Keluhan Pelayanan BRI

Suami saya (a.n. Rudi V Purwanto) adalah nasabah BRI Bandar Lampung Unit Antasari, yang telah melunasi pinjaman KUR, tapi belum dapat mengajukan pinjaman ulang. Karena sudah hampir 1 bulan pelunasan, tapi entah mengapa nama suami saya masih terdata di SIKP bank, dengan status pinjaman KUR sebelumnya belum dianggap lunas.

Pihak bank menyarankan untuk mengajukan membatalkan pinjaman KUR dan mengajukan KUPEDES. Setelah pengajuan, suami saya dihubungi pihak bank untuk datang. Karena hanya dikabarkan untuk datang, suami saya datang seorang diri. Ternyata, suami saya disuruh datang untuk pencairan, dan saya sebagai istrinya harus ikut serta. Hal ini baru diketahui suami saya saat antre dan bertemu pihak bank yang menawarkan pinjaman:

“Istrinya mana pak?”
“Oh, harus sama istri ya?”
“Ah, kayak gak pernah aja bapak ini”
“Ya kan tadi cuma dikabari suruh kesini aja, gak bilang mau langsung pencairan”

Saat itu pukul 3.30 sore, suami saya mendapat antrean nomor 22, beliau berinisiatif menjemput saya. Sebelum menjemput saya, suami saya bertanya pada satpam kira-kira pukul berapa kami dilayani, satpam di sana mengatakan sekitar pukul 4.30 sampai pukul 5 sore.

Suami saya pun pulang dan menjemput saya. Karena rumah kami agak jauh, kami tiba di sana pukul 5.09. Setiba di sana, Bapak Don*, selaku pihak pencairan pinjaman, agak terkejut dengan kehadiran kami yang terlalu sore dan langsung bertanya dengan ketus di depan seorang nasabah lain:

“Bapak mau ngapain?”
“Pencairan mas, tadi udah ambil antrean, saya jemput istri dulu”
“Udah gak bisa mas. udah kelamaan ini, ibu ini (konsumen di depan dia) terakhir”
“Tadi kata satpamnya jam 5,  jadi saya jemput dulu”
“Iya mas-nya udah dari tadi, udah kelamaan, KITA GAK NUNGGU-NUNGGU YA MAS, BESOK AJA DATENG LAGI” (di sini nadanya mulai meninggi)
“Gak bisa sekarang tah mas? 1 orang aja”
“Gak bisa, kita gak nunggu-nunggu mas, besok aja dateng jam8 pagi”

Karena suami saya belum beranjak, Pak Don* meminta suami saya menelepon pihak bank yang menawarkan pinjaman kepada suami saya, “Saya udah kelamaan ini mas. telepon aja mbak Ek* nya (pihak bank yang menawarkan pinjaman)”. Lalu suami saya menelepon ibu Ek* tersebut dan teleponnya dihubungkan ke Pak Don* selaku pihak pencairan. Di sini Pak Don* hanya menekankan pada Ibu Ek* bahwa suami saya sudah terlalu sore dan diminta datang besok pagi.

Setelah menutup telepon Pak Don* kembali berkata pada kami untuk datang kembali besok pagi.

Memang merupakan kesalahan kami yang percaya pada informasi satpam bahwa kami dilayani sekira pukul 5 sore dan datang benar-benar pada pukul 5. Namun yang menjadi permasalahan bagi saya adalah sikap dan tutur kata Pak Don* selaku pihak bank yang terang-terangan “mengusir” kami di depan nasabah dan karyawan-karyawan lain dan dengan pilihan kata yang tidak nyaman didengar.

Tidak ada kata maaf yang terlontar dari Pak Don* saat berkata tidak bisa melayani kami karena kami datang terlalu sore. Tidak sulit mengatakan “Maaf bapak, ibu, jam operasional kami sudah selesai, bapak ibu bisa kembali besok pagi ya”. Bukannya mengatakan “Kita gak nunggu-nunggu ya, besok aja ke sini lagi“.

Kepada pihak BRI, mohon diberikan pelatihan lagi bagi karyawan-karyawannya, terutama etika bersikap dan bertutur kata, bagi pegawai yang berhadapan dengan nasabah. Agar bank yang bernama Bank Rakyat Indonesia, bisa benar-benar melayani rakyat dengan sepenuh hati, seperti slogan bank-nya.

Demikian surat keluhan ini saya buat, agar menjadi perhatian dari pihak BRI.

