Penagihan DC DBS yang di Luar Nalar

Saat ini saya mengalami kendala, yang mana tidak menemukan titik terang untuk bernegosiasi dengan DC dari tim DBS. Awal mulanya, pada tahun 2018 saya memiliki pinjaman kurang lebih Rp40 juta, tapi saya tidak memegang surat perjanjian tersebut.

Kesalahan saya adalah mempercayai teman yang ingin berhutang menggunakan nama saya, dengan alasan untuk membayar kontrakan rumah. Karena kasihan, saya bantu untuk transaksi tersebut. Semua uang sudah saya berikan kepada teman itu, dan selama 4 atau 5 bulan pertama, pembayaran berjalan lancar dan tidak ada masalah.

Masalah mulai muncul ketika DC atas nama R*** menghubungi nomor teman saya yang tidak tercantum di emergency contact dan bahkan baru saya kenal. Saya tidak tahu dari mana DC tersebut mendapatkan nomor teman saya itu, padahal nomor saya bisa dihubungi dan saya tidak pernah memblokir nomor mana pun.

Lalu DC tersebut menagih saya sebesar Rp102 juta dengan bunga dan denda, sedangkan dana yang saya terima tidak mencapai Rp40 juta.

Setelah berbicara, saya diberikan keringanan berupa potongan sebesar 55% dari total Rp102 juta tersebut menjadi Rp46 juta. Namun, menurut informasi dari DC, pihak DBS hanya bisa memberikan jangka waktu 12 bulan untuk pembayaran, dan tidak bisa lebih dari itu. Dana yang sudah dibayarkan oleh teman saya sebesar Rp12 juta dianggap hangus dan tidak dihitung dalam negosiasi tersebut. Hal ini tentu merugikan saya.

Saya sempat menelepon CS DBS bernama Di**, yang menjanjikan bahwa tim DBS akan menghubungi saya terkait keringanan tersebut, tapi hingga saat ini saya belum dihubungi. Negosiasi berjalan cukup alot, karena saya hanya mampu membayar 1 juta setiap bulannya. Namun pihak DC terus menekankan seakan-akan saya melarikan diri dan tidak mau membayar kewajiban saya.

Hari ini, tiba-tiba DC tersebut menginformasikan bahwa mereka akan datang ke kantor lama saya, yang alamatnya tidak sesuai dengan surat perjanjian awal. Sekali lagi, DC tersebut mendapatkan alamat yang tidak tercantum menggunakan aplikasi yang hanya boleh digunakan oleh HRD perusahaan (tidak sesuai dengan POJK yang berlaku). Apakah memang seperti ini cara kerja Bank DBS?

Lusiani
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Penagihan DC DBS yang di Luar Nalar”

Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MediaKonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca selengkapnya

83 komentar untuk “Penagihan DC DBS yang di Luar Nalar

  • 26 Oktober 2024 - (12:31 WIB)
    Permalink

    Ikut prihatin dan semoga jadi pelajaran hidup. Pihak kreditur sebetulnya sudah bermurah hati memberikan potongan 55% tadi sehingga anda tinggal membayar 46 juta dalam jangka waktu 12 bulan. Jika anda cuma mampu mencicil 1 juta per bulan, anda kejar teman anda yang berutang itu, dengan kekerasan bila perlu.

    0
    1
    • 26 Oktober 2024 - (12:59 WIB)
      Permalink

      Anda percaya dongeng tsb hahahah..
      Rasa kasian 40jt tanpa jaminan apa2..dermawan sekali..

        • 26 Oktober 2024 - (14:02 WIB)
          Permalink

          Nunggak tapi saya ada itikad mau bayar dan melunasi Pak bahkan tulisan saya disini membuahkan hasil baik. Beberapa sudah lunas, berarti media konsumen disini menjadi mediasi terbaik antara nasabah dan kreditur. Daripada narik urat tanpa hasil. Kecuali tulisan saya disini minta cara untuk tidak bayar hutang, itu baru masalah Pak

          • 27 Oktober 2024 - (17:13 WIB)
            Permalink

            Sudah bu, abaikan saja. Tidak usah di bayar lagi. Yg penting kita pernah ada itikad baik. Lagian pinjaman ini tanpa jaminan kan ?
            Jadi ga ada yg harus sita barang

          • 28 Oktober 2024 - (11:10 WIB)
            Permalink

            Kalau begitu ceritanya sih kesalahan tetap pada diri anda kok bisa meminjamkan nama/identitas ke bank… ?? Bank tidak mau tau karena saat akad bank tahunya yang meminjam duit itu anda

            Lalu anda mau keringanan seperti apa ? Utang dihapuskan ? Pihak bank sudah memberikan kesempatan kepada anda buat merestrukturisasi utang anda

            Kembali lagi jangan seolah olah anda menjadi korban disini, bank hanya meminta uang yang anda pinjam balik

          • 12 Juni 2025 - (10:59 WIB)
            Permalink

            Selamat Pagi Ibu, mohon tanya. Apakah permasalahan ibu sudah selesai yaa? Terimakasih

