di berikan Taufik & hidayah

      6
      1
      • 9 Agustus 2020 - (07:40 WIB)
        Permalink

        Semoga anda lebih mengerti, jangan menganggap orang HC bukan orang susah juga.

        Semua orang yang ada di dunia sedang susah.

        Jadi, jangan ada yang merasa terzalimi namun sebenarnya dia sendiri yang menzalimi.

        Semoga semua mendapat rahmat dan hidayahNya.

        2
        5
        • 9 Agustus 2020 - (12:25 WIB)
          Permalink

          Jaka SEMBUNG baea golok Lo Muhammad,,hai ketauan lo,,Lo org HCI kan,,,mknya congoran Lo bisa ngomong kaya gitu,,sini Lo KLO Lo org HCI KLO mau ngomong dpn gw langsung Dateng ke rmh gw,,gw tunggu,,gw kaga ada urusan ye sm nasib karyawan HCI Krn itu kewajiban PERUSAHAAN yg merekrut karyawan nya,,,kewajiban gw ya niat baik gw mau melakukan pelunasan di awal,KLO mm niat baik gw malah di bikin MATI,,smpe kiamat kubro pun gw kaga bklan bayar,,,toh lo,,gw,,hci pasti ketemu di neraka jahanam sekalian biar tau siape yang di sini yg seperti IBLIS LAKNAT,,,TUHAN YANG MAHA ESA pastinya lebih MAHA TAU SEGALA nya ketimbang congoran Lo yg bau busuk itu!!!

          • 9 Agustus 2020 - (22:06 WIB)
            Permalink

            Muhamad sok suci..tantangin aja mba ajak temuan..jadi orang kok menghakimi sok2 an omong riba

          • 10 Agustus 2020 - (18:55 WIB)
            Permalink

            Woy anak setan Lo sama HCI itu yang bakalan kena AZAB duluan,,,kita ktmu di neraka jahanam jangan Lo pikir,,Lo sama HCI kaga bakalan di azab SM masuk neraka jahanam ya karena Lo sm HCI itu setannya azab dan penghuni kerak neraka jahanam

      • 9 Agustus 2020 - (12:02 WIB)
        Permalink

        Hei Muhammad bego,,JANGAN SOK SUCI Lo jadi manusia!!!Lo belagak kaya orang benar,,gw yakin Lo termasuk orang HCI atau RENTENIR GILA,,,hidup Lo SM keluarga Lo aje blm tentu benar,,,KLO mau adu coment SM gw tongolin muka Lo dulu setan!!!

        • 9 Agustus 2020 - (20:28 WIB)
          Permalink

          mba saran saya silakan bawa bukti nilai pelunasan yg harus dibayarkan itu ke OJK .pasti lbh enak jalannya .semoga kita semua swgera terbebas dr hutang ..amin

          1
          1
          • 10 Agustus 2020 - (18:58 WIB)
            Permalink

            Udah Pak Hendra si Muhammad anak setan itu udah saya tantangan temuin saya aja langsung KLO mau ngebacot enteng,,pgn tau muka die Kaye ape???jangan2 muke Nye bnran muke setan tapi sok suci..gw yakin die sm keluarga pasti banyak dosa dan pasti suka riba apalgi pasti ada yg lari dri utang mknye ngebacot kaya org bener aje tuh Muhammad PENJILAT HCI alias orang HCI itu palingan die tapi kaga ngaku aje itu anak setan!!!

      • 10 Agustus 2020 - (19:05 WIB)
        Permalink

        Woy MUHAMMAD penjilat HCI,,sekalian bego bilang HCI kena Azab justru HCI,,DEBT COLLECTOR itu yang bakalan kena azab duluan dan penghuni kerak neraka jahanam abadi,,KLO gw debitur punya niatan baik mau melunasi di awal tapi HCI rentenir gila itu yang NYEKEK GW DULUAN…ok lo,,gw,,debt Collector,,hci kita ketemu di neraka ye…pgn tau gw siape yg bakalan di azab dan jadi penghuni neraka duluan???

    • 9 Agustus 2020 - (09:06 WIB)
      Permalink

      Kalau menurut saya justru bayar hutang dipecepat yang untung yang memberi hutang, kan enak uangnya cepat kembali jadi bisa dipinjam ke orang lain lagi. Andaikan saya meminjamkan uamg ke orang lain, ada orang yang mau cepat melunasi saya justru senang.
      Apa hubungannya denga rencana HC di masa depan?orang hutang kalau mau melunasi lebih cepat justru bagus.

      5
      1
    • 9 Agustus 2020 - (19:47 WIB)
      Permalink

      Ini kelihatnnya pegawai leasing..namanya iku klu pelunasan diawal pokoknya aja dan penalti krna pelunasan diawal..y iku wes nggak bnrlah..kita mau oelunasan diawal krna ada uang malah kudu dilunasin semua perhitungan sampai bunganya

  • 9 Agustus 2020 - (05:08 WIB)
    Permalink

    Ibu seharusnya memperjelas pada saat awal peminjaman. Bunga pinjamannya berapa, sistem bunga yang digunakan seperti apa (bunga flat atau bunga efektif).

    • 9 Agustus 2020 - (06:43 WIB)
      Permalink

      Saya setuju dengan langkah ini. Sadari di awal agar tidak kebakaran jenggot di akhir.

      @mau dwi retno, anda sudah terikat kontrak, namun jikalau memang ingin kebijakan, harus di ajukan dengan sikap ‘Permohonan’, menunjukkan gaya meminta belas kasih.

      Memohon dengan kata kata santun, dan logis. “HC bantulah saya, please”

      Bukan seperti sekarang yang menaifkan jasa keuangan sesuai kemauan anda. Dan ‘ngambek’, jika tak di turuti malah berniat tidak bayar sama sekali.

      2
      6
      • 9 Agustus 2020 - (12:05 WIB)
        Permalink

        Setan HCI Lo ngapain gw melas2,,,sampe gw mati pun kaga bakalan gw bayar KLO model Nye kaya Lo itu!!!Lo pikir slm ini gw nasabah yg menunggak yg BI CEKING gw jelek ape setan!!!sini Lo tongolin muka Lo dulu KLO mau debat sm gw,,atau KLO mm Lo org HCI atau siape sbnrnye Lo,,gw tunggu di rumah gw!!!

    • 9 Agustus 2020 - (19:50 WIB)
      Permalink

      Saya tanya apa kita mau minjam akan baca semua aturan yg byk bgt apalgi tulisannya kecil2..khn pada waktu penandatangan kita tdk blh bw plg buat dipelajari..jd apa kita bisa bc sebnyk brpa lembar brpa menit saja..

