Penipuan Berkedok Hadiah Undian Shopee

Penipu menelepon melalui whatsapp dengan dalih saya menang undian Shopee, lalu meminta kode OTP yang dikirim ke hp saya. Bodohnya saya langsung saya kasih. Lalu dia meminta saya update aplikasi dan tidak membuka aplikasi Shopee dulu.

Kemudian saya disuruh isi saldo Shopee Pay dengan dalih untuk mencairkan hadiah undiannya. Setelah saya buka aplikasi malah saldo Shopee Pay saya diambil sebesar Rp300 ribu, Rp900 ribu, dan Rp900 ribu. Akun Shopee saya: tiodoliraharjo.

Tio Doli Raharjo
Pekanbaru, Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman ini:
[Total:15    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

37 komentar untuk “Penipuan Berkedok Hadiah Undian Shopee

  • 13 November 2020 - (18:00 WIB)
    Permalink

    Saya juga kemarin ditelepon penipu katanya menang undian saldo langsung saya matikan. Ga modal masa telepon pake WA call.

    • 14 November 2020 - (16:31 WIB)
      Permalink

      Sy juga beberapa minggu yg lalu, ditelpon dpt hadiah dr Bukalapak berupa cashback 3 juta, sy udah mau ketawa aja… Mana ada cashback di Bukalapak sampai segitu, emang beli mobil/motor.
      Sy bilang aja… Udah kirimin aja ke akun saya., bilang sy lagi sibuk.

      • 15 November 2020 - (10:26 WIB)
        Permalink

        saya sering dapat tlepon atau sms dpat undian mobil,,minta di kirim biaya administrasi,,ku bilang aja,,samamulah mobil itu,tpi kmu kirim aja 100 ribu aja untukku…khan baikny ya aku,,mobil undian ku kasih sama dia,cma aku minta 100 ribu aja…

        • 15 November 2020 - (11:04 WIB)
          Permalink

          @Pahopma

          Penipuan shopee ini berbeda.

          Biasanya penipu sudah tahu banyak mengenai data data receh akun korban. Seperti nama akun, alamat pengiriman, dan bahkan transaksi belanja terakhir korban juga penipu tahu.

          Itulah yang mendasari bahwa korban yakin dan tidak manaruh curiga jika akan terkena tipu.

          Intinya, jaman sekarang adalah jaman miskin iman. Harta sedikit jadi rebutan. Apalagi banyak. Tidak ada manusia berhati malaikat seperti shopee yang ujug ujug menelepon, repot repot mengirimkan hadiah pada penggunanya.

          Miskin iman apa apa yang sedikit lebih unggul, jadi malapetaka :

          1. Penipu sudah pintar sedikit berani menipu.

          2. Manusia ganteng/cantik sedikit berani menipu.

          3. Jabatan tinggi sedikit berani korupsi dan segala macem.

          4. Kalian yang kaya sedikit, ingin ini ingin itu. Ingin semua

          5. Pada intinya, mereka sadar memiliki sesuatu yang ‘sedikit’ sehingga bagaimana caranya agar yang ‘sedikit’ itu bisa mengambil keuntungan yang sebanyak banyaknya.

          Seperti saya sendiri.
          Saya juga sadar. Saya terkesan mau menang sendiri. Orang orang menduga saya hanya pintar sedikit sudah berani menyalahkan orang orang. Namun mereka keliru.

          Saya menerangkan status mereka, pada mereka yang posisinya memang sudah seperti itu. Mereka sudah pada posisi salah, maka saya jelaskan status mereka salah. Jika posisi mereka benar, saya katakan bahwa mereka memang benar.

          Saya tidak mencari keuntungan apapun.

          Saya tidak ada pengalaman buruk dengan perusahaan manapun dan dengan siapapun.

          Ingin terkenal atau apalah. Lihat saja, saya tidak menampilkan foto, nama saya juga banyak yang serupa.

          Ambil yang baik hilangkan buruknya. Jika buruk semua, artinya memang kita tidak sejalan.