      • 26 Oktober 2024 - (14:00 WIB)
        Permalink

        Dulu ada istilah teman seperti keluarga bahkan keluarga sendiri seperti orang asing. Tidak dipungkiri dia pernah ada membantu saya dan juga keluarga saya ketika dalam keadaan sulit, tapi karakter dan isi pikiran orang berbeda. Semoga anda dijauhkan dengan orang-orang yang seperti itu ya Pak, jadi saya tidak perlu mengetik ulang ucapan bapak ke saya suatu hari nanti

        • 27 Oktober 2024 - (22:12 WIB)
          Permalink

          Tetap semangat ya Bu jngan down, karena saya jg ex nasabah KTA bds , memang agak alot negosiasi dengan DC, tp usahakan negosiasi dengan pihak bank langsung aja Bu, cek dl pokok hutang ibu yg tercatat di OJK brp, nanti ibu nego diangka it pas pada saat di dbs, ajukan diskon dr angka pokok, Insya Allah ad jalan keluar, karena saya nasabah dbs galbay dr 2021 dan Alhamdulillah februari kemaren sudah lunas dan sdh terima surat lunas ny juga, dan 1 hal LG Bu nanti kl sdh lunas usahakan terima surat lunasnya yg lembar aslinya ya Bu, DC ” tu suka g update status nasabah jd ad aja yg nagih g mau bayar bla” padahal kita udh lunas, semoga segera terselesaikan ya Bu masalahnya, saya yakin ibu pasti mampu, saya ngomong gini karena sebelumnya ex galbay banyak CC dan 1 KTA DBS it JD saya paham sekali yg dialamin ibu sekarang dan gimana rasa ny🙏

          • 30 Oktober 2024 - (08:01 WIB)
            Permalink

            Halo salam kenal pa, boleh minta kontak langsung pak? Karna skrg sya masalahnya sama sprti bapak, ingin melunasi langsung, dn mau tau caranya dn dpet diskon brpa? Sya mau tau langkah nya aj.
            email sya di : fitriyani.ad***gmail.com trimakasih

          • 6 Februari 2025 - (10:18 WIB)
            Permalink

            Haloo pak saya devi maaf saya mau tnya perihal nego dbs
            Dan bpk galbay brp lma? Saya boleh mnta email ny gk pak?

          • 14 Juli 2025 - (20:49 WIB)
            Permalink

            Malam pak, ijin bertanya..jika di OJk tdk tercatat itu bagaimana ya pak?

          • 20 Oktober 2025 - (15:46 WIB)
            Permalink

            Saya saat ini juga ada tunggakan untuk KTA dbs , untuk dc nya apa tetap dtg terus pak sampai kita lunas?

          • 20 Oktober 2025 - (15:57 WIB)
            Permalink

            Halo pak, saya boleh ijin minta email buat nany tentang pelunasan langsung ke banknya

        • 29 Oktober 2024 - (02:14 WIB)
          Permalink

          Bu.. Tanpa mengurangi rasa hormat yaaa, “keluarga seperti teman” itu istilah yang tidak bisa dipakai kalau menyangkut pinjam meminjam/apapun yang berhubungan dengan uang kepada teman. Lebih baik kita benar-benar protect diri di awal terkait data pribadi kita. Bahkan jelas data diberikan untuk pinjam meminjam ke bank. Ada kalanya, teman itu baik komunikasinya tapi pas kepentok dia sendiri ga bisa ngasih solusi buat dirinya, akhirnya ya gagal bayar soal hutang. Mending, di awal kita tidak meminjamkan uang sama sekali lalu teman marah dan kita kehilangan teman daripada kita sudah meminjami uang, teman kabur, uang kita hilang, kita kehilangan teman. Ujung-ujungnya double kehilangan (kehilangan uang dan teman). Sebaiknya kalaupun tetap ibah dan ingin meminjamkan uang, kasih batasan uang yang dikasih misal sebesar 500 rb saja tapi ikhlas jika uang tidak kembali gak masalah karena nominalnya kecil bagi kita. Saya menerapkan prinsip itu. Semoga saran saya ini bisa jadi masukan, bukan bermaksud menyalahkan. Semoga juga urusannya cepat selesai. Terima kasih.