    • 9 Agustus 2020 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Udah Pak smua pas sy di tawari pertama x,,sy juga kaga bodoh2 amat Pak,,smua udah saya tawain dan usah saya perjls tpi memang HCI aja yg menggila kaga prikemanusiaan nya org mau melunasi diawal malah DICEKIK MATI saya dgn perhitungan2 yg kaga jelas itu sampe di angka 27jt500 lebih gitu

  • 9 Agustus 2020 - (11:17 WIB)
    Permalink

    sdh biasa itu mereka suka cari2 celah utk memeras byr saja kewajiban anda dan minta bukti pelunasan demikian.

    • 9 Agustus 2020 - (12:10 WIB)
      Permalink

      Sorry Pak
      Selama ini udah 3 tahun lebih saya jdi nasabah HCI saya ttp bayar kewajiban saya tepat waktu dan tidak pernah telat 1 bulan pun sprti kebanyakan Orang2 tapi KLO niat baik saya untuk melakukan pelunasan di awal malah kaya di peras dan di cekik dgn hitungan yg kaga rasional atau hitungan hantu,,niat baik saya berubah jadi Jahat pula seperti HCI,,biarin DECH awalnya takut masuk neraka jahanam skr terserah mau masuk neraka jahanam pun sy jabanin toh HCI pun bklan masuk neraka jahanam juga SM Kya org yg bernama @Muhammad itu yg comentar sy di sini pasti dia RENTENIR gila yg coment kaga pakai otak pun pasti masuk neraka juga,,,pasti dia org HCI tpi berlagak bego!!!

      • 9 Agustus 2020 - (12:51 WIB)
        Permalink

        Jangan asal bunyi begitu,

        Anda masih memiliki potensi untuk menyelesaikan riba’ ini secara baik baik. Memang berat keluar dari riba’. Anda masih mampu mencicil. Cicil saja sesuai kontraknya. Dan kekhawatiran anda dimasa depan mengenai kondisi ekonomi anda mungkin tidak seburuk itu. Yakinlah jika memang berniat keluar dari Riba’ akan ada jalan terang di depan.

        Dan setelah kisah kelam ini berakhir, ambil hikmahnya, dan anda bisa koar koar tentang bahaya riba’, agar yang belum terjerat jangan terjerat.

        Semoga anda selalu di beri hati yang bersih agar bisa berfikir jernih dan masalahmu cepat selesai.

        1
        6
      • 9 Agustus 2020 - (19:51 WIB)
        Permalink

        Iya kelihatnnya pak muhammad pegawai leasing…nggak ngasih solusi tapi malah menyalahkan dan mengenakkan leasing

        • 9 Agustus 2020 - (20:20 WIB)
          Permalink

          hahahah bener mas .dia ini org HCI setiap ada uneg2 ttg HCI .dia pasti muncul dgn ceramah ttg riba tapi aneh nya menguntungkan pihak HCI .lah HCI jg pelaku riba kok HCI cari untung dari bunga dan denda ..kasi lah solusi .

  • 9 Agustus 2020 - (13:04 WIB)
    Permalink

    Hari gni apa ada yg mau ngasi pinjem duit cepet? Lari kesana kemari cari pinjeman susah minta ampun. Pinjem k keluarga sendiripun ga ada yg bs bantu. Udah ikhtiar msih jalan buntu. Sekalinya ada kesempatan bantuan yg dtg dr rentenir hingga terjerat riba.

  • 9 Agustus 2020 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Saya punya ilustrasi begini:

    Jika saya di pihak perusahaan.
    * Saya meminjam kan anda 100 ribu
    * Angsuran anda 10rb selama 14x ( ada selisih keuntungan riba 40 rb)
    * Biaya operasional untuk mengecek kredit anda misalnya 3rb.
    * Biaya komisi buat sales saya, bagian survey atas kredit anda sudah saya kasih komisinya 3rb
    * Selama 15 bulan saya punya karyawan tetap lainnya misalnya 100 orang dan biaya operasional lainnya ( anggap saja dari kredit anda menyumbang 9 ribu untuk gaji karyawan tetap saya selama 15 bulan)
    * seharusnya saya punya keuntungan sisa 25 ribu
    * Ingat bisnis pinjaman tanpa agunan berpotensi kehilangan modal besar sekali prosentase nya ( anggap saja 10% gagal bayar ( jadi saya menyisihkan keuntungan tersebut 10 persen gagal bayar sebesar 10rb )
    * jadi hanya tersisa 15 persen… Yaitu 15rb saja.
    * Tapi ingat kalau saya punya punya yang 100rb kalau saya simpan deposito bunga 7 persen atau taruh di dana reksa bunganya 10% sudah 10 rb… Jadi di manapun juga orang yang membuka usaha pasti mengharapkan keuntungan lebih besar dari bunga deposito ataupun jenis investasi keuangan spt dana reksa. Buat apa capek2 kerja atau pusing kalau bunganya di bawah deposito atau investasi keuangan lainnya.

    Ilustrasi di atas soal angka2 hanya gambaran besar yang asal2an, karena sy tidak bergerak di bisnis ini. Tapi sekali lagi saya hanya menunjukkan poin2 dari sisi pengusaha finance, sifat manusia itu serakah… Jadi besaran bunga yang mencekik leher pasti saja akan terjadi. Kalau bisa untung lebih banyak kenapa tidak? Itulah sifat pedagang atau pengusaha.

    Kesimpulannya: Hiduplah sesuai kemampuan, Jangan pinjam uang dengan riba. Kalau memang berani, ya konsekuensi nya.. harus kita tanggung. Sekali tanda tangan kredit, ibarat sudah surat perjanjian kita untuk menutupi gaji2 karyawan mereka, biaya biaya operasional mereka, memberikan bunga keuntungan kepada perusahaan finance tersebut lebih dari bunga deposito atau investasi keuangan lainnya + plus untung perush tsb. ( Tidak jarang perush finance tsb juga modalnya dari pinjaman juga atau pengumpulan dana yang harus mereka bayar bunganya).

    Sayangnya di Indonesia, aturan mainnya sangat2 lemah dari pemerintah, OJK tidak berfungsi dengan baik, perlindungan terhadap konsumen juga lemah.

    Ayo kita bijak dalam mengatur keuangan… Kita terjerat masuk dalam masalah lebih karena keinginan2, bukan karena kebutuhan. ( kebutuhan kita jelas ( hanya 5 kebutuhan pokok agar tetap hidup) lebih banyak kita masuk jeratan riba karena keinginan2.

