Debt Collector Akulaku Mengancam Mempermalukan Nasabah

Dear Akulaku,

Saya nasabah Akulaku, dengan tagihan tertunggak Rp2.800.000 di Akulaku. Saya belum bisa membayar tagihan tersebut karena dirumahkan dampak pandemi covid-19 dan sekarang hanya sebagai pekerja lepas.

Setiap hari saya ditagih dengan orang yang berbeda dan sudah berulang kali saya jelaskan. Namun hari ini saya mendapatkan Whatsapp ancaman dari DC Akulaku yang akan mempermalukan saya di media sosial dan menyebarkan foto saya yang ada di HP saya. Apakah benar cara menagih seperti ini?

Dalam aturan penagihan sudah jelas disebutkan dilarang untuk mempermalukan nasabah, menagih kepada orang selain nasabah, serta mengganggu kegiatan nasabah. Sedangkan permohonan restrukturisasi saya kepada pihak Akulaku belum ada tanggapan.

Saya bukannya tidak mau membayar, tapi memang saya sedang tidak berkemampuan untuk membayar. Tolong untuk pihak Akulaku dijelaskan sekali lagi SOP penagihan kepada DC anda dan berikan solusi yang baik untuk permasalahan restrukturisasi atau penangguhan pembayaran.

Terima kasih.

Anindiati Dianandra
Denpasar, Bali

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:140    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Anindiati Dianandra

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Ibu Anindiati Dianandra pada tanggal 13...
Baca Selengkapnya

45 komentar untuk “Debt Collector Akulaku Mengancam Mempermalukan Nasabah

    • 14 Maret 2021 - (23:23 WIB)
      Permalink

      Y berarti lunas kalo sampe sebar data….jangan takutlah…bukti ancamannya biar di proses saja..

      • 15 Maret 2021 - (07:58 WIB)
        Permalink

        yg saya pertanyakan mengapa penipu itu bisa sejak pertama menelpon tau kalau saya adalah pengguna akulaku dan reputasi saya baik di akulaku apa mungkin penipu nya juga apakah begitu mudah data pelanggan akulaku tersebar luas,

        • 15 Maret 2021 - (13:09 WIB)
          Permalink

          Gak usah takut itu berarti data penagihan sudah masuk pihak ketiga jika benar dia memperlakukan anda dengan menyebarluaskan foto dan mempermalukan anda save ancaman tersebut dan simpan dan bawa bukti tersebut dan lapor ke OJK perlu di ingat hutang anda dengan akulaku bukan pihak 3. Intinya tidak perlu takut .

      • 7 Agustus 2021 - (20:05 WIB)
        Permalink

        Saya tertipu dengan akulaku , pesan hp xiaomi disalah satu store, barang memang datang , tapi semuanya palsu, dan semuanya kw, mulai dari kaca hp itu sudah palsu,batrei sampai charger sama sekali ga ori, baru sadar kalau palsu setelah 2hari pemakaian , tiba2 mati , langsung cek kode imei.nya ternyata berbeda dengan dus box.nya.
        Jika tidak kami bayar apakah dc akan datang kerumah , soalnya bukan jumlah yg sedikit jika saya harus membayarnya,sudah komplain ke store dan aku laku tapi tidak ada tanggapan ,.

    • 13 Maret 2021 - (12:01 WIB)
      Permalink

      Belum sepertinya, kn sudah nulis disini, mungkin dgn nulis disini bebas teror, bebas dimaki sama dc. Jd situs ini seperti jimat. 😀

      1
      3
      • 13 Maret 2021 - (15:13 WIB)
        Permalink

        Bila dapat ancaman bisa dilaporkan kepihak kepolisian terdekat serta OJK bisa melalui telp.157 atau layanan WA 081157157157 atau email. OJK.go.id dan agar dilampirkan buktinya, misalnya foto dari DC atau sreenshot wa

        9
        1
        • 13 Maret 2021 - (20:17 WIB)
          Permalink

          Akulaku yg udah dibayar aja ditagih lagi karna dilunasi percepat.. Pas belom posting ini juga responnya lama.. Tp pas dah posting sorenya langsung dikirim rinciannya begitu juga sama tunaiku.. Wkwkwk..

        • 14 Maret 2021 - (07:02 WIB)
          Permalink

          Saya juga sudah dipermalukan oleh pihak danagaib apk by money go,saya sudah menyimpan bukti mempermalukan dan melapor pada pihak terkait dan OJK jadi saya mohon apk pinjol,BARU TELAT 1HARI SUDAH MENYEBARKAN DATA ORG dengan cara munafik dan ber unsur seksual sangat menyalahkan aturan sekali

      • 14 Maret 2021 - (09:49 WIB)
        Permalink

        Tidak lah, semoga tidak. Mungkin itu hanya sebatas “perkataan keras/tegas”, tapi tidak melaksanakan ucapannya. Maaf, saya pribadi malah ngakak baca cetingan mereka..haha

    • 13 Maret 2021 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Ingat ya, semua pinjol entah ilegal atau legal, ITU SEMUA RENTENIR yg berkedok menolong, tpi ujungnya memeras.

    • 13 Maret 2021 - (19:13 WIB)
      Permalink

      Tak usah digubris, Kacung2 itu cuman berani mengancam dibelakang Meja, Via Telp, WA, Haram Hukumnya Anda bersikap Sopan pada Kacung Rentenir, Tunggu Jika mreka datang Kerumah, berbuat Kegaduhan dan Mengancam anda..Tinggal Buat laporan Pidana Ke Polsek Terdekat, jangan percaya jika mereka Bilang sudah berkordinasi dengan Kepolisian, Jika Memaksa, panggil RT dan Tetangga Dimassa saja bersama sama

      16
      • 14 Maret 2021 - (13:13 WIB)
        Permalink

        betul sekali..cara mereka mengancam langsng tlp keteman2 mereka bilang klu costumer menantang kepolisi.cek bodohnya dc wong kejadian atau rmh penagihan diwilayh utara eh kita disuruh kepolisi kedaerah selatan…iku dc goblok

  • 13 Maret 2021 - (14:13 WIB)
    Permalink

    Bapak suruh datang sj dc nya kerumah bisa dibicarakan baik2, jgn lupa lapor dulu rt rw setempat utk mendampingi dan jaga2 bilamana terjadi hal yg tidak diinginkan atau mengganggu keamanan dan kenyamanan daerah tempat tinggal.

  • 13 Maret 2021 - (15:57 WIB)
    Permalink

    Sudah menjadi hal yg biasa para DC berbuat spt itu, dan mereka juga sudah mengetahui cara menagih spt apa, hanya gertak sambal saja, sebenarnya juga kebanyakan para DC adalah orang timur dan harusnya mereka LBH paham mereka hanyalah perantauan di kota org dan mereka pun bisa hidup di kota org, lebih baik diabaikan saja tapi jika sudah mencemarkan privasi dan pribadi personal sudah jelas akan ada tindakan bagi yg melanggar dgn pasal yg akan diberikan sesuai dgn sanksi kasus spt apa

    • 14 Maret 2021 - (13:17 WIB)
      Permalink

      betul kita jgn pernh takut sama namanya dc…mrka cuma berani dtng sekali kermh kita klu kita sdh pernh tukaran atau ribut sama mereka.mendingan klu kita emng nggak bisa byr y bilang aja emng nggak bisa byr…trs jagn pernh menjanjikan apapun kapan kita bisa byr y..sekali kita janji itu sdh dianggap surt perjanjian baru buat kemampuan membyr atau mencicil

  • 13 Maret 2021 - (17:12 WIB)
    Permalink

    Bisa dikirim kepada lembaga fintek yang dibawah naungan OJK, sy lupa namanya.., lampirkan bukti bukti yang ada, kl sudah menjurus kepada pelecehan, pencemaran nama baik bisa dilaporkan ke cyber polisi, asalkan memang di dukung oleh bukti yang kuat..,kl memang sudah disebarkan data kita di medsos

  • 13 Maret 2021 - (18:00 WIB)
    Permalink

    Gak segampang itu ko ,dia cuma ngancem,mmg sdh d permalukan? Akulaku bisa dicicil,anda masuk aja ke aplikasinya nanti bisa d setting nominalnya ,tunjukan aja niat anda kalau mau bayar walau gk bisa sekaligus

  • 13 Maret 2021 - (21:05 WIB)
    Permalink

    saya ingin bercerita saja hari ini saya dapat tlp dari yg mengatas namakan akulaku menjajikan hadiah dan bodoh nya saya terbawa arus nya juga hingga dia bisa membobol akun akulaku saya dan ketika saya sadar saya menelpon oprator akulaku minta bantuan bagaimana cara nya saya tidak membayar tagihan yg di lakukan penipu itu tapi pihak akulaku mengatakan tidak bisa membantu dan tagihan itu tetap harus saya yg bayar, adakah yg punya solusi untuk masalah saya ? mohon pencerahan nya

    • 14 Maret 2021 - (08:48 WIB)
      Permalink

      ya, itu kesalahan sendiri , kak
      walau ga bisa di salahkan juga krana tertipu bujuk rayu penipu 😭
      tapi , sesuai aturan sih, semua transaksi yg terjadi atas akun anda terlepas itu benar atau tidak , semua menjadi tanggung jawab anda sebagai pemegang akun .

      wah, repot dah klo gitu , masalah nya pelaku juga ga akan terditeksi siapa

    • 14 Maret 2021 - (13:19 WIB)
      Permalink

      y gampng buat apa kita bingung..gmpang nggaj ush byr toh wong kita ora pakai..klu lapor polisi jg bisa tapi pasti urusannya lama

    • 15 Maret 2021 - (04:59 WIB)
      Permalink

      Jujur saja kak, kalau sudah berhubungan dengan OTP yang dengan sadar diri kakak berikan kepada penipu dgn iming2 hadiah, sudah bukan ranah siapa2 lagi untuk bisa membantu, karena kode OTP atau kode keamanan hanya diberikan kepada nomor kakak melalui sms dan tidak ada orang yang bisa mengakses aplikasi kakak selama OTP masih dipegang penuh oleh kakak. Tetapi kalau sudah diberitahukan kepada orang lain secara sadar, maka kakak sudah mengijinkan orang lain untuk mengakses aplikasi kakak dengan cara yang legal (legal, karena mereka tidak melakukan peretasan atau fraud, hanya bermodal OTP dari kakak, siapapun yg bukan hacker di bidangnya sekalipun bisa mengakses aplikasi dari kakak)
      Tidak ada solusi dan dari akulaku juga beranggapan bahwa itu murni kesalahan kakak, bukan kesalahan akulaku (diretas, dihack, dibobol)

  • 14 Maret 2021 - (01:57 WIB)
    Permalink

    Debt Collector, kerjanya ya cuma nakutin orang buat bisa bayar tagihan karena dari situ dia dapat gaji, kalo tidak ada nasabah bayar dia ga dapat gaji. Debt Colector kebanyakan dari outsourcing /jasa penagihan dan dari sinilah semua debt collector ga ada satupun yg punya SOP, asal nagih dan ga etika, tidak perlu takut dengan DC, jika dipermalukan/dilecehkan lapor ke polisi tindakan pidana, beres dan pasti pihak akulaku cepat merespon keluhan anda dengan bgtu, toh juga pinjaman apabila di pengadilan negeri jika tidak ada kemampuan bayar juga akan dibatalkan kok, masalah perdata ga usah pusing banyak solusinya

  • 14 Maret 2021 - (10:01 WIB)
    Permalink

    tolong seumpama ada yg punya masalah sama dengan saya dan sudah punya solusi mohon bantu saya untuk berbagi agar saya juga bisa terlepas dari tagihan yg tidak saya lakukan dengan sebab penipuan

    • 16 Maret 2021 - (12:43 WIB)
      Permalink

      Ga bisa kak, kalo udah dengan sadar membagikan kode OTP kepada penipu, ya berarti kakak sudah dengan “sadar” mempersilakan penipu untuk masuk ke dalam akun kakaknya. Ketika komplain kepada pihak marketplace ato perusahaan pinjaman online manapun, mereka jelas akan menolak komplain dr kakak karena setiap pesan SMS kode OTP yg masuk, selalu ada peringatan kurang lebih seperti “HATI-HATI PENIPUAN! JANGAN BERIKAN KODE OTP KEPADA SIAPAPUN” dan kalimat itu ada di awal sms pemberitahuan yang artinya kakaknya sebagai penerima sms harusnya sudah membaca di awal mengenai peringatan tersebut, bahkan kadang beberapa aplikasi memberikan peringatan untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun termasuk kepada pihak yang mengatasnamakan aplikasi yg berkaitan (tokopedia,shopee,homecredit,akulaku,dll). Ya dengan berat hati, saya pribadi memberikan solusi untuk membayar untuk barang yang tidak kakak beli dengan sukarela atau tebal muka untuk tidak menggubris tagihan2 yg masuk terhadap barang yg sudah dibeli oleh org lain dan menyediakan diri untuk namanya masuk ke dalam BI checking. Saya rasa beberapa konsumen yang disini ketika mengalami hal penipuan yang semacam ini, tidak ada solusi sama sekali karena ya, itu tadi, kecerobohan dan keteledoran dari diri sendiri. Beda ceritanya ketika kakaknya ga ngutak atik aplikasi, ga ada yg nelpon ato sms ato chatting tp tiba2 ada tagihan yang gatau darimana masuk gitu aja, nah itu baru kakak bisa komplain ke pihak aplikator kalau aplikasi dan akun kakak diretas.

  • 14 Maret 2021 - (13:09 WIB)
    Permalink

    tidak digubris biarin aja..mereka dc cuma berani diwa dan tlp aja..klu dtng krmh mah nggaj berani..wong dtng kermh tdk bw surat tugas resmi dan id card,tapi cuma bw surt lewt aplikasi dihp mrka🤣🤣🤣.cuma nunjukin aja…ditanya alasannya saya baru aja kerja diakulaku jd suratnya blm jd

  • 15 Maret 2021 - (02:46 WIB)
    Permalink

    Parah emang akulaku..bunganya ajah sampe 300 ribu 22 hari..udh gtu adik saya telat kan karena lagi pandemi..adik saya di ancam mau kerumah orh dcnya..katanya kalau engga bayar juga barang yg di rumah akan di bawa..kan gila ..katanya terdaftar ojk..tapi kelakuan kaya gty..kecewa dh

    • 28 September 2021 - (17:01 WIB)
      Permalink

      Sama saya order barang di shopee & metode pembayaran pake akulaku sekutar 250an dan memang saya telat karna pandemi kaya gini kerja susah,tiap hari di telpom di wa di ancem ancem sampe siang ini di wa harus bayar hari ini kalo ngga besok sore mau kerumah , dia kirim foto kertas seperti surat gitu tertulis surat kuasa penagihan online dan 3 nama dc serta ada no. Ktp ke 3 dc nya itu , saya hanya memunjam dana 250k sampai sampai mau di datangkan kerumah serta mau melibatkan aparat desa , sering juga saya di bilang mau mempermalukan saya , saya diemin tidak saya jawab sama sekali

  • 15 Maret 2021 - (12:55 WIB)
    Permalink

    kenapa ya cuma dalam beberapa menit akulaku gak bisa bantu untuk membantalkan pesanan yg sudah di konfirmasi oleh pemilik akun terlepas dari pihak pemilik akun yg seperti sedang terhipnotis, seharus nya pihak akulaku punya solusi untuk bantu membatal kan pesanan karna saya langsung menelpon setelah beberapa menit, di sini saya sebagai pengguna akulaku merasa tidak memiliki keamanan, sedang kan perbankan bisa melakukan blok tek penipu ini malah cuma menyalahkan pengguna aplikasi kekecewaan yg bener besar sama pihak akulaku

    • 16 Maret 2021 - (12:55 WIB)
      Permalink

      Kakak jangan cuma menyalahkan pihak aplikator, kakak yg harusnya dengan berbesar hati mengoreksi diri sendiri. Bukan soal keamanan kak. Kode OTP itu udah sistem keamanan yang paling masuk di akal dan paling aman. OTP (One Time Password) itu password sekali pakai kak. Ada batas kadaluarsanya selama beberapa menit dan sekalinya kakak sudah pakai kode OTP itu, maka kode OTP yang dikirimkan lewat sms dsb nya sudah tidak berlaku lagi karena sistemnya bukan seperti pin. Ketika kakak memberikan kode OTP kepada penipu, itu sama saja kakak sudah mengijinkan penipu untuk mengakses aplikasi kakak dan dari pihak marketplace ato aplikasi kredit melihatnya ya karena kode OTP itu dikirimkannya lewat nomor kakak, ya sudah berarti kakak yang pakai aplikasinya. Ketika kakak komplain ke akulaku, ya akulaku tidak akan mau tahu bagaimana kakak ditipu, wong seringkali di sms kode OTP selalu dicantumkan “HATI-HATI PENIPUAN! JANGAN BERITAHUKAN KODE INI TERHADAP SIAPAPUN, TERMASUK PIHAK YANG MENGATASNAMAKAN ..…… “,Betul kan? So, berkaitan dengan kode OTP yang diberikan secara sukarela, tidak ada yang bisa membantu kak, bahkan polisi pun tidak bisa berbuat banyak untuk membatalkan tagihan dari akulaku. Polisi bisa saja menangkap penipu, tapi polisi tidak punya otoritas untuk menindak pihak aplikator karena polisi sendiri juga pasti sudah paham apa itu OTP dan apa fungsi dari OTP sehingga tidak mungkin bahwa polisi bisa saja menilai kasus ini disebabkan karena kelalaian atau kecerobohan secara pribadi, bukan orang lain.

      • 16 Maret 2021 - (13:07 WIB)
        Permalink

        mohon maaf ya mas saya di sini mencari solusi bantuan dan berbagi dalam hal ini apakah ada yg penah mengalami keadaan seperti saya, dan mas nya harus tau saya bukan dengan sadar ngasih otp terlepas itu memang dari kesalahan saya, kok mas nya seperti ngotot memojokan saya di sini, yg jelas ingin saya tau apakah semudah itu aplikasi sebesar akulaku membocorkan data pengguna nya dan malah menyalahkan saya mengunakan aplikasi lain, di situ yg saya pertanyakan, dan saya sudah menyatakan jelas saya tidak memilikinaplikasi lain selain akulaku

        • 17 Maret 2021 - (06:28 WIB)
          Permalink

          Banyak kak yang sudah mengalami hal semacam yg kakak alami, silahkan dicari di media konsumen, kira2 ada ga satu saja dari mereka yang dapat solusi?kakaknya juga harusnya paham betul apa itu OTP. Dari cerita ini, saya pengen tahu, awal mula penipu bisa masuk akun akulaku kakak bagaimana? Ada tawaran hadiah atau kenaikan limit? Lalu kakak ditelpon dengan syarat yaitu memberikan kode OTP yang terkirim melalui sms di handphone kakaknya?
          Ya kalau sudah diberikan dengan sukarela seperti itu artinya jangan kemudian menyalahkan akulaku : “sebagai perusahaan kok gampang sekali dibobol?”. Aplikasi apapun yang menggunakan kode OTP untuk akses masuk itu ga akan mudah untuk dibobol kak, itu merupakan kode akses yang sejatinya hanya bisa dikirim melalui nomor kakak dan sekali pakai sifatnya. Saya tidak menyebut kakak pakai aplikasi selain akulaku kok,saya hanya menyebutkan bahwa rata2 aplikasi seperti tokopedia,shoppe,akulaku,homecredit,ketika ada yang meminta perijinan untuk mengakses aplikasi pasti dikirimkan lah kode OTP ke nomor yang berkaitan yaitu nomor kakak dengan biasanya disertai tulisan “HATI-HATI PENIPUAN! KODE OTP JANGAN DIBERIKAN KEPADA SIAPAPUN, TERMASUK KEPADA PIHAK YANG MENGATASNAMAKAN blablabla (akulaku,tokopedia,shoppee,homecredit).
          Dan kalau ketika mendapat sms seperti itu kemudian kakaknya memberitahukan kepada penipu, ya sudah, kakak membuka portal lebar kepada si penipu, itu saja. Dari balasan kakak saja saya sudah paham kalau kakak tidak betul2 mengerti tentang apa itu kode OTP, bagaimana kode OTP berfungsi dan bekerja. Bank sebesar apapun, apabila nasabahnya memberikan kode OTP kepada penipu, yang bisa dilakukan ya cuma diblock, tapi uang yang disimpan juga ga akan balik kan? Dibedakan juga kak antara aplikasi kreditur akulaku,homecredit,kredit pintar,tunaiku yang menyediakan jasa kredit barang secara langsung dengan perbankan. Ketika ada kasus semacam itu, bank memang bisa block rekening karena transaksi hanya berhenti pada tarik uang tetapi juga tidak bisa mengembalikan uang yang sudah ditarik oleh penipu kan? Kalau aplikasi ini jelas, ketika ada transaksi untuk kredit barang, pihak aplikasi juga tidak akan mungkin block akun kakak karena masih ada transaksi yang berjalan.
          Baiknya,coba googling apa itu OTP atau One Time Password dan beberapa pengalaman orang yang pernah terkena kasus seperti kakaknya ini yang dengan sukarela memberikan kode OTP nya,apakah ada solusi nyata? Kalau ada ya boleh2 saja untuk diterapkan meskipun hasilnya nihil

    • 16 Maret 2021 - (13:04 WIB)
      Permalink

      Perlu dipahami juga kak, ditipu dengan kakak secara memberikan kode keamanan dengan fraud atau hack itu beda kak. Kalau akun kakak baik akun marketplace, loaning, perbankan apapun, diretas atau dihack yang kakak sendiri tidak tahu menahu dari mana asal muasalnya, pasti akan langsung ada tindakan dari pihak perbankan seperti yg kakak sebutkan. Tapi kalau dengan sukarela, tidak ada kamusnya akan ada bantuan dari pihak apapun dan manapun. Itu sama saja kalau dianalogikan : ada orang asing yang menawari kakak untuk mengisi rumah kakak dengan perabotan mewah,barang2 elektronik dengan cuma2 asal syaratnya kunci rumah diserahkan kepada yang menawari hal tersebut dengan alasan supaya akses keluar masuknya mudah dan ketika kakak kembali ke rumah, bukan perabotan yang bertambah justru barang2 di rumah yang hilang, kurang lebih seperti itu kan? Sama saja kakak membiarkan pihak penipu mengacak2 aplikasi kakak wong satu2nya kunci rumah (aplikasi akulaku kakak) diberikan dengan sukarela kok

    • 22 Maret 2021 - (19:35 WIB)
      Permalink

      iya itu kan saran saya kalau masalah nya sudah kelar, mending minta hapus akun aja sama cs Akulaku…

  • 16 Maret 2021 - (13:10 WIB)
    Permalink

    terimakasih banyak mas atas tanggapan nya, semoga mas nya selalu sehat da di murahkan rezeki nya oleh allah subhanahu watta’alah

    • 17 Maret 2021 - (06:32 WIB)
      Permalink

      Amin kak, semoga ada rejeki mengalir untuk mengatasi masalah kakak. Setidaknya ada rejeki berlebih kalaupun memang kakak yang harus menanggung transaksi berlebih supaya rejeki berlebih itu bisa dipakai untuk mengatasi permasalahan kakak dengan tidak mengganggu rejeki utama kak.
      Semoga di kemudian hari ada pelajaran dan pengalaman yang bisa dipetik untuk tidak jatuh kepada hal yang sama kedua kalinya.
      Salam. 🙏🏻

  • 9 April 2021 - (23:21 WIB)
    Permalink

    pelan-pelan WINPI dan diangsur secara pelan pelan tanpa menimbulkan hal2 lain setidaknya sedikit tetapi ada niat membayar, jika dc berlaku kasar penagihan bisa di laporkan.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 45 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Akulaku Mengancam Mempermalukan Nasabah

oleh anindiati dianandra dibaca dalam: 1 menit
45