Beli Laptop Dikirim yang Beda Tipe, Akulaku “Slow Respon”, Seller “No Respon”, Apa Saya Harus “No Problem?”

Pada 2 September 2020 saya melakukan pemesanan sebuah laptop Hp 14s dk1003au pada aplikasi Akulaku, dengan nomor pesanan 1599028551622153052917 pada seller OFFICIAL SHOP.

Bukti pemesanan

Barang saya terima pada 4 September 2020 dan langsung saya lakukan unboxing. Dan ternyata barang yang saya terima berbeda tipe dengan barang yang saya pesan. Hari itu juga saya komplain kepada seller karena sebelum pembelian barang saya sempat bertanya perihal barang ready atau tidak.

Jawaban seller membuat terkejut, seller bilang bahwa produk yang saya terima (Laptop Hp 14s dk0073au) sama dengan yang saya pesan (Laptop Hp 14S DK1003au). Padahal saya tahu ada perbedaan dari segi prosesornya dan harganya berbeda sekitar 1,3 juta. Hari itu juga saya komplain kepada seller supaya bisa diretur, saya meminta alamat seller. Dan seller pun no respon ketika saya meminta untuk retur barang, sampai saat ini seller pun tidak bisa dihubungi.

bukti chat dengan seller
bukti chat dengan seller

bukti chat dengan seller

Saya melaporkan hal ini kepada Akulaku. Saya disuruh menunggu 14 hari sambil tetap menghubungi seller. Setelah 14 hari saya telpon kembali call center Akulaku dan disuruh menunggu 5 hari. Setelah 5 hari saya telpon kembali call center dan disuruh mengirimkan screenshot bukti pembelian, bukti chat dengan seller, dan dokumentasi barang yang datang. Setelah saya mengirimkan semua bukti transaksi dan chat seller melalui email Akulaku, tidak ada tanggapan lagi dari Akulaku.

Tanggal 29 September 2020 saya mendapat telpon perihal tagihan yang sudah jatuh tempo. Saya sampaikan terus terang bahwa saya minta diretur dan jawaban pihak Akulaku akan diproses “lagi”. 2 Oktober 2020 saya inisiatif menelpon call center Akulaku. Jawabannya mengagetkan, tanpa pemberitahuan yang jelas laporan pengaduan saya ditutup oleh pihak Akulaku dengan alasan saya telah membuka produk tersebut (secara logika jika tidak dibuka mana bisa tahu produk bener apa tidak). Inilah yang saya sebut slow respon.

Saya mencoba mencari jalan tengah dengan mengubah total tagihan saya menjadi tagihan baru sesuai dengan harga produk yang salah kirim. Kalau memang tidak bisa retur ya harusnya total tagihan saya diubah sesuai dengan harga laptop HP 14s dk0073au yaitu 4,4 juta. Dan pihak Akulaku bilang itu tidak bisa. Saya disuruh terus menghubungi seller, dikasihlah kontak seller. mengejutkan karena kontak seller tersebut tidak bisa ditelepon.

Sekarang saya harus bagaimana? Apakah tetap saya bayar tagihan 3 bulan kedepan sehingga total tagihan saya mengikuti harga laptop yang diterima. Atau menunggu telpon dari Akulaku yang tidak tahu kapan akan ditelpon. Sedangkan tagihan akan terus berjalan, dan bunga akan terus berkembang. Semoga mendapat respon dari Akulaku dan ada jalan keluarnya. Mengingat ini juga bukan salah saya, harusnya seller respon, harusnya pihak Akulaku bisa mem-follow up kepada seller ketika pertama saya mengajukan laporan pengaduan.

Terimakasih media konsumen, dan mohon respon dari Akulaku.

Imam Hanafi
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:18    Rata-Rata: 1.6/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Imam

Kepada Yth. Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Akulaku dan Mediakonsumen.com...
Baca Selengkapnya

Loading...

24 komentar untuk “Beli Laptop Dikirim yang Beda Tipe, Akulaku “Slow Respon”, Seller “No Respon”, Apa Saya Harus “No Problem?”

    • 4 Oktober 2020 - (12:15 WIB)
      Permalink

      setau saya, memang pembelian online yg barangnya tersegel atau kemasan pabrik tidak bisa sembarangan dibuka. jikalau sudah dibuka, biasanya seller tidak mau terima jika diretur.

      saya cek, foto yg anda berikan di dus nya sudah tertera tipenya dan nampak dr depan tanpa harus dibuka dulu dus / kemasannya.

      aturan di hampir semua toko online adalah membuka dus/kemasan yg tersegel = membeli (meskipun dengan alasan terpaksa/tidak sengaja/sengaja)

      saran saya, karena sudah terlanjur dibuka dan pihak seller / akulaku tidak bisa menerima komplain anda, mending segera dibayar kak tagihannya daripada ntar kena denda bunga telat bayar, harga barang makin mahal.

      2
      4
      • 4 Oktober 2020 - (12:29 WIB)
        Permalink

        Oke lah, mungkin memang “tidak boleh dibuka.”
        Nah, tapi di chat si seller ngotot bahwa walaupun beda kode tipe, tapi spek nya sama.
        Lalu dari mana si buyer bisa membuktikan benar tidaknya perkataan seller tersebut tanpa membuka?

        Apa berarti pilihan buyer cuma 2:

        1. percaya chat si seller bahwa tipe boleh beda tapi isi tetap sama, & kemudian membuka, & ternyata isinya tidak sama (perkataan seller tidak sesuai dengan kenyataan), & kemudian buyer *harus* terima saja bahwa ybs sudah dibohongi seller (karena sudah terlanjur buka kotak, & kemudian akibatnya tidak bisa komplen/retur)

        2. pokoknya tidak boleh percaya sama omongan seller (karena tipe sudah beda, gak peduli seller ngomong apa), jadi harus langsung dikembalikan tanpa ngecek dalamnya

        Begitukah?

        Entar ada yang bilang: buyer jangan bodoh + malas, cari di gogle, beda tipe tersebut speknya sama atau tidak.
        Ok, kalau begitu lain x semua seller gak perlu kasih spek lah di deskripsinya.
        Cukup ditulis: search di gogle.

        Intinya: si seller mengubah tipe produk yang dikirimkan tanpa pemberitahuan sebelumnya & kemudian ketika ditanya juga memberikan info yang tidak tepat (kalau ngomong: CS nggak ngerti, tambah parah lagi, ngasih jawaban ngasal; kenapa gak CS nya aja yang nyari di gogle sebelum jawab…)

        Kalau seller tidak/kurang mau bertanggung-jawab, seyogyanya marketplace (yang bereputasi baik & peduli dengan reputasinya) yang membawahi seller tersebut mesti mau ambil alih tanggung jawab.

        5
        7
        • 4 Oktober 2020 - (12:51 WIB)
          Permalink

          1. Seller ngotot barang sama meskipun beda tipe. Saya tau beda tipe pasti ada bedanya. Perbedaan harganya 1.3 juta di seller tersebut(lumayan BLT 2 bulan)

          2. Seller langsung ngilang ketika saya komplain. Saya chat via whatsapp tidak ditanggapi, meskipun pada waktu itu ‘seller online’

          3. Pihak akulaku menutup laporan pengaduan saya tanpa pemberitahuan kepada saya. Nunggu di telpon dulu baru akulaku menjawab, sebenarnya CS nya ngapain aja. Padahal saya sempat ditagih via telpon.

          4. CS akulaku kurang aktif berkomunikasi dengan konsumen. Apa ini yang membuat tagihan bertambah terus karna bunga terus berkembang?.

          • 5 Oktober 2020 - (01:10 WIB)
            Permalink

            Product number
            6WC17PA
            Product name
            HP Notebook – 14s-dk0073au
            Microprocessor
            AMD A4-9125 Dual-Core (2.3 GHz base frequency, up to 2.6 GHz burst frequency, 1 MB cache)
            Chipset
            AMD Integrated SoC
            Memory, standard
            4 GB DDR4-1866 SDRAM (1 x 4 GB)
            Video graphics
            AMD Radeon™ R3 Graphics
            Hard drive
            1 TB 5400 rpm SATA
            Display
            14″ diagonal HD SVA BrightView micro-edge WLED-backlit (1366 x 768)
            Wireless connectivity
            802.11b/g/n (1×1) Wi-Fi® and Bluetooth® 4.2 combo
            Network interface
            Integrated 10/100/1000 GbE LAN
            Expansion slots
            1 multi-format SD media card reader
            External ports
            1 HDMI; 1 headphone/microphone combo; 1 RJ-45; 1 USB 3.1 Type-C™ (Data transfer only, 5 Gb/s signaling rate); 1 AC smart pin; 2 USB 3.1 Gen 1 Type-A (Data Transfer Only)
            Minimum dimensions (W x D x H)
            32.4 x 22.59 x 1.99 cm
            Weight
            Starting at 1.47 kg
            Power supply type
            45 W AC power adapter
            Battery type
            3-cell, 41 Wh Li-ion
            Webcam
            HP TrueVision HD Camera with integrated digital microphone
            Audio features
            Dual speakers
            Operating system
            Windows 10 Home Single Language 64
            HP apps
            HP Documentation; HP JumpStart; HP Audio Switch; HP Support Assistant
            Software included
            McAfee LiveSafe™

            HP Laptop – 14s-dk1003au

            AMD Athlon™ Gold 3150U (2.4 GHz base clock, up to 3.3 GHz max boost clock, 1 MB L2 cache, 2 cores)
            Windows 10 Home Single Language 64
            14″ diagonal HD SVA BrightView micro-edge WLED-backlit (1366 x 768)
            4 GB DDR4-2400 SDRAM (1 x 4 GB)
            1 TB 5400 rpm SATA
            Reliable laptop with slim, stylish design
            AMD Radeon™ Graphics
            1 SuperSpeed USB Type-C® 5Gbps signaling rate; 2 SuperSpeed USB Type-A 5Gbps signaling rate; 1 HDMI 1.4b; 1 RJ-45; 1 AC smart pin; 1 headphone/microphone combo
            2 year limited parts and labour

          • 5 Oktober 2020 - (10:49 WIB)
            Permalink

            @imam

            Ini jelas Penipuan, penjual sengaja mengirim beda tipe, dan sengaja ambil untung (berharap pembeli bodoh).

          • 5 Oktober 2020 - (11:18 WIB)
            Permalink

            @imam

            Ini alasan dari 4 point itu,

            1. Seller bermaksud membodohi anda

            2. Seller menghilang karena sadar bahwa anda tidak sebodoh yang dia kira.

            3. csAkulaku adalah orang yang pengalaman kerjanya tidak lebih dari usia perusahaannya.

            4. csAkulaku pusing, tanpa istirahat terima keluhan terus menerus. Sehingga terkesan kurang aktif padahal sudah kecapek an.

        • 5 Oktober 2020 - (10:46 WIB)
          Permalink

          @Samuel Wijaya

          Anda tuh orangnya terlalu berbelit belit. Padahal ini kronologinya sudah jelas.

          INI SUDAH PASTI PENIPUAN

          1. Penjual mengirim barang beda tipe, berharap pembeli bodoh.

          2. Eh gak tau nya pembeli nya orang yang jeli, tau tentang produk, makanya di cek, dan ketahuan kalau beda tipe.

          3. Pembeli bertanya dengan penjual, kenapa kok yang di kirim beda.?

          4. Lagi lagi Penjual menganggap Pembeli orang bodoh. Penjual masih berkelit kalau barang itu sama.

          5. Penjual merasa kalah karena ternyata Pembeli adalah orang yang tau produk.

          6. Penjual merasa ketahuan menipu. Untuk cari aman, penjual tidak merespon lagi dan tidak bisa di hubungi.

          Sudah jelas seperti itu mau pakai alasan apalagi @Samuel Wijaya.

