Perhitungan Suku Bunga Home Credit Beda dengan Perhitungan Suku Bunga di Awal Penawaran

Halo Pembaca Mediakonsumen,

Nama saya Andi saya nasabah pembiayaan Multi Guna dari Home Credit dengan nomor kontrak 3904041504. Awalnya saya tidak minat untuk mengambil pinjaman di Home Credit, tapi karena dari marketing penawaran Home Credit telepon saya terus menerus akhirnya saya tergiur dikarenakan pinjaman tersebut bisa pelunasan di awal dan suku bunganya tetap perbulan. Dan saya berpikir nanti kalau ada rezeki saya mau lunasin semuanya di awal. Kemudian dari marketing Home Credit menjelaskan suku bunga tetap 2,39% per bulan, kemudian ok saya acc.

Saya mengambil pinjaman 20 juta dengan tenor 30 bulan, dengan suku bunga tetap 2,39% perbulan, dengan rincian:

  • Bunga: 2,39% × 20.000.000= 478.000
  • Pokok: 20.000.000÷30= 666.666
  • Asuransi: 35.000
  • Biaya pembayaran perbulan:5.000
  • Jadi total Angsuran perbulan: 1.184.600 dengan tenor 30 bulan.

Angsuran perbulan saya sudah 9 kali angsuran. Kemudian saya dengar di artikel-artikel atau di sosmed bnyak yang komplain kepada Home Credit mengenai perhitungan suku bunga atau pelunasan awal credit Multi Guna ini. Kemudian saya coba menghubungi call center Home Credit terus saya coba email untuk menanyakan rincian pembayaran angsuran yang saya bayar setiap bulannya. Betapa terkejut saya pas saya liat rinciannya ternyata selama 9 bulan saya bayar hampir 70% bayar bunganya. Angsuran pokok setiap bulannya hanya 300 ribuan. Sedangkan di awal penawaran suku bunga tetap 2,39% per bulan.

Kemudian saya tanya koq bisa seperti itu? Lalu pihak Home Credit menjelaskan kalau perhitungam suku bunganya menggunakan sistem anuitas, sistem anuitas ternyata di awal angsuran pokok yang kita bayar sangat kecil dan bunga yang kita bayar sangat besar, dan ini mempengaruhi kalau kita mau pelunasan awal (pantesan banyak yang komplain kalau mau pelunasan awal).

Dan saya mencoba terus menghubungi pihak Home Credit kalau saya maunya perhitungan suku bunga tetap perbulan dimana yang sudah dijelaskan oleh marketing penawaran dan saya baca juga di ringkasan perjanjian dokumen suku bunganya tetap.

Dengan surat yang saya buat ini mudah-mudahan ada solusinya. Terima kasih media konsumen.

Andi Lala
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:30    Rata-Rata: 3.8/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Bapak Andi Lala

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Bapak Andi di MediaKonsumen.com pada 12 Agustus 2020 di kolom Surat...
Baca Selengkapnya

Loading...

79 komentar untuk “Perhitungan Suku Bunga Home Credit Beda dengan Perhitungan Suku Bunga di Awal Penawaran

  • 12 Agustus 2020 - (18:26 WIB)
    Permalink

    Ini seharusnya berjudul,

    PENIPUAN MARKETING HOME KREDIT.

    Mohon, kepada pihak Home Credit, jangan mengandalkan teknik penipuan seperti ini, dalam menjual produk anda.

    Mengarang indah dengan kalimat menggiurkan, tapi nyatanya anda memasang jebakan.

    Sudah Jelas, kehadiran anda di Negeri Kami bukan membantu, malah merusak ekonomi individu, merongrong, mengadu domba.

    Sulit rasanya memberikan perumpamaan apalagi yang cocok buat kalian itu, saking kejamnya ide yang muncul di otak kalian. Home Credit.

    Kepada seluruh karyawan yang bekerja di Home Credit,

    Anda pasti tidak buta, tidak pula tuli, buat apa anda bergaji tinggi, kalau usaha yang kalian lakukan miris begini.

    Tinggalkan tempat priuk yang seperti itu.

    Sebelum kalian sangat menyesal di hari tua.

    19
    • 14 Agustus 2020 - (05:31 WIB)
      Permalink

      hcl lg hcl lg.
      sy jg nasabah hcl bikin Trauma ae penagihannya.
      pk Andi Lali percuma ae minta solusi hcl.gk.akan ada solusi.
      kita ngasih penjelasan waktu nagih ae gk.mau tau.. tetap tlpn trs sehati bisa 15 x.. gnti2 orang.

    • 20 Agustus 2020 - (06:39 WIB)
      Permalink

      gak beres HCI itu, saya melunasi dr bln november, sedangkan angsuran selesai bulan maret, seharusnya melunasi sblm pd waktunya bagus dong, ini kok malah d masukan k data blacklist, sy tlp k hci nya, katanya pembayaran sy blm masuk, smpe sy samperin k toko nya mereka tdk tau krna ini leasing hci nya yg memegang data sya, sya tlp k hci ps. minggu dan sya marah² tetap smpe saat ini malah data sya jdi buruk, tau gitu sy tdk melunasinya, HCI itu jahat, penipu, !!!

  • 12 Agustus 2020 - (18:44 WIB)
    Permalink

    “penawaran Home Credit telepon saya terus menerus akhirnya saya tergiur dikarenakan pinjaman tersebut bisa pelunasan di awal dan suku bunganya tetap perbulan”

    Penggalan kalimat anda ini bisa di jadikan langkah dan dasar anda untuk STOP MEMBAYAR, dan Laporkan Penipuan Marketing ini kepada OJK.

