Loading...

22 komentar untuk “Kasus Penipuan dengan Modus Validasi Resi

  • 1 Juli 2021 - (11:50 WIB)
    Permalink

    Yg sabar ya kak…saya juga baru kena tipu n sedang dalam proses pengurusan…semoga saja masalah Qt cepet ada jalan keluar..amin

  • 1 Juli 2021 - (12:03 WIB)
    Permalink

    Mudah sekali kalian ditipu. Masa kirim duit sama orang yang tidak dikenal. Apa susah nya belanja online di e-commerce yang sudah jelas?

    Kepo nih…. dengan mudahnya orang2 yang ditipu seperti ini, apakah ada hubungannya dengan tingkat pendidikan, literasi dan digital literasi yang rendah?

    Mudah2an dpt terselesaikan dengan baik.

    • 1 Juli 2021 - (12:23 WIB)
      Permalink

      Para penipu menipu dengan cara yang sangat mudah, segampang meneguk air.
      Saya belum pernah dikonfirmasi kalau sosmed itu Marketplace, belum pernah, atau aku yang mainnya kurang jauh.
      Beli online lewat olshop di sosmed selain modal duit juga harus modal kepercayaan, kedua belah pihak harus saling percaya.
      Anda percaya si seller, walaupun tidak dikenal, anda mempercayakan sejumlah uang, walaupun tidak dikenal, anda percaya bahwa dia akan mengirim barang nya walaupun tidak dikenal, segala sesuatu anda percaya, dan dia percaya anda akan mentransfer, dan bla bla bla…
      Sekarang anda ingin membuat semua percaya bahwa dia penipu.
      Semoga masalahnya bisa terselesaikan dengan baik.

  • 1 Juli 2021 - (12:11 WIB)
    Permalink

    Ambil hikmahnya aja kak, jangan mau lagi disuruh-suruh sama orang gak dikenal, buat masukin kode, klik link atau yang lainnya. Lebih aman belanja di platform marketplace yang memang khusus jual beli seperti Shopee, Tokped, dll, dibanding IG atau FB. Itu pun pastikan kakak bertransaksi lewat platformnya, jangan mau diajak komunikasi via WA, telepon, dsb.

    Kalo mau repot, bikin laporan ke polisi, trus laporkan itu akunnya ke Gojek n LinkAja. Tapi kecil kemungkinan uang kakak bakal balik, paling mereka hanya bisa blokir akun penipu tsb.

  • 1 Juli 2021 - (12:52 WIB)
    Permalink

    Yg pakai keamanan berlapis pakai OTP saja banyak yg kena tipu apalagi cuma di instagram, transfer langsung, haduhh. Ini gimana ya cara edukasi orang2 seperti ini, ujung2nya yg dislahkan platformnya, kasihan.

  • 1 Juli 2021 - (12:52 WIB)
    Permalink

    Di jaman sekarang orang bisa melakukan segala cara untuk mendpatkan uang..
    Kasus ini kita jadikan pembelajaran supaya kedepan nya untuk lebih berhati2..
    Untuk pembelian online..sy rasa ckup ikuti aturan dn trf sesuai pembelanjaan.jika pihak online menghubungi untuk melakukan hal2 aneh..lsg blokir dan abaikan saja..
    Krn pihak online mcm shopee misal,tidak pernah menghubungi cstmr nya lsg via sms/chat wa..
    Mudah2n setelah ini tidak ada korban lg.dan kita juga harus lbh berhati2 lg.

  • 1 Juli 2021 - (12:55 WIB)
    Permalink

    Ikut prihatin. Semoga menjadi pembelajaran. Lain kali kalau belanja online lebih baik di marketplace, itu pun juga harus hati-hati, jangan mau transaksi di luar platform.

  • 1 Juli 2021 - (13:36 WIB)
    Permalink

    ya , saya bernasib sama dengan anda, no. admin & nama yang anda berikan sepertinya orang yang sama dengan yang melakukan hal sama dengan saya,
    semoga merka segera diberikan rejeki yang lebih agar tersadar atas ulah ny, & mampu bersdekah lebih banyak.

  • 1 Juli 2021 - (15:02 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas kritik saran dan masukan na buat saya pribadi. Ya jelas menjadi pelajaran besar buat saya. Dan saya juga setuju dengan yg berpendapat anggap ini karena saya kurang memberikan amal. Alhamdulillah dengan menyampaikan ke mediakonsumen.com ini lebih tenang jadinya. Awalnya masih ada emosi tp dipikir2 saat menulis kata demi kata runtut kejadian ya balik lagi ini kebodohan saya..sekali lagi terima kasih untuk semua masukan na 🙏

  • 1 Juli 2021 - (15:31 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin dengan kejadian yang menimpa penulis.
    Penulis pun sudah mengakui atas kealpaannya dan menjadikan hal ini sebagai pembelajaran.

