Permohonan Pemblokiran Rekening Bank yang Disalahgunakan untuk Penipuan Online

Kepada Yth. Bank CIMB Niaga,

Pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2025 sekiranya pukul 17.15 WIB, saya menjadi korban penipuan dan penggelapan dana senilai Rp31.500.000. Modus yang dilakukan oleh pelaku penipuan adalah dengan diiming-imingi keuntungan dari tugas yang diberikan.

Percakapan berawal dari pesan singkat WhatsApp yang menawarkan pekerjaan paruh waktu. Karena ketertarikan saya pada saat itu, maka saya ikutilah tugas yang diberikan. Awalnya diminta deposit Rp40.000 dan dana tersebut diberikan keuntungan senilai Rp60.000, dan proses pertama sukses/berhasil dilakukan.

Kemudian, untuk tugas berikutnya saya diarahkan masuk ke dalam grup, di mana di sana saya diminta deposit Rp1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan dijanjikan keuntungan 30% dari total deposit. Namun nyatanya tidak demikian.

Saya diminta deposit berulang senilai Rp3.000.000 (tiga juta rupiah), Rp9.000.000 (sembilan juta rupiah), dan terakhir saya deposit senilai Rp18.000.000 (delapan belas juta rupiah). Setelah itu, karena saya telah kehabisan uang, saya tidak menyanggupi lagi untuk deposit yang diminta pelaku penipuan.

Untuk rekening yang dikirimkan pelaku adalah Bank CIMB Niaga, dengan nomor rekening: 708084761200 atas nama Usup Supriadi, dan total kerugian saya Rp31.500.000 (tiga puluh satu juta lima ratus ribu rupiah).

Saya sadar mungkin di awal memang adalah kesalahan dan keteledoran saya, tapi saya baru sadar ketika saya memang sudah kena hipnotis melalui pesan singkat. Saya akui saya bodoh dan saya sangat menyadarinya.

Namun, yang saya minta, kenapa saat ini seseorang bisa melakukan hal tersebut dan menggunakan identitas pribadi miliknya? Kalau pun identitas lain, paling tidak pihak bank bisa membantu saya untuk melacak posisi alamat yang diberikan? Sebab data tersebut akan diminta pada saat membuka rekening baru di awal.

Berikut bukti transfer yang sudah saya kirimkan ke pelaku penipuan:

Berikut saya lampirkan semua bukti chat di grup WhatsApps di bawah ini. Saya dimasukkan ke dalam grup komplotan penipu semua, saya baru sadar saat saya tidak punya uang lagi di rekening dan admin dari grup yang mengaku mentor yang bernama Wijaya Hidayat S.H tersebut. Saat ini saya sudah dikeluarkan dari grup tersebut.

Kasus penipuan ini juga sudah saya laporkan pada pihak Polsek setempat di Kota Serang dan berikut ini bukti laporannya:

Jadi, kepada Bank CIMB Niaga saya meminta untuk melakukan pemblokiran terhadap nomor rekening 708084761200 atas nama Usup Supriadi, karena orang tersebut telah menyalahgunakan nomor rekening sebagai sarana penipuan.

Saya berharap tim Bank CIMB Niaga bisa membantu saya melacak keberadaan lokasi pelaku dan sekaligus memblokir penggunaan rekening pelaku penipuan tersebut.

Mohon kerja samanya, terima kasih.

Jupri
Kota Serang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Permohonan Pemblokiran Rekening Bank yang Disalahgunakan untuk Penipuan Online”

No. 149/CB/MBCX/CC/II/2025 4 Februari 2025 Kepada Yth.: Mediakonsumen.com Up. Redaksi Surat Pembaca Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Bapak Jupri yang...
Baca selengkapnya

55 komentar untuk “Permohonan Pemblokiran Rekening Bank yang Disalahgunakan untuk Penipuan Online

  • 20 Januari 2025 - (16:18 WIB)
    Permalink

    Turut sedih kang mendengarnya, mudah2an para pihak terkait tergerak dan cepat mengambil tindakan bagi para pelakunya. Korban yang melaporkan kegiatan demikian sdh banyak kang, termasuk diri saya sendiri, namun jumlahnya tidak sefantastis akang. Tawakkal dan selalu berdoa mohon petunjuk Nya.

    1
    3
    • 2 Februari 2025 - (21:52 WIB)
      Permalink

      Ternyata banyak korban ya termasuk saya ,yg sudah ratusan juta tidak bisa di tarik dengan alasan harus bayar pajak.Nah itu alibi saja supaya duit nggk bisa di tarik.semoga Laknat Alloh yang membalasnya.

