Teror Telemarketing DBS, Siang Malam Hidup Saya Tidak Tenang!

Kepada Tim Telemarketing Bank DBS,

Saya adalah seorang pekerja swasta di Jakarta, dan saya sangat marah serta kecewa dengan perlakuan tim tele sales DBS yang sudah berlangsung selama empat bulan terakhir. Setiap hari, saya terus-menerus ditelepon oleh tim tele sales DBS, baik melalui telepon reguler maupun WhatsApp. Perlakuan ini sangat mengganggu kenyamanan hidup saya.

Setiap kali saya menerima panggilan, saya langsung memblokir nomor tersebut. Namun, hal ini tidak menghentikan mereka, bahkan semakin intens. Hampir setiap hari, sekitar lima nomor baru dari tim tele sales DBS terus-menerus menghubungi saya.

Panggilan melalui WhatsApp dari nomor tak dikenal sangat mengagetkan saya. Sebagai seorang perantau, saya khawatir panggilan tak dikenal tersebut berasal dari kerabat atau teman di kampung, tapi ternyata hanya dari tim tele sales DBS. Apakah ini adalah salah satu trik pemasaran dari DBS? Jika iya, ini adalah praktik yang sangat tidak etis, imoral, dan mengganggu.

Selain itu, saya juga menerima pesan dari mereka melalui WhatsApp yang jumlahnya sudah tak terhitung (saya kirimkan bukti beberapa yang belum saya hapus). Saya sangat penasaran dari mana Bank DBS mendapatkan data pribadi saya, karena saya tidak pernah memiliki produk kredit atau pinjaman di bank mana pun?

Untuk mengurangi intensitas gangguan ini, saya sudah mencoba menghubungi pihak DBS melalui email dan media sosial, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan atau tindakan dari pihak DBS. Saya berharap, dengan adanya keluhan ini, tim tele sales DBS berhenti menghubungi saya. Jika Bank DBS membaca keluhan ini, saya meminta agar klarifikasi dan tanggapan diberikan melalui tanggapan surat ini.

Hormat saya,

Sifa A. Rijman
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Teror Telemarketing DBS, Siang Malam Hidup Saya Tidak Tenang!”

Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MediaKonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca selengkapnya

30 komentar untuk “Teror Telemarketing DBS, Siang Malam Hidup Saya Tidak Tenang!

  • 2 November 2024 - (09:13 WIB)
    Permalink

    lihat kata dbs :

    membutuhkan kta untuk menutupi cicilan2 yang ada

    sungguh terlalu dbs

    4
    1
  • 2 November 2024 - (13:44 WIB)
    Permalink

    Mmg dbs ini bikin sakit kepala dan gak ada etikanya, telepon pun bukan hanya dari 021 melainkan dari nomor hp.

    List di tmpt aku bank plg gk ada etika : M*ga, Dbs, hs*c

    4
    1
  • 2 November 2024 - (15:37 WIB)
    Permalink

    Saya tetap punya prinsip, NOMOR TAK DIKENAL, TAK WAJIB DITANGGAPI.
    Bagaimana dia tahu nomor saya sementara saya tidak?
    Stay Cool, jangan khawatir. Sama-sama perantauan juga.
    Kalau dari kerabat, minimal dia konfirmasi lewat WA, atau SMS, atau DM di sosmed, biasanya nggak langsung nelpon aja.
    So tetap curigai semua nomor tak dikenal. Hidupmu akan tenang dan bahagia.

    2
    1
    • 6 November 2024 - (10:24 WIB)
      Permalink

      iya kak, tapi menggangu banget, apalagi jika mereka menelpon membuat sinyal internet saya mati.

    • 9 November 2024 - (13:46 WIB)
      Permalink

      Saya juga kmrn dpt tlpn dari 021,0811 dstnya gtaunya dari HCI saya risih saya viralkan skrg agak berkurang tlpn dr sana.

      Tp heran sering jebol jg dr nomor g kenal saya aktifkan blokir number tp msh ada tlpn masuk.