          • 29 Oktober 2024 - (12:00 WIB)
            Permalink

            Iya apa yg dibilang Ibu memang benar, tidak salah sama sekali. Maka dari itu sekarang saya lebih baik kehilangan teman daripada kehilangan uang lagi. Karena apa yang terjadi saat ini double di saya. Sudah kehilangan teman plus kehilangan uang pula. Disini juga tim DBS belum memberikan kesepakatan apapun ke saya. Penawaran saja tidak. Tapi mereka membuat penyataan seolah-olah telah memberikan itu ke saya. Untungnya setiap kali dihubungi mereka, semua percakapan saya rekam. Jadi bisa dibuktikan selama saya dihubungi saya hanya dikonfirmasi bukan diberikan penawaran keringanan

      • 26 Oktober 2024 - (20:28 WIB)
        Permalink

        Lahir tahun berapa Lo, itu namanya KTA kredit tanpa agunan. Bahkan ini sudah ada dari Thun 2009. Bahkan pinjamannya bisa sampai 50 juta

      • 27 Oktober 2024 - (09:36 WIB)
        Permalink

        Hahhaa saya aja pinjam uang 300juta tanpa agunan dari Bank Permata
        Makanya banyak banyak bergaul dan berteman biar paham jenis jenis pinjaman
        Mulai dari KTA, KK, PAYLATER DAN KUR😂😂

      • 27 Oktober 2024 - (15:32 WIB)
        Permalink

        Betul sekali 👍, cerita gak jelas ! Tadinya gw mau bantu kasih info mengenai perihal hutang piutang dgn bank, solusi/info yg jarang orang tau utk penyelesaian hutang kpd bank.
        Tapi cerita masalah yg disampaikan ini tidak jelas 😃, jadi malas tuk kasih trik n tips penyelesaiannya 👌

      • 27 Oktober 2024 - (19:42 WIB)
        Permalink

        Sayangnya banyak org2 bodoh yg percaya cerita bohong dari TS. Minjemin uang 40jt ke teman? Buakakakakak

      • 1 November 2024 - (16:28 WIB)
        Permalink

        Hallo kak fitriani, aku mau balas Kaka via email cm ke sensor email kakaknya, apakah permasalahan Kaka udh selesai ?

    • 26 Oktober 2024 - (13:58 WIB)
      Permalink

      Saya sudah ke rumahnya, cari sosmednya, sampai saya samperin juga tempat adiknya bekerja. Ternyata mereka sudah pergi entah kemana, bahkan saya juga tanya ke tetangganya, mereka sudah lama pindah katanya. Ya saya anggap ini sebagai pelajaran hidup Pak

      • 27 Oktober 2024 - (23:08 WIB)
        Permalink

        Dari pada berutang sama bank lebih baik kita berpuasa selama 40 hari, apa benar yang telah kita lakukan untuk menolong teman, sambil berdoa kepada Tuhan yesus kristus, apakah yang kita lakukan adalah kebaikan atau tidak,

    • 27 Oktober 2024 - (14:42 WIB)
      Permalink

      Saran saya.. pergi ke ojk check pelaporan sebenarnya DBS ke OJk..

      Biar tahu nominal riil, pengalaman sodara pernah mendapatkan tagihan kartu kredit dari Bank Mand!r! ..yg sudah macet lama dg tagihan ratusan juta, kemudian di check di OJK.. ternyata status sudah dibekukan, dari dasar tersebut akhirnya ketemu nilai yg masuk akal.. mendekati pokok hutang sebenarnya..

      Kalo ditagih collector manapun.. minta history payment Anda.. kalo dia tidak punya dan tidak berani memberikan, artinya ada system yg tidak sesuai dg ketentuan OJK..bisa buat laporan dan pasti akan ada mediasi akan hal tersebut.

      Diambil sebagai pelajaran kedepannya 🙏

      • 27 Oktober 2024 - (15:37 WIB)
        Permalink

        Kemarin dari DC bilangnya juga tidak sesuai, awalnya bilang minta dibalikan 46 juta karena hutang 102jt lalu potong disc 55%. Jadi 12 juta yang sudah terbayar dianggap “hangus” lalu 2 hari kemudian si DC bilang bayar saja hutang yang sudah dananya diterima sama Ibu. Jangan kabur blabla, lah saya balikin omongan dia : bapak awal ngotot minta saya bayar 46jt sekarang bapak minta saya balikin dana yang sudah diterima dimana dana tsb ga sampai 40jt. Omongan bapak bs dipercaya tidak? Tapi setelah itu tidak direspon

  • 26 Oktober 2024 - (15:24 WIB)
    Permalink

    Kesalahan awal pd anda sendiri, mengalihkan kepercayaan bank dg memberi kredit kepada teman anda… Jd segala yg tertagih mjd kewajiban anda. Minta aja keringanan bank pasti diberikan. Ambil hikmahnya…

    1
    2
  • 26 Oktober 2024 - (15:50 WIB)
    Permalink

    Ko orang orang dulu baik banget sih minjemin data ke temen, jadi ribet kan. Pelajaran ke semua orang jangan mau minjemin data ke orang walaupun itu terdekat sekalipun

    • 26 Oktober 2024 - (16:18 WIB)
      Permalink

      Ini pelajaran paling berharga untuk saya Pak selama saya hidup. Untuk tidak mempercayai siapapun termasuk keluarga sendiri saat ini. Benar kata orang jaman dulu kalo duit itu tidak mempunyai saudara. Jadi jangan sampai juga kita ada hutang budi sama orang lain dan juga keluarga

  • 26 Oktober 2024 - (18:35 WIB)
    Permalink

    Kalo emank susah pakai media OJK buat rekontruksi hutang, bilang sejujurnya selama ada itikad baik OJK akan membantu hal tersebut.