Olla Refildha
Tanjung Karang, Bandar Lampung


Catatan redaksi (diperbarui 8/10/2022): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BRI:
[Total:116    Rata-Rata: 2.7/5]
Tanggapan PT Bank Rakyat Indonesia atas Surat Ibu Olla Refildha

Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih atas informasi dan masukan yang telah diberikan kepada Bank BRI dan mohon maaf atas ketidaknyamanan...
Baca Selengkapnya

29 komentar untuk “Keluhan Pelayanan BRI

  • 4 Oktober 2022 - (17:22 WIB)
    Permalink

    Mungkin karena udah sore udah tutup kas kali yaa. Semoga bisa lanjut pencairan yaa Bu besoknya, kalo saya pernah tuh mau pencairan datengnya dari pagi, hari itu cair, langsung lanjut belanja buat ngembangin usaha.

  • 4 Oktober 2022 - (19:50 WIB)
    Permalink

    harusnya isterinya suruh nyusul aja pake ojek online/dianter tetangga jadi bisa menghemat waktu dan ga perlu bolak balik karena bri itu kalo udah jam 5 walau lewat 1 menit udah tutup kas ga bisa melakukan pencairan

    2
    1
    • 5 Oktober 2022 - (00:00 WIB)
      Permalink

      budayakan membaca sampai selesai jadi tau Poin Pentingnya.
      dalam tulisan itu dikatakan nasabah memang merasa bersalah. yang dipersoalkan adalah
      1. Profesionaltas Pegawai BRI
      2. Cara Pegawai BRI menegur Nasabah
      apakah sudah paham?

      4
      8
      • 5 Oktober 2022 - (04:13 WIB)
        Permalink

        lah kocak awalnya kan situ yg salah
        1.telat karena harus jemput
        2.sudah telat terus maksa pula harus hari itu juga pencairan ya tanpa sadar security juga emosi karena anda yg mendesak dengan alasan 1 orang lagi

        kesalahan anda
        1.memaksakan menjemput istri yg jaraknya jauh kalo diliat makan waktu diatas 1 jam karena antrian pelayanan itu ga bisa diprediksi walau security bilang jam setengah 5 ampe jam 5 tapi antrian bisa jauh lebih cepat dari prediksi karena pelayanan ke tiap orang pasti beda beda waktunya harusnya saat security bilang harus bawa istri langsung gercep istri ditelpon disuruh nyusul make ojek online atau dianter ojek pangkalan atau tetangga jadi ga makan waktu banyak apalagi masih pukul 03:30 ada jeda waktu yg lumayan kalo istri anda yg nyusul pasti akan lebih cepat pencairan di hari itu juga

        2.anda datang jam 5:09 itu udah melenceng seperti yg saya bilang jam 5 lewat 1 menit aja udah ga bisa pencairan karena sudah tutup kas tapi anda berusaha ingin cepet mencairkan dengan alasan sudah ambil antrian jadi wajar security kesal karena mau kaya apapun anda maksa pencairan ya ga akan bisa karena dari pusat nya sudah tutup kas

        5
        3
        • 5 Oktober 2022 - (05:40 WIB)
          Permalink

          kutipan bbrp paragraf terakhir mas, biar bisa dibaca dengan jelas ya..

          “Memang merupakan kesalahan kami yang percaya pada informasi satpam bahwa kami dilayani sekira pukul 5 sore dan datang benar-benar pada pukul 5. Namun yang menjadi permasalahan bagi saya adalah sikap dan tutur kata Pak Don* selaku pihak bank yang terang-terangan “mengusir” kami di depan nasabah dan karyawan-karyawan lain dan dengan pilihan kata yang tidak nyaman didengar.

          Tidak ada kata maaf yang terlontar dari Pak Don* saat berkata tidak bisa melayani kami karena kami datang terlalu sore. Tidak sulit mengatakan “Maaf bapak, ibu, jam operasional kami sudah selesai, bapak ibu bisa kembali besok pagi ya”. Bukannya mengatakan “Kita gak nunggu-nunggu ya, besok aja ke sini lagi“.

          semoga mas nya paham yang saya permasalahkan apa.

          kalau saya merasa benar dan tersinggung hanya karena tidak dilayani, mas nya bisa bilang begitu.
          yang saya kecewakan disini, pemilihan kata STAFF PENCAIRAN (bukan security ya mas) yang mestinya perpendidikan dan biasa bertemu dengan orang luar. apalagi kami ditegur didepan nasabah lain dan staff2 bank lain.

          2
          7
      • 5 Oktober 2022 - (10:45 WIB)
        Permalink

        Emang betul, kebetulan saya juga nasabah BRI unit antasari, sekaligus debitur unit antasari.
        Dan saya juga pernah hampir naik pitan dengan yg nama nya pak DONY bagian pencairan.
        Untung nya saya masih bisa menahan emosi, sehingga tidak terjadi keributan.

        • 5 Oktober 2022 - (10:53 WIB)
          Permalink

          wah, staff pencairan yang sama ya mas.. mudah2an dengan surat keluhan ini ada perbaikan dari pelayanan bri, supaya bri bisa jadi lbh baik lagi.

      • 5 Oktober 2022 - (15:08 WIB)
        Permalink

        Anda juga yang mengatakan bahwa anda yang salah, tapi masih ngeluh di medan iu s konsumen. Seharusnya anda introspeksi diri. Untuk kedepannya kalau adanya yang membutuhkan. seharusnya anda yang datang lebih awal jangan di mepet mepetin waktunya apalagi telat.

        1
        2
  • 4 Oktober 2022 - (21:43 WIB)
    Permalink

    BESOK-BESOK KALAU MAU AMBIL PINJAMAN BAWA PASUKAN SATU DESA INSYAALLAH DILAYANI DENGAN BAIK, BRI TERBAIK KOK TAPI BOHONG

    1
    1
  • 4 Oktober 2022 - (22:52 WIB)
    Permalink

    Jangankan pinjem duit. Saya mau ngurus akun BRImo yg lupa password aja di bentak😂 BRI ini mentang2 nasabahnya banyakan menengah kebawah semena2 kalo ngomong. Tanpa nasabah tanpa biaya administrasi dari nasabah kalian gk makan wahai karyawan BRI. Perlu di perketat itu seleksinya. Minimal good attitude. Jomplang banget sama pelayanan Bank BCA. Nasabah salah atau telat itu manusiawi tapi kalo ngasih tau tuh pake bahasa yang sopan dan gausah nada tinggi.

    11
    3
    • 4 Oktober 2022 - (23:53 WIB)
      Permalink

      baca Baik baik sampai selesai biar gak Gagal Paham.
      yang Dipersoalkan pelayan (Attitude) terhadap Nasabah

      1
      6
      • 5 Oktober 2022 - (06:44 WIB)
        Permalink

        Terus kalau sudah nulis disini karena maslaah attitude tetep mau pinjam? Tetap dicairkan pinjamannya? Itu kl di daerah saya namanya ndableg 😀 , kl bahasa indonesianya mungkin tidak tau diri. Sudah salah, menjelek-jelekkan, masih tetep mau pinjam 😀

        5
        7
      • 5 Oktober 2022 - (09:58 WIB)
        Permalink

        Yang gagal paham dg maksud anda ga usah di tanggepin mas percuma, dia ga ngerti apa yg anda sampaikan. Bisa nya cm komen yg ga jelas

        • 5 Oktober 2022 - (10:12 WIB)
          Permalink

          Ini cuma tulisan, bisa di dramatisir. Aslinya bisa saja beda. Itu masih baik bank layani sampai jam 5, di unit lagi. Ada tdk bank nasional yg layani hingga jam 5 sore.

          3
          2
          • 5 Oktober 2022 - (11:18 WIB)
            Permalink

            Dia hanya mempermasalhkan ucapan nya bukan jam nya, sebenarnya ya bagus agar supaya BRI ke depan nya bisa lebih ramah pelayanan nya. Paham!!

        • 5 Oktober 2022 - (11:33 WIB)
          Permalink

          iya mas, klihatan kok daya tangkap dan attitude nya dari cara berkomen. makanya saya tidak banyak menanggapi. terimakasih mas

  • 5 Oktober 2022 - (09:16 WIB)
    Permalink

    Maaf ya para pembaca,Ibu/ bapak ini udah mengakui telat, tapi yang di masalahkan pegawai BRI nya tidak punya etika dan sopan santun,mestinya seorang pegawai bank harus ramah sama nasabahnya.
    Itu lho maksudnya..( biasakan baca sampai lengkap)

  • 5 Oktober 2022 - (11:25 WIB)
    Permalink

    Gara² kelakuan oknum spt ini, wajah bank ikutan jelek. Laporkan juga bu ke pengaduan resminya:
    Call Center: 14017/1500 017.
    Email: callbri@bri.co.id.
    FB Messenger : BANK BRI.
    Whatsapp: 08121214017

    Semoga karyawan terutama bagian pelayanan tsb bisa lebih profesional ke depannya.

    • 5 Oktober 2022 - (11:38 WIB)
      Permalink

      iya mas, semoga karyawan pelayanan bisa lebih baik lagi. terimakasih mas 🙂

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BRI?

Ada 29 komentar sampai saat ini..

Keluhan Pelayanan BRI

oleh olla refildha dibaca dalam: 2 menit
29