    • 14 November 2020 - (10:05 WIB)
      Permalink

      @Muhammad ya namanya juga manusia mas, saya senang2 nya karna emg lagi butuh duit, saya pun heran tiba2 ada sms dari shopee ngasih nomor kode (jujur saya gak tau itu OTP buat apa), lalu mereka menghubungi saya dengan gaya meyakinkan, awalnya saya juga gak percaya, cuma ya itulah manis bahasa mereka, yg saya heran juga darimana mereka tau akun saya, nomor hp dll, hingga tiba2 datang sms berupa kode ke hp saya, saya sendiri memang sudah ngaku itu kebodohan saya sendiri, saya cuma usaha saja manatau ada solusi dari shopeenya, kalau memang tidak ada ya saya ikhlas

      • 14 November 2020 - (10:30 WIB)
        Permalink

        @tio

        Apakah paylater anda aktif.?

        Kebanyakan akun shopee yang diretas adalah akun shopee yang paylater nya aktif, resiko kerugian lebih banyak lagi.

          • 14 November 2020 - (10:52 WIB)
            Permalink

            @tio

            Coba cek, paylater anda itu terkuras gak limitnya.?

        • 14 November 2020 - (20:05 WIB)
          Permalink

          Suami sy jg pernah kena bebrapa bulan yg lalu. Dia berdalih harus isi shopee pay senilai 200rb kalo tidak hadiah akan hangus. Lalu suami milih isi lewat indomaret. Qadarallah hari itu dr siang sampai malamnya semua pembayaran diindomaret gak bisa dilakukan karna server lagi down. Karna sdh lewat akhirnya yasudah kami pikir ikhlaskan aja. Toh bukan rejeki kami. Eh ternyata Alhamdulillah ada sodara dateng kasih kabar kalo itu penipuan. Dan sdh banyak korbannya memang. Hati2 aja jangan pernah berikan KODE OTP KEPADA SIAPAPUN. karna sama saja kita telah memberikn akses ke shopee pay kita tanpa persetujuan.

    • 22 Desember 2020 - (16:44 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yg sama , lalu bgaimana apakah saldo nya kembali, jika kembali bagaimna caranya ?

  • 13 November 2020 - (20:03 WIB)
    Permalink

    @Tio

    Cerita anda belum lengkap. Disitu anda baru bercerita tentang kebodohan anda. Hanya itu saja yang anda sampaikan.

    Harusnya anda lengkapi lagi dengan kalimat saran atau keinginan apa gitu yang anda harapkan.

    Apakah anda belum menghubungi csShopee untuk melaporkan kejadian itu.?

    Walaupun memang pada akhirnya anda wajib membayar semua tagihan paylater itu, namun seharusnya anda juga wajib melaporkan prihal peretasan itu.

    Banyak kasus yang sama seperti anda, pengguna melapor pada csShopee, bercerita dengan kronologis lengkap dan tim shopee melakukan investigasi.

    Setelah itu, beberapa dari pengguna yang melapor itu (tidak semua) dibantu shopee dengan diberikan Voucher demi meringankan tagihan paylater itu. Ada yang diberi voucher hingga 600 ribu. Lumayan.

    Sebenarnya yang terkena penipuan seperti ini bukan suatu kebodohan. Saya yakin, jaman sekarang sangat jarang orang bodoh, karena informasi ilmu dimana mana.

    Anda tidak bodoh. Orang bodoh tidak tahu tentang Media Konsumen. Anda tahu media konsumen tempat menyampaikan keluhan dan saran. Jelas anda tidak bodoh.

    Anda hanya serakah. Ada penawaran yang menggiurkan langsung gelap mata, menuruti nafsu. Serakah adalah penyakit. Penyakit yang bisa menular, bisa sembuh, bisa juga kambuh lagi.

    Serakah juga bisa menular. Anda harus perbanyak belajar menghindari sifat serakah itu.