    • 27 Oktober 2024 - (15:16 WIB)
      Permalink

      Sebelum saya kesini, saya sudah mengadukan 2x ke OJK terlebih dahulu. Dari pihak DBS ada menghubungi tapi hanya sekedarnya, yang ditanya template hanya itu-itu saja. Keluhan saya juga hanya didengarkan tapi tidak ada solusinya. Semuanya sudah rekam dan saya simpan dengan baik bukti rekamannya jika nanti dari pihak OJK menanyakan.

  • 26 Oktober 2024 - (19:01 WIB)
    Permalink

    anggap saja benar uang pinjeman 40juta tanpa agunan selama 7 taon, 2018- 2025 (akan lunas di 2025), macet pula, disuruh bayar 46juta masih ribut rugi? maunya 46-12 = 34juta. malah di chat maunya cm 28juta.
    waras?

    maunya pinjam 40juta 7 taon bank terima total 46juta? bank disuruh rugi? di chat malah maunya bank cm terima total hanya 41juta.

    pinjam 40juta 7 taon bank hanya terima 58juta (46+12) saja itu bank sudah murah hati sekali.

    ingat yah ini utang udah jalan 6 taon lebih, dr sept 2018 sampai okt 2024, dan akan lunas di 2025, 12 bulan dr skrg, jd total 7 taon.

    yg namanya bank ga mau tau soal pertemanan, nama yg tercantum yg bertanggungjawab.

  • 26 Oktober 2024 - (21:36 WIB)
    Permalink

    Tetap semangat ya Bu, yg penting terus negosiasikan dengan pihak Bank untuk mendapatkan keringanan dan sesuaikan dengan kemampuan Ibu

    • 27 Oktober 2024 - (15:34 WIB)
      Permalink

      Iya Pak, makanya saya minta tolong media konsumen untuk bantu “negosiasi” karena kalo sama DC alot negosiasinya dan nguras tenaga juga Pak. Dibales ga ada hasil, ga dibales mereka tantrum

  • 27 Oktober 2024 - (00:50 WIB)
    Permalink

    Ngapain di bayar, bukan utang ibu? Cuman pake nama kan? SOLUSI NYA galbay, jng takut kalo dc macam macam lapor polisi, kalo mencemarkan nama anda, hutang 40jt ga mungkin di penjarain santai, jng di ladenin,

  • 27 Oktober 2024 - (00:56 WIB)
    Permalink

    Yg PD komen negatif itu para Debt colector Bu, abaikan saja omongan ga guna mrk..fokus kumpulkan dana saja Bu jgn mau byr dlu, hadapin mrk dan kuatkan mental.. ibu bs searching YouTube OMAH SOLUSI INDONESIA,disana bnyk video2 yg ibu akan bnyk bljr untuk menghadapi mslh yg sdg ibu hadapi, bergabung dgn teman2..ttp smngt ya Bu..berantas DC2 yg arogan dan tdk beretika..smngt Bu.

    • 27 Oktober 2024 - (15:18 WIB)
      Permalink

      Iya saya tau Pak mereka itu DC, keliatan jelas karena mereka bela sesamanya. Terima kasih atas dukungan yang bapak diberikan, saat ini saya masih tunggu respon dari DBS seperti apa setelah saya tulis disini

      • 27 Oktober 2024 - (16:34 WIB)
        Permalink

        Jgn d bayar Bu jgn tkt.. apa Lg SDH mencemarkan nama Baek sdh menfitnah jg.. klo d ancem DC ancem balik lg, jgn ksh ruang gerak bwt DC yg konyol²

      • 4 November 2024 - (10:57 WIB)
        Permalink

        Pihak sebut collector tdk blh memberitahu org lain jika ada yg berhutang, itu sama saja dengan pencemaran nama baik dan ada UU nya. Saya sering menangani hal tersebut dan alhamdulillah Pihak PINJOL dan debitur bs saya mediasikan dan ditemui titik temu

  • 27 Oktober 2024 - (04:22 WIB)
    Permalink

    Ngapain dibayar, apalagi udah nyebar2 fitnah ditempat kerja, emang sanksi terberat gak bayar utang apa?? , cuman nama tercatat di Slik itu saja gak ada yg lain, semua orang punya hutang anda tidak sendiri, penagih gak usah direspon makin belagu dan buang2 waktu saja, mending uang nya disempen saja, emang penagih hutang bisa apa,?, paling nakut2in kaya mahaluk halus, kalau benar pihak penagih sebar fitnah kumpulkan bukti2, laporkan ke polisi, tuntut saja, pencemaran nama baik itu,

    • 27 Oktober 2024 - (15:21 WIB)
      Permalink

      Kalo dari pihak mereka sih bilang tidak ada hubungin ke kantor lama saya. Tapi teman-teman saya disana sudah hampir tau semua bahwa saya punya “hutang” di DBS sampai nominalnya juga mereka tau. Anehnya si DC saya tanya tau nomor tlp tmn sy dari mana, kan saya baru kenal 2022. Sedangkan hutang berjalan dari 2018. Tapi dia tidak bisa jawab pertanyaan saya Pak, malah dia ngomong : oh saya pikir dia itu yang ibu cantumkan sbg emergency contact. Padahal kena saja baru, bagaimana mungkin saya cantumkan namanya.