    11
    • 14 Agustus 2020 - (20:19 WIB)
      Permalink

      Padahal rencana desember ini mau ngelunasin, ko jd mikir yaa takut hasil akhirnya fantastis.. Jd harus gmn? Saya mau lunasin aja tp ga segede gitu bunganya 😭 kl pas desember dihitung sisa pinjaman pokok cm 3jutaan, gatau kl HCI perhitungannya gmn..

      • 14 Agustus 2020 - (21:17 WIB)
        Permalink

        Jgn takut GALBAY,buka yutub lihat Solusi Hutang Bp Medy Brawny,pasti hati anda akan tenang,dan ga bingung lg…

      • 17 Agustus 2020 - (09:26 WIB)
        Permalink

        Jangan setengah setengah dalam mengambil keputusan, harus ada ketegasan.

        STOP MEMBAYAR artinya jangan lagi membayar, sepeserpun jangan membayar.

        Tidak ada dasar perhitungan untuk membayar pokoknya saja. Ini murni PENIPUAN.

        Please, jangan lagi ada istilah BAYAR POKOKNYA SAJA.

        fix. STOP MEMBAYAR.

        Jangan membiarkan diri terlalu lama terzalimi. Jika anda yang merasa yakin tertipu namun tetap membayar, itu malah Dosa Besar. Artinya anda tidak benar benar menggunakan akal pikiran untuk menyelamatkan hidup anda.

        Kalaupun memang tidak terjadi penipuan ya wajib di bayar cicilan sesuai kontrak (hutang pokok, bunga, dan denda). Semua wajib di bayar. Dan anda berdosa jika hanya membayar pokoknya saja.

        STOP MEMBAYAR. fix.

  • 13 Agustus 2020 - (18:18 WIB)
    Permalink

    Jadi tau kan sekarang Pak,,emank begitu HCI gila,,,membohongi debitur nya,,sy pun jadi korbannya dan saya udah janji sama diri saya sendiri TDK akan bayar 1 sen pun bila pelunasan di awal saya bulan ini masih di angka setan yg gede bgt,,padahal penawaran di awal suku bunga ttp,,tpi dia HCI pake suku bunga Anuitas..jangan bayar Pak,,diemin aja ntr mereka HCI yg kelabakan sendiri

      • 14 Agustus 2020 - (05:36 WIB)
        Permalink

        pak andi lala bukan lg menghubungi tp Tlpn nya Teror ke saudara kita…
        hcl gila , gk ono niat baiknya.
        pd Trauma nasabah dngn hcl.

      • 14 Agustus 2020 - (11:33 WIB)
        Permalink

        Blm Pak Andi kan jatuh tempo sy bila melunasi bulan ini tgl 28 Agustus 2020,,jadi blm di tlp karena blm jatuh tempo…dan percuma juga kita minta baik2 ngabisin pulsa sgla macam,,kirim email juga tetap aja pelunasan sy di awal bulan ini tetap di angka setan Rp 27.508.240,00 padahal uang masuk sy selama 18 x cicilan yg udh masuk Rp 25.025.700,00 bilangnya bunga tetap 2,58% dari pinjaman pokok Rp 30.000.000,00 selama 47bulan dengan bulanan Rp 1.418.300,00 pakai asuran si aman slm 9bulan udah masuk ke hci dan berubah jadi Rp 1.390.300 perbulan tanpa asuransi aman karena di tiadakan dan udah bayar di cicilan itu masuk 8bln dan api ternyata betapa kaget nya saya,,sy di kenakan pelunasan awal masih gede bgt,,gila kaga tuch makanya saya yg tadinya niat baik jadi berubah niat jahat seperti yg HCI perbuat ke sy,,percuma jg kita minta baik2 buang2 waktu,,pulsa dll ttp aja mereka HCI tidak bergeming dan ttp di angka setan itu yg harus sy bayarkan bulan ini bila saya melunasi di awal..biarin sy udh niat kaga bayar sampe HCI minta baik2 ke saya juga dan menurunkan angka yg manusiawi baru saya bayar lunas tapi KLO tidak biarin aja lah masuk neraka jahanam jg toh HCI duluan lah baik dari Atasan sampe bawahan yg bklan masuk neraka jahanam duluan karena ngejebak dan menipu debitur nya dgn perjanjian yg TDK komitmen di awal bunga tetap dan malah MENCEKEK nasabah dengan bunga gila2an

        • 14 Agustus 2020 - (19:55 WIB)
          Permalink

          Kasus anda berbeda dengan kasus pada Surat Pembaca ini, anda tidak benar benar tahu perjanjian yang anda setujui di awal.

          Apakah penyebab anda tergiur sama seperti kasus ini,? Saya rasa tidak sama.

          Anda tidak mengulas tuntas apa yang anda pahami sendiri tentang skema cicilan anda.

          Anda hanya memberi informasi skema cicilan dari sistem Home Creditnya saja.

          Anda ingin perhitungan cicilan yang Manusiawi.

          Ya suka suka Home Credit yang ingin me manusiawi kan anda atau tidak.

          Dan tidak sepatutnya anda Lari dari Hutang. Azabnya Dobel.

