Kolektor AdaPundi Seperti Pinjaman Ilegal, Seakan Bukan Anggota AFPI dan Tidak Diawasi OJK

Hai AdaPundi,

Saya sudah menghubungi CS AdaPundi di awal minggu ini, untuk memberitahukan keadaan keuangan saya dan mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak. Saya melakukan hal tersebut atas itikad baik saya membayar hutang pinjaman yang saya lakukan dan menyelesaikan kewajiban saya.

Dan hari ini saya menginformasikan bahwa 3 kolektor Anda memberikan ancaman dengan bukti sebagai berikut:

1. Kolektor A memberikan ancaman ke keluarga saya, berupa membuat saya dipecat dari pekerjaan dan membuat malu di kontak HP dan sosial media.

2. Kolektor B memberikan ancaman ke saya bahwa saya akan membuat saya dipecat dan membuat keributan di rumah saya.

3. Kolektor C mengajak telpon video call ke orang tua saya.

Apakah benar ini SOP penagihan yang memang disetujui oleh perusahaan dan kolektor AdaPundi pun semakin beringas? Kolektor AdaPundi adalah satu-satunya aplikasi pinjaman online di bawah asosiasi AFPI dan pengawasan OJK yang tidak memiliki etika dan menjalankan penagihannya dengan pengancaman kepada nasabah.

Saya hanya meminta waktu 1 minggu untuk dapat menyelesaikan pinjaman saya. Jika pengancaman ini tetap berlanjut, maka saya menegaskan tidak akan membayar sepeser pun, melakukan pelaporan tindakan pidana ke Polsek terdekat dan melakukan pelaporan ke Media Konsumen.

Terima kasih.

Ana Mariska
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AdaPundi:
[Total:16    Rata-Rata: 1.9/5]
Tanggapan AdaPundi atas Surat Ibu Ana Mariska

Kepada Yth. Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat pembaca bertajuk “Kolektor AdaPundi Seperti Pinjaman Ilegal, Seakan Bukan Anggota AFPI...
Baca Selengkapnya

Loading...

16 komentar untuk “Kolektor AdaPundi Seperti Pinjaman Ilegal, Seakan Bukan Anggota AFPI dan Tidak Diawasi OJK

  • 29 Januari 2021 - (11:40 WIB)
    Permalink

    Sudah jutaan nasabah telat bayar yang melakukan cara ini,

    “Jika pengancaman ini tetap berlanjut, maka saya menegaskan tidak akan membayar sepeser pun, melakukan pelaporan tindakan pidana ke Polsek terdekat ”

    Namun itu tidak menyelesaikan masalah dan memperkecil kerugian. Tapi malah menjadikan masalah semakin kompleks, dan kerugian semakin yang berlipat ganda.

    Anda yang sekarang merasa terzolimi, merasa di rugikan oleh DC. Namun sebenarnya anda dan DC berada pada posisi yang sama.

    1. Anda menganggap uang hutang itu banyak dan cukup besar sehingga anda tak mampu membayar, DC menganggap uang itu lebih banyak dari yang anda bayangkan.

    Anda tidak menyebutkan berapa hutang anda.

    Seumpama hutang anda 3 Juta. Anda membayangkan 3 Juta sangat banyak.

    DC tidak membayangkan 3 Juta dari uang anda sendiri. Seumpama DC diberi tanggung jawab menagih 50 nasabah. Setiap nasabah memiliki hutang 1 Juta saja, maka uang yang akan di perjuangkan DC berjumlah 50 Juta.

    2. Anda menganggap DC jauh jauh datang kerumah anda hanya demi hutang anda yang hanya 3 Juta. Tidak…!!! DC keluar rumah bekerja demi uang semua nasabah yang 50 Juta itu.

    3. Aktifitas sehari hari anda sangat bermacam macam, sarapan pagi dirumah, beres beres rumah, ngantor, bercengkrama dengan teman kantor, dsb, sangat bermacam macam. Dengan begitu yang ada di otak anda memikirkan bermacam macam pula.