  • 9 Agustus 2020 - (14:01 WIB)
    Permalink

    Klo hutang kan pasti sudah di jelaskan di awal…berapa persen bunga..kena pinalti pembayaran di awal dll…sebelum ada tanda tangan kedua belah pihak…anda berhutang 30jt selama 47 bulan ato hampir 4 thn…klo di total 60 jt lebih menurut saya itu wajar karna bukan pinjaman kur ato yg dpt bantuan pemerintah…contoh nyata saja beli sepeda motor baru klo 4 thn kredit pasti harga 2x lipat….anda sudah tau konsekwensinya tapi anda tetap menandatanganinya…bila anda mau percepat uang yg anda bayarkan tiap bulan itu bukan 100% uang untuk bayar pinjaman pokok…uang yg anda bayarkan itu pokok + bunga….jadi mungkin seperti in peejanjian awal…30jt dengan bunga 2% perbulan….bunga perbulan 600rb…pokok klo 30jt bagi 47 kurang lebih 600rb…jadi anda selama ini bayar hutang 600rb tiap bulan….klo anda pelunasan lebih cepat pokok yg ada bayarkan 600rb x 18 = 10 jutaan lebih…sisa pokok 20jtan + bunga pinalti….jadi wajar saja klo anda pelunasan cepat masih di kenakan 27jtan….saya jg berhutang tapi saya jg bisa ngitung secara kasar….klo ga mau ada terbebani cb pikir baik baik bila berhutang….mending cari kur di ban yg bunga lebih rendah sekitar 0,5 % tiap bulan….klopun ada berniat tidak bayar hutang itu jg hak anda…tpi nanti pasti di kejar depkolektorny…

    • 9 Agustus 2020 - (14:12 WIB)
      Permalink

      Tambahan 1 lagi sekarang memang semau fainen + bank menerapkan klo pelunasan di muka bukan lagi di hitung bunga menetap tapi di hitung bunga menurun di mana klo pelunasan di awal pasti lebih besar pembayarannya dari pada bunga menetap….jadi harus jelas sebelum pinjam bungan menetap ato menurun..klo dpt bunga menetap tanya lagi nanti pelunasan gmn masih bungan menetap ap pake bunga menurun + bunga pinalti….semoga mendapat solusi terbaik…

    • 10 Agustus 2020 - (10:14 WIB)
      Permalink

      Salah bukan 2 % bunga nya tapi 2,58% bunganya,,,pinjaman pokok Rp 30.000.000,00 selama 47 bulan dan sudah masuk 18 bulan Rp 25.025.400,00 jadi sisa cicilan 29bulan yang mana cicilan berjalan itu Rp 1.3930.300,00 jadi di mana hitungan nya ketemu angka Rp 27.508.265,00 bila bulan ini saya melunasi jadi total keseluruhan bila saya melunasi bulan ini masuk di 19 bulan dari cicilan 47 bulan bila saya melunasi bulan ini..ayo hitung yang benar dan yang masuk logika orang waras..silahkan dihitung ulang dengan perjanjian diawal sesuai kontrak bila melunasi di awal itu sisa pokok pinjaman+Rp 150.000,00+Rp cicilan 1 bulan

    • 10 Agustus 2020 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Dan di kejar debt Collector juga terserah,,,tinggal saya balikin2 aja nanti nya…ngapain takut sama debt colector,,salah sendiri saya punya niatan baik malah di CEKIK MATI DULUAN,,,tidak sesuai omongan di awal waktu penawaran,,lain di mulut lain kenyataannya,,dan inget debt Collector itu bukan TUHAN yang mesti di takuti sama2 makan nasi ngapain mesti di takuti!!!

  • 9 Agustus 2020 - (15:25 WIB)
    Permalink

    Urusan karyawan itu bukan urusan saya,,urusan saya menunaikan kewajiban saya yaitu saking niat baik nya gw mau ngelunasin di awal dan HCI udah nikmatin duit gw 25jt LBH dari pinjaman pokok KTA gw 30jt,,,masuk logika waras kaga KLO misalkan ada nasabah pengen ngelunasin di awal biar TDK terjadi masalah ke dpn nya atau kredit macet mlh di CEKIK bhkan kalian yg ikut comentar malah ngebahas para pegawai perusahaan yg mana bulan tanggung jwb saya akan kesejahteraan mereka,,jdi gw tanya seandainya niat baik gw malah di CEKIK trs bulan ini bahkan bulan2 berikutnya gw kaga bisa bayar cicilan sprti biasa ntr kalian pada nyalahin nasabah lagi di bilang kaga bertanggung jwb lah,,melarikan diri lah,,sgla macam trs nanti di ancam pula sebar data,di teror di datangin debt collctor padahal itu salah Kreditur sendiri yg punya hitungan GILA KAGA MASUK AKAL uang udh masuk 25jt LBH dari pinjaman pokok 30jt mlh di suruh bayar 27jtan LBH bila sy melakukan pelunasan di awal bulan ini,,,mikir!!!itu iringan dari mana,,jgn di pikir gw kaga bisa ngitung,,lah HCI sndri gw suruh di uraikan rincian perhitungan nya smpe skr kg di kasih2 gw mlh jawaban seperti biasa itu udah SISTEM yg ngitungnya,,,sistem hantu!!!MK nya atas smua pengalaman para nasabah2 debitur sblm sy diancam,,sy ancam balik jangan salahin saya yg punya niatan baik bulan ini dgn berusaha sekuat tenaga mau melunasi diawal bulan ini sblm terjadi apa2 SM saya atau ekonomi sya kian terpuruk tapi malah di bebanin dgn hitungan2 yg tidak manusiawi tidak masuk akal logika waras terjadi kemacetan atau gagal bayar sy ke HCI saya malah di ancam2 dan disalahkan,,awas aja!!!apalgi kejar2 saya bila bulan ini sampe 29 bulan berikutnya gw kaga mampu bayar lagi karena gw kg tau nasib ekonomi gw kedpn nya KY gmn,,mengingat pandemi masih trs bertambah bnyk dan ekonomi masih susah KY gini,,CAMKAN ITU BAIK2!!!

    • 9 Agustus 2020 - (17:02 WIB)
      Permalink

      Mbaknya masih ga ngerti perhitungan hutang…yg mbak bayar 25jtan lebih itu pokok + bunga jadi selama mbak berhutang 18 bulan mbak membayar 1jtan lebih itu bukan langsung di potong utang mbak yg 30jt melainkan mbak membayar pokok + bunga….andai dari mbak bayar 1bulan yg 1jt sekian itu mungkin pokoknya cuman 600rb an….klopun mbaknya mau percepat entak mbaknya pinjam di bank ato fainen pasti kena pinalti…dan perhitungan percepatannya sisa pokok + bunga pinalti….jadi selama 18 bulan mbak bayar 25jtan itu bukan pokok mbak hutang 30jt…terus klo itu di hitung pokok fainen ga dpt bunga..intinya mbak mau percepatan cuman mau balikin uang 30jt yg mbak pinjem tanpa ada bunga….semua sudah ada sistemnya klo memang besar bunganya alangkah baiknya jgn meminjam…masih ada pinjaman yg lebih murah dari hcl…masih ada kur dll…moga mbaknya bisa memahami sistem hutang di indonesia….jgn tergiur persyaratan mudah terus kita asal ttd…pikirkan jg nama baik di bi cheking karna klo sudah blacklis mau pinjam kur ato mau pinjam bank dll bakalan lebih susah lagi….