          • 17 Agustus 2020 - (14:21 WIB)
            Permalink

            Anda kok bisa bilang azab dobel…kita berhak khn negoisasi wong kita emng tdk bisa mampu byr lagi..buat apa kita byr sekalian dendanya jg…aku berulang klai bilang stop byr klu tdk mampu nyicil lagi.mnanti aja byr klu ada uang cash langsng kekantor atau keojk aja…dimn2 utang itu byr pokoknya aja dan penaltinya..klu ada leasing tetap ngotot kita disuruh byr dendan ketwrlanbatan tandanya itu perbankan tdk mengkuti aturan yg berlaku..sya berani bilang bgini saya berulang kali melakukan pelunasan bgini…byr pokoknya aja..denda keterlambatan y aku nggak mau byrlah…utang 10jt krna 1 tahun nggak nyicil bengkak ķrna dendanya trs jd 16jt..y nggak maulah…biarin aja nggak ush byr…

          • 19 Agustus 2020 - (13:23 WIB)
            Permalink

            Setuju.kalau mau berhutang ya pelajari dulu aturan mainnya.baca perjanjiannya,apakah sistem flat atau bunga besar pokok kecil.jangan dibelakang baru ribut.kalau penagihan memang hci agresif .tapi kalau kita bayar tepat waktu ya tidak akan ditagih

        • 15 Agustus 2020 - (08:48 WIB)
          Permalink

          Saya sangat setuju..lbh baik lg bapak buat surat pernyataan bermaterai kash mrka waktu satu minggu..sampai nggak ada kabr saya tdk akan byr selamanya..saya jg nanti bgtu kok bgtu ada uang dan mau saya lunasin saya buat penawaran dan surat pernyataan..klu nggak mau mendingan nggk ush byr…pasti mrka mikir

    • 14 Agustus 2020 - (10:11 WIB)
      Permalink

      Kalau gak dibayar gmna kak??soalnya selma ada wabah ini,4 bulan sy terlambat akhirnya kena pinalti

      • 14 Agustus 2020 - (10:24 WIB)
        Permalink

        Ga usah takut,,,, ga bakal Anda masuk penjara gara2 ga mampu bayar hutang. Kalau sanggup bayar, bayar yg sesuai Anda terima sj,,, haram bayar bunganya. Kalau sampai DC bertindak di luar SOP,,, rekam sj kelakuan mereka,,, kita bisa pidanakan mereka

        • 14 Agustus 2020 - (20:05 WIB)
          Permalink

          Hutang Riba’ itu wajib di bayar beserta bunga bunganya, dendanya. Sampai Lunas. Tuntas

          • 17 Agustus 2020 - (11:31 WIB)
            Permalink

            Kok bisa.pdhl kita terima uang pokoknya aja..tapi kita pelunasan disuruh byr denda keterlambatan melebihi dari pokok pinjaman..dimn2 itu klu pelunasan byr pokoknya dan denda penalti krna pelunasan diawal.tapi klu kita tdk byr selama bertahun2 itu harus dinego..wong byr sekolah aja bisa dinego kok..mash utang kita pelunasan kudu byr bunga dan denda keterlambatan mendingan kita nggka ush byr dan kita tanggung aja dosa kita….toh kita sdh ada niat buat membayar tapi niat kita tdk ditanggapi

      • 14 Agustus 2020 - (20:03 WIB)
        Permalink

        Kalau sejak awal, anda tidak merasa tertipu, sudah sepatutnya anda penuhi kewajiban pembayaran cicilan anda.

        Jangan sengaja mengendorkan semangat untuk membayar hutang. Dengan alasan ekonomi sulit. Karena anda sudah terikat kontrak yang memang sudah anda sadari sejak awal.

        Berbeda pada kasus ini, ini murni PENIPUAN, maka STOP MEMBAYAR adalah respon SetimpaL.

        • 15 Agustus 2020 - (00:54 WIB)
          Permalink

          Bego Muhammad lo,,tolol,,kaga nyambung2,,KLO gw kaga merasa tertipu kaga mungkin gw senyolot ini SM bacotan Lo,,,dan kaga mungkin gw share di media konsumen!!!karena gw tertipu dan kaget makanye gw share yg menimpa gw biar kg ada lgi korban penipuan HCI dengan rayuan bunga ttp tapi ternyata bunga Anuitas lol!!!KLO gw tau hitungan bunganya Anuitas kaga mungkin gw mau,,CAMKAN ITU!!!

          3
          1
          • 15 Agustus 2020 - (10:01 WIB)
            Permalink

            Coba baca kembali ‘JuduL’ pada kasus anda. Tertulis kata ‘MANUSIAWI’

            Anda sejak awal kebingungan, tentang angka nominal jika pelunasan diawal, namun anda sama sekali tidak punya dasar perhitungan sendiri, anda kecewa, lalu meminta perhitungan yang MANUSIAWI.

            Saya benar benar membaca dan memahami ulasan anda, dan juga balasan dari komentar anda di kasus anda itu.

            Anda tidak memiliki dasar yang kuat untuk menganggap kasus anda sebagai Penipuan.

            Sekali lagi, saya tidak mendukung siapapun, saya hanya mengulas yang normalnya harus terjadi.

            Jika anda Lari dari kewajiban Hutang, anda memiliki 2 azab.
            Azab riba’ dan azab Munafik.

            Perkara ini tidak bisa dengan mudah di samakan dengan perkara anda. Gelisah sendiri sendiri, Dosa sendiri sendiri.

            Jujurlah dari lubuk hatimu, jangan hanya memikirkan untung dan rugi saja. Pikirkanlah Dosa.

            Semoga anda mendapat kelancaran rejeki dan segera melunasin hutang riba’ untuk 47 kali cicilan itu. Beserta riba’ riba’ nya. Sampai tuntas.

            1
            3
          • 17 Agustus 2020 - (11:36 WIB)
            Permalink

            Tenang bro jgn emosi..muhammad iku kelihtannya wong dc atau orng hci supaya membuat kita memihak hci….masak kita mau pelunasan krna tdk bisa byr sdh 1tahun disuruh byr bunga denda jg….wong kita pinjam 20jt mau pelunasan atau byr cash kudu 40jt krna ada bunga dan denda…y byr pokoknya ada denda pebalti itu yg benr

        • 15 Agustus 2020 - (08:50 WIB)
          Permalink

          Pssti uatang harus dibyr.tapi byr dengan pokoknya aja klu sdh nggak mampu nyicil krna keuangan..simpan dl uangnya..ngtu terkumpul langsng datang kekantor minta negosiasi pelunasan

          • 17 Agustus 2020 - (09:45 WIB)
            Permalink

            @ Noverdian

            Anda selalu menggunakan kata ‘Bayar Pokoknya Saja’.
            Itu perkataan yang tidak mendasar.

