CS Kartu Kredit Bank UOB Memaksa Aktivasi Kartu Kredit

Nama saya Dominic Susanto Putra. Saya mengeluhkan sikap dan perilaku dari CS Bank UOB yang menurut saya tidak sopan. Untuk bank sekelas UOB, sikap seperti itu seharusnya tidak layak.

Saya tidak pernah meminta kartu kredit, lalu tiba-tiba ditawari dan langsung di-approve. Kartu pun dikirim dan sekarang saya setiap hari ditelepon untuk aktivasi kartu. Bank UOB seharusnya paham hak konsumen, urusan mau aktifkan kartu dan tidak, hak konsumen lah. Mengapa dipaksa sampai 1 hari telepon sampai 25 kali?

Lalu saat diangkat teleponnya dan dijelaskan bahwa saya tidak mau untuk aktivasi kartu, malah CS marah-marah dan telepon langsung ditutup. Saya sudah jelaskan posisi saya kerja, tolong jangan telepon terus.

Untuk aktivasi kartu sudah ada di suratnya, tidak perlu diaktivasi oleh pihak bank. Karena ya baru kali ini saya tahu ada kartu kredit yang aktivasi dilakukan oleh pihak bank secara sepihak. Saat ditanya mengapa bisa begitu? CS malah marah-marah dan menutup telepon. Apakah pihak UOB mengajarkan tata krama ke CS-nya seperti ini ya? Kayak tidak beretika dan tidak sopan sama sekali.

Saya minta tolong dari pihak UOB:

  1. Tolong jangan telepon saya terus, sampai 1 hari 25 kalii. Kayak Anda tidak ada nasabah lain.
  2. Jelaskan, mengapa aktivasi kartu kredit dilakukan oleh Anda sepihak?
  3. Saya minta pihak UOB segera meminta maaf ke saya atas perilaku yang sangat mengganggu saya. Atau kalau tidak saya akan laporkan ke Pak Menko dan Menkeu untuk di-review bank ini layak tidak beroperasional.

Terima kasih.

Dominic Susanto Putra
Mojokerto, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan Bank UOB Indonesia atas Surat Bapak Dominic Susanto

Dengan hormat, Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Bapak Dominic Susanto Putra yang dimuat dalam rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com tertanggal...
Baca Selengkapnya

18 komentar untuk “CS Kartu Kredit Bank UOB Memaksa Aktivasi Kartu Kredit

  • 3 Oktober 2021 - (10:16 WIB)
    Permalink

    Lebih baik ditutup saja pak. Daripada ketenangan hidup anda diganggu mereka, lebih baik diajukan penutupan dan rekening dipindah ke bank lain. Bank yg tidak dapat menghargai privasi nasabahnya lebih baik ditinggalkan. Nanti mereka kan hengkang sendiri. Bahkan yg selevel ANZ, Rabobank saja bisa keluar dari Indonesia. Padahal ANZ itu termasuk 4 terbesar di Australia, Rabobank juga termasuk salah satu yg terbesar di Belanda.

  • 3 Oktober 2021 - (10:57 WIB)
    Permalink

    Kudunya ente rekam boss pas cs nya nelpon sambil ngedumel, viralin dah tuh di twitter, muahahaha…

  • 3 Oktober 2021 - (12:53 WIB)
    Permalink

    “Saya tidak pernah meminta kartu kredit, lalu tiba-tiba ditawari dan langsung di-approve”

    Kalau tidak mau aktivasi kenapa kemarin di tawarin hayuk aja.?

    Nasabah ini berbohong, tidak mungkin ditawari langsung Approve. Pasti Bank minta klarifikasi apakah memang anda nasabahnya. Dan mengecek kecocokan data dan alamat pengiriman.

    Nah saat itu pasti anda memberitahu data yang mereka minta. Artinya anda memang setuju dikirimi kartu kredit.

    Setelah sampai, Nasabah ini berubah pikiran karena memang tidak niat pakai. Sehingga kartu ditelantarkan begitu saja.

    Wajar Bank mengingatkan kembali untuk di aktifin, karena sebelumnya mereka sudah repot mengirim kartu itu.

    Ada sebab ada akibat, ada awalan ada akhiran, ini bukan suatu Pemaksaan tapi,

    Informasi Lanjutan mengenai Tindakan yang wajib dilakukan oleh Pengguna Kartu Kredit.

    1
    15
      • 4 Oktober 2021 - (11:50 WIB)
        Permalink

        Saya juga mengalami hal serupa di bank yg sama. tiba2 sy terdaftar punya kartu kredit secara sepihak. Entah dia konfirmasi data kemana. Pdhl kl ditelepon telemarketing saya nolak bahkan sy blokir semua nomornya. ganti2 nomor trs. Krn sy kesal setiap hari sy ditelepon hingga 8x sehari. Sampe ada yg WA jg memohon utk dibuatkan CC, krn butuh utk target. Saya rasa ini bukan kesalahan banknya tapi memang oknum telemarketing kartu kredit terlalu agresif. Akhirnya saya EMAIL ke customer service banknya tsb. Sy meminta untuk berhenti ditawari kartu kredit dan batalkan kartu kredit sy yg tiba2 ada. Alhamdulillah direspon baik dan skr sy aman dr teror mereka. Sy dihapus dari list nasabah yg ditawari kartu kredit krn permintaan sy sendiri. Percuma kl bicara sm telemarketingnya, seribu kali ditolak ttp akan diulang trs. lebih baik lapor ke banknya langsung via email.