    9
    6
    • 13 November 2020 - (21:43 WIB)
      Permalink

      Namanya juga manusia ada kehilapan, jika tersebut terjadi ke anda insya Alloh baru kerasa…. Tidak semua orang pintar dan walau sepintar2 orang ada juga kelemahannya. Jadi anda terlalu menyalahkan yg terkena musibah… Gimana kalo terjadi ke anda, musibah itu banyak macemnya ga hanya kecelakaan, jatuh dsb…. Jadi saya sangat kesal ke saudara yg merasa sok pintar. Udah jelas ini musibah juga mas Muhammad jangan nyudutin orang yg kena musibah… Bagaimana kalo musibah menimpa ke anda yg sok pintar

      • 13 November 2020 - (22:16 WIB)
        Permalink

        Sy jg mengalami hal tsb..pertama diberitahu lewat IG atas nma cs.kamil,bhw sy pemenang shopee giveaway sebesar rp 2.8 jt.dia minta nama dan nmr hp,selang 2 hr sy fi tlp melalui wa,dan diberitahu kl ada sms msk dr shopee sy tinggal menyebutkan nmr otp,utk memasukan hadiahnya ke shopeepay sy…untung sy sadar bhw ini penipuan..

      • 14 November 2020 - (08:10 WIB)
        Permalink

        @Encep Hendra Permana

        Dari mana kalimat saya yang memberitahukan bahwa saya sok pintar.?

        Coba anda kutip kalimat saya itu. Adakah saya bilang penulis bodoh.?

        Penulis sendiri yang bilang bodoh, saya tidak menganggap dia bodoh tapi Serakah.

        Anda berkata :

        “Khilaf”

        Khilaf yang anda maksud, khilaf karena apa, apakah khilaf karena bodoh.?

        “Tidak semua orang pintar dan walau sepintar2 orang ada juga kelemahannya. ”

        Apakah itu artinya anda percaya bahwa penulis sedang dalam posisi bodoh.?

        Tidak ada orang bodoh, yang ada adalah penipu yang membodohi orang yang Serakah. Jika orang itu tidak serakah, tidak mungkin bisa dibodohi.

        Orang yang tidak serakah akan selalu hati hati dalam tiap langkahnya, penuh kewaspadaan, penuh kesadaran.

        Anda berlari membaca media konsumen karena sudah pernah menjadi korban. Tidak tahu kasusnya apa. Lalu apakah anda menebak semua orang yang kesini adalah mantan korban.? Tidak semua.

        Ibarat kata, anda sedang sakit, terbaring dirumah sakit. Disebelah anda, ada pasien yang saya jenguk. Saya bercerita panjang lebar mengenai cara menghindari penyakit pasien itu. Saya hanya berbicara ‘Cara menghindari’.

        Lalu anda ikut mendengar. Anda merasa terganggu karena anda menganggap apa yang saya bicarakan omong kosong belaka. Anda hanya butuh obat bukan butuh nasehat (cara menghindari) atau apalah. Anda hanya percaya obat dari Dokter.

        Tapi, dimanapun bagaimanapun. Mencegah lebih baik daripada menghindari.

        Hindari sifat Serakah, maka anda akan dijauhi godaan setan. Godaan setan wujudnya bermacam macam.

        Anda berkata :

        “Jadi saya sangat kesal ke saudara yg merasa sok pintar. ”

        Itupun termasuk godaan setan bagi saya. Menyulut agar saya terpancing, tapi saya sadar itu hanya pancingan.
        .
        .
        .

        Anda berkata :

        “Gimana kalo terjadi ke anda”

        Nanti saatnya nanti, anda akan terbiasa mendengar percakapan ini dilingkungan sekitar anda:

        Anda : Bu, belanja yang hemat ya, ini jaman krisis

        Istri anda : Pak Pak, gimana mau hemat pak, ibu khilaf, gimana kalau bapak sendiri aja yang belanja.?

        Anda : Nak, buruan sholat, sudah waktunya, jangan terus terusan main gitu.

        Anak anda : Gimana kalau bapak saja yang sholat duluan.?

        Ya kalau setiap pesan yang anda sampaikan diputar balikkan seperti itu. Apakah anda pikir itu hal yang Wajar.?

