Penagihan Hutang Pribadi di Indodana Sampai ke HRD Kantor

Saya punya hutang pinjaman ke Indodana dengan pokok pinjaman sebesar Rp2.000.000,- yang jatuh tempo tanggal 20 April 2020 dengan nilai yang harus dikembalikan sebesar Rp 2.473.500. Karena adanya pandemi, saya dan suami dirumahkan sejak akhir Maret 2020 dan kami mulai kesulitan keuangan yang menyebabkan saya telat bayar tagihan Indodana.

Pada bulan Juni saya ditawari program keringanan. Karena saya belum ada dana untuk pelunasan pokok, sementara setiap hari saya di chat via whatsapp oleh staf Indodana untuk mengisi formulir keringanan, akhirnya saya mengajukan keringanan dengan program cicilan selama 6 bulan dengan cicilan per bulan sebesar Rp491.500. Berarti total seluruh pembayaran menjadi Rp2.949.000,-.

Cicilan mulai jatuh tempo di tanggal 22 Juli 2020, dan sampai saat itu saya memang belum ada dana untuk membayar cicilan. Collector Indodana selalu chat via whatsapp untuk konfirmasi tagihan, dan saya mengajukan untuk bayar cicilan sesuai kemampuan saya sebagai bentuk itikad baik saya. Namun tidak di-acc oleh Indodana. Akhirnya saya tidak membayar sama sekali karena memang belum ada dana.

Sampai akhirnya pertengahan Agustus saya dihubungi ke kantor oleh Collector Indodana untuk konfirmasi tagihan dan saya komitmen bayar cicilan 1 bulan dulu di tanggal 7 September 2020. Akan tetapi karena suatu hal saya belum siap dana di tanggal tersebut dan saya coba konfirmasi ke pihak Indodana bahwa pembayaran saya mundur di tanggal 9 September 2020.

Tanggal 8 September 2020 ada collector dari Indodana yang menghubungi HRD di kantor yang katanya mau konfirmasi data, tapi ternyata menagih melalui HRD. Tanggal 9 September saya menepati janji saya untuk bayar cicilan 1 bulan.

Hari ini 24 September 2020 ada lagi collector Indodana yang menghubungi HRD saya, padahal tanggal 16 September saya sudah konfirmasi dengan collector Indodana atas nama Binsar bahwa saya akan bayar cicilan kedua pada awal Oktober 2020.

Saya merasa terganggu dengan cara penagihan seperti ini, yang harus sampai menghubungi HRD padahal saya masih merespon dan ada itikad baik untuk mencicil. Apakah memang SOP penagihan Indodana seperti ini ? Padahal sudah terdaftar OJK dan katanya menjaga kerahasiaan data konsumennya.

Resti Purwati
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Indodana:
[Total:18    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan INDODANA atas keluhan Ibu Resti Purwati

Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Resti Purwati di Media Konsumen tanggal 25 September 2020 dengan judul “Penagihan Hutang...
Baca Selengkapnya

Loading...

3 komentar untuk “Penagihan Hutang Pribadi di Indodana Sampai ke HRD Kantor

  • 25 September 2020 - (22:37 WIB)
    Permalink

    Ada baik nya pihak indodana tdk langsung ke HRD, krena hutang pribadi tdk harus di tagih di HRD. Tindakan tsb adalah pressure thd psikologi nasabah supaya membayar. Yg jadi pertanyaan, apa HRD may bayar in? , lalu kalau si nasabah kena SP atau PHK ( pandemi gini perusahaan cari2 alasan), di PHK krena alasan integritas dsb, apa mereka mikirin nasib nasabah? Apa bisa bayar lagi?

    Indodana dan pinjol2 lain bukanlah solusi pd saat kita butuh Dana cepat , masalah kita hanya akan selesai Sementara, setelah jatuh tempo masalah besar akan datang. Kita akan di tagih terus, di teror, dikenakan bunga tinggi dan denda harian, di ancam2 akhirnya kita tidak tahan dan pinjam lagi di pinjol lain, gali lagi lobang terus sampai gagal bayar semua dan akhirnya kita bernasib sama seeprti orang kalah main judi, ludes semua. Dan para debcol itu di bayar perusahaan dan mendapatkan fee apabila kita bayar dan mereka masih bisa loh pulang rumah kasih makan anak istri keluarga dental hasil meneror dan airmata keringat darah nasabah. Dan tidak ada yang peduli thd nasabah yg gagal bayar.

    6
    2
  • 25 September 2020 - (22:58 WIB)
    Permalink

    Sudah jelas & terbukti nyata dari surat2 yang tayang di MK ini, bahwa ada ataupun tidak adanya tulisan/stempel o je ka di sebelah/dekat suatu merk/nama perusahaan TIDAK NGARUH ke bagaimana cara penagihan.

    Mau di fintech, mau di pinjol, mau di bank, sudah lengkap dokumentasi surat keluhannya di MK ini.

    2
    1
    • 9 Oktober 2020 - (00:31 WIB)
      Permalink

      setidaknya kita bisa catat nama + nomor HP sang kolektor yang menganggu dan bisa kita laporkan kepihak OJK (pengalaman teman saya begitu, dan setelah itu pihak kolektor akan di hub. pihak OJK dan tidak mengganggu lagi. tapiiiii.. koletor dengan nama dan nomor lain akan menggantikannya setelah 5-7 hari sunyi), karena menurut OJK para kolektor lapangan juga harus mempunyai sertifikat dalam menagih / dianggep ilegal dan dapat diadukan kepihak berwajib.

 Apa Komentar Anda mengenai Indodana?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Penagihan Hutang Pribadi di Indodana Sampai ke HRD Kantor

oleh Resti Purwati dibaca dalam: 1 min
3