    Tapi DC, bangun tidur langsung berangkat kerumah nasabah, sarapan dijalan, apa apa sambil jalan. Diotaknya cuma duit nasabah.

    Bayangkan jika anda menjadi DC sehari hari keluar rumah, menagih nasabah tapi tak ada hasil, pulang dengan tangan kosong.

    4. Anda mengkhawatirkan pekerjaan yang terganggu atau bahkan takut di berhentikan. Apakah DC tidak juga seperti itu.? Mereka juga.

    5. Sistem Hutang Riba’ sangatlah menyiksa. Anda dan DC sama sama sudah terjerat oleh sistem yang menyiksa itu.

    6. Jika anda sangat membenci DC, sekalian saja benci uangnya. Anggap saja uang yang anda pinjam itu adalah Bangkai.

    Bangkai itu masih ada ditangan anda. DC terus mengendus endus, berusaha mengejar dan mengambil bangkai itu.

    Kembalikanlah bangkainya.!

    7. Aturan Pemerintah hanya bagus untuk dibaca. Pejabat yang merancang Peraturan peraturan itu diberikan komisi yang sangat besar. Sehingga kata katanya pun semanis uangnya.

    Namun coba anda baca dibanyak kasus. OJK, AFPI, bekerja hanya menampung Laporan.

    Ingat, Hanya Menampung.

    Laporan anda itu akan mereka gunakan untuk merangkai Aturan yang lebih indah lagi. Mereka melakukan itu bukan semata mata demi keadilan pada nasabah, itu belakangan bukan diurutan pertama. Tapi karena setiap tahun mereka selalu mendapat komisi dari itu.

    8. Jalan terbaik menyelesaikan kasus anda. Anda harus siap miskin. Jual semua aset dan lunasi semua hutang agar bisa terbebas dari ini.

    Jika tak punya aset. Ya legowo saja jika dipermalukan, itu sudah resiko anda sebagai nasabah telat bayar.

    14
    5
    • 29 Januari 2021 - (16:27 WIB)
      Permalink

      Hi Pak Muhammad, Terima Kasih untuk sarannya, saya terjebak pinjol sejak 2019. tahun 2020 parah parahnya… semua aset saya sudah saya jual. saya juga ada galbay dengan saya modalin, kredinesia dan semua bisa saya selesaikan dengan diskusi baik baik. saya response Adapundi dengan baik. saya mau bayar 50% dulu dan minta sisanya kasih saya 1 max 1 minggu untuk cari uang. Saya gak akan tarik pinjol lain untuk nutup hutang ini. saya ingin keluar dari LABIRIN PINJOL. mengapa saya mengeluh dsini 2 nomor DC Adapundi sudah direspon baik baik muncul nomor lain bahasa yang sama dan mengancam lagi. saya bingung jalan keluarnya bagaimana. saya sudah tidak punya ASET untuk saya jual. kalau ada yang masih bisa saya jual atau gadai itu akan saya lakukan. rumah syaa pun disegel karena belum bayar IPL 6 bulan. bayar sekolah nunggak. saya sedang cari pekerjaan supaya saya bisa resign dan ambil pesangon dan BPJS untuk selesikan hutang saya. dari belasan aplikasi saat ini tersisa 5 salah satunya adapundi yang sulit dinegosiasi.

    • 29 Januari 2021 - (16:39 WIB)
      Permalink

      Satu lagi Pak Muhamad : saya harus siap hidup miskin !!! sudah saya lakukan. saya pindahkan 3 anak saya dari sekolah swasta bagus ke sekolah biasa. uang gaji saya dan suami tidak pernah tersisa. saya dan keluarga agak dapat bernafas ketika saya bekerja tambahan (freelance) itu cukup untuk makan dan bayar listrik. Saya sudah mohon ke Keluarga saya untuk mau membantu. justru malah minta saya untuk tidak response. tapi tidak saya lakukan, karena saya pingin selesai. Saya email adapundi 3X sehari jawabannya gantung selalu bilang di alihkan yang terkait. DC muncul dengan nomor baru. disini saya cuma minta waktu beberapa hari untuk cari kekuranganya.

      • 30 Januari 2021 - (09:38 WIB)
        Permalink

        Halo kak Mariska, selamat pagi
        Pertama saya ingin memberikan sedikit kabar melegakan buat kk,
        1. Ada pundi tidak punya dc lapangan sampai saat ini jadi mereka tidak akan ke rumah, ngancem aja lewat wa

        2. Karna mereka legal, mereka tidak punya akses ke kontak kk selain nomer darurat dan nomer kantor yang kk berikan saat mendaftar, karna jika oa punya akses ke kontak kk, itu termasuk pelanggaran berat dan bisa di sanksi ojk

        Sekarang bola di tangan kk, kalo kk mau bayar, saran saya abaikan wa/sms/tlp mereka , ganti sim kalo memungkinkan, lalu meberitau keadaan kk ke kontak darudat kk tentang keadaan kk serta kantor, mohon agar mereka maklum. Setelah 2/3 bulan (setelah semua ancaman mereka) mereka akan menawarkan keringanan sampai batas kk bayar pokoknya saja yang kk terima, di situ baru bayar

        Kalo kk ngak mau bayar, tunggu aja 3 bulan(90) hari, mereka , berdasarkan undang2x, ngak boleh nagih lagi, walau selepas itu mereka biasanya sih tetap nagih, tapi kk dah ngak wajib bayar, tapi ingat, kk dah di black list dari minjem lagi di fintek selama 2 tahun (daftar hitam fintek terhapus setelah 720 hari)

        Selamat pagi, semoga kk secepatnya keluar dari masalah

        • 1 Februari 2021 - (00:16 WIB)
          Permalink

          Ya bner setau saya jg begitu kak mariska…
          Tunggu 3bln aja…gak mslh disabar2in di teror atopun lainnya trsh DC…
          Kita hrs kuat biarkan meskipun ditlp berjuta2…
          Fakta nya ..teman sy 3 apk pinjol nya galbay…
          Mmg bner2 gak uang buat mengembalikan…mau gmn lagi

    • 10 Februari 2021 - (23:01 WIB)
      Permalink

      Sabar pak Muhammad, bapak DC ya, hihi tau banget tiap detail sampe segala target, ganti pekerjaan aja pak, kasihan anak istri. Gak berkah kerjaannya

      1
      1
  • 30 Januari 2021 - (00:13 WIB)
    Permalink

    Saya bangga kerja saya DC
    Saya bangga menafkahi keluarga dengan hasil jerih payah mengancam orang
    Saya bangga kerja saya mengintimidasi orang karena orang itu berhutang bukan pada saya
    Saya bangga bekerja pada perusahaan penuh dengan riba, denda berlipat dengan bunga yang keluar dari kaidah syariah
    Oh.. saya sangat bangga menjadi DC dengan merenggut nasib pekerjaan seseorang, ya saya tidak sebanding dengan pekerjaan lain yang kecill sekali jatuh bangun cari uang modal menghidupi anak istrinya mendidik anaknya dengan tujuan mulia dibandingkan orang berdagang, freelance, bawa penumpang, mengantar paket, berkantor, berseragam sipil, turun membersihkan jalanan sekalipun. Saya tetap DC yg paling benar dan harus dipahami. Saya tidak mau tahu latar belakang orang meminjam uang, sangat mulia bukan pekerjaan saya.
    Bangga karena DC adalah pekerjaan Halal yang kelak diceritakan ke anak cucu saya. Ingat, saya tidak mau tahu, pokonya DC adalah pekerjaan mulia, membantu lintah darat yang jelas-jelas sudah tercover asuransi. Yang penting gaji turun. Sambil Tertawa lebar. Tidak melihat alasan apapun. DC itu pekerjaan yang diminati, tidak melihat alasan apapun.
    Btw, apapun hutangmu untuk modal, sekolah, renovasi, rumah sakit, bayar pinjaman lainnya atau kebutuhan sehari2 tetap harus tahu resikonya, minta keringanan, selalu ada pada setiap bank karena diawasi pemerintah. Form pengaduan OJK dan berusaha mediasi ke lembaga konsumen. Konsumen dilindungi undang2, jika ranahnya mengintimidasi tetap lapor polisi. Namun hutang tetap harus direschedule, minta keringanan bayar, tp ingat mediasi. Banyak LBH yg bisa bantu. Tapi ingat hutang sedikit-sedikit dilunasi sesuai jangka yang disanggupi kedua belah pihak.