  • 27 Oktober 2024 - (06:46 WIB)
    Permalink

    Sepertinya semua bank sama… Setiap tagihan selalu di lempar ke pihak ke 3.
    Seolah2 nama bank bersih.
    Usahakan jgn pinjam ke bank atau apapun.
    Jadi pelajaran…. Jgn percaya kepada siapapun kalau masalah dengan bank. Semoga ada jalan keluar ibu ..

    • 27 Oktober 2024 - (15:33 WIB)
      Permalink

      Mereka sih bilangnya bukan pihak ketiga Bu, tapi pihak penagihan dari DBS. Nah setahu saya jika sudah lewat dari 90 hari, maka data akan dialihkan ke pihak ketiga.

  • 27 Oktober 2024 - (10:52 WIB)
    Permalink

    Nagih nya sudah di luar kontak darurat?
    Abaikan saja
    Simpan semua bukti , ga usah lapor mana2 dulu, cecar aja di CS bank tersebut, upload semua bukti2 nya, ntar bank nya juga panik kok
    Itu namanya udah mempermalukan
    Udah ga usah dibayar sekalian

    1
    1
    • 27 Oktober 2024 - (15:23 WIB)
      Permalink

      Iya Pak, tidak ada hubungannya sama sekali. Yang tercantum sebagai emergency contact adalah adik ipar saya. Tapi yang dihubungi teman kantor saya dimana saya baru kenal tahun 2022. Saya bingung DC tsb juga sempat mengaku tahu rumah teman saya juga.

  • 27 Oktober 2024 - (12:20 WIB)
    Permalink

    Kalo sanggup nya segitu maka teruskan segitu. Misal pihak mereka ga Terima, abaikan. Toh data anda sudah mereka sebarkan. Apalagi yang Anda takutkan? Nama anda sudah jelek. Kalo mereka terus2an ngancam maka ancam balik pihak mereka. Intinya jgn sampe pinjam kesana kemari cuma demi bayar tagihan itu. Krn ga akan menyelesaikan masalah. Tuh komen diatas ga usah di gubris karena dc semua itu. Udh tau kan kalo nasabah galbay, mereka gigit jari, ga akan gajian makanya suka nakut2in nasabah yg kesulitan bayar.

    • 27 Oktober 2024 - (15:27 WIB)
      Permalink

      Iya Pak, dia maksa saya tetap bayar 3,8jt sebulan. Saya bilang ga sanggup kalo segitu, saya hanya sanggup bayar 1 juta per bulan sampai lunas. Kalo misalnya saya bayar sesuai yang mereka minta otomatis saya bakal lebih banyak menghutang sana sini dan saya tidak mau. Cuma yang namanya DC tetap saja maksa Pak, makanya saya abaikan setiap chat untuk minta dibayar. Tapi kalo didiemin, dia tantrum. Mulai ancam-ancam 😅

      • 27 Oktober 2024 - (15:38 WIB)
        Permalink

        kalau bisa kumpulin dulu dananya minta disc ja 80 smp 90%..kalau mau syukur gk mau ya udah toh sudah write off juga pinjaman ibu,. apalagi unsecured loan gk bisa ngapa2in juga.paling ngemang ngemeng doang tuh DC kalau aneh2 laporin ja polisi.. jadi jgn diangsur bu,. bisa jadi fraud sama DCnya tuh, karena DC rata2 pegawai kontrak..berabe nanti,. mending ada dana ajuin seklaigus dan minta lunas trus suruh langsung lapor ke OJk biar bulan berikutnya status kredit ibu KoL 1..

  • 27 Oktober 2024 - (12:46 WIB)
    Permalink

    Haduuh kalau nolongin teman bayar kontrakan sampe puluhan juta ,,gile kontrakan model apa tu ,,kalau kita nolongin orang lihat harus ada etika jgn pakai data kita itu privasi yg ga boleh org lain pakai itu SDH prinsip no debat ,,Kalau orgnya kabur ya kita yg ditagih,,apapun akan dilacak sampai ke kantor baru sekalipun oleh DC,, semoga diberi keringanan membayar karena hutang tanpa agunan pun tetap harus bayar karena kedepannya kalau galbay bisa disidang dan diambil aset sesuai jumlah pinjaman ,,yg katanya tanpa agunan itu syarat pinjam aja tapi kalau galbay dalam jumlah besar ya bank ga mau rugi sita aset anda nanti lewat pengadilan dan polisi bisa turun tangan ,jgn ngerasa karena pinjaman tanpa agunan itu bisa digalbay ,,gua juga pinjam KuR BRI yg kedua kali ga pake jaminan lagi karena masa sulit sulit bayar akhirnya direstrukturisasi karena jgn sampe galbay dinasehati baik2 oleh kepala banknya sampe dtg kerumah gw ,jgn sampe dibawa ke pengadilan Bu GARA2 nasabah wanprestasi itu KUR BRI coba bank lain apalagi finance lebih keras

    • 27 Oktober 2024 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Kontrakan untuk bayar per tahun Pak, saya sudah bilang ke DC, kalo mau digugat silakan digugat. Saya ada bukti-bukti dan saya usahakan akan datang jika memang dari DBS mau menggugat. Kan intinya saya ada itikad baik mau membayar tapi kalo mereka tidak bisa menerima, ya saya tidak apa-apa juga.

      • 27 Oktober 2024 - (21:52 WIB)
        Permalink

        Hahaha ni TS yg ***** nyalahin bank, udah enak dapat restruk cuman bayar 46 juta, masih merasa aku yg tersakiti dan nyalahin bank, bank ga mau tau tu duit mau lu pinjemin temen kek saudara kek, yg jelas dan fakta lu utang, dan lu yg **** ga pake perjanjian & jaminan kasih utang orang dan lu jga yg kabur²an dari bank, bahkan pihak bank kasih lu keringanan bayar pokok doank, masih aja merasa “aku yg terzolimi” ******** bgt ni TS, semoga bank nya mau blacklist ojk dan lapor polisi ke ni orang

        • 28 Oktober 2024 - (09:22 WIB)
          Permalink

          Iya Pak betul mendingan lapor ke polisi Pak. Saya sudah ngomong jg ke DC nya untuk gugat saya aja ke pengadilan. Cuma DC nya ga mau Pak, gmn dong Pak? Bapak bisa bantu saya ngomong gak ke DC nya? Biar cepet selesai juga masalahnya. Nanti nomor hapenya saya share disini, namanya Rudy.

  • 27 Oktober 2024 - (12:59 WIB)
    Permalink

    nego terus aja…bank ini memang suka mempersulit negosiasi. diteror habis2an dulu sama mereka, kuat2in mental aja sampai deal.

    • 27 Oktober 2024 - (15:31 WIB)
      Permalink

      Iya Bu, makanya setiap DC ancam saya tidak takut. Saya bahkan sudah menghubungi HRD saya dikantor lama dan meminta maaf jika kedepannya ada DC mencari saya dll. Saya juga sudah berikan bukti ke HRD disana bahwa saya merespon dan beritikad baik mau membayar sesuai kemampuan tapi dari pihak DBS nya yang tidak mau terima.

  • 27 Oktober 2024 - (17:20 WIB)
    Permalink

    Mending ga usah di bayar bu, yg penting kita sudah ada niat baik untuk bayar. Saya aja pernah nantang DC spt itu untuk penjarakan saya aja, asal hutang lunas. Tapi mereka ga mau, ttp mau ada pembayaran lunas😄

  • 27 Oktober 2024 - (19:41 WIB)
    Permalink

    Anda pengarang handal ya? Minjemin temen uang 40juta untuk bayar kontrakan rumah?
    Ga usah malu mengakui itu hutang anda. Lawak 🤣

    • 27 Oktober 2024 - (20:57 WIB)
      Permalink

      Buat apa saya mengarang bebas? Lah saya masih ada bukti transfer ke teman saya itu kok. Makanya kan dari awal saya tantang si DC untuk gugat saya ke pengadilan. Karena memang ada buktinya, kalo memang hutang saya, ya pasti saya akui. Ngapain saya berbelit-belit muter-muter mengarang cerita. Ada-ada saja si bapak. Nah modelan DC yang ngomong sama saya persis seperti bapak ini. Suka nyerang-nyerang orang tapi pas ditantang nyalinya menciut

      • 27 Oktober 2024 - (21:22 WIB)
        Permalink

        Buaaaik hati sekali ya anda. 🤮Mending minjemin pake uang sendiri, lah ini ngutang. Bukti transfer? Jangan2 anda bayar hutang ya ke temen anda? Bayar hutang pake ngutang lg. Nambah lawakan anda ya. 🤣🤣🤣

        • 27 Oktober 2024 - (21:31 WIB)
          Permalink

          Setiap transaksi saya pasti tulis berita, untuk bukti sewaktu-waktu. Mau sekecil apapun nominalnya. Bapak jgn suka melawak disini, nama dan kelakuan tidak sesuai. Ganti dulu namanya Pak. Bapak itu sering spam di setiap tulisan orang, saya curiga bapak ini pengangguran makanya kurang kerjaan. Terserah bapak mau mengarang bebas apa disini, ini balasan terakhir saya untuk bapak.