        • 14 November 2020 - (08:56 WIB)
          Permalink

          Anda gimana sih kang, baca dan fahami dulu apa yg ditulis si penulis diatas. Jangan terburu-buru menghakimi.
          (“Walaupun memang pada akhirnya anda wajib membayar semua tagihan paylater itu,”)
          Sudah jelas kan sipenulis bilang: “Kemudian saya disuruh isi saldo Shopee Pay dengan dalih untuk mencairkan hadiah undiannya. Setelah saya buka aplikasi malah saldo Shopee Pay saya diambil sebesar Rp300 ribu, Rp900 ribu, dan Rp900 ribu.”
          Jangan emosional kang…

    • 14 November 2020 - (10:20 WIB)
      Permalink

      @Muhammad ya namanya juga manusia mas, saya senang2 nya karna emg lagi butuh duit, saya pun heran tiba2 ada sms dari shopee ngasih nomor kode (jujur saya gak tau itu OTP buat apa), lalu mereka menghubungi saya dengan gaya meyakinkan, awalnya saya juga gak percaya, cuma ya itulah manis bahasa mereka, yg saya heran juga darimana mereka tau akun saya, nomor hp dll, hingga tiba2 datang sms berupa kode ke hp saya, saya sendiri memang sudah ngaku itu kebodohan saya sendiri, saya cuma usaha saja manatau ada solusi dari shopeenya, kalau memang tidak ada ya saya ikhlas

      • 14 November 2020 - (10:45 WIB)
        Permalink

        @tio

        Anda tidak bodoh, tapi serakah.

        Ada banyak penipuan, karena keserakahan :

        1. Tergiur Masker murah. Karena menganggap murah, belinya sekalian diborong. Serakah diborong semua. Akhirnya sekali tertipu, habis habisan.

        2. Tergiur Investasi dengan keuntungan super cepat dan berlipat lipat. Nafsu serakah, semua uang di investasikan. Sekali tertipu, langsung bangkrut.

        3. Itu karena keserakahan bukan kebodohan. Pengen untung sekalian untung banyak.

        Kebodohan membutuhkan waktu yang lama agar keluar dari kebodohan. Membutuhkan proses.

        Sedangkan keserakahan. Waktunya instan. Hitungan detik. Coba saat itu ketika anda menerima panggilan telepon dari penipu, anda bersabar sedikit saja. Melihat kanan kiri atau minum air putih sebentar. Atau ngobrol dengan siapa gitu yang ada didekat anda. Maka anda tidak akan terjerumus dari Keserakahan itu.

        Serakah itu bisa sembuh bisa kambuh lagi. Dan bahka bisa menular ke orang lain. Seperti investasi bodong itu. Sekali tertipu, ratusan orang jadi korban. Ratusan orang yang melapor.

        Saya tidak asal bicara. Anda tidak bodoh tapi serakah. Itu memang benar adanya. Anda bisa mencari tahu sendiri apa arti Serakah itu.

        • 14 November 2020 - (10:53 WIB)
          Permalink

          @Muhammad terserah anda mau bilang apa, itu sifat dasar manusia, mau sepintar apapun orang, semua bisa melakukan kesalahan, karna manusia mudah terpengaruh secara emosional sehingga kehilangan sedikit akal sehat, dan sudah saya akui itu memang kebodohan saya, jujur musibah ini selain sedih, saya benar2 malu bisa ketipu dengan cara seperti ini, lucunya fokus anda malah menjudge saya secara personal tanpa memberikan solusi atau kritik yang membangun, mungkin anda pintar, tapi tidak anda gunakan pada tempatnya

          • 14 November 2020 - (11:06 WIB)
            Permalink

            @tio

            Anda masih fokus dengan Pintar dan Bodoh.

            Tidak ada manusia yang Pintar tidak ada manusia yang bodoh.

            Yang ada adalah manusia yang malas dan manusia yang rajin.

            Rajin baca baca kasus agar terhindar dari kasus serupa.

            Saya tidak pintar tapi saya lebih duluan tahu informasi. Kalian pun jika rajin, akan lebih tahu duluan.

            Kenyataannya, didunia ini kita semua sedang kejar kejaran dengan setan. Setan selalu ingin lebih unggul dari manusia. Setan ingin lebih cerdas dari manusia.

            Seperti penipu. Penipu itu harus lebih unggul dari mangsa yang akan ditipunya. Jika mangsanya sama sama unggul atau bahkan lebih unggul, maka sia sia saja usaha penipu itu.

            Penipu : Pak, anda berhak mendapat hadiah dari shopee.