            Dalam agama, tidak ada keputusan setengah setengah begitu.

            Jika mereka sudah yakin dengan Kontraknya, ya wajib melunasin sesuai kontrak. Melunasi hutang pokok + bunga + denda.

            Hutang itu tidak ada hubungannya dengan situasi ekonomi yang sulit, hutang tetaplah hutang.

            ini Murni Penipuan, maka jangan lagi mereka membayar sepeserpun, gunakan akal sehat untuk menghindari diri terlalu lama terzalimi.

            fix. STOP MEMBAYAR/

            JANGAN LAGI BAYAR SEPESERPUN.

            Anda juga berdosa jika membiarkan diri sendiri terus terzalimi.

        • 17 Agustus 2020 - (11:33 WIB)
          Permalink

          Ini kelihtannya orng perbankan selalu aja membela perbankan bahakan pelunasan kudu byr bunga denda dan denda keterlambatan…dmn2 klu pelunasan diawal iku byr pokoknya aja dan penalti biaya pelunasan.

          • 17 Agustus 2020 - (11:40 WIB)
            Permalink

            Bpk muhammad denda iku klu kita sdh tdk bisa membayar atau telat membayar.biasanya denda kita byr diakhir taghn atau sekalian ditaghn kita.tapi kita bisa menolak tdk membyar denda kok..kita cukup byr cicilannya aja tapi y resikonya ntr udh lunas kita nggak bisa pinjm lagi krna mash ada denda keterlambata.wong kyk kita nyicil mtr sisa 9 bulan kita mau lunasin kita bisa minta dendanya dihapuskan..bisa kok..krna saya mengalami itu…krna pelunasan awal itu niat baik kita siapa tau kita mau pinjam lagi klu manajemannya bgs

          • 17 Agustus 2020 - (12:01 WIB)
            Permalink

            @Noverdian

            “dmn2 klu pelunasan diawal iku byr pokoknya aja dan penalti biaya pelunasan”

            Iya kalau memang bisa seperti itu, kenapa nyatanya hal itu jadi permasalahan dan tidak bisa terealisasi.?

            Mohon deskripsikan dasar hukumnya, dasar agamanya, dan dasar Logikanya beserta contoh kasus yang terealisasi.?

            Kasus ini menjadi deretan kasus terpanjang yang saya amati, kasus hutang piutang merebak semakin luas dengan berbagai argumen tak mendasar. Yang ujung ujungnya masing masing dari penuntut melakukan caranya sendiri sendiri, saling zalim menzalimi. Dan kata kata anda @Noverdian akan ikut menyumbang semakin lamanya durasi kebingungan dalam menyelesaikan masalah ini.

            Segala hal mengenai tuntutan harus memiliki dasar tuntutan.

            Tidak perlu main keroyokan jika masing masing individu sudah memegang dasar yang kuat dalam tuntutannya.

            Ini masalah pribadi, beban pribadi, gelisah pribadi, sengsara pribadi.

      • 17 Agustus 2020 - (10:48 WIB)
        Permalink

        Muhammad.utang tetao byrlah..y nggak maulah saya byr dendanya aja..wong dendanya lbh gede..klu mrka nggak mau pelunasan pokok dan admin aja y ngapain byr..krna saya sdh pernh bgtu..utang 10jt trs saya tdk byr 2 tahun.bgtu saya ada uang saya nego kemrka saya byr 8jt mau tdk trs pihak bank stuju 8.5jt..ok saya byr..jd anda pak muhammad mash blm mengerti maslh pwrbankan….ngapain wong sdh kesusahan utang 10jt krna nggk byr 2 tahun bunga dan denda jalan trs jd 30jt siapa yg mau byr oiii..paling tdk byr, pokoknya aja sama adminnya aja….

        • 17 Agustus 2020 - (11:22 WIB)
          Permalink

          Ini bukan pertanggung jawaban antara anda dengan mereka. Ini pertanggung jawaban di akhirat.

          Anda telah menzalimi mereka dengan membiarkan kewajiban terutang anda terombang ambing selama 2 tahun. Sehingga mereka mau tidak mau suka tidak suka menuruti negosiasi anda. Itu upaya mereka demi menghindari kerugian lebih besar lagi.

          Jumlah terutang anda itu bukan jumlah uang yang anda terima. Tapi jumlah terutang yang harus anda bayar.

          Contoh : Mereka mau meminjamkan uang kepada anda sebesar 1 juta karena kesepakatan anda akan membayar 1,5 juta. Nah disini mereka hanya ingin anda membayar 1,5 juta. Bukan lagi di angka 1 juta itu. Lupakan angka 1 juta itu. Yang tercatat hutang anda itu 1,5 juta.

          Prihal kemampuan strategi anda bisa bernegosiasi itu pada sisi lain anda. Tapi saya menilai anda telah menzalimi kontrak hutang piutang anda. Walaupun anda sudah bebas berurusan dengan mereka. Namun anda sudah termasuk ciri orang yang Munafik. Mengingkari Perjanjian.

          • 17 Agustus 2020 - (11:26 WIB)
            Permalink

            Pak Muh maaf anda termasuk korbannya HCI bukan atau termasuk yang di rugikan HCI?