      2
      3
  • 9 Agustus 2020 - (20:48 WIB)
    Permalink

    Yang kaga ngerti saya apa anda???atau HCI yg gila main tembak aja hitungan pelunasan di awal nya,,skr sy tanya anda KLO anda memang LBH pintar dari saya coba hitung ulang wajar kaga saya di kenain pelunasan di awal masih gede 27jt500ribuan lebih sedangkan uang saya udah masuk 25jt lebih sedangkan pinjaman pokok saya 30 jt dengan bunga 2,58% perbulan yg sy di tawari pihak HCI dan sy tegaskan KLO itu bunga ttp kan kaga berubah dan saya inget betul KLO saya bilang waktu di tawari itu wah murah ya bunga nya cuman sekitaran diangka 600 atau 700ribuan dan si Hci bilang ya Bu murah,,dan saya inget betul pihak hci kaga bilang Bunga Anuitas atau apalah sgla macam intinya bunga 2,58% perbulan,,makanya saya tanya SM anda KLO anda itu memang LBH pintar dari saya wajar kaga saya di kenain 27jt,,coba anda itung,,darimana dapat angka 27jt itu bila sy melunasi di awal…ayo kita hitung siapa yg lebih pintar saya atau anda

  • 9 Agustus 2020 - (23:52 WIB)
    Permalink

    Sebenarny msalah pelunasan dipercepat itu bagus, tp yg saya tau klo Leasing seperti adira finance, oto atau yg lain…itu akan ada pinalti nya…tp klo di leasing yg sy sebutkan td itu masih bisa di nego masalah bunga nya,krn itu pngalaman pribadi sya ketika melakukan pelunasan dipercepat. Ya klo HCI krn mgkn mrk jg gak jls hitung2nya..itu sih pengalaman sy. Dan sehrsnya bisa dijlskan scra detail oleh pihak HCI sisa pokok hutang dr kosmn tinggal brp nah bunga nya brp…krn qt kredit mbl atau motor aja itu ad kok itung2an resmi nya dr leasing.

  • 10 Agustus 2020 - (01:12 WIB)
    Permalink

    Hci lagi HCI lagi.. Hci itu memang dari awal kita hanya bayar bunganya aja yg gak jelas brp nya.. Saya juga tertipu dgn penjelasan marketingnya atas pelunasan diawal.. Setelah setahun bisa melakukan pelunasan pokoknya aja.. Setelah setahun saya telpon CSnya dan dihitung2.. Dalam setahun saya sudah bayar 7 jutaan dan harus bayar lagi 8 jutaan.. Pokok saya cuman 10 juta dipotong admin.. Sudah datangi kantornya juga sama tapi anehnya name tag nya gak ada.. Saya ngoceh2 disekitar kantornya seperti dinyinyirin sama klo komentar HCI disini.. Dinyinyirin sama pro HCI.. HAHA..

    • 10 Agustus 2020 - (09:38 WIB)
      Permalink

      Bnr bgt Pak,,saya benar2 kaget di buat nya dan merasa tertipu atau terjebak bunga 2,58% perbula yang di janjikan ternyata gila benar tidak sesuai kenyataannya

  • 10 Agustus 2020 - (17:12 WIB)
    Permalink

    Dalam ALquran, jangan anggap remeh apa yang sudah di Haramkan.

    Riba’ itu Haram.

    Hanya manusia yang berteman dengan setan yang berani melanggar apa yang telah di Haramkan atasnya.

    Malaikat dan Jin saja sangat menjauhi yang diHaramkan itu. Malaikat dan Jin takut itu.

    Manusia seperti anda yang sudah terjerat akan mengalami kesengsaraan dalam hidup, hati membatu, nasehat agama dianggap tidak bermutu.

    Riba’ itu sistem yang dibuat oleh setan.

    Sistem itu memperkerjakan kalian berdua (anda dan DC) untuk terjerat di dalamnya yang ujung ujungnya kalian pasti saling bermusuhan, saling baku hantam, itu tujuan setan yang utama.

    Suasana Riba’ itu kalut, kusut, kaku, beku, batu, keras. Anda harus menenangkan pikiran agar bisa keluar dari jeratan suasana itu. Tidurlah yang nyenyak, sholat yang khusyuk, dan pahami dasar kehidupan. Anda darimana dan mau kemana.

    Anda yang menganggap perkara Haram mudah untuk di obati adalah salah.

    Kalau mudah di obati, tidak perlu perkara itu di beri status ‘Haram’,

    Yang statusnya ‘Haram’ adalah yang paling menyakitkan, dan paling susah untuk di sembuhkan.

    • 10 Agustus 2020 - (23:18 WIB)
      Permalink

      Mulut Lo juga lbh2 haram,,,ngebacot aje lo,,,sini KLO ngebacot di Don gw langsung,,tongolin muka Lo dulu di dpn gw baru boleh ngebacot

  • 10 Agustus 2020 - (17:28 WIB)
    Permalink

    @Khusus kepada orang yang belum terjerat Riba’ dan bukan pelaku Riba’.

    Kalian lihat sendiri kan, upaya saya untuk menyadarkan mereka yang terjerat amatlah sulit.

    Hati mereka hanya memikirkan untung rugi, bukan Dosa.

    Lihat saja banyak yang tidak menyukai ulasan saya.

    Malah saya di anggap DC atau orang yang bersekongkol dengan DC.

    Riba’ itu bukan mainan, bukan coba coba, bukan untuk anak anak, bukan untuk hanya sekedar di takuti, tapi untuk diPerangi.

    Saya menganggap bagus DC yang getol menagih, karena tujuan mereka agar kalian bebas dari azab kubur lari dari hutang. Dan secepatnya keluar dari jeratan hutang Riba’.

    Singkat cerita.
    Jeratan Riba’ sulit untuk di lepaskan
    Lari dari hutang Riba’ adalah azab akar kuadrat.

    • 10 Agustus 2020 - (19:19 WIB)
      Permalink

      ulasan riba anda salah mas ..pelaku riba itu nasabah dan hci dong .tp disini niat nasabah mau lunasin tp mlh di cekik .dan anda membela yg nyekik .kan aneh ..

