Sudah Jadi Korban Penipuan Kartu Kredit, malah Diminta BNI Harus Bertanggung Jawab

Sebelum saya menceritakan kronologi musibah penipuan yang menimpa saya, terlebih dahulu perkenalkan nama saya Mona ibu dari 3 orang anak dan selama ini saya tidak pernah punya yang namanya Kartu kredit karena tidak paham mekanisme pemakaiannya.

Baiklah begini kronologinya:

Pada akhir bulan Agustus 2020 saya dihubungi oleh pihak BNI yang bernama LIA & mengatakan bahwa saya mendapatkan fasilitas KK tanpa pengajuan & langsung disetujui karena saya nasabah prioritas BNI. Semua data-data saya lengkap dia sebutkan termasuk alamat rumah dan nama ibu kandung. Saya disuruh menunggu selama proses.

Pada bulan September saya dihubungi kembali dari no 088977172646 dan 088977170446. Sempat saya bertanya kenapa tidak pakai no BNI tapi dijawab bahwa no BNI hanya untuk telpon masuk saja. Dan mereka meyakinkan saya bahwa betul dari BNI karena no akhir telpon selalu 46 (dari asal BNI46). Karena dari tutur bahasa yang formal dan lugas maka saya percaya. Dan disitu saya selalu di follow upapakah KK saya sudah diterima/belum karena jika belum mereka akan bantu follow up.

Tanggal 24 Sept KK saya datang dan pada saat saya check limit yang diberikan sangat besar sekali buat saya yang notabene hanya ibu RT dan jualan toko ATK kecil-kecilan. Ternyata besoknya ada datang lagi KK dengan logo Lottemart. Nah, setelah KK sudah saya terima ini lha hampir setiap hari selalu dihubungi & menanyakan apakah KK saya sudah diaktifkan? Nah di poin ini saya heran dari mana mereka bisa tahu kalau KK saya sudah sampai.

Saya sering dihubungi oleh Ibu Widi (021-8310004/021-40000646) yang mengaku dari card center BNI Pejompongan dan dari dia lha yang membantu mengaktifkan KK saya (karena pada saat saya terima dan coba untuk mengaktifkannya sesuai yang ada di amplopnya namun tidak bisa.

Kemudian oleh Bu Widi saya diminta ke BNI terdekat meminta formulir untuk buka KK. Oleh CS saya diberikan formulir PENGAJUAN KK. Setelah itu saya disuruh untuk isi formulir beserta fotokopi KTP dan dikirim ke PT.BNI PERSERO Tbk. Menara BNI PEJOMPONGAN lt 17.div ZLN SUPPORTING UNIT, Jl Pejompongan Raya 24 Bendungan Hilir Tanah Abang. Jakpus 10210.

Tanggal 12 Oktober saya menerima sms dari BNI yang isinya bahwa pengajuan KK BNI dan aplikasi sedang diproses. Di sini saya heran kok pengajuan? Bukankah KK sudah saya terima & tinggal diaktifkan saja?

Tanggal 13 Oktober saya dihubungi kembali oleh Bu Widi dan mengatakan kalau KK saya sudah aktif (dan memang benar karena ada pemberitauan via sms).

Tanggal 14 Oktober saya dihubungi kembali dan dijelaskan bahwa akan ada petugas dari bagian promo dan IT untuk menjelaskan kegunaan promo tsb. Dan memang benar saya dihubungi dan kali ini oleh laki-laki & saya diminta untuk mematikan hape saya selama min 30 manat agar proses promo dari merchant-merchant bisa dipakai pada KK saya(pokok bahasa yang dia pakai secara sistem yang saya gak paham). Setelah lewat 30 manat lebih berlalu saya buka hape saya dan disitu masuk beruntun sms dengan 2x transaksi yang saya tidak pakai (karena KK saya baru saja aktif dan belum saya pakai sama sekali).

Bersamaan itu saya dihubungi dari no 021-29946001002 (Bp Rahmat Budi Utomo) dari bag investigasi KK & melihat ada transaksi yang mencurigakan dan saya disuruh hub ke CS BNI guna pemblokiran saat itu juga sudah saya laporkan dan yang menerima Bp Aldi dan dibilang transaksi masih MENGGANTUNG & saya disarankan hubungi ke merchantnya (JD.ID). Saya sendiri tidak PUNYA AKUN DI JD.ID.

Saya kemudian hub ke jd.id (yang menerima Bp. Yason) dan melengkapi data yang diminta (termasuk laporan dari kepolisian). Namun laporan saya rupanya tidak ditindak lanjuti oleh pihak jd.id. Saya berulang kali menanyakan transaksi tsb tapi jawaban yang ada seperti bahasa sistem yang formal sampai akhir saya tulis lewat MK pada tanggal 21 Oktober barulah dari pihak mereka menjelaskan via email bahwaa transaksi tsb berupa pembelian HP via ojek online di Jakarta (saya di Palembang) dan tidak memberikan informasi alamat pengiriman & siapa yang memesan.

Oleh karena penipuan tsb saya berulang kali dihubungi DC BNI. Apakah tidak ada kordinasi antara cardcenter dan penagihan bahwa ini masih dalam proses investigasi? Beberapa hari yang lalu saya didatangi DC ke rumah dan dikatakan tagihan tsb menjadi beban saya. Bagaimana saya bisa membayar yang bukan transaksi saya dan saya tidak diberikan penjelasan secara resmi (tertulis) hasil investigasinya.

Oiya sebagai catatan pada saat proses pelaporan dan investigasi di Kepolisian bahwa ada kecurigaan bahwa saya sengaja DIGIRING untuk proses pembuatan KK (INDIKASI JUAL-BELI DATA).

Untuk itu lewat MK ini saya sangat berharap kebijakan yang seadil-adilnya baik oleh pihak merchant ataupun BNI karena di sini saya sebagai KORBAN & mungkin secara sistem dikatakan saya yang bertransaksi padahal pada kenyataannya saya KORBAN dari KEPINTARAN TEKHNOLOGI PARA PENIPU-PENIPU di luaran sana.

Terakhir, ini permintaan seorang ibu buat para penipu-penipu, janganlah mencari nafkah lewat cara ini karena kalian juga terlahir dari seorang ibu.

Terima kasih MediaKonsumen.

Mona Mattalia
Palembang

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:41    Rata-Rata: 4.2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

53 komentar untuk “Sudah Jadi Korban Penipuan Kartu Kredit, malah Diminta BNI Harus Bertanggung Jawab

  • 21 Februari 2021 - (17:09 WIB)
    Permalink

    Untuk menjadi nasabah prioritas bank BNI atau BNI Emerald setau saya harus memilki AUM minimal 1 Milyar baik itu bentuk tabungan atau deposito atau reksadana ataupun bancassurance.

    1
    1
    • 21 Februari 2021 - (17:34 WIB)
      Permalink

      Saya tidak memahami istilah dibank krn sy org awam spt pd umumnya dan hanya punya tabungan di BNI yg tdk sampai puluhan juta

      • 21 Februari 2021 - (17:40 WIB)
        Permalink

        Berarti anda bukan nasabah prioritas atau priority banking tapi nasabah biasa atau nasabah reguler.

        1
        3
      • 21 Februari 2021 - (18:57 WIB)
        Permalink

        @Mona Mattalia

        Anda mengaku Awam atau tak Awam, tidak berlaku dalam kasus anda.

        Kartu Kredit sudah ada puluhan tahun. Bukan baru muncul tahun ini. Se awam awamnya anda pasti sangat tahu Manfaat Kartu Kredit.

        Ya buat Hutang.

        Anda mengaku Awam agar bisa mengelak dari pertanggung jawaban kasus ini saja.

        @Kaum Muslim

        Gampang saja mengaku Awam.

        Di Pengajian, banyak ulama berkoar koar bahwa kartu kredit Haram. Mereka serius menjelaskan kata perkata agar semua mengerti, tapi apa yang terjadi ?

        Kalian yang mengaku muslim juga mengaku awam, tidak tahu bahwa Kartu Kredit Haram, tidak percaya bahwa Kartu Kredit Haram, sehingga koar koar para ulama dianggap hanya sebuah cerita dongeng jaman nabi.

        Kalian yang mengaku muslim, tetap saja terus menggunakan Kartu Kredit, bertahun tahun, berpuluh puluh tahun. Sampai matipun tetap sebagai pengguna Kartu Haram.

        Apakah semua orang muslim Awam dari informasi Kartu Kredit yang Haram ?

        Tidak. Mereka tidak Awam. Sebenarnya mereka sudah tahu bahwa itu Riba’, dan Haram. Tapi atas nama Bisnis dan takut tidak sejahtera mereka mengesampingkan Dosa.

        Semua yang sifatnya Haram, cepat atau lambat akan membawa Penyakit, tunggu saja.

        4
        19
        • 21 Februari 2021 - (20:34 WIB)
          Permalink

          Betul sekali,anak saya yg smp aja tau kartu kredit buat apa,ya buat ngutang🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,semoga dapat di selesaikan buat ibunya dan tetap tabah👍👍👍

        • 21 Februari 2021 - (21:15 WIB)
          Permalink

          Buat bp.muhammad yg terhormat, Disini yg sy tekankan awam dlm mekanisme pemakaian kartu kreditnya. Soal masalah riba/bkn itu hak personal masing2 manusia pak. Semoga bpk muhammad bisa menyikapi secara bijaksana krn disini ajang mencari solusi bukan siapa yg benar/salah (krn itu mutlak keputusan Tuhan bkn anda). Jd lha pendakwa yg bijak

          11
          1
        • 21 Februari 2021 - (21:39 WIB)
          Permalink

          Jika semua umat didunia ini spt yg bp mau, maka di dunia seharusnya tdk ada penjara,RS/RSJ,tempat ibadah. Dan tempat bp pun jg seharusnya bkn di dunia.

          11
          1
        • 22 Februari 2021 - (00:18 WIB)
          Permalink

          Apakah anda petugas bank bni 46?kalau bukan lebih baik diam,daripada bikin dosa buat jengkel orang

      • 22 Februari 2021 - (08:37 WIB)
        Permalink

        Sebelum memasuki dunia perbankan,seharusnya dipelajari dulu prosedur,proses,sistem aturan yg berlaku agar terhindar dari musibah seperti ini. Klo hanya tau sekedar menabung? Aturan dan operasional pelayanan bank itu LUAS! Jadi nasabah mohon utk dipelajari sebelum bertindak! saya pahami betul mengenai penggunaan KK sebagai utang. Klo dlm hidup saya hutang itu bencana diluar dari kondisi darurat,SERAKAH NAMANYA YA BU

  • 21 Februari 2021 - (19:03 WIB)
    Permalink

    Saya bertanya dengan pembaca sekaligus pengguna kartu kredit.

    Tahun 2020 adalah Malapetaka bagi anda semua, ya kan?

    Setan bahagia melihat kalian menderita, dan sangat senang karena yakin anda akan menemaninya di Neraka.

    • 21 Februari 2021 - (21:45 WIB)
      Permalink

      Bp muhammad yakin bahwa Tuhan akan menempatkan anda di surga? Dosa bkn hanya urusan riba lho pak. Tuhan maha tahu segala nya. Cukup anda doakan aja. Disini bkn ajang toleransi beragama krn semua ada tempat dan wkt nya masing2. Sy ingatkan anda sekali lagi

      10
      • 21 Februari 2021 - (22:10 WIB)
        Permalink

        Percuma Bu karena dia merasa dirinya bagaikan malaikat yg sempurna, kemudian berakting bagai hakim/jaksa yg mengadili orang lain.

      • 22 Februari 2021 - (18:48 WIB)
        Permalink

        Bank BNI sudah beberapa kenalan saya kena kasus credit card.. Biasanya kena nasabah prioritas karena di sini udah biasa orang berduit diselesaikan dengan duit.. Mungkin ada baik nya para korban berkumpul untuk diselesaikan secara hukum. Kalo tidak tambah merajalela. Termasuk orang tua saya yang juga korban sudah saya laporkan ke kepolisian untuk Di usut..

    • 22 Februari 2021 - (00:09 WIB)
      Permalink

      Orang spt ini.muna munafik.sok suci.sok bijak.semoga anda mendapatkan karma

  • 21 Februari 2021 - (20:31 WIB)
    Permalink

    BNI cc kok sering bgt yak kejadian kyk begini. Memang gak punya system kyk di LN kalau ada transaksi mencurigakan pemakaian CC gak bisa di cancel? Sering Baca komplain serupa dan sudah byk kasus terjadi harus jd cambuk buat BNI utk menerapkan system yg lebih secure utk pengguna CC. Bisa misalkan di setiap transaksi wajib secure via PIN or 6 digits OTP. Karena sy sebagai Salah satu BNI CC sangat takut jika peristiwa serupa menimpa saya.
    Utk TS Semoga ada problem solving dr pihak BNI.

    • 21 Februari 2021 - (20:48 WIB)
      Permalink

      ***Memang gak punya system kyk di LN kalau ada transaksi mencurigakan pemakaian CC gak bisa di cancel? ===>>>> emang di LN begitu yah? Saya mah gak pernah ke LN jadi ga tahu.

      • 21 Februari 2021 - (22:13 WIB)
        Permalink

        Di luar negeri memang seperti itu. Jangankan transaksi mencurigakan, anda beli barang, tidak suka, anda bisa kembalikan. Jika pembayarannya pakai CC, bisa dicancel. Layanan CC di luar negeri jauh lebih baik.

    • 22 Februari 2021 - (10:24 WIB)
      Permalink

      Maaf berkaca dr kasus ini, dpt sy simpulkan pentingnya literasi keuangan bagi kita semua sehingga kita tdk mudah kena tipu kayak gini. Maaf dlm kasus ini nasabah lalai dan harus bertanggungjawab…mohon maaf ats komen sy

    • 21 Februari 2021 - (21:32 WIB)
      Permalink

      Krn sy pikir dr dl bank dr pemerintah lebih aman dan terjamin tp ntah lha dg kejadian yg menimpa sy skrg ini sy berharap dr pihak2 yg berkaitan ada kebijakan. Krn ini kejahatan di dunia cyber

      2
      1
  • 21 Februari 2021 - (21:12 WIB)
    Permalink

    Iy mb inipun pernah terjadi dengan saya, bahkan yang menelepon bukan nomor HP lagi, namun nomor sama dgn BNI, 021-1500046. Sabar ya mbak, kalau tdk merasa berhutang ya tenang saja. Dan sudah jelas itu ada fraud, namun BNI tetap menyerahkan kepada nasabah untuk menyelesaikannya ke merchant, padahal merchant tidak bisa cancel semudah itu. Namun hingga kini belum ada penjelasan juga, kenapa bisa nomor 021-1500046 adalah penipu.

    • 21 Februari 2021 - (21:20 WIB)
      Permalink

      Iya mbak, pdhl pd saat kejadian pas sy hub CS BNI dikatakan transaksi msh menggantung dan sy sempat tanya jg arti nya apa? Dan dikatakan msh bisa dicancel tp kenyataan nya tdk spt yg dikatakan CS BNI.

      2
      1
  • 21 Februari 2021 - (22:16 WIB)
    Permalink

    Lebih baik Ibu coba tempuh jalur hukum saja, karena data diri Ibu sudah disalah gunakan sejak awal oleh BNI, ditambah lagi kasus penggiringan oleh oknum BNI menggunakan nomor telpon resmi BNI.

    • 22 Februari 2021 - (04:39 WIB)
      Permalink

      Iya, ini kemungkinan besar ada penjualan data nasabah. Bisa jdi sipenjual data ini gak tau kalau data yg dijual digunakan untuk penipuan…
      Bagaimana mungkin orang luar bisa mengetahui detail data nasabah klo tidak melewati orang yang punya akses ke databasenya… Menggunakan hacker kecil kemungkinannya oleh mudah sekali membeli data pelanggan, no hp pelanggan di tempat pengisian pulsa aja dijual…
      Kedepannya mungkin ibu bisa belajar dri kesalahan… Jangan pernah menyetujui promosi atau layanan dalam bentuk apapun entah dri bank, provider internet atau apapun apalagi dri nomor tidak dikenal biarpun itu no resmi… Ingat bu promosi atau layanan apapun itu pasti bakal ada tagihannya…

      • 22 Februari 2021 - (08:48 WIB)
        Permalink

        Iya pak ini pembelajaran buat sy seumur hidup. Bahwa tekhnologi semakin canggih mk semakin canggih jg penipuan.

    • 22 Februari 2021 - (08:44 WIB)
      Permalink

      Ini sy blm diberikan hasil investigasinya. Info dr bu delia (bag penagihan) kt nya sdh kirim via pos/email padahal di email sy blm ada sm sekali masuk. Sedangkan sy sdh menanyakan ke cardcenter jg dan dijwb nunggu dr kantor pusat. Terimakasih atas masukannya pak

      1
      1
  • 22 Februari 2021 - (08:18 WIB)
    Permalink

    Maaf ya, yg go***k kamunya sendiri, kok mau dimintain data data pribadi + pembuatan KK online, gw mah ga percaya, apalagi pakai ditelpon segala itu penipuan 100% , kalau gw ditelpon pasti gw nolak, kalau yg nelpon suruh disini, gw caci maki, agak tegas sedikit sama penipu online , kalau ibu lengah penipu online tambah semangat buat nipu ibu, saran dari saya siapa saja yg ditelpon pihak bank, anda mendapatkan hadiah, point, pengurusan kartu kredit dll, sebaiknya ke kantor terdekat, yg nelpon di HP itu semua penipu jangan diikuti, kalau sudah gitu, anda harus bayar tuh tagihannya , kan nama anda yang tertera, dan juga kamu uda ditipu harus ada bukti nyata, kalau cuman bilang saya ditipu, semua orang juga bisa, ibu cari bukti atau bayar tagihan tersebut

    5
    2
    • 22 Februari 2021 - (09:04 WIB)
      Permalink

      Ya mgkn bpk rifan sdh pakar dlm hal ini anda mgkn pemain kartu kredit ya pak? Trs tolong dibaca rinci dr awal ya pak krn yg pertama sy TDK MINTA/TDK PENGAJUAN KK dan yg ke 2 PETUGAS DR BNI NYA SDH TAU SEMUA DATA2 SAYA. Sampai disini apa bpk paham! Dan kalo mengedukasi jangan memakai kata GOBLOK krn ini mencirikan diri anda yg sebenarnya.

      3
      3
      • 22 Februari 2021 - (09:10 WIB)
        Permalink

        Ibunya lucu banget masa ga tau kartu kredit wkwkw, anak SD aja tau kartu kredit apa, ditipu dibilng priority, harusnya priority uda tau kartu kredit apa, meskipun orang awam kartu kredit itu utang, pernah kredit kendaraan atau elektronik gak? Dan juga ngga ada alasan orang awam ngga tau kartu kredit, punya HP kok ngga tau artinya kartu kredit, carilah di google banyak kok pengertiannya

        5
        2
        • 22 Februari 2021 - (11:27 WIB)
          Permalink

          Bpk ini gak baca lg lebih rinci. MEKANISME nya pak yg sy sbg org awam tdk paham betul. Trs yg bilang sy nasabah PRIORITY itu pegawai BNI nya lho. Tolong pak kalo kasih pencerahan dibaca satu persatu kata dan jangan terburu menghujat, malu nanti sama ijazah bpk ya?

          1
          5
    • 22 Februari 2021 - (09:22 WIB)
      Permalink

      @Rifan

      Saran itu Bener banget.

      Awalnya saya juga menaruh iba dengan penulis dan ingin memberikan saran seperti itu. Tapi ketika saya baca kalimat respon nya pada komentar yang ini,

      [Saya tidak memahami istilah dibank krn sy org awam spt pd umumnya dan hanya punya tabungan di BNI yg tdk sampai puluhan juta]

      Serta merta saya menjadi sangat kecewa karena dari kalimat itu terindikasi bahwa penulis hanya berniat 100% mengelak dari masalah. Dan 100% melepas tanggung jawabnya.

      Bahaya dengan orang yang seperti ini.

      Bahaya dengan orang yang pura pura Awam.

      Kartu Kredit sudah ada puluhan tahun. Bandingkan dengan Fintech yang baru muncul 5 tahun belakangan.

      Kartu Kredit adalah buyutnya Fintech.

      Pengguna Kartu Kredit adalah Masternya Riba’. Lebih dahsyat dari Riba’ Fintech.

      Saya kemudian berpikir lebih jauh. Mungkin kaum muslim yang saat ini menggunakan kartu kredit akan sama dengan penulis. Pura Pura Awam. Beralasan tidak tahu bahwa kartu kredit Haram. Sehingga puluhan tahun nyaman menggunakannya.

      Bahkan saya melihat di berita, ibadah haji dibayar pakai kartu kredit. Bikin tercengang.

      Istilahnya berubah. Naik Haji bila mampu tapi kini Naik Haji bila punya kartu kredit.

      Kaum Muslim yang juga pengguna Kartu Kredit sontak panas hati membaca tulisan saya.

      Mereka tahu itu Haram tapi mereka 100% sangat sulit melepaskannya. Karena sudah menyangkut kesejahteraannya, kenyamanan hidupnya (didunia).

      Berzina dengan ibu kandung adalah dosa terkecilnya Riba’. Itu dosa terkecil. Coba anda pikirkan perbuatan terkutuk apa didunia yang lebih terkutuk dari berzina dengan ibu kandung. Itu bisa disetarakan dengan dosanya Riba’.

      Setan tempatnya di Neraka. Jika kalian lebih banyak mengikuti kebiasaan setan, maka kalian semua akan mendampinginya di Neraka.

      4
      3
  • 22 Februari 2021 - (09:07 WIB)
    Permalink

    Okelah siap kalau menurut ibu saya goblok, saya cuman kasih tau ibu aja, kalau sudah begitu ibu sendiri wajib bayar tagihan tersebut, mau bilang kena tipu wajib bayar, entah ga punya uang tetap harus bayar, itu uda ketentuan bank

    2
    5
    • 22 Februari 2021 - (11:31 WIB)
      Permalink

      Lho pak rifan knp mengelak? Kan bpk sendiri yg drtd memakai kata GOBLOK, bkn sy lho pak. Sy akan bayar kewajiban sy JIKA mmg sy yg pakai

      3
      2
  • 22 Februari 2021 - (09:34 WIB)
    Permalink

    Iya @muhhamad , dia uda ga bisa mengelak namanya dia, siapa suruh menyetujui kartu kredit atau pembuatan kartu kredit, bank tidak peduli orang awam atau tidak, ya gimana lagi, ibu tersebut harus membayar sesuai tagihan, kita kan uda tau bank itu LEGAL, OJK dan BI CHECKING pula, lain kali kalau ada hal yg serupa jangan di iyain, bilang aja saya tidak berminat, kalau mereka tetap ngeyel matikan telponnya

    4
    5
    • 22 Februari 2021 - (11:04 WIB)
      Permalink

      iya kyknya bnyk komplotan.. heran org sharing disini spy menjd pembelajaran buat yg lain dan menjadi solusi,.

      4
      2
    • 22 Februari 2021 - (11:33 WIB)
      Permalink

      Sepertinya mbak…kita doakan aja buat mrk yg mem bully, krn dosa akan mrk tanggung dan sdh ada pasal ITE dan pelanggaran yg membully

      2
      2
    • 23 Februari 2021 - (17:48 WIB)
      Permalink

      Ya si muhammad dan rifan itu mungkin komplotannya. Satunya langsung keluar jurus dakwah zina-zina dengan ibu kandung (mungkin pengalaman pribadi dia?). Yg satunya lagi keluar jurus goblok-goblokin orang.

  • 22 Februari 2021 - (20:24 WIB)
    Permalink

    Masalah ibu Mona jgn dikait²an dengan Agama, klo dikaitan dengan Agama sudah pasti itu hal yg berdosa. Disini ibu Mona hanya ingin mengeluarkan unek² yg mungkin dia butuh pembaca yg bisa memberikan solusi, kita semua itu org berdosa kok baik yg disengaja ataupun yg kita tdk sengaja. Jd lah org yg bijak klo tidak suka cukup lihat saja untuk pembelajaran kita kedepannya terima kasih. Buat ibu Mona semoga masalahnya bisa cepat selesai dan jgn lg jatuh dilubang yg sama.

  • 23 Februari 2021 - (06:07 WIB)
    Permalink

    Iya karena kejadian ini sangat mungkin terjadi, dulu pernah saya alami hampir jadi korban penipuan CC nya BNI juga modusnya sama koq..

 Apa Komentar Anda?

Ada 53 komentar sampai saat ini..

Sudah Jadi Korban Penipuan Kartu Kredit, malah Diminta BNI Harus Berta…

oleh Mona Mattalia dibaca dalam: 3 min
53