  • 2 November 2024 - (16:01 WIB)
    Permalink

    Ngmg aja sm dbs suruh proses lalu bilang diawal gk akan saya bayar pasti lgsg gk dihub lagi

  • 2 November 2024 - (16:35 WIB)
    Permalink

    Kalau dapat w.a begituan gak usah dibalas.
    Abaikan saja dan langsung hapus.

    Sekali dibalas no kontak aja masuk target sebagai nomor aktif.

    Itu kan chat robot ngapain ditanggapi.
    Robot kok dilawan… Kan gak ada hati
    Wkwkwkk

    • 7 November 2024 - (15:56 WIB)
      Permalink

      Blokir saja kak pakai truecaller, sya juga sering di tlpnin begituan ga knal waktu nelponnya, sya blokir saya pakai aplikasi truecaller

    • 10 November 2024 - (11:00 WIB)
      Permalink

      Itu bukan chatbot Mas, itu nomor telemarketing. Bisa jadi nomor pribadi langsung. Saya juga mengalami hal yang sama. Jika diladeni memang akan terus dikejar. Kemarin saya respon untuk tidak mengganggu, jika tidak akan saya blokir. Saya respon karena ybs berani untuk telepon via wa. Walaupun akhirnya disudahi tetap saja mengganggu sekali.

  • 2 November 2024 - (17:28 WIB)
    Permalink

    Aku juga dapat teror yang sama dari DBS. Gila sih pernah lagi butuh nama nya manusia ya ikut ngajuin. Eh di tolak loh. Kasiiih aja diteror lagi

    • 2 November 2024 - (21:41 WIB)
      Permalink

      Iya tiap hari :v blum aj jd korban…

      Kakak minta dihapus aja nomornya kyk kasus saya skrg saya aman gda yang ganggu lagi ditelepon nomor g dikenal..

  • 2 November 2024 - (22:42 WIB)
    Permalink

    Dulu saya pernah kerja di DBS bagian telemarketing KTA dan juga kartu kredit bank Mega pas tahun 2010 dan 2011.. Memang bener telemarketing dari dua perusahaan tadi agak laen bu.. Soalnya dari leadernya sendiri ngepress staffnya buat terus teror telepon yang aktif..

    Jadi para leader team punya prinsip, kalau si A gak tembus, bisa jadi si B telepon nanti bakal tembus..

    Pagi-pagi team leader bakalan kasih beberapa lembar daftar nomor telepon yang entah dapet dari mana.. Biasanya lengkap ada alamatnya, namanya, bahkan yang paling lengkap pernah dapet yang ada isi nominal tabungan sama pinjamannya.. Yang paling gak lengkap itu nomor telepon dari tukang pulsa elektrik, gak ada namanya cuma ada nomornya doang..

    Nahh kita sebagai telemarketing bakal menggilir nomor-nomor tadi (terutama yang aktif).. Nanti kalau list itu udah abis, bakal di tukar dengan team lain.. Begitu terus sampe pokoknya di maki-maki gitu sama korban mah udah biasa lah..

    Sebenarnya ada 2 hal yang membuat data diri kita bocor..
    1. Pihak tidak bertanggung jawab menjual data pribadi kita.. Contoh, ordal bank, tukang pulsa, bahkan minimarket..
    2. Pernah secara tidak sadar, mengijinkan suatu perusahaan untuk memberikan data diri kita kepada perusahaan rekanan dalam rangka pemasaran.. Biasanya ini ketika ngisi form online (beberapa di form offline juga ada), gak perhatikan bagian checklist box nya..

    Apakah mengganggu, jujur saya pas kerja sbg telemarketing aja terganggu.. Bayangin aja, 1 nomor itu bakal di hubungi oleh beberapa team dan setiap team punya sekitar 10-15 anggota.. Setiap hari, setiap saat..