    Saran: jangan pinjam ke lembaga2 yang tidak berkredibilitas, karena semakin semena2. Jika lembaga berkredibilitas akan gampang diselesaikan karena menyangkut nama baik jika dikasuskan perdata. Tetapi jika perusahaan pemberi hutang itu abal-abal, maka saran saya dilunasi saja, karena beresiko yang sudah dipahami dari awal.

    1
    2
    • 30 Januari 2021 - (02:19 WIB)
      Permalink

      Kalau cuma pinjaman kredibel banyak, tapi sama2 rentenir. Harusnya hindari pinjam kepada rentenir. Bagi orang mikir, pinjol itu tdk lebih dr rentenir, baik yg terdaftar maupun ilegal.

      • 30 Januari 2021 - (10:09 WIB)
        Permalink

        @Hery Mulyanto

        Bener banget. Semua PinjoL, semua kartu kredit, semua pinjaman tanpa agunan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk di dapatkan. Miskin Kaya bisa mendapatkan kemudahan itu. Tapi dibalik kemudahan itu, ada kesengsaraan dibelakangnya.

        Ibaratnya seperti makanan yang enak enak biasanya sumber penyakit dalam tubuh.

        Pinjaman Mudah, tapi bikin sengsara:
        1. Fintech
        2. Kartu Kredit
        3. Paylater
        Jika tak mampu bayar, kalian akan terus terusan di Kejar DC. Itu pasti.

        Pinjaman Aman, tanpa sengsara:
        1. Kredit Perumahan pada Program KPR (Tak mampu bayar, rumah diambil bank, dan dialihkan kreditnya pada orang lain, perkara selesai)
        2. Kredit Motor dan Mobil pada leasing berasuransi (Jika tak mampu bayar, motor/mobil ditarik Leasing, perkara selesai)
        3. Pinjaman Dana Segar dengan Agunan. Menjaminkan sertifikat Tanah, sertifikat Rumah, dan lainnya (Jika telat bayar, sertifikat menjadi hak milik bank, perkara selesai)
        4. Pinjam uang di Pegadaian, dengan menggadaikan barang. Tak mampu bayar, barang di ambil pihak gadai, perkara selesai).

        Pinjam Meminjam itu boleh. Tapi jangan karena urusan itu menjadikan kalian sesama manusia saling memusuhi.

        Kita semua memiliki alasan tersendiri hingga terpaksa hutang, karena mendesak dan karena kepepet.

        Dan memiliki alasan tersendiri hingga telat bayar, karena tidak bekerja.

        Tapi, orang yang ingin dan mau menjadi DC juga memiliki Alasan tersendiri. Mereka bersikap tak wajar dengan nasabah tak wajar juga dengan alasan sendiri.

        Kita sesama manusia harus selalu saling menghargai, semua ingin diberikan umur panjang agar bisa berkesempatan mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya.

        11
        2

 Apa Komentar Anda mengenai AdaPundi?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Kolektor AdaPundi Seperti Pinjaman Ilegal, Seakan Bukan Anggota AFPI d…

oleh Mariska dibaca dalam: 1 min
16