Flash Sale JD.id “Beneran atau Bohongan?”

Balikpapan, 9 Oktober 2020 03.32 WITA

Selamat malam saya ucapkan untuk seluruh pengguna internet dimanapun anda berada. Izinkan saya menceritakan pengalaman saya berbelanja menggunakan e-commerce yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu JD.id. Layanan ini saya gunakan semenjak Maret 2019 dengan transaksi pertama saya yaitu pembelian e-voucher FnB makanan Jepang.

Dalam waktu 2 minggu terakhir surat ini saya tulis, saya melakukan transaksi yang cukup rutin. Adapun transaksi yang saya lakukan kebanyakan adalah pembelian perangkat elektronik komunikasi yang disediakan produsen Huawei melalui official store mereka. 2 dari 4 transaksi saya bisa dibilang cukup memuaskan walau terdapat beberapa kekecewaan kecil yang masih bisa saya tolerir. Satu transaksi masih menggantung dikarenakan barang belum saya terima, dan satu transaksi lagi yang membuat saya harus mengerutkan kening dan juga berinsiatif untuk membuat tulisan ini.

Transaksi yang saya maksud adalah transaksi pembelian produk Huawei Matebook D15 beserta bonus sesuai iklan produk yaitu mouse, powerbank dan juga backpack. Transaksi saya lakukan dengan metode mengikuti flash sale pada 7 Oktober 2020 senilai Rp. 7.225.000. Transaksi saya anggap berhasil dikarenakan saya mendapatkan nomor pemesanan yaitu 1033118355.

Yang membuat saya kecewa, saya tidak mendapatkan kode unik virtual account yang digunakan untuk membayar pesanan. Dari pengalaman saya melakukan transaksi sebelumnya, saya hanya dapat mengakses kode unik ini melalui mobile website dari JD.id, dikarenakan apabila menunggu menggunakan mobile apps Android-nya, tidak akan muncul kode tersebut apalagi mengingat load server JD.id pasti lebih tinggi disaat flash sale sedang berlangsung.

Namun yang saya alami untuk pemesanan 1033118355 saya tidak mendapati kode pembayaran baik dari mobile apps maupun mobile web yang biasanya saya gunakan untuk mendapatkan kode pembayaran, hingga akhirnya pemesanan tersebut dibatalkan sepihak oleh JD.id

Saya sangat kecewa karena kejadian ini dikarenakan saya rugi waktu dan tenaga untuk mendapatkan item flash sale

Dan juga kerugian yang ditimbulkan dari gagalnya sistem JD.id dalam melakukan generate kode pembayaran dilimpahkan kepada saya selaku customer.

Saya telah menghubungi Customer Service JD.id dan dibantu oleh CS Dzaki namun belum saya temukan win win solution dari masalah yang saya alami. Tidak mudah bagi saya melakukan pemesanan ulang seperti yang disarankan oleh bapak Dzaki mengingat pesanan tsb adalah item flash sale dan juga mungkin saja beliau mengatakan tersebut karena dianggap mudah bagi beliau.

Saya harap ada good will dari pihak JD.id untuk memberikan solusi terbaik untuk permasalahan ini mengingat kegagalan ini berasal dari sistem IT mereka dalam menciptakan kode unik virtual account sehingga saya tidak dapat menyelesaikan pembayaran dan juga menimbang saya tidak hanya 1-2x berbelanja pada e-commerce ini dan jg dapat diliat dari historis seluruh pesanan yang saya buat secara sadar, saya selalu membayar pesanan tersebut.

“Jangan rusak satu belanga susu dikarenakan satu titik nila”

Salam,

Albert
Balikpapan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:9    Rata-Rata: 3.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

Satu komentar untuk “Flash Sale JD.id “Beneran atau Bohongan?”

  • 10 Oktober 2020 - (11:58 WIB)
    Permalink

    Sudah sering saya baca di media konsumen iming2 flash sale dll lalu gagal..kalau too good to be true…yah kemungkinan too good to be true…jadi lain kali jangan ekspektasi tinggi2..siap2 lah kecewa..saya sudah pengalaman beli online sejak thn 1995 di U.S..lewat B and H…Adorama.Sweetwater..Amazon…sering kecewa sering sukses…ya begitulah..

 Apa Komentar Anda?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Flash Sale JD.id “Beneran atau Bohongan?”

oleh Albert Nur dibaca dalam: 2 min
1