    • 3 Oktober 2021 - (21:14 WIB)
      Permalink

      Memang saya di tawari,sy tidak pernah acc dokumen,tdk pernah di survey datang lalu di approve
      Saya peenah tanya kenapa bisa di approve ke CS?tdk dapat jawaban yg jelas

      Poinnya disini kalau anda baca tulisan saya di atas yaitu kartu kredit datang,mau diaktifin atau tidak,kan urusan konsumen
      Lalu mengapa pihak uob 1 hari telepon belasan bahkan puluhan kali minta untuk aktivasi?
      Sudah di jawab dan dijelaskan berkali-kali kalau tdk di aktivasi malah ngomel dan telepom di tutup seenaknya
      Apakah ini yg disebut ber etika?

    • 3 Oktober 2021 - (21:38 WIB)
      Permalink

      Memang saya di tawari,sy tidak pernah acc dokumen,tdk pernah di survey datang lalu di approve
      Saya peenah tanya kenapa bisa di approve ke CS?tdk dapat jawaban yg jelas

      Poinnya disini kalau anda baca tulisan saya di atas yaitu kartu kredit datang,mau diaktifin atau tidak,kan urusan konsumen
      Lalu mengapa pihak uob 1 hari telepon belasan bahkan puluhan kali minta untuk aktivasi?
      Sudah di jawab dan dijelaskan berkali-kali kalau tdk di aktivasi malah ngomel dan telepom di tutup seenaknya
      Apakah ini yg disebut ber etika?

  • 3 Oktober 2021 - (15:41 WIB)
    Permalink

    kalau tidak minat kartu kreditnya kenapa waktu ditawari diterima?seharusnya kan ditolak. sekarang solusinya minta tutup saja atau blokir nomer CS-nya

    • 3 Oktober 2021 - (21:15 WIB)
      Permalink

      sudah di tolak lain kali saja,tapi tdk di survey tiba2 di sms diapprove kartu dikirim
      Nomor di blokir pun gonta ganti nomor lain

  • 3 Oktober 2021 - (20:57 WIB)
    Permalink

    Bohong anda ! Buktikan jika memamng kartu kredit datang sendiri tampa verif ! G mungkin ! semua nasabah kalau begitu acc x sama bank maen kirim tampa verif! kalau bohong jangan bego! Jelas kartu kredit harus ada persetujuan dan klarifikasi data! G mungkin ujug2 yg terpilih aja di tanya dulu kali data datanya wkwkw

    • 3 Oktober 2021 - (21:16 WIB)
      Permalink

      Memang saya di tawari,sy tidak pernah acc dokumen,tdk pernah di survey datang lalu di approve
      Saya peenah tanya kenapa bisa di approve ke CS?tdk dapat jawaban yg jelas

      Poinnya disini kalau anda baca tulisan saya di atas yaitu kartu kredit datang,mau diaktifin atau tidak,kan urusan konsumen
      Lalu mengapa pihak uob 1 hari telepon belasan bahkan puluhan kali minta untuk aktivasi?
      Sudah di jawab dan dijelaskan berkali-kali kalau tdk di aktivasi malah ngomel dan telepom di tutup seenaknya
      Apakah ini yg disebut ber etika??

      Masak bank dengan nama besar tidak bisa mengajari karyawamnya untuk beretika telepon dengan benar??

      Anda keliatan membela sekali dg bank ini,jgn2 anda karyawan bank ini juga

      • 3 Oktober 2021 - (21:30 WIB)
        Permalink

        Saya mengirim surat complain ke pihak UOB ,jadi mohon maaf sebelumnya slain pihak UOB yang memberi tanggapan,mengirim email resmi, saya tidak menanggapi ataupun menjawab cuitan komentator di tulisan ini

        Saya masih menunggu klarifikasi dari UOB ,jika tidak akan saya eskalasi ke atas

        Makasih

    • 3 Oktober 2021 - (23:52 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya sih klo si CS punya fotokopi ktp, ya udah lancar jaya. Tanda tangan bisa palsu, pendapatan palsu, nomer darurat palsu, semua data palsu. Tinggal verifikasi via telp, ketika nasabah bilang setuju, walau ragu ragu, ya tetap itu persetujuan. Jadi kartu kredit terbit. Nah mungkin si CS punya RKI, dan gak mau ketauan memalsukan data, jadi ya maksa nasabah mengaktifkan kartu kredit.

      Hei nasabah, itu free tahunan kan? Ya tinggal aktifkan saja. Walaupun itu hak lu, ya klo mau hidup lu nyaman tinggal aktifkan. Gak ada ruginya juga. Kalau inget dosa riba, ya setelah aktif, lalu minta ditutup. Hidup kok ribet amet ya

    • 20 Mei 2023 - (12:04 WIB)
      Permalink

      Pernah punya kartu uob. Sehari bs ditelepon 25-30x untuk ditawarkan dana tunai. Besok langsung tutup kartu dan blokir nomor telemarketernya. Eh, malah ditelepon ke rumah. Pendapat saya aja… Bagus gk usah berhubungan sama bank yg 1 ini. User experiencenya parah.

  • 3 Oktober 2021 - (23:55 WIB)
    Permalink

    Mungkin orang ini Orang kaya…, jadi kalau Orang tidak jadi Nasabah-nya… Bank UOB akan Bangkrut…???

    • 4 Oktober 2021 - (09:58 WIB)
      Permalink

      Atau bank UOB mau bangkrut makanya paksa nasabah aktivasi CC, atau diaktivasi sendiri sama CS nya

      • 4 Oktober 2021 - (23:25 WIB)
        Permalink

        saya aja yg kepengen punya kartu kredit UOB tidak pernah bisa karna tidak punya slip gaji… hihihi

 Apa Komentar Anda mengenai Bank UOB Indonesia?

Ada 18 komentar sampai saat ini..

CS Kartu Kredit Bank UOB Memaksa Aktivasi Kartu Kredit

oleh Dominic dibaca dalam: 1 menit
18