Pengalaman Pribadi yang Kurang Berkenan atas Pelayanan BNI Dobo (Cabang Ambon) Maluku

Salam,

Awalnya saya tidak ingin membuat surat konsumen ini. Hanya saja, karena ini sudah menjadi pengalaman kedua jadinya saya tulis hehe. Mudah-mudahan ke depannya BNI Dobo lebih ramah dan lebih baik.

Pengalaman pertama saya pada tanggal 15 Maret 2021, saya membuka rekening BNI Taplus yang baru (sebelumnya saya sudah punya). Singkatnya, saya terkesan “dipaksa” menggunakan mobile banking. Padahal saya hanya ingin menggunakan SMS banking, karena pekerjaan saya pekerjaan lapangan, dimana saya harus mengunjungi wilayah wilayah yang terbatas jaringan internetnya. Oya, saya baru seminggu pindah ke kota ini waktu itu.

Pengalaman selanjutnya, saat customer service menanyakan alamat kerja saya, saya sebutkan nama kantor yang merupakan bagian dari UPT milik Kementrian. Customer service-nya bingung, lokasi kantornya di mana, katanya sih dia belum pernah lihat. Dia seolah “mencecar dan mencurigai” saya, bahwa informasi yang saya sampaikan salah. Sampai akhirnya, saya jawab “Kalau gak percaya, main aja pak ke kantor. Kantornya memang berbentuk rumah karena merupakan kantor perwakilan saja, di depan lapangan utama, ada papan informasinya juga kok. Kalau tidak percaya saya ada SK penempatan Pak”. Akhirnya customer service-nya mengalah. Percaya tidak percaya, agak lama untuk sampai dia percaya hehehe. Pelayanan pun berlanjut.

Kedua, pengalaman sejam yang lalu. Saya mau transfer hanya Rp200.000, bagi teman-teman mungkin berpikir itu bisa lewat ATM saja. Hanya saya perlu cap dari teller BNI untuk SPJ keuangan. Dari satpam sampai teller semua menyarankan pakai ATM saja. Ya mungkin untuk efisiensi, kasihan orang-orang pada mengantri, tapi saya tetap perlu cap di kwitansi pembayaran format kantor saya. Teller pun mengerti.

Kemudian teller menanyakan “Pak ini yang ditulis sudah benar ya pak, kalau salah satu angka saja nanti salah kirim, tidak bisa dikomplain”. Kemudian saya bilang “Kalau gitu pakai ini saja kak biar tidak salah” (sambil menyodorkan hp yang didalamnya ada nomor rekening). Kata tellernya “Tidak pak, saya ikuti yang bapak tulis saja”. Eee buseeet (tulisan saya memang mirip cakar ayam). Akhirnya saya bilang “Sini kak, saya cek dulu kalau begitu”. Pelayanan pun berlanjut.

Ketiga, ini bukan pengalaman ketiga saya. Ketika saya selesai transfer ada nomor antrian yang dipanggil-panggil tidak maju (monitor penunjuk nomor antrian error). Akhirnya ada yang maju setelah sekian kali dipanggil, customer service-nya bilang “Bapak pemilik antrian nomor ..? Pak, tadi kan saya sudah panggil-panggil!” Wkwkwk, maaf pak customer service, mungkin bapaknya sedang ada masalah, jadi kurang fokus, atau sedang melamun bosan menunggu antrian. Memang sih itu menghambat, yang lain pun pada nunggu, tapi mohon diperhalus yaaa.

Semoga ke depannya BNI Dobo lebih ramah, karena di sini hanya ada satu BNI, tidak bisa pindah tempat :'(

Jamaludin
Dobo, Provinsi Maluku

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BNI:
[Total:5    Rata-Rata: 2/5]
Loading...

7 komentar untuk “Pengalaman Pribadi yang Kurang Berkenan atas Pelayanan BNI Dobo (Cabang Ambon) Maluku

    • 1 April 2021 - (09:00 WIB)
      Permalink

      Ia memang tidak urgen kok Pak Malik, bahasa saya pun tidak aneh. dan di dalam surat hanya harapan agar lebih baik. tidak menuntut apapun yaa . . . . .

  • 1 April 2021 - (11:24 WIB)
    Permalink

    1.Pengalaman pertama saya pada tanggal 15 Maret 2021, saya membuka rekening BNI Taplus yang baru (sebelumnya saya sudah punya). Singkatnya, saya terkesan “dipaksa” menggunakan mobile banking.

    Cukup ditolak saja jika tidak berkenan, FYI saya juga waktu itu menolak dan tidak masalah

    2. Dia seolah “mencecar dan mencurigai” saya, bahwa informasi yang saya sampaikan salah.

    Sesuai dengan UU tentang pencucian uang dll, memang saat ini bank lebih selektif dan lebih “mencurigai” calon nasabahnya. jadi menurut saya masih tergolong wajar

    3. Kedua, pengalaman sejam yang lalu. Saya mau transfer hanya Rp200.000, bagi teman-teman mungkin berpikir itu bisa lewat ATM saja. Hanya saya perlu cap dari teller BNI untuk SPJ keuangan. Dari satpam sampai teller semua menyarankan pakai ATM saja

    Satpan dan teller hanya menyarankan, jadi sepertinya tidak ada masalah disini,

    4. kalau gitu pakai ini saja kak biar tidak salah” (sambil menyodorkan hp yang didalamnya ada nomor rekening). Kata tellernya “Tidak pak, saya ikuti yang bapak tulis saja”.

    ini juga sepertinya tidak ada masalah

    5.Ketika saya selesai transfer ada nomor antrian yang dipanggil-panggil tidak maju (monitor penunjuk nomor antrian error). Akhirnya ada yang maju setelah sekian kali dipanggil, customer service-nya bilang “Bapak pemilik antrian nomor ..? Pak, tadi kan saya sudah panggil-panggil!”

    ini sih relatif ya, ada yg mungkin menganggap ini “kasar”, tapi menurut saya masih wajar.

    Kesimpulan: TS sepertinya orang yang bertutur halus dan penuh kesopanan, tapi unutk ukuran saya yang berasal dari daerah Sumatra/Jakarta, masih tergolong “wajar”

    • 1 April 2021 - (13:07 WIB)
      Permalink

      Terimakasih mas sony, hal seperti ini memang sangat relatif si.
      Sebelumnya saya bekerja sebagai customer service juga selama hampir satu tahun.

  • 1 April 2021 - (13:12 WIB)
    Permalink

    Fyi teman2, judul awal yang saya input untuk surat ini ada kata “secara pribadi” kemudian ada penyesuaian dari media konsumen mungkin agar tata bahasanya lebih sesuai spok mungkin. Jadi ini memang opini pribadi

    Jadi jika kurang berkenan atas surat ini bisa teman2 abaikan, terimakasih.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BNI?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Pengalaman Pribadi yang Kurang Berkenan atas Pelayanan BNI Dobo (Caban…

oleh jamaludin dibaca dalam: 2 menit
7