  • 13 Agustus 2020 - (21:10 WIB)
    Permalink

    Benar Sekali Stop Bayar Aja Pak, Saya Juga Sama Malahan Pinjaman Saya 13jt, Saya Tenor 34 bulan Sudah Angsur 16bulan, Saldo Pinjaman Saya Masih 14jt an Lebih, Memang Dasar RENTENIR HCI Riba Yang Sangat Parah Korbanya Dah Ribuan Nasabah Pak Ndak Usah Takut, Kita Lawan Sama2 Bapak Dan Ibu Nasabah HCI. LEBIH BAIK MALU SESAAT DARIPADA SAKIT NANTINYA.

    • 14 Agustus 2020 - (10:16 WIB)
      Permalink

      Apakah bs kita lapor ke ojk??soalnya sy awalnya jg sma ditelpn trs menerus diimingi”i bunga kecil…sy pinjam 13 JT,,udah ngangsur 9 bln,karena wabah sy trlambat 4 bln,srh cs mnt srt RT RW untuk mnt penangguhan..sdh dikirim malah g direspon.akhrnya sy kena pemutusan kontrak,hrs bayar semuanya…dan totalnya itu gila sekali,hampir 23 JT totalnya hrs bayar..hampir 2x lipat bunganya

    • 14 Agustus 2020 - (21:19 WIB)
      Permalink

      GALBAY aja dari pada nti pusing dan Bunuh Diri,lebih baik uangnya buat keluarga dan TOBAT dari sekarang,biasakan CASH jgn NGUTANG lgi…

    • 17 Agustus 2020 - (10:51 WIB)
      Permalink

      Wong saya pernh disuruh nyicil kartu kredit krna tdk byr 2 tahu..utang pokok saya cuma 12juta trs krna limit pemakaian dan 2 tahun tdk byr saya disueuh byr 16jt oiu trs klu mau nyicil dikenakan lagi 2,5jt jd 18.5jt cicilan tiap bulan 500rb selama lunas y sama nggak mau saya mau nyicil klu diangka 16jt..klu nggak mau tunggu aja saya ada uang cash byr lunas…

    • 17 Agustus 2020 - (11:41 WIB)
      Permalink

      Pak muhammad itu orng hci..sama orng perbankan mangkanya membela banget..dan kelhtnnya muhammad blm pernh mengalaminya mangkanya kita disuruh byr utang bunga plus denda klu pelunasan..

      • 17 Agustus 2020 - (12:12 WIB)
        Permalink

        @Noverdian,

        Cobalah untuk menilai masalah secara utuh, jangan ada keterpihakan satu sama lain. Sampai saat ini anda hanya lebih bercondong membela salah satu di antaranya.

        Dan anda pun sering menganggap sama antara kasus yang anda alami dengan yang orang lain alami. Jangan menggunakan cerminan diri seperti ini. Ini hanya akan semakin membuat tersiarnya jati diri dan riwayat diri anda dimasa lalu. Yang Munafik itu.

  • 13 Agustus 2020 - (23:09 WIB)
    Permalink

    Benar dan Alhamdulillah saya sudah terlepas dari jeratan pinjaman berbahaya itu, syukur saya cepat menyadari saat pinjam 15juta disuruh balekkan hampir 30juta, memang dasar gila, ya biarlah saya rugi 3juta daripada lebih terjerumus. Saran saya jika ada menelepon bilang saja salah sambung dan jangan telepon-telepon lagi. Hapus semua dan berdoa semoga terhindar dari hal berbahaya.

  • 13 Agustus 2020 - (23:15 WIB)
    Permalink

    Korban HCI banyak juga yg muncul disini.. Banyak yg ketipu omongan merketing HCI.. maaf mba itu cara dapat jadwal angsurannya dr mana? Pantas kita bayar banyak bgt ternyata selama ini kita hanya bayar bunganya saja.. Ini sudah banyak yg posting gak ada yg nanggepin gtu dr OJK atau pihak berwenang lainnya?

    • 14 Agustus 2020 - (08:30 WIB)
      Permalink

      Kakak email aja ke HCI minta rincian angsuran pembayaran setiap bulannya,pasti kakak terkejut lihatnya karena yg kita bayar di awal2 bunganya besar sekali

    • 17 Agustus 2020 - (10:54 WIB)
      Permalink

      Saya pernh inget bnr apa salah..saya tnya semua keleasing yg kreditkan hp saya tanya kenapa kok mesti dp hp dan cicilannya mhl kt mrka iya pak mahal krna ini hp sdh sekalian asuransi mangkanya dp dan cicilannya agak mhl…

      • 17 Agustus 2020 - (12:23 WIB)
        Permalink

        “Saya pernh inget bnr apa salah.”

        @ Noverdian, dari kata kata itu,

        Jelas sudah, anda hanya berspekulasi, berprediksi, berasumsi, dan berpraduga, dalam merespon setiap situasi.

        Kata kata keragu raguan, jangan dulu disebarluaskan. Akan menambah durasi panjang kebingunganmu sendiri.

  • 14 Agustus 2020 - (05:05 WIB)
    Permalink

    untung saya tidak tergiur dengan rayuan marketingnya. pernah saya ditawari pinjaman 50jt dengan cicilan ringan berkali kali ditilpon seperti ketika saya telat sehari saja dalam membayar cicilan barang yang saya ambil. kapok dah sama pembiayaan yang satu ini…… kalau ada duit mending beli cash.

  • 14 Agustus 2020 - (08:28 WIB)
    Permalink

    stop bayar dan langsung nego pelunasan di pokok nya saja .ingat hutang tetap harus di bayat .tp negoin langsung ke pokok nya .HCI pasti mau drpd rugi jgn takut proses hukum atau gangguan DC .