          • 27 Oktober 2024 - (21:34 WIB)
            Permalink

            Bkn org kaya tp sok2an minjemin uang ke org yg cm sekedar teman dengan nominal puluhan juta. Mau ketawa ngakak sy. 🤣🤣🤣🤣

            1
            1
        • 28 Oktober 2024 - (09:16 WIB)
          Permalink

          Yeelah dc sakit komen…lo aja rmamg belum apes ngerasain di goblokin temen..pk otak lah klo mau komen,w tau lo ngejar fee tp pk otak klo nagih,yg namanya penagihan selama data si nasabah masih aktif lo g ada hak untjk menghubungi econ atau tmn2 ybs ,bisa lo di penjarain *****

  • 27 Oktober 2024 - (22:04 WIB)
    Permalink

    Dc DBS emang rada rada KTA rasa pinjol saya aja yg ga nunggak,cuma telat 3 hari dia nelpon ke kantor padahal udh nelepon ke hp saya,saya juga udh angkat dan konfrimasi kalo gaji masuknya telat

    • 28 Oktober 2024 - (07:21 WIB)
      Permalink

      Mau bertanya bapak/ibu siapa tau ada yang bisa memberikan solusi..saya ada masalah dengan DC Mega awal nya ibu saya ada pakai CC Mega 2 kartu dengan nominal lumayan besar saya baru tau ketika covid dan ada DC nyari saya ke kantor saya dengan keterangan kartu tambahan atas nama saya.. sedangkan saya tidak pernah pakai CC ibu saya sampai akhir nya 2021 ibu saya meninggal..saya sudah infokan ke pihak Mega tetapi masih kejarin saya terus sampai TLP ke kantor dan datang ke kantor saya ..sebenar nya saya ada itikad baik dengan melunasi 1 CC Almarhum ibu saya sekitar 15jt..sedangkan yang 1 bukan nya saya tidak ada itikad baik mau lunasi cuma nominal nya sangat besar dan saya tidak sanggup untuk saat ini membayar nya..yang mau saya tanyakan apakah memang kalau debitur CC sudah meninggal itu tetap di tagih anak nya ,saya sudah pusing sebenar nya dengan kondisi hidup saya yang untuk saat ini..

      • 28 Oktober 2024 - (09:19 WIB)
        Permalink

        Kalo setau sy setiap pembuatan CC itu di awal ada penawaran asuransinya Pak dimana asuransi itu yg mengcover jika yg mempunyai CC tsb meninggal dunia dgn dilampirkan surat kematian resmi dll. Jadi hutang dianggap lunas. Ini setahu saya ya Pak.

  • 28 Oktober 2024 - (00:25 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya hutang ibu tersebut sdh dihapus buku kan atau bahasa nya hutang ibu itu sdh di hapus. Kenapa bisa dihapus..? Krna Bank DBS yang memproses ke pihak Asuransi. Dan Asuransi sdh membayar kerugian bank krna hutang ibu. Sebenernya gak perlu diladenin gak masalah krna sdh aman.

    Tapi walaupun bank sdh menerima ganti rugi dari Asuransi kredit ibu itu. Bank juga tetap mencari keuntungan (tetap nagih) meskipun sdh bertahun². Ada juga yang gak nagih² krna sdh dianggap aman oleh bank.

    Gak usah ambil pusing. Nama ibu itu sdh di blacklist (daftar hitam) aja. Dalam artian gak bisa pinjam kemanapun baik ibu ataupun suami bahkan anak² ibu juga ikut ke imbas klo mau pinjam gak akan pernah di approve.

    Klo memang mau bersih nama nya ya lunasi..

    Tapi 1 lagi sebenarnya Bank tersebut sdh aman krna hutang ibu sdh dilindungi Asuransi yg menutupi nya. Tapi tetap ibu masuk daftar hitam. Itu jahat nya Bank yg harus kita semua tau walaupun dan apapun alasan nya sdh dilindung Asuransi penjamin. Tetap kita akan di kejar² terus bagi Bank Swasta atau Bank yang gak peduli urusan.. krna mereka perlu lebih profit.

    • 29 Oktober 2024 - (06:42 WIB)
      Permalink

      Kesalahan itu pada anda sendiri melanggar perjanjian kontrak yaitu anda meminjam sejumlah uang lalu di pinjamkan kembali, dan itu Resiko anda.

      Masih beruntung anda hanya di berikan hanya untuk membayar pokok saja, sesuai system, dan nominal terdaftar di OJK, karna system g ngenal negosiasi, Coba berfikir logis kalo anda jadi orang yang minjemin duit, Anda ngegadai emas buat minjemin temen 5gr 7 tahun yang lalu, dapet 2.5jt, sedangkan 5gr saat ini bisa di angka 6jt lebih, jdi apa yang di fikirkan anda, mengganti nominal 2.5jt atau 6jt lebih, atau ingin emasnya balik 5gr, fikirkan disitu siapa yang rugi dan masih ada pengertian, anda mendapat Uang sesudah itu urusan anda menggunakannya dengan bijak, Pihak bank ngga mau tau anda mau pakai uang itu buat apa.

      Kalo anda tidak di Ingatkan DC, kemungkinan anda sendiri tidak akan membayar atau memperbaiki nama anda di Bank, 6 tahun yang lalu klo Temen anda sudah tidak bayar/ menghilang dan anda ada kemampuan bayar 1 JT pada saat belum di ingatkan DC, kemungkinan urusan anda sudah selesai dengan bank.

      Saran saya, kasih pengertian ke keluarga, kalau untuk konsumtif akan berhemat, gaya hidup dikurangi dalam beberapa waktu untuk membayar hutang anda, karna nama baik di perbankan itu sangat penting, khawatir nanti ada aturan pemerintah yang berhubungan dengan SLIK.

      • 29 Oktober 2024 - (12:08 WIB)
        Permalink

        Yang bilang saya benar siapa Bu? Ngapain saya repot-repot buat pengaduan kesini jika saya tidak mau bayar. Justru karena dari DBS tidak memberikan solusi apa-apa jadilah saya kesini. Saya sudah membuat laporan ke OJK sebanyak 3x mengenai hal ini, tim DBS memang menghubungi saya tapi semuanya hanya kata-kata template saja. Seperti ini : apa benar Ibu yang membuat laporan ke OJK dengan nomor laporan ……., sebelumnya saya mohon izin untuk menyamakan data terlebih dahulu. Akan saya bantu telusuri ke tim terkait mengenai laporan Ibu ya. Akan kami hubungi kembali jika sudah dapat feedback dari tim terkait.
        Lalu sore harinya saya dihubungi kembali dengan kata-kata template : setelah kami bantu Telusuri ke tim terkait, memang benar Ibu memiliki tagihan sebesar …. dari tahun 2018.

        Lah ini mah ga perlu dihubungi lagi, itu kan saya sudah tahu. Jadi mereka membuat seolah-olah sudah menawarkan solusi ke saya tapi saya yang tidak bisa terima sama solusinya. Agar pengaduan saya dianggap selesai dan tidak ditindaklanjuti oleh OJK. Untungnya Saya punya semua bukti rekamannya. Nah sama seperti hari ini, mereka mengirim surat tanggapan padahal Saya belum ada omongan apa-apa. Dihubungi cuma 1 hari dan hari ini Saya tunggu tidak ada info apa-apa lagi. Jadi seolah-olah Saya dibuat “tidak ingin membayar atau mengabaikan”.

  • 28 Oktober 2024 - (06:52 WIB)
    Permalink

    Hahaha lagu lama
    Giliran dapat duit nyengir
    Pas disuruh bayar bilangnya dipake teman.
    Orng ****** bin ***** mana yg nerima uang 40jt terus dikasih ke teman gitu aja
    Hadeh gak masuk akal ceritanya alias cuma ngarang cerita biar gak bayar hutang aja.

    1
    1
    • 28 Oktober 2024 - (09:17 WIB)
      Permalink

      Wah kalo memang tidak bisa bayar bagus dong Pak. Rejeki nomplok namanya saya. Ngapain amat saya repot-repot lapor sana sini belum lagi ngeladenin DC nya kalo emang ga mau bayar. Logika dipakai Pak, bapak bisa baca kan tulisan saya ke DC nya? Kecuali saya ngomong : saya ogah bayar Pak, duitnya bukan saya yang pake. Tulisan bapak mirip ama tulisan DC nya nih. Cara ngomongnya juga sama persis

  • 28 Oktober 2024 - (10:31 WIB)
    Permalink

    95 persen nasbaha Berhutang pasti menyelahkan Penagih,emang dasar nasabah tidak tau diri.sadar punya hutang Tapi G mau bayar malah melaporkan.tunggu dicari dl Baru Koperatif.koperatif melaporkan bukan bayar.

    1
    1
  • 29 Oktober 2024 - (13:05 WIB)
    Permalink

    Lapor terus bu, yang punya masalah begini juga wajib lapor ke ojk. Semoga cepat selesai urusannya bu

    • 29 Oktober 2024 - (15:13 WIB)
      Permalink

      Saya lapor ke OJK bukan menuntut agak hutang saya dihapuskan Pak, justru saya pengen masalah ini cepat selesai dan tidak bertele-tele. Tapi sebagian orang mengganggap saya melaporkan ke OJK agar hutang saya dihapuskan. Hutang mana bisa dihapuskan, saya bingung sendiri bacanya. Sampai sekarang saja saya masih minta suami saya cari teman saya itu sampai ketemu, terserah mau bagaimana caranya. Karena saya juga jadi kelimpungan.

  • 1 November 2024 - (19:07 WIB)
    Permalink

    Mnt aja keringanan bu, biasanya itu modal aja di balikin tp ibu harus bawa history paimentnya biar ada pegangan sblum k bank DBS, jujur bu makanan sehari2 sy berurusan dgn bank dan finance, klu DC kontak g usah panik bu aplagi ngerespon..biarin aja dn santai krn DC itu ngotot supy dy tp komisi juga dari bunga/denda dari utang ibu

 Apa Komentar Anda?

Ada 83 komentar sampai saat ini..

Penagihan DC DBS yang di Luar Nalar

oleh Lusiani Lusiani dibaca dalam: 1 menit
83