    • 9 November 2024 - (08:17 WIB)
      Permalink

      Oooooh jadi gitu cara kerjanya marketing bank…… pantesan, aku (hampir) tiap hari di telepon UOB (mubgkin limpahan dataku dari Citibank) kecuali Minggu, pernah sampai 7 kali, saat saya tolak penawarannya, ternyata penelepon berikutnya sdh ganti orang lagi, demikian seterusnya, nomer di blok percumah…..mrk punya no telepon banyak.
      Akhirnya ya cuma tak reject saja tiap telepon masuk…..mengganggu, benar² mengganggu, apalagi saat sedang terima telepon WA, telepon WA ku pasti kalah dengan telepon pulsa, jadi kadang² terputus.

  • 4 November 2024 - (08:39 WIB)
    Permalink

    Bunga 0,99% ? kalo rate nya 0,99% per tahun
    saya ikut ajuin dah

    tanpa survey, bunga 0,99% per tahun
    saya yakin, KTA nya laris manis
    kwkwkwkw

    • 6 November 2024 - (10:23 WIB)
      Permalink

      tetap aja kak, udah aku blokir beberapa kali, nelpon lagi dengan intensitas lebih banyak. bahkan nomor telpon saya dari nomor telpon pribadi salesnya.

  • 6 November 2024 - (10:09 WIB)
    Permalink

    Update: saya masih ditelpon dan semakin menjadi-jadi oleh bank DBS, saya sudah ajukan berbagai keluhan baik sosial media dan menghubungi customer service tapi tidak ada hasil. Apakah pembaca disini ada pengalaman yang sama dengan Bank ini? dan bagaimana mengatasi teror ini?

    • 8 November 2024 - (13:17 WIB)
      Permalink

      Saya fokus pada kalimat “bagaimana DBS memperoleh data saya?”. Saya juga pernah ngalamin kasus yang sama dengan bank berbeda. Saya respon begini:
      Darimana anda dapat data saya sedangkan saya tidak pernah berurusan dengan bank anda? Tolong hapus data saya dari database anda, dan jangan telpon saya lagi. Pembicaraan ini saya rekam. Apabila saya masih mendapatkan telpon dari anda atau rekan sejawat anda, anda dan bank anda akan saya laporkan ke polisi dengan pasal pencurian data atau jual beli data.
      Dan sejak saat itu saya tidak pernah dapat lagi TLP ataupun WhatsApp juga email. Josss…

  • 8 November 2024 - (14:22 WIB)
    Permalink

    Saya juga ditawarin kta dbs dan disetujui dapat dana 50jt karna ada masalah keuangan akhirnya saya gagal bayar setiap hari diteror oleh bank dbs minta dibayarkan dan minta keringanan cicilan tidak disetujui, diteror seperti waktu penawaran kta dbs, saran saya jangan mau ambil dbs kta kalau mau ambil kta dari bank lain.

  • 10 November 2024 - (10:44 WIB)
    Permalink

    Sama dengan saya. Walaupun KTA DBS saya sudah lunas Juli 2024 kemarin, sampai dengan saat ini saya terus di telepon dan wa untuk penawaran KTA kembali. Telepon dilakukan setiap hari, hampir sepanjang hari dari pagi hingga sore, kecuali hari Minggu. Sungguh sangat mengganggu. Saya mengharapkan pihak Bank DBS bisa menghapus data saya, terlebih setelah KTA saya lunas dan sudah tidak menjadi nasabah.

  • 13 November 2024 - (14:32 WIB)
    Permalink

    Update : saya sudah dapat surat dari tim DBS marketing yang mengindikasikan bahwa mereka tidak pernah menawarkan produk KTA-nya ke nomor saya, saya bingung dengan manajemen mereka, jelas-jelas saya ditelpon oleh mereka terus tiap hari. Sampai hari ini saya masih ditelpon siang dan malam. Saya udah gak tau lagi mau lakuin cara apa, saya seperti diteror siang dan malam, padahal saya tidak pernah punya urusan sama bank “peneror” ini.
    Ada saran lagi kah? saya harus lapor kemana?

 Apa Komentar Anda?

Ada 30 komentar sampai saat ini..

Teror Telemarketing DBS, Siang Malam Hidup Saya Tidak Tenang!

oleh sifa dibaca dalam: 1 menit
30