      • 10 Agustus 2020 - (22:29 WIB)
        Permalink

        Tidak ada satupun yang saya bela, saya mengulas tentang yang normalnya harus terjadi.

        Yang harus di pahami. Begini.

        Orang Kafir membuat sistematika hutang Riba’, kita semua adalah korban.

        Karyawan HC adalah korban,
        Nasabah adalah korban,
        DC adalah korban,

        Kalian semua terjerat oleh sistem, dan berada dalam lingkaran itu.

        Mengenai ulasan anda,

        “Niat Nasabah mau lunasin malah di cekik”

        Perusahaan pinjaman Riba’ itu tidak mengharapkan pelunasan awal, yang terpenting sampai pada batas 47 bulan itulah total yang harus di bayar.

        Ingat, hutang anda ini Riba’ bukan hutang dengan teman baik atau teman yang masih Lugu.

        Yang memberi pinjaman kepada anda itu adalah Perusahaan Riba’ lengkap dengan pelaku pelaku Riba’ lainnya, yang jumlahnya ratusan tersebar di negerimu.

        Jadi ingat angka ‘47’, itu ‘kontraknya’

        Harga yang harus di bayar di angka 47.
        Hitung hitungannya memakai angka 47.

        47 adalah Kontrak

        Kontraknya 47

        Empat puluh tujuh.

        Jadi kalau mau melunasin ya bayarlah segera, bayar semua untuk 47 bulan cicilan.

        Buktikan kalau nasabah memang niat melunasin.

        Nasabah yang merasa tercekik, kemungkinan saat awal menjalin kontrak, anda dalam kondisi benar benar mabuk, tidak paham dengan isi kontrak yang anda setujui di awal.

        Nah, sadarlah dari Mabuk itu.
        Hutang anda itu untuk 47 bulan cicilan.

        Jika anda mau di luar angka itu, itu artinya anda meminta kebijakan perusahaan. Kalau meminta ya lain cerita lagi.

        Mintalah kebijakan dengan bahasa santun, dan Logis.

        Dan, namanya kebijakan ya tidak harus benar benar sesuai dengan keinginan pemohon, itu suka suka yang memberi kebijakan.

          • 10 Agustus 2020 - (23:31 WIB)
            Permalink

            Kalau anda tetap menganggap ini urusan remeh, urusan yang bisa selesai hanya bermodal ungkapan kata kata kritik seperti ini. Anda salah.

            Sudah takdirnya Riba’ itu kejam.

            Jadi percayalah, ini sudah janji dan ketentuanNya, atas apa yang telah di langgar atasnya. Yang Haram itu azabnya pedih.

            Jadi kasus ini memang seharusnya terjadi, dan sebagai seorang yang beriman, kejadian ini menambah kuat iman mereka.

          • 10 Agustus 2020 - (23:34 WIB)
            Permalink

            ilmu agama mungkin bagus .tp masalah perbankan pasti mas e tdk paham .wes itu aja kesimpulan saya ..saya tdk mau debat ..

  • 10 Agustus 2020 - (17:29 WIB)
    Permalink

    Si mbak ini minjem duit 30.000.000,- ke HCI dg tempo cicilan 47 x 1.393.000,- = 65.471.000,-
    Begitu kan yak???
    Luar biasaaaaa…

    • 10 Agustus 2020 - (18:27 WIB)
      Permalink

      Salah mas klo asuransi aman saya di tiadakan itu total keselurahan 66.600.000,00…itu total yang mas hitung itu karena asuransi aman saya yang di tiadakan dri bulan September 2019 sebelum bulan September 2019 saya di kenakan per bulan Rp 1.418.300,00 sampe Agustus 2019..Dan mulai September 2019 sampe seterusnya itu Rp 1.390.300,00 karena asuransi aman nya di tiadakan…jadi awal nya pas saya sekali ngucap 47 bulan langsung di konfirm pada hari itu juga dan sy mau rubah kaga bisa langsung main trnsfr uang nya jadi kaga bs di rubah lagi tenor nya

      • 10 Agustus 2020 - (22:40 WIB)
        Permalink

        Tidak ada kata kata yang bisa mengubah angka tagihan di 47 bulan cicilan itu.

        Anda sudah terikat kontrak,

        Yang bisa mengubahnya adalah Permohonan anda dengan meminta Kebijakan HC.

        Pasti niat anda mau melunasin di awal berharap ‘Untung’,

        Tapi, niat itu tidak mengubah apa apa, karena sistem Riba’ sudah menjerat anda untuk 47 kali cicilan.

        Azab anda untuk 47 kali, itu sudah suratan takdir. Riba’ kok diLawan……
        Ya diPerangi dong.

        • 10 Agustus 2020 - (23:00 WIB)
          Permalink

          salah mas .saya 10 thn kerja di perbankan dan leasing dan sdh keluar alhamdulillah..memang wajib nasabah smart buat minta keringanan.awalnya mba e sdh benar minta info pelunasan dan saya yakin mba e sdh minta kebijakan dan tdk ktm titik pelunasannya ..nah langkah kedua yg dipake mba e ini melaporkan hal ini ke media konsumen sbg protes kepada HCI .dan org disini kasi solusi mas bukan CERAMAH .kl anda kasi solusi pasti mba e terima kasih kok .tp sayang nya kata2 anda indah bgt tp salah kaprah. saya jg mencoba menjauhu RIBA mas. cm kalo ngadi tau org liat2 dlu sikon nya .kasi dlu kek solusi nya baru ceramah .lah ini ceraamahh wae .org yg punya msalah kan tfk semua menerima to mas ? dan saya psrhatiin lho mas .kalo sampeyan itu selalu mendukung ke arah HCI .banyak komentar mu ttg HCI .terakhir ttg nasabah tdk sanggup bayar kredit laptop .tapi anda nyuruh tetep suruh bayar uang kredit HCI .hahahaha…lucu bgt ..kapan2 ngopi mas biar ngobrol enak dan ra sah spaneng masalah RIBA .i tdk semua org mau dengerin ceramah mu ..caa masuk nya salah

          • 10 Agustus 2020 - (23:21 WIB)
            Permalink

            Tidak ada seorang pun yang bisa memberi solusi dari Jeratan Riba’, selain melunasin hutang beserta riba’ riba’ nya.

            Ulasan saya agar di ketahui oleh orang yang belum terjerat.

            Anda mantan pelaku Riba’, kok bangga mengakui itu, sesungguhnya orang yang benar benar takut riba’, akan gemetar untuk menyebut nyebut kalimat pengakuan itu. Itu adalah aib mu, mantan pelaku Riba’.

          • 10 Agustus 2020 - (23:47 WIB)
            Permalink

            Iya Pak Rommy,,saya yakin die orang HCI yang makan dan minum dari uang haram atau yg di gaji sama HCI makanya die dri awal comentar udah kaya gitu ciri2 orang penagih atau yg kerja SM kreditur ya gitu omongannya sok suci,,sok paling benar padahal munafik dan dosa bgt karalena makan dari gaji uang RIBA atau HARAM

        • 10 Agustus 2020 - (23:40 WIB)
          Permalink

          Najis mughaladah gw ngapain gw dengerin bacotan Lo bau busuk itu,,LBH baik ktmu langsung aje di neraka jahanam Lo,gw,SM hci siape yg bakalan bnran masuk neraka jahanam dan diazab atau disiksa Dunia maupun akhirat!!!

          • 10 Agustus 2020 - (23:49 WIB)
            Permalink

            Daripada Lo #muhammad pemakan uang riba atau uang haram yg Lo nikmatin selama ini dri ngejilat RENTENIR

  • 10 Agustus 2020 - (23:14 WIB)
    Permalink

    Kalian generasi milenial harusnya banyak bertanya kepada orang tua, kakek nenek, mengenai hutang piutang.

    Jaman saya dulu, pikir seribu kali kalau berhutang, takut tak bisa lunas karena tak umur panjang, takut tak bisa bayar karena mendadak datang masa peceklik.

    Niat berhutang saja sudah penuh ketakutan.

    Itu belum berhutang, baru niat, sudah penuh ketakutan luar biasa.

    Namun yang terjadi sekarang sangatlah miris,

    Saya sering menangis sendiri, melihat ulasan ada orang yang memprovokasi untuk Lari dari Kewajiban Hutang.

    Uang memang bisa melancarkan segala usaha, namun uang bisa menjerumuskan kalian ke Neraka.

    Uang itu yang kertas mudah terbakar, yang logam mudah tenggelam,

    Manusia yang bisa menyiram api dan bisa menyebrang sungai jangan kalah dengan uang.

    Saya memang terlalu tua untuk ikut campur urusan generasi milenial, maksud memerangi Riba’ adalah tujuan utama.

    • 10 Agustus 2020 - (23:28 WIB)
      Permalink

      saya mengakui dan alhamdulillah bertobat .alhamdulillah sdh tdk bekerja di bidang tsb .nah anda gmn? sdh baik kah diri anda ? saya cm bilang ceramah mu salah tempat .setidak nya saya kasi solusi krn ada pengalaman di bidang tsb .tp sudah lah nek saya sdh tau kapsitas sampeyan dimana .buat mba nya sekali lg .banyak cara dan solusi nya .disini jg ada yg ahli hukum seperti mas noven diatas .OJK satu2nya cara anda minta mediasi.semoga berhasil ..

    • 10 Agustus 2020 - (23:31 WIB)
      Permalink

      oiya mas cuma kasi tau banyak ustad juga yg mantan preman ,mantan penjahat tp mereka tdk malu mengakui salah dan bertobat .lalu kl org bank dan leasing tobat lalu ada komunitas Xbank apa itu aib ? gt ya mas? kalem ya ..kasi solusi aja .jgn ceramaah..krn ceramahmu di saat kondisi yg tdk tepar .

      • 10 Agustus 2020 - (23:55 WIB)
        Permalink

        Ini kolom Komentar, itu sebabnya saya komentar ceramah,

        Kalau kolom Solusi ada lagi di frame berbeda, tapi kolom solusi hanya boleh di isi oleh cs Home Credit.

          • 11 Agustus 2020 - (00:13 WIB)
            Permalink

            Ya gitu deh mas, memang ceramah ini terkesan tak berguna dan bikin saya capek saja. Tapi niat saya memerangi Riba’,

            Kepada @yang belum terjerat Riba’, Kalian lihat sendiri kan, susahnya memerangi Riba’, sampai ada yang menertawakan,

    • 10 Agustus 2020 - (23:42 WIB)
      Permalink

      BODO amat Lo bau ngebacot kaya gimane juga,,toh kita liat siape yg bakalan jdi penghuni kerak neraka jahanam nya,,gw,,Lo ape HCI???

  • 10 Agustus 2020 - (23:33 WIB)
    Permalink

    Hei anak setan penjilat HCi Lo jangan sok tau sebelum gw share di media konsumen gw udh tlp CS nya secara baik2 ya smpe puluhan menit sampe pulsa gw abis ttp HCI yg Lo bela itu kaga kasih gw hitungan2 yg manusiawi,,makanye gw share kesini biar smua orang tau dan biar jangan jdi korban kaya gw yg mn percuma jadi nasabah HCI kurang LBH 4 tahun kaga pernah telat apalgi nunggak ketika mau niatan baik melunasi diawal biar TDK terjadi gagal bayar kedpn nya atau macet malah DI CEKEK MATI DULUAN,,siapa yg Sudi bayar hitungan2 angka setan seperti itu padahal gw udah minta baik2 dari a sampe z tapi ttp angka setan itu 27jt500ribu yg muncul smpe akhir tlp gw dan sampe pulsa gw abis…Lo sini ngebacot sama gw,,dan Lo boleh tanya Sono sm BOS yg Lo jilat HCI itu prnh kaga slm kurang lbh 4thn gw jadi debitur HCI itu telat pembyran,,atau macet,,atau nunggak apalagi gagal bayar,,sini Lo gw tonjok muka Lo biar bonyok sekalian Lo klo ngebacot itu jangan sok tau apalgi Lo org HCI pastinya masa kaga tau track record gw setan sampe Lo ngomong seenak jidat Lo sm gw,,KLO berani sini ngebacot di dpn gw,,gw pgn tau asli KY ape!!!gara2 bacotan Lo ini gw tambah yakin dan kesel plus marah kaga bklan gw bayar 1 senpun biar DECH ktmu di neraka jahanam sekalian Lo,,gw,,HCI!!!dan inget ye gw udah cukup ye minta baik2 sm HCI,,dan gw bukan pengemis yg minta2 duit seperti di jalanan,,jadi Sudi amat gw ngemis2 belas kasihan,,udh cukup gw minta scra baik2 dan sopan langsung ke HCI ke CS nya langsung sampe pulsa gw sekarat…jadi sekarang mau Lo ape Muhammad SM gw???sini KLO berani temuin gw langsung!!!

    • 10 Agustus 2020 - (23:47 WIB)
      Permalink

      Oke, pertanyaan saya cuma 1,

      HC menunjukkan nominal angka segitu, anda tidak terima, lalu berapa nominal yang anda harapkan itu.?

      Berapa.?

      • 10 Agustus 2020 - (23:50 WIB)
        Permalink

        Kepo lo!!!skr gw tanya Lo setan!!!ngaku dulu Lo orang HCI kan???sini Lo ktmu gw langsung,,gw pgn tau muka asli Lo!!!