    Berikutnya, mungkin yang bisa saya sarankan beberapa tips terkait transaksi online dan modus penipuan lainnya agar hal ini tidak terulang:
    1. Lakukan transaksi pembelian hanya di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dll. Sebisa mungkin hindari transaksi melalui sosial media karena tidak ada sistem rekening bersama seperti pada marketplace. Pada marketplace, uang yang dibayarkan tidak langsung diteruskan ke penjual hingga barang diterima dengan baik oleh pembeli. Sehingga keamanan dana jauh lebih terjaga daripada transfer dua arah seperti transaksi di sosial media.
    2. Tetap waspada dengan kemungkinan seller penipu meskipun transaksi dilakukan di marketplace. Caranya:
    tolak segala upaya seller yang mengarahkan transaksi atau pemberian link di luar marketplace dan segera ajukan pembatalan transaksi di marketplace jika itu terjadi;
    3. Buat akun di marketplace seaman mungkin dengan penggantian password/PIN secara berkala.
    4. Jika transaksi di marketplace memerlukan kode OTP, jangan pernah menginformasikan kepada siapapun tanpa terkecuali. Abaikan telpon/chat dari oknum2 yang mengaku sebagai pihak seller atau pihak marketplace yang meminta data pribadi apalagi kode OTP.
    5. Jaga kerahasiaan data pribadi termasuk foto KTP, selfie dengan KTP, nomor kartu debit/kredit, nomor rekening, nomor ponsel, alamat rumah, nama ibu kandung, dll.
    6. Jangan tergiur dengan harga miring sebuah produk. Lakukan riset terlebih dulu apakah harga yang ditawarkan wajar. Jika harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari harga pasaran, sepatutnya harus disangsikan.
    7. Abaikan SMS/email/telepon yang mengabarkan pemberian hadiah, potongan harga miring atau iming-iming lainnya. Jika terlanjur menerima telepon seperti itu, tetap fokus dan waspada pada setiap kalimat yang diucapkan. Jika sudah mengarah ke permintaan informasi pribadi, silakan ditutup telepon dan blokir.

    Semoga informasi ini membantu tidak hanya untuk penulis tapi untuk semua pembaca. Terima kasih.

  • 1 Juli 2021 - (17:44 WIB)
    Permalink

    Pengalaman itu memang mahal. Bahkan lebih mahal proyek Kominfo yang sibuk ngurusi bokep daripada ngurusin validasi data nomor operator seluler, Imei dsb. 🙂

  • 1 Juli 2021 - (18:39 WIB)
    Permalink

    Buat pelajaran mbaknya, akun scarleet cuma satu @scarleet_whitening verified Instagram. Jelas diatas penipuan mengatasnamakan Scarlett mau dilaporkan pun pasti dari pihak scarlett tidak bertanggung jawab karena bukan order dari dia.

    Jelas itu bentuk penipuan terstruktur rapih banget ada admin JNE nya juga hehee..

  • 1 Juli 2021 - (21:35 WIB)
    Permalink

    Jadi inget jaman kaskus, blm ada market place, kalo beli sesuatu harus lihat histori, testimoni, sampe semua nama, alamat no rekening sy search di google. sy harus pastikan seller nya asli, bukan penipu dan kalo ragu sy pakai pembayaran lewat pihak ketiga. meskipun ada bea nya, tetapi yg terpenting tidak tertipu.

  • 1 Juli 2021 - (21:44 WIB)
    Permalink

    Anda terlalu lugu bin polos. belanja online itu tokopedia, shopee, Blibli, Lazada. kalo lewat instagram/facebook, dipantengi dulu dan liat lebih teliti.Banyak- banyaklah membaca . Semoga ini terakhir anda di tipu.

    ke cikampek beli sayur lodeh,…capek dehhhh

  • 2 Juli 2021 - (16:09 WIB)
    Permalink

    mba, belanja online di platform shopee,bukalapak,tokopedia aja masih bisa kena tipu, misal barang yg dikirim berbeda dgn deskripsi produk/rusak/ga bs dipakai/dll. Apalagi kalo main langsung direct transfer, resiko tinggi.
    buat yg lain, jgn pernah transfer langsung jika kalian tdk mengenal betul seller.
    lebih baik belanja di marketplace resmi.

  • 27 Juli 2021 - (15:52 WIB)
    Permalink

    Dan itu terjadi pada saya hari ini mba,, heheh saya juga tergiur iklan di ig,, mudah2an mrka dapet blsnnya,, kita ikhlasin aja,, mudah2an ke ganti lebih dari itu, aamiinn

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Kasus Penipuan dengan Modus Validasi Resi

oleh dwi dibaca dalam: 1 menit
22