            Anda : Beneran pak. Saya tidak tahu kalau shopee bisa memberi kejutan hadiah seperti ini.

            Penipu : iya Beneran pak. Bapak harus dengarkan instruksi dari kami agar hadiahnya bisa kami kirim.

            Anda : Baik pak, apa yang harus saya lakukan karena jujur saya belum tahu apa apa mengenai ini.

            Berbeda jika anda lebih unggul.

            Penipu : Pak, anda berhak mendapat hadiah dari shopee

            Anda : Yaelah pak pak. Anda pikir saya tidak tahu apa apa. Makan tuh hadiah.

          • 14 November 2020 - (14:01 WIB)
            Permalink

            @Muhammad gini bos, makanya baca baik2, seperti yg sudah saya bilang, manusia mudah dipengaruhi emosinya, saat marah atau sedih dll bisa membuat orang kehilangan akal sehatnya, singkatnya seperti itu, oleh karena itu istilah khilaf itu ada, bahkan saya gak pakai istilah khilaf, saya pakai bahasa kebodohan karna memang saya merasa saya yg salah karna terbawa emosi bahagia sehingga hilang akal sehat, sepandai2 tupai melompat pasti jatuh juga, kalau anda bilang malas membaca masalah penipuan, saya yakin mayoritas orang tidak membaca juga, kebanyakan membaca setelah kejadian, hidup syaa tidak dihabiskan di forum2 untuk membaca perihal penipuan, dan kalau anda bilang saya salah fokus, anda lebih salah fokus karna fokus anda malah menyerang personal saya, kepribadian atau sifat saya dengan menyebut serakah dan lain lain, kalau anda memang tidak memiliki rasa simpati setidaknya tidak usah berkomentar yg bersifat offensive tanpa memberi solusi, debat sama anda juga tidak ada gunanya, dan toh pasti anda akan balas lagi komentar ini dengan argumen argumen yg menurut anda benar karna dari semua statement anda tadi sudah kelihatan bahwa anda merasa paling benar

          • 14 November 2020 - (14:58 WIB)
            Permalink

            @tio

            Dari tutur bahasa anda, saya semakin yakin bahwa anda tidak bodoh.

            Tapi kenapa anda malah memilih dianggap bodoh.?

            Dengan kata lain, anda berprinsip, semua orang yang tertipu adalah orang yang bodoh.

            Teori saya :

            Orang bodoh adalah orang yang sudah diberitahu ngeyel. Sudah diingatkan berkali kali tetap ngeyel. Sehingga dilain waktu, dia mengulangi dan terus mengulangi kesalahan yang sama.

            Jatuh dilubang yang sama untuk kesekian kalinya adalah orang yang bodoh.

            Seperti Penjudi dan Pemabuk, mereka sudah layak dikatakan bodoh. Mabuk berkali kali, badan sudah sakit sakitan tetap jadi pemabuk. Harta sudah habis habisan tetap berjudi.

            Anda bodoh Jika anda sudah berkali kali kena tipu.

            Ini baru pertama kali anda kena tipu, sehingga anda belum layak disebut bodoh.

            1. Jika anda merasa bodoh, anda butuh bertahun tahun untuk menjadi pintar. Dan anda tidak bisa sendirian, anda butuh pembanding.

            Anda harus disandingkan dengan orang bodoh agar anda ketahuan pintar.

            Pintar dan Bodoh ibarat Miskin dan Kaya.

            Jika anda berada dalam lingkungan kecil, anda dianggap pintar/kaya, tapi ketika anda keluar dari sana, kepintaran/kekayaan anda tidak ada apa apanya.

            2. Jika hari ini anda mengaku serakah. Besok pagi anda tidak akan serakah lagi. Penyakit Serakah anda sembuh.

            Serakah bisa cepat sembuh namun juga bisa cepat kambuh lagi.

            Tulisan saya ini bukan untuk mengkritik anda secara personal. Sudah banyak korban penipuan seperti ini bukan hanya anda sendiri. Saya pun ingin mereka semua tahu bahwa saat tertipu itu mereka tidaklah bodoh. Tapi Serakah.