        • 11 Agustus 2020 - (00:04 WIB)
          Permalink

          Intinya anda memang benar benar tidak tahu apa sebenarnya kemauan anda,

          Anda tidak tahu berapa sisa yang seharusnya anda bayar.
          Karena anda tidak punya dasar perhitungannya.

          Jadi anda tidak punya hak menyalahkan nominal yang di tunjukkan csHome Credit.

          Karena csHome Credit ada dasar perhitungannya.

          Fokuslah bagi anda untuk meminta Kebijakan seperti apa yang saya katakan di ulasan sebelumnya.

          Mintalah Kebijakan dengan sopan dan Logis.

          Hanya Kebijakan yang bisa anda harapkan. Dan csHome Credit pun suka suka mau atau tidak memberi kebijakan kepada anda.

          1
          2
          • 11 Agustus 2020 - (00:20 WIB)
            Permalink

            Nie anak setan lama2 sok tau dan asal aje bacot nye,,,Lo pikir gw org bego ape????Lo pikir gw nge-share di media konsumen ini asal ngebacot gitu tanpa sebab dan musabab..makanye gw bilang SM Lo ye,,Lo kaga usah Lo pura2 bego di depan gw,,gw disebutin angka nominal Nye SM CS HCI ye,,sampe pulsa gw sekarat,,ngomong baik2 dari a sampe z noh bos Lo HCI ttp munculin angka setan Segede gitu!!!skr gw udh bersumpah otak gw udah panas,,Lo bikin panas lagi kaga bklan gw bayar 1 sen pun KLO Lo sbgai orang HCI minta maaf sm gw atas sgla ucapan Lo ke gw,,dan HCI yg minta baik2 sama gw seperti gw minta baik2 sm HCI tapi di hirauin ttp di munculin angka setan Segede gitu,,inget itu gw udh kaga takut Lo masuk neraka jahanam toh bukan gw aje yg bklan masuk neraka jahanam nya tapi Lo dan HCI lah yg bklan masuk neraka jahanam nya duluan atau di azab duluan seperti bacotan Lo selama ini ke gw!lkarena ALLAH SWT itu tau mana niatan gw seperti apa KLO gw mau jahat dari dulu gw kaga bakalan bayar apalagi sampe jadi DEBITUR yg taat slm ini slm kurang LBH 4tahunan,,udh aje gw jadi BURUNAN kaya MAFIA2 ITU BURONAN BAWA KABUR DUIT NEGARA!!!Inget itu sampe gw matipun kaga bklan gw bayar 1 senpun sblm Lo Muhammad minta maaf ke gw dan HCI minta baik2 sama gw!!!inget itu Lo udah bikin gw panas slm ini jadi jangan salahin gw,,gw berubah jadi jahat seperti Lo dan HCI perbuat SM gw slm ini!!!Debitur Taat tapi disaat ingin melakukan pelunasan di awal bulan ini malah DICEKEK MATI duluan di tambahin sm bacotan Lo yg bau busuk itu sok paling bnr sendiri dan sok suci!!!

          • 11 Agustus 2020 - (01:29 WIB)
            Permalink

            Orang ini menulis thread di media konsumen bukan untuk dapat ceramah, apalagi kultum dari ustad lulusan pesantren media konsumen macem ente. Jadi lebih baik diam daripada bacot gak nyambung, makin keliatan tololnya

  • 11 Agustus 2020 - (04:31 WIB)
    Permalink

    Yang saya pahami saat kuliah mengenai finance accounting dan informasi teman yg bekerja diperusahaan leasing, hitungan maupun manajemen resikonya nya sperti ini.

    Si nasabah pinjam Pokok Hutang (PH) Rp. 30jt selama Tenor 47bln dgn bunga flat per bln nya 2.58% (i). Sehingga total bunga selama kontrak sebesar 121.26%. Sehingga perhitungannya :
    Total Pokok Hutang (PH) = Rp. 30.000.000
    Total Bunga ( Ti) = 121.26%* PH = Rp. 36.378.000
    Total Hutang = PH + Ti = Rp. 66.378.000. Jika dicicil selama 47x maka angsuran per bln nya Rp. 1.412.300 ( blm termasuk ada nya biaya kontrak, admin, dll ).

    Maka, pihak pembiayaan akan membuat tabel history rencana cicilan Rp. 1.412.300 ke 1 sampai ke 47 sperti ini dgn catatan tanpa adanya restrukturisasi/perubahan skema :
    Pokok Hutang 30jt /47 = Rp. 638.300 /bln
    Total bunga 36.278k /47 = Rp. 774.000 /bln.

    Jika si nasabah sudah membayar 18x cicilan dan ingin mempercepat pelunasan nya, maka estimasi hitungan nya :
    Total PH : Rp. 30.000.000
    Pokok Hutang yg sudah dibayarkan = Rp. 638.300 x18 = Rp. 11.489.400. Sehingga sisa Pokok Hutang yg harus dibayarkan sebesar Rp. 18.510.600. Bunga cicilan selanjut ny tidak diperhitungkan lg. Jika ada denda penalty maka liat nominal perhitungan dikontraknya. Minta copy history cicilan nya yaa untuk detail nya.

    Jadi mohon maaf jika salah/ menyinggung. Jika saya baca artikel dan dikomentar. Sperti nya si nasabah salah persepsi mengenai bunga yg ditawarkan. Krn berfikiran bunga nya rendah hanya 2.58% atau sekitar 600-700rb’an dengan miminjam sebesar 30jt tanpa diperhitungkan total keseluruhan bunga nya. Sehingga kaget uang yg sudah disetor seolah tidak mengurangi pokok hutang.

    Saya tidak setuju dgn pernyataan lunasi smua Hutang beserta bunga riba nya walaupun pelunasan percepat. Karna sudah jelas ada perhitungan dikontrak nya.

    Jika ingin membahas masalah RIBA dan HUTANG PIUTANG. Silahkan dibuka Qs. Al-Baqarah 275-283. Secara singkat nya :
    Org yg terkena riba :
    Yg meminjamkan, yg dipinjamkan, yg mencatat, dan org2 yg terlibat dlm muamalah riba tsb, termasuk DC, staff dll.
    – Hutang dgn riba :
    Bayarkanlah sisa nya tanpa riba. Yg meminjam bayarkan sisa pokok hutangnya. Yg meminjamkan hanya mengambil pokok hutang nya saja.
    (Sudah sesuai biasanya ada dikontrak saat akad). Jika ada kafarat/denda. Silahkan dibayarkan jg. Krn keduabelah pihak sudah setuju dgn akad diawal.