    • 14 Agustus 2020 - (08:35 WIB)
      Permalink

      Sy sudah minta rincian pelunasannya awalnya kak ,masa sy harus bayar 17,6juta,sy sudah bayar 9 kali,berarti yg saya bayar selama 9 kali itu bunganya besar sekali kak sedangkan ansuran pokoknya kecil.dan pihak hci tetap tidak mau merubah perhitungan suku bunganya menjadi suku bunga tetap

      • 14 Agustus 2020 - (08:50 WIB)
        Permalink

        1 .minta rincian berupa softcopy nya lalu ajukan ke ojk krn menyimpang dr perjanjian awal.
        2 Kl OJK g ada titik temu sbg penengah masalah ini .stop bayar pak.biar kan masuk ke pengadilan .tp tetap ada itikad baik utk lunasin hutang ya.hutang ya harus di bayar .
        silakan cek saja di grup ulasan media konsumen ttg HCI ini .bahkan ada yg sudah melaporkan ke pengadilan ttg tinggi nya bunga HCI .jgn takut pak .

          • 14 Agustus 2020 - (10:24 WIB)
            Permalink

            perdata .silakan cek ulasan di youtube oleh pak ridwan bali .

          • 14 Agustus 2020 - (10:30 WIB)
            Permalink

            Stop bayar,,,, kalau mau bayar, bayar pokok hutang yg Anda terima

          • 14 Agustus 2020 - (21:27 WIB)
            Permalink

            Buka youtube liat Solusi Hutang Bp Medy Brawny,plajari semuanya anda akan ngerti dan paham,langkah apa yg harus anda ambil nti…

      • 14 Agustus 2020 - (21:22 WIB)
        Permalink

        Ia sdh GALBAY aja ga usah pusing2,pusing ntr bunuh diri,Tobat,sujud sm TUHAN (ALLAH SWT)kdepannya biasakan cash jgn ngutang lagi…

      • 17 Agustus 2020 - (11:43 WIB)
        Permalink

        Klu ibu sdh kekantor hci coba ibu konsultasi kekantor ojk atau bi…smga dpt jwbnnya…bilang saya tdk mampu buat nyicil tiap bulan krna keberatan..mangkanya bgtu saya ada uang sama mau melakukan pelunasan tapi pihak hci knp oelunasan saya mash byk

    • 17 Agustus 2020 - (10:56 WIB)
      Permalink

      Betul byr pokoknya aja klu mrka nggk mau y nggak ussh byr selamanya.tapi lbh enaknya waktu mau nego buat surat pernyataan bwrmaterai kash merka 1 minggu. Jgn kita aja yg ditekan kita hrs bisa tekan mrka dong

  • 14 Agustus 2020 - (10:16 WIB)
    Permalink

    Hampir semua lembaga keuangan menggunakan cara perhitungan bunga spt ini.ada baiknya sebelum tanda tangan minta skema perhitungan kredit apakah sisitem flat atau bunga besar pokok kecil.jadilah konsumen yg bijak.jadi kita bisa tau resikonya. Semua KTA pakai sistem spt itu.hati hati dan teliti

    • 14 Agustus 2020 - (10:26 WIB)
      Permalink

      Sebelum sy trrima pinjamam sy sudah tanya pak ,penawaran marketing di awal menjelaskan suku bunga tetap dan sy lihat di ringkasan dokumen perjanjian juga suku bunga tetap perbulan,jadi yang tidak bijak itu HCI nya tidak sesuai perjanjian di awal

      • 17 Agustus 2020 - (11:47 WIB)
        Permalink

        Mendingan langsng keojk dan bank indonesia..saya jamin bukan ibu aja nanti yg lapor pasti byk yg adh lapor..lama2 saya jamin hci akan sepi peminat

    • 14 Agustus 2020 - (19:41 WIB)
      Permalink

      Memang benar ungkapan anda, saya setuju, seharusnya konsumen lebih bijak.

      Semua Kredit Tanpa Agunan memang Mencekik.

      Namun disini, awalnya Home Credit mengajak konsumen bersahabat, memenuhi kebutuhan nasabah mulai dari produk rumahan, seperti handphone, televisi dan laptop.

      Dari situ konsumen mulai menganggap bahwa Home Credit adalah sahabat baik, dapat membantu kebutuhan konsumtif mereka.

      Tanpa di duga tanpa dinyana, produk awal itu merupakan produk pancingan, yang sengaja dijadikan perangkap untuk menjerat nasabah lebih erat lagi, pada transaksi selanjutnya yang benar benar transaksi. Transaksi yang benar benar menguntungkan bagi Home Credit. Pinjaman Dana Segar. Dengan skema cicilan mulut manis marketing. Menjebak, menguras habis, untuk membangun Perusahaan agar lebih besar agar lebih jaya, ditengah tengah kesengsaraan nasabah. Sungguh kehadiran Perusahaan ini adalah Malapetaka. STOP MEMBAYAR.

    • 17 Agustus 2020 - (10:57 WIB)
      Permalink

      Kebanyakan cicilan tetap.tapi yg gede semua pembiayaan itu denda keterlambatan bisa sampai 0.5persen sampai 1.5persb.mangkanya tagihn makin membludak krna denda ketwrlambatan

    • 17 Agustus 2020 - (11:46 WIB)
      Permalink

      Semua perbankan nggak kyk gt..klu kita sdh nyicil 9bulan otomatis berkuranglah.. umpama utang 20jta selama 3tahun paling tdk bwrkurang 2jutalah…klu oelunasan khn paling tdk dihitung sisa bulannya brpa dan pokoknya dan penalti.