            Thanks

          • 14 November 2020 - (15:33 WIB)
            Permalink

            @Muhammad oke bro, iya saya serakah, makasih ya masalah saya selesai berkat komen anda yang sangat membangun, gk perlu dilanjutkan lagi kan?

    • 14 November 2020 - (13:56 WIB)
      Permalink

      Yang sabar ya pak semoga masalahnya cepat teratasi lain kali lebih jeli lagi kalo penawaran atau pun undian apapun yg mencurigakan ga usah ditanggepin

  • 14 November 2020 - (04:47 WIB)
    Permalink

    Modus lama itu gan, bahkan biar lebih meyakinkan, kadang mereka mengirim sms flash lebih dulu.
    Semoga tidak ada korban lain lagi.

  • 14 November 2020 - (08:55 WIB)
    Permalink

    Anda gimana sih kang, baca dan fahami dulu apa yg ditulis si penulis diatas. Jangan terburu-buru menghakimi.
    (“Walaupun memang pada akhirnya anda wajib membayar semua tagihan paylater itu,”)
    Sudah jelas kan sipenulis bilang: “Kemudian saya disuruh isi saldo Shopee Pay dengan dalih untuk mencairkan hadiah undiannya. Setelah saya buka aplikasi malah saldo Shopee Pay saya diambil sebesar Rp300 ribu, Rp900 ribu, dan Rp900 ribu.”
    Jangan emosional kang…

  • 15 November 2020 - (23:40 WIB)
    Permalink

    Saya tidak mengaktifkan apapun fasilitas peminjaman atau pay later di aplikasi yang digunakan.

  • 24 November 2020 - (20:47 WIB)
    Permalink

    Kalo udah minta kode OTP siihh yaaaa jelas maling, apalagi telponnya pake WA 🤦🏻‍♀️🙈 Jangan ngasih kode OTP ke orang yg gak kenal, ke orang yg kita kenal juga hati2 sih, ngerinya dia pake akun kita trus tar tagihannya ke kita lagi 🙈🙈 zaman sekarang tuh kudu ati2, banyak baca2 atau cari info dulu laahh jangan keburu nafsu. Hp nya kan udah smart, masa orangnya gak smart siiii, heheheh…
    Saya juga kena 1,5jt karna buru2 jg karna nafsu wkwkwk… tp bukan di shopee ya, pas udah kena gitu baru deh cari info eh ternyata emang penipuan, yaudah bayar deh 😭😭😭
    Btw, mas Muhammad ada di mana2 ya 😅🤪

  • 23 Desember 2020 - (22:54 WIB)
    Permalink

    pelaku penipuan seperti ini uda mahir meniru gaya bicara seperti customer service pada umumnya yg sangat meyakinkan korban, kata kasarnya seperti kena hipnotis gitu. sy kena pda tgl 16-11-2020, history transaksinya si penipu kirim ke DANA ke Caffe shanum di kota bontang, dan disisi lain penipu kirim pulsa ke nomor simpati (boleh sebutin ga disini nomornya) ? nah klo dicek nomornya ada tertera di shopee dgn id : shopee.co.id/denna1806 klo pake aplikasi line dgn id itu muncul nama denapertiwi, kenapa bisa muncul id denna1806 ? karena saya save dihp ku nomor penipu yang dia kirim pulsa pake shopeepay saya. saya ingin share nomor hp itu disini cuman takut melanggar peraturan media konsumen ga ? ini juga pertama kali sya komentar.. supaya tidak banyak jadi korban lebih bagus lagi yg tinggal di kota bontang klo ketemu caffe shanum mana tau nama yg saya sebut diatas kerja disitu? ya ini cuman tebakan aja, terus klo member lain kunjungi idnya tidak tercantum alamat penipu, kecuali klo emang ada taruh pihak shopee yg tau tapi rasanya percuma klo lapor tanya ke shopee mengenai alamat, karena itu shopee jaga rahasia membernya. dan nomor penipu yg telp sy hilang nomornya karena hp ku hilang dicuri, amsiong uda kena tipu hp ilang kena curi, haiz para penipu pencuri kapan la kalian bertobat >_<"

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 37 komentar sampai saat ini..

Penipuan Berkedok Hadiah Undian Shopee

oleh tio dibaca dalam: <1 menit
37