    • 11 Agustus 2020 - (07:08 WIB)
      Permalink

      Intinya jika kalian menganggap Riba’ bisa di selesaikan dengan mudah, selamanya hidup, anda akan terus terusan memiliki kebisaan berhutang Riba’. Terus menerus tidak ada tobat tobatnya.

      Kalimat Kalimat ini yang akan selalu berGema pada Generasi Generasi setelah kita.

      Riba’,,,,,? Ah keciL….. comot sana comot sini Lunas….

      dan akan terus menganggap, orang yang memerangi riba’ merupakan Ceramah yang tidak pada tempatnya.

      “Wah dia sok suci, sok paling bener, asal ceramah, makin keliatan tololnya, “

      Terbayang sudah, betapa hancurnya dunia atas semua perkara yang menggunakan pikiran cerdas hanya untuk menghitung hitung, untung dan rugi, bukan Dosa.

      Maka dari itu, saya menjabarkan pada sisi ruwetnya perkara Riba’ ini. Agar kalian para peRiba’ Kapok.

      Saya sudahi ceramah ini,

      karena kalian semua sudah lebih fokus membaca ulasan pada hitung hitungan untung dan ruginya saja.

      Dan hitung hitungan ‘Ngeri’ nya sudah anda hiraukan.

      Mohon maaf kepada yang kurang berkenan dengan apa yang saya ulas, semua memiliki latar belakang yang berbeda. Saya berlatar belakang jiwa penakut. Takut Riba’. Jadi tak sempat menghitung hitung secara detail perkara Riba’ ini. Karena aturan Riba’ aturan setan. Tak ada angka pasti didalamnya.

      Aturan agama, membayar selisih 50 rupiah saja ada pertanggung jawabannya, sedangkan di Riba’, selisih 500 ribu sampai 1 juta di anggap sah sah saja. Nauzubillah Min Zalik,

      • 11 Agustus 2020 - (10:49 WIB)
        Permalink

        Pak @Ifan Aziz ya itu saya pun udah hitung2 juga semuanya dan paksi rumus apa aja kaga ketemu angka setan yg di keluarkan HCI Rp 27.508.240,00 bila saya melunasi bulan ini makanya sampe saya sharing di media konsumen biar pada tau semua nya jangan sampe berurusan sama HCI karena HCI ternyata benar yg di keluhkan selama ini sama DEBITUR2nya itu tidak manusiawi atau memiliki hitungan2 setan bila debiturnya ingin melunasi di awal,,ngomong sama HCI juga percuma Pak@Ifan dari a-z udh minta baik2 ttp angka setan itu yang dimunculkan trs sampe pulsa saya sekarat…jadi makanya saya gondok,,kesel,,marah,,niat baik saya pun berubah jadi niat jahat seperti HCI itu biar DECH masuk neraka jahanam juga toh yg bklan kena azab dan masuk neraka jahanam duluan itu HCI dari ATASAN sampe BAWAHAN nya biz debitur punya niatan baik mau melunasi di masa pandemi bukan nya kasih keringanan atau apalah malah di cekik mati duluan..disuruh kirim rumus dan rincian perhitungan sampe sekarang tidak di kirim2 biarin aje LBH baik kg byr 1 sen pun biar kapok yg penting saya udh niatan baik udh tlp CS dan udah kirim email juga untuk penyelesaian hutang piutang saya tapi mlh HCI nya KEJAM dan JAHAT sama DEBITUR TAAT seperti saya ini kurang lebih 4tahun jdi DEBITUR HCI malah di dzolimin bgt dengan hitungan2 setan yg tidak masuk akal dan kejam bila kita melunasi di awal MK nya mulai detik ini pun saya kejam dan jahat jg sama HCI biar mereka tau rasa dan kapok gimana rasanya tidak di bayar 1 sen pun sama Debitur Taat seperti saya ini,,biar pada mikir itu Orang2 HCI terutama BOS BESAR HCI

  • 11 Agustus 2020 - (14:14 WIB)
    Permalink

    Kasihan Keluhan yg dibuat Dwi Retno sampai sekarang masih belum ada tanggapan dr HCI. yg tabah mbak Dwi Retno.. ada baik’nya langsung ke kantor OJK untuk menanggapi keluhan pembayaran.. Karna HCI mash dibawah naungan OJK..

  • 11 Agustus 2020 - (14:24 WIB)
    Permalink

    Pak Muhammad ini sperti nya sedang mabok yah. Disatu sisi anda selalu berbicara tentang buruk nya riba. Namun disisi lain anda menyuru ttp melunasi dgn ttp membayar riba nya krn ttp dianggap sebagai hutang yg tertagih. Anda berfikir untuk menasehati org lain, namun anda tidak paham apa yg ada katakan itu sendiri. Saling menasehati merupakan ibadah. Namun nasehat Agama tanpa ilmu bisa dianggap 0 ‘tong kosong’.

    Bu mei, baik nya datang aja ke kantor cabang/pusat nya. Minta copyan history cicilan nya. Agar ketahuan nilai PH nya brp. Masalah pinalty, ttp msih bisa didiskusikan kok. Jika memang tidak digubris oleh pihak pembiayaan, ibu bisa melapor ke OJK dan Lembaga bantuan hukum yg menangani sistem pembiayaan konvensional maupun fintech.

    dibiarkan berlarutnya ini, dapat dikatakan kesengajaan oknum pihak finance, agar mendapat alasan untuk menekan nasabah baik dgn bunga yg berbunga krn telat ataupun tidak membayar lg dan teror berkepanjangan dari pihak DC yg mancari penghidupan dri perusahaan tsb.

  • 11 Agustus 2020 - (17:48 WIB)
    Permalink

    bu dwi istigfar ae biar ksh jln terbaik, pak ifan azis bener22, pk muhammad gk.jelas comentnya.
    sy jg nasabah hcl, trauma, jg penagihannya ampuuunnnn
    tlpn gk tau waktu,
    pihak management hcl smoga berbenah yg lbh baik.

  • 22 Agustus 2020 - (22:13 WIB)
    Permalink

    lewat jalur hukum saja, insyaallah lancar sudah ada kejadian, dan yurisprudensinya, 081699213** -michael

  • 5 September 2020 - (21:59 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya yg di jelaskan mas Teja dan mas Denis sudah sangat detail, sy udah baca permasalahan dan baca penjelasan mereka berdua sudah sangat faham, ya mungkin karena kegoblokan dr Mau Dwi Retno yg memang otaknya ga sampai kali ya mencerna penjelasan mereka berdua, makanya dia masih mempertahankan ketololannya,
    Salam bego

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Ada 97 komentar sampai saat ini..

Niat Baik Nasabah Lakukan Pelunasan Awal Dibalas Perhitungan HCI yang …

oleh Mau Dwi Retno dibaca dalam: 2 min
97