  • 14 Agustus 2020 - (13:35 WIB)
    Permalink

    Iya sudah mulai tidak terbuka home kredit kepada nasabah.udah tutup aja,mohon OJK ditindak lanjuti lagi prosedur dari home kredit.saya juga sebagai nasabah sudah mulai tidak nyaman sama pihak home kredit, lagi keadaan pandemi malah disuruh bayar beserta biaya keterlambatan nya lagi😏

    • 17 Agustus 2020 - (10:59 WIB)
      Permalink

      Stop bayar aja klu sdh byk taghn krna keterlambatan.ntr klu ada uang cash langsng kekantor nego klu nggak mau mrka nggak ush byr selamanya

  • 14 Agustus 2020 - (15:54 WIB)
    Permalink

    semua kta seperti itu perhitungan nya.. kebetulan saya punya kta dbs dan cimb, di welcome letter biasa dikasih ilustrasi perhitungan pembayaran nya.. meskipun dibilang nya bunga flat 2-3% perbulan, tapi perhitungan pembayaran ga sesimpel itu.. biasanya memang pembayaran awal2 itu sekitar 70% untuk bunga, makanya pas mau pelunasan diawal pada beda hitungan sama yang kita pikir..jadi kalo mau ajukan pinjaman (apapun) minta ilustrasi pembayaran nya, supaya lebih jelas..

    • 14 Agustus 2020 - (19:20 WIB)
      Permalink

      Memang benar, perhitungan cicilan tidak ada yang sesimpel itu. Namun jika sejak awal nasabah sudah paham dengan aturan main cicilan yang kejam itu. Tidak mungkin mereka mau menerima pinjaman dari Home Credit.

      Disini jelas oknum Marketing, melakukan tipu daya, meyakinkan nasabah dengan mulut manis, namun,,,,,, bener bener miris.

      STOP MEMBAYAR. Fix

    • 15 Agustus 2020 - (18:56 WIB)
      Permalink

      kalo KTA dari bank yang anda pinjam pasti lain pak perhitungan anuitasnya,kalo HCI perhitungan anuitasnya sepertinya seenaknya,padahal perhitungan anuitas yang sy coba cari tau tidak seperti perhitungan HCI yang bunganya 70 %di awal angsuran,Coba disini teman2 semua pelajari perhitungan anuitas sy juga serching2 tadi ,HCI perhitungan anuitasnya seenaknya .HCI menentukan besaran bunga dan angsuran pokok di perhitungan anuitasnya seenak jidatnya(gak tau pake jidatnya siapa itu dia)

    • 15 Agustus 2020 - (18:58 WIB)
      Permalink

      kalo KTA dari bank yang anda pinjam pasti lain pak perhitungan anuitasnya,kalo HCI perhitungan anuitasnya sepertinya seenaknya,padahal perhitungan anuitas yang sy coba cari tau tidak seperti perhitungan HCI yang bunganya 70 %di awal angsuran,Coba disini teman2 semua pelajari perhitungan anuitas sy juga serching2 tadi ,HCI perhitungan anuitasnya seenaknya .HCI menentukan besaran bunga dan angsuran pokok di perhitungan anuitasnya seenak jidatnya(gak tau pake jidatnya siapa itu dia)

  • 14 Agustus 2020 - (19:02 WIB)
    Permalink

    Kepada siapa saja yang memiliki kasus serupa seperti ini, STOP MEMBAYAR. Kenapa,? Karena ini murni PENIPUAN.

    Ini beberapa kata yang mungkin bisa semua pahami. Yang belum terjebak pun juga bisa memahaminya agar tidak terjebak.

    JEBAKAN PENIPUAN MARKETING HOME CREDIT.

    1. Marketing, menghubungi anda melalui penggilan suara telepon.

    Data pribadi anda masih tersimpan rapi di Home Credit saat kemarin anda mengambil cicilan produk barang dari mereka (handphone, laptop, atau barang lainnya). Sehingga si Marketing dengan leluasa menghubungi anda.

    2. Marketing, dengan mulut saktinya, meninggikan keperkasaan kondisi ekonomi anda.

    Dari riwayat cicilan produk barang yang kemarin, mereka memberi sanjungan, memberi anda pujian, akan kelancaran cicilan produk barang dihari kemarin itu, yang sudah anda Lunasi. Meninggikan keadaan ekonomi anda bahwa anda mampu dan anda cocok memperoleh penawaran produk mereka selanjutnya.

    3. Marketing, terus menerus melakukan point 1 dan 2 itu.

    Pagi Siang Sore hampir-Malam, marketing perusahaan ini terus menerus menawarkan produk berupa Dana Segar. Terus Menerus tak kenal lelah, tak kenal waktu, pantang mundur membujuk merayu. Selalu dan selalu.

    4. Anda Luluh.

    Anda yang tadinya cuek, lama kelamaan mulai meladeni ajakan obrolan si Marketing, membiarkannya bercerita lebih detil mengenai produk mereka itu.

    5. Nah, disini PENIPUAN terjadi.

    “Awalnya saya tidak minat untuk mengambil pinjaman di Home Credit, tapi karena dari marketing penawaran Home Credit telepon saya terus menerus akhirnya saya tergiur dikarenakan pinjaman tersebut bisa pelunasan di awal dan suku bunganya tetap perbulan”

    Itu, adalah kata kata yang teringat oleh anda, atas rayuan mulut manis si Marketing.
    Kata kata yang membuat anda tergiur, seolah olah memang penawaran itu adalah penawaran baik dan akan membantu.

    6. Namun ternyata….. ‘mulut manis si Marketing’ tidak sama dengan ‘skema cicilan di Sistem Home Credit’ yang sesungguhnya.

    “pihak Home Credit menjelaskan kalau perhitungam suku bunganya menggunakan sistem anuitas, sistem anuitas ternyata di awal angsuran pokok yang kita bayar sangat kecil dan bunga yang kita bayar sangat besar, dan ini mempengaruhi kalau kita mau pelunasan awal (pantesan banyak yang komplain kalau mau pelunasan awal).”

    Jika anda masih mengingat kata kata penawaran dari mulut si Marketing, seperti pada point 5. Itu artinya anda memang TERTIPU. STOP MEMBAYAR adalah Respon setimpal.

    Namun berbeda jika sejak awal si Marketing menjelaskan aturan main dengan penuh keterbukaan, transparan, secara utuh seperti deskripsi pada skema cicilan di sistem Home Credit, memastikan anda benar benar paham akan kewajiban terutang anda, maka STOP MEMBAYAR adalah DOSA BESAR, itu sama saja anda Lari dari Hutang, Azabnya Dobel.

    Nb. si Marketing tidak benar benar transparan, sehingga ungkapannya bertolak belakang, mengandung unsur PENIPUAN, agar mudah menggaet banyak nasabah demi melejitkan nama baiknya sendiri. Marketing seperti ini dapat merusak dan menghancurkan nama baik Perusahaan nya.

  • 14 Agustus 2020 - (21:14 WIB)
    Permalink

    Betul sekali Pa ,STOP PEMBAYARANnya UTAMAKAN KELUARGA,sudah bunganya melebihi 100% aturan OJK,intimidasi dari DC HCI,via tlp yg dluar jam aturan,DC KRMH sdh seperti tukang pukul gerombolan,ga usah takut GALBAY,kdepannya biasakan CASH jgn ngutang lagi…ok

    • 15 Agustus 2020 - (10:29 WIB)
      Permalink

      Ini bukan Home Creditnya yang bermasalah. Tapi si Marketing nya yang menggaet nasabah dengan akal tipu daya.

      Sebelum ada di Indonesia, Home Credit sudah lama berdiri dan sejak dulu aturan main riba’ nya memang seperti itu. Dan kini ketika muncul di Negeri kita pun mereka menggunakan sistem cicilan yang sama. Jangan lagi di ragukan perbedaannya, jangan pula menyalahkan.

      Ini murni penipuan dari si Marketing.

      Sudah pasti Perusahaan Home Credit tidak ingin Marketing berbicara kabur, buram, yang penting manis, di hadapan calon nasabahnya. Yang Perusahaan SOP kan pasti pada prinsip Transaparan dan Keterbukaan.

      si Marketing hanya ingin cepat mencapai target dalam menggaet banyak nasabah, mengejar reward. Namun salahnya, si Marketing menggunakan akal bulus, tipu daya.

      Untuk respon setimpal atas penipuan ini, maka STOP MEMBAYAR bukanlah dosa, namun sesungguhnya upaya untuk menghindari geliat tipu daya agar tidak lagi menzalimi anda.

      Fix. STOP MEMBAYAR.

  • 15 Agustus 2020 - (11:53 WIB)
    Permalink

    sy nasabah hcl jatuh tempo tgl 16.
    mulai teror tlpn dr tgl 14 dan 15 sehari bisa 10-15 X.
    tiap di angkat di matikan

    hcl sialan

  • 17 Agustus 2020 - (15:17 WIB)
    Permalink

    @Noverdian

    Kalimat anda ini,

    “sya berani bilang bgini saya berulang kali melakukan pelunasan bgini…byr pokoknya aja..denda keterlambatan y aku nggak mau byrlah…”

    Mengindikasikan anda memang belum bertobat dari hutang riba’. Anda masih terus terusan hidup ngeRiba’. Anda menganggap mudah menyelesaikan riba’ (dengan cara anda sendiri) sehingga anda tidak merasa kapok.

    Itu yang saya takutkan, itu yang saya khawatirkan.

    Contoh nyata ada padamu @Noverdian

    Orang sepertimu yang tidak melewati aturan main riba’ dengan benar. Yang melalui aturan main riba’ dengan strategi mengambang, membiarkan kewajiban terutang sampai yang memberi hutang menyerah dan pasrah, menerima negosiasi seenak diri pribadi.

    Maka orang yang seperti anda ini, tidak akan pernah mendapat hikmah dari peristiwa hidup yang kemarin itu.

    Dengan kemenangan anda terus menerus seperti itu, anda akan semakin menjadi terperdaya dalam hidup serba meRiba’.

    Jangan di contoh orang yang seperti @Noverdian ini.

    Jika kalian memang terpaksa hutang Riba’, maka kalian seharusnya sudah tahu konsekuensi didalam jeratan Riba’ itu, walau sakit, perih, pedih, semua itu harus anda lalui. Jangan kalian menzalimi orang lain dari keRiba’ an itu. Sesungguhnya Riba’ itu bukan orangnya yang salah tapi sistem Riba’ nya yang kejam.

    Saya menyarankan kalian untuk membayar hutang riba’ secara tuntas, hutang pokok+bunga+denda, semata mata agar kalian benar benar merasakan memang sakit hidup dalam keRiba’ an. Dan bisa mengambil hikmah, untuk tidak mengulangi hutang Riba’ lagi. Dan terlintas rasa KAPOK untuk meRiba’.

    @Noverdian, coba anda sesekali, berhutang dengan orang secara langsung, bukan secara online. Gunakan strategi mengambang anda. Membiarkan hutang anda sampai 2 tahun tak ada kabar. Kemudian lihat raut wajah, mimik wajah orang yang memberi pinjaman pada anda. Apakah anda tega, apakah anda berani.?

    Cobalah sesekali, begitu.

  • 9 September 2020 - (15:37 WIB)
    Permalink

    DIMANA-MANA ORANG YANG UTANG LEBIH GALAK DARI PADA ORANG YANG NGASIH UTANG..

    TAPI KETIKA ORANG NGASIH UTANG GALAK, ORANG YANG NGUTANG SERASA DIDZOLIMI..

    KASET KUSUT KEHIDUPAN PENGUTANG…

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Ada 79 komentar sampai saat ini..

Perhitungan Suku Bunga Home Credit Beda dengan Perhitungan Suku Bunga …

oleh ANDI LALA dibaca dalam: 1 min
79