          Dan anda itu ya, setiap komen tidak jelas ujungnya.? tidak jelas anda membenarkan yang mana.? Anda menyalahkan yang mana, gaje. Cuma menuh menuhin komen aja.

          • 5 Oktober 2020 - (10:57 WIB)
            Permalink

            Pak, Anda lihat, saya komen tersebut reply/balas ke siapa?
            Anda katanya pemain lama di sini, apa tidak tahu bahwa reply/balas itu bisa bertingkat, artinya balasan/reply/komen tersebut tidak melulu tentang surat ybs, tapi bisa juga terkait komen di atasnya, yang kemudian DIBALAS.

            Sekarang saya ketik pendek aja ini, lebih pendek daripada komen Anda YANG SAYA BALAS.

            Anda selalu mengaku “berada di tengah,” tapi dari komen2 Anda terlihat selalu berat sebelah di mata saya. Entahlah di mata para pembaca komen2 Anda yang lainnya.

        • 5 Oktober 2020 - (11:03 WIB)
          Permalink

          @Samuel Wijaya

          Iya saya selalu berada di tengah tengah,

          Apa sih yang membuat anda ragu untuk mengatakan bahwa Penjual adalah Penipu.?

          Anda pasti sudah tahu tapi anda tetap berbelit belit, malah membiarkan orang untuk berfikir lebih jauh.

          Ya keburu penipunya pergi lah.

          • 5 Oktober 2020 - (11:09 WIB)
            Permalink

            Dalam bisa baca & memahami komen saya yang paling pertama?
            Di samping intinya saya MEMBALAS komen di atasnya, saya juga menyampaikan pendapat saya.
            Anda tidak bisa memahami, no problem.
            Yang saya balas komen saja tidak membalas argumen di komen saya, kemungkinan memang cuma sekedar akun disposable, mungkin dari seller atau dari marketplace.

            Ok, saya sudahi ini, supaya SAYA TIDAK MENUH2IN KOMEN.

        • 6 Oktober 2020 - (14:55 WIB)
          Permalink

          kalau marketplace harus bertanggung jawab tekor kali sama penipuan-penipuan, enak aja marketplace diminta tanggung jawab.
          seller sm pembeli janjian nih, dikirimin produk beda, pembeli protes ditolak seller, minta ganti sama marketplace
          terusin gitu aja sampe tajir seller sm pembelinya nih

      • 4 Oktober 2020 - (12:39 WIB)
        Permalink

        Memang benar kak sudah saya buka. Memang dari saya waktu itu langsung percaya saja karena barang yang saya terima sama sama laptop Hp seri 14s, maka dari itu saya langsung unboxing.
        Sebelum pembelian saya sudah menanyakan kepada seller barang yang saya minta adalah ready, hal itu menambah kepercayaan saya bahwa barang yang saya terima adalah barang yang saya minta. Setelah tau barang berbeda kenapa seller menjadi slow respon, dan akulaku seolah tidak menindak si seller.
        Dan kenapa ketika saya minta tagihan saya di kurangi sesuai harga barang yang saya terima malah dijawab tidak bisa oleh pihak akulaku? Malah saya disuruh menghubungi seller yang ternyata dikasih kontak nomor yang tidak aktif. Hal ini menjadi janggal karena kesannya akulaku melindungi seller yang gaib.

        • 4 Oktober 2020 - (13:28 WIB)
          Permalink

          Beli barang macem laptop/hp mending lgs ke showroom gan… lgs liat cari brg yg kita mau gak pake tipu2… mau credit or cash jga sdh byk yg mau fasilitasin…

      • 4 Oktober 2020 - (21:34 WIB)
        Permalink

        @Michelle

        Aturan darimana itu.? Anda cuma mengada ngada.

        Toko yang bagus malah ada garansi uang kembali jika barang tidak sesuai.

        Itu sudah jelas penipuan, beda tipe kok di bilang sama.

        Udah deh, jangan percaya lagi, merchan Akulaku pada gak beres nih. Disitu gaje banget Q & A nya,

        Mending langsung belanja di Marketplace beneran.

        6
        1
    • 9 Oktober 2020 - (03:41 WIB)
      Permalink

      Akulaku emang gitu,giliran kita butuh bantuan di hubungi susah,suruh ini itu,nunggu yang berkepanjangan,sekalinya bisa di hubungi paling sistem yang jawab,kalo di tlpon paling jawabanya ga sesuai.
      Nggak kaya punya tunggakan yang jatuh tempo,Pagi Siang Sore nomor di telponin mulu pake nomor yang berbeda2.

  • 4 Oktober 2020 - (12:42 WIB)
    Permalink

    Banyak penjual laptop nakal / ga jelas. Pengalaman saya beli laptop online tipe laptop di dus sudah disobek, segelan ulang, dll. Minta retur ditolak. Yasudah. Mungkin salah pilih seller. Pastikan seller jual barang resmi, segel pabrik / bukan segelan ulang. Jangan mau beli upgrade apapun, lebih baik beli sendiri komponennya dan minta tolong pasang ke service resmi karena selama masa garansi gratis. Kalau mau lebih aman ya beli offline saja bisa lihat barang masih segel lalu buka ditempat.

    • 5 Oktober 2020 - (10:58 WIB)
      Permalink

      @Shin Chan

      Persepsi anda keliru.
      Segel pabrik itu pasti dibuka, karena laptop dari pabrik belum terinstall windowsnya/upgrade software dll.

      Yang menginstall yang punya toko, sehingga setelah di install selanjutnya yang punya toko memberi segel di bagian baut laptop menulis tanggal pembelian sebagai batas garansi toko.

      Itu yang terjadi.

      Jika anda sebagai reseller bisa jadi barang yang anda beli masih kondisi segel pabrik. Dan anda harus memiliki data software dan piranti installnya.

      • 6 Oktober 2020 - (15:11 WIB)
        Permalink

        Tergantung permintaan pembeli. Kalau pembeli minta install ini itu ya otomatis segel dibuka. Sekarang hampir semua laptop tipe baru sudah termasuk windows original. Kalau dulu memang banyak praktik install windows bajakan dari tokonya.

  • 5 Oktober 2020 - (22:51 WIB)
    Permalink

    gak usah di ansur dan di bayar… ada deh collector datang kasih penjelasan dan suruh ambil kembali barangnya,.. DC main hakim sendiri… siapkan massa jalan terbaik… orang beli kok di bodohin..

    • 6 Oktober 2020 - (11:59 WIB)
      Permalink

      betul komentar ibu Dwi..

      jelas2 penjualnya penipu.
      klo akulaku mendukung praktek penipuan, ngapain tagihannya dibayar.

      jangan mau dibodohi akulaku..

    • 6 Oktober 2020 - (20:05 WIB)
      Permalink

      Nah kalo ini saya juga bingung. Kalau tidak saya bayar angsurannya efeknya nama saya akan tercatat di slik ojk. Kedepannya saya sulit untuk urusan peminjaman dana ke bank atau pun ambil kpr.
      Saya rencana akan melaporkan sampai ke ojk supaya nama saya tidak buruk. Kira kira bagaimana menurut saudara sekalian??

      • 8 Oktober 2020 - (10:02 WIB)
        Permalink

        @imam hanafi

        1. Melapor ke OJK bukan ide bagus.

        2. Inti dari masalah anda karena dikirim produk yang berbeda dan lebih murah dari yang anda pesan. Anda rugi uang rugi kualitas.

        3. Teruskan saja mengajukan komplain pada Akulaku, atas penipuan itu.

        4. Anda sudah terlanjur memiliki hutang dengan Akulaku, anda wajib membayarnya. Disela sela waktu pembayaran itu teruskan komplain hingga keadilan di dapatkan.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 24 komentar sampai saat ini..

Beli Laptop Dikirim yang Beda Tipe, Akulaku “Slow Respon”…

oleh imam hanafi dibaca dalam: 2 min
24