      • 5 Februari 2025 - (20:39 WIB)
        Permalink

        ANDA KURANG AMAL , MANGKANYA JANGN TERLALU PELIT, TETANGGA MEMINTA BANTUA GA DI BERIKAN , AKHIRNYA KENA TIPU KAN

    • 2 Februari 2025 - (12:03 WIB)
      Permalink

      Masalah harus menjadi perhatian pemerintah karena sudah banyak korban termasuk saya mengalami hal serupa ratusan juta yang sudah di mkn penipu .Penipu itu membuat penderitaan lahir dan bathin.Mohon kepada Pemerintah Bapak Presiden Prabowo dan Pak Kapolri untuk segera memberantas para pelaku yang mengatasnamakan perusahaan Selshie Media dan Marketing .Bila Yang berwajib minta data semua komplit.Semoga para pendusta pembohong kena Azab dari Alloh SWT taubat atas perbuatannya.

      • 2 Februari 2025 - (21:50 WIB)
        Permalink

        Perusahaan tersebut mengatasnamakan Slashie Media Marketing ,yg terakhir saldo rek saya TDK bisa di tarik dengan alasan harus menyelesaikan tugas membyr pajak yang TDK sedikit,sampe merengek rengek nangis darahpun katanya TDK bisa di tarik kalau tidak membayar pajak dan ini memang sudah saya laporkan ke pihak berwajib .semoga menjadi pembelajaran semua masyarakat .Negara ini harus hidup nyaman dari gangguan para penipu, Penipu ini lawanya Azab dari Alloh SWT .

  • 20 Januari 2025 - (16:31 WIB)
    Permalink

    Setiap bulan masih banyak keluhan yang masuk ke MK.
    Terima dengan lapang dada bahawa ini murni keserakahan dari TS (bukan HIPNOTIS) karena pada dasarnya UANG tidak datang dengan mudah sebagai pembelajaran dalam hidup.

    Semoga ada harapan dengan pemblokiran dari CIMB Niaga dan follow up dari pihak berwajib.

    7
    12
    • 21 Januari 2025 - (09:49 WIB)
      Permalink

      pemblokiran pasti tapi kalo uang kembali seperti nya tidak mungkin , tapi coba pikir aja mana ada yang ngasih uang dengan return di atas 10 persen apa lagi sekali main

      1
      2
      • 22 Januari 2025 - (09:57 WIB)
        Permalink

        Saran saya datang langsung ke cimb niaga perihal indikasi rekg penipuan disertai surat kepolisian tadi. Paling gak, rekg ini bisa jadi warning pihak bank untuk melakukan tindakan selanjutnya. Setahu saya penipuan2 bergaya invest dgn return tinggi,trnsfer pajak hadiah dll, sdh bolak balik diviralkan di media massa agar menjadi pembelajaran masyarakat lainnya…pertanyaannya kita peduli dgn himbauan dan berita berita tsb atau gak.

  • 20 Januari 2025 - (17:00 WIB)
    Permalink

    yok gaes..
    mari kita biasa kan kalau menghadapi hal seperti ini untuk TIDAK SENDIRIAN..
    komunikasi ke teman atau saudara, sekedar tanya saran atau cerita basa basi..
    kita butuh “otak” lain untuk menyadarkan atau melepaskan kita yang sudah terlanjur larut mengikuti alur yang kata nya menghasilkan banyak uang ini..
    sulit lepas kalau hanya sendiri..

  • 20 Januari 2025 - (17:00 WIB)
    Permalink

    kabari ke keluarga atau teman kalau terima yang beginian tanya2 dulu..
    jangan klik sendiri

    1
    3
    • 22 Januari 2025 - (07:25 WIB)
      Permalink

      Saya pernah ikutan “tugas” spt ini. Alhamdulillah tersadar saat diminta deposit 1,5juta. Tapi saya sdh untung 155rb dari total setiap tugas yg diberikan karena saya segera keluar dari group dan blokir akun telegram mrk. Semoga tdk ada lagi korban yang lbh banyak dan segera di sadarkan para penipu tsb.

      • 22 Januari 2025 - (10:50 WIB)
        Permalink

        Saya juga pernah dapat tawaran spt itu, sy sdh tau dari awal itu penipuan tapi sy msh ikuti apa yg mrk suruh lakukan. Sampai disaat sy hrs deposit baru saya berhenti dan lumayan dlm 1 hari itu sy dapat 250rb🤣🤣🤣

          • 29 Januari 2025 - (17:18 WIB)
            Permalink

            Berarti semisal ada maling ada penipu nyuruh kita benerin genteng trs ngasih upah duitnya jg haram???

      • 23 Januari 2025 - (11:12 WIB)
        Permalink

        Saya sudah pernah mendapat penawaran pekerjaan paruh waktu seperti ini,
        Saya langsung abaikan ketika mengarahkan deposit uang walaupun di iming-iming retun tinggi, karena saya berpikir logis saja.

  • 20 Januari 2025 - (17:23 WIB)
    Permalink

    Hampir tiap bulan pasti muncul kasus spt ini di MK, berharap tdk ada lgi yg jd korban spt nya mustahil, selama nafsu untuk mendapatkan sesuatu secara cepat dan mudah masih ada. Yg belum jadi korban semoga postingan ini dan yg lain menjadi pengingat agar tdk mengalami hal yg sama. Yg sudah jadi korban anggap aja ini pelajaran yg sakit dan sangat mahal. Kalo untuk sampe peluk tertangkap dan yang kembali, hampir mustahil sepertinya

    3
    2
  • 20 Januari 2025 - (18:42 WIB)
    Permalink

    Modal 60 rb dpet untung 30jt hebattt..
    Mudah aja kalau pihak polisi&bank mau mengusut penipuan kyk gni, ungkap posisi pemilik rekening, tracking dana itu ditarik dimana atau ditransfer kemana. Dan “Abaikan dulu privacy konsumen bla bla karena kondisi pnipuan sndri sudh mendobrak hukum itu sndri” selanjutnya kita liat keberanian penegak hukum negri +62 . Dan untuk korban sbaiknya intropeksi diri dan ambil pelajaran serta persiapkan mental kalau kmungkinan besar gak bisa balik lagi dana nya.

    2
    1
    • 21 Januari 2025 - (15:31 WIB)
      Permalink

      Bener komen ente sih bang, klo penegak hukum berani usut penipu gini bisa ditangkep dgn minta data pengguna ke bank (wlpun melanggar privasi tp untuk urusan hukum). Klo bs dilacak nnti bisa ketahuan pemiliknya, klopun pemilik bkn penipunya kan bisa cek uangnya ditarik kemana ditransfer lg atau bisa aja kerekam diambil di atm… Kasian jg sih sering denger yg kena penipuan modus gini di mk & jumlahnya ga main2 sampai 2 digit bahkan pernah liat 3 digit juga.

    • 21 Januari 2025 - (16:12 WIB)
      Permalink

      Ni udah mafia bank dan kepolisian berarti ya. Padahal dana udah d ketahui di mana. Anehnya kalau uang negara nyasar ke rekening kita. Kok ya kita yang d salahkan. Hukum di indonesia begitu bobroknya

      3
      3
      • 22 Januari 2025 - (07:57 WIB)
        Permalink

        Makanya kalau punya nafsu ingin kaya mendadak jgn diikuti. Gak ada yang namanya kaya mendadak kecuali jadi bandar judi, pengedar narkoba dan pencuri.

  • 20 Januari 2025 - (19:15 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin… Btw, lebih banyak literasi baca MK, karena kejadian spt ini sudah berulang kali.

    2
    1
  • 20 Januari 2025 - (20:10 WIB)
    Permalink

    UANG TIDAK BAKAL BISA KEMBALI
    PERCUMA LAPORAN POLISI
    IKHLASKAN JALAN SATU-SATUNYA SAAT INI
    MARI HIDUP KEMBALI
    JANGAN BERFIKIR BUNUH DIRI

    1
    3
    • 21 Januari 2025 - (03:07 WIB)
      Permalink

      Cuma mau berbagi pengalaman saja. Saya pernah mengalami hal seperti ini : deposit lalu mengerjakan hal mudah. Dua kali saya deposit dan sudah dapat gain 50% dr deposit lalu saat diminta deposit yg ke tiga tidak saya lakukan lalu keluar grup dan blokir grup tsb. Intinya “tidak ada cara mudah dapat uang dimanapun kita berada” jadi kalau ada janji surga seperti hal diatas itu sudah pasti modus dan uang yg sudah terlanjur dideposit tidak akan kembali. Mari berfikir waras.

      2
      1
  • 20 Januari 2025 - (20:37 WIB)
    Permalink

    Nanti yg punya rekening diblokir nulis di MK minta dibukain blokirnya seperti kasus OCBC kemarin.

    3
    7
  • 20 Januari 2025 - (21:19 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya solusi cuma satu. Dari pihak pemerintah, polisi, dll. harus terus2an bikin pengumuman dan edukasi penipuan begini di TV, radio, koran, selebaran, dll. Kalau ngak, yah duit rakyat bakal dipelorotin melulu.

    0
    19
      • 21 Januari 2025 - (20:05 WIB)
        Permalink

        Maaf bukan maksud saya ingin mengatakan “ANDA *****”
        karena jika di lihat dari screen shoot anda seharus nya anda sudah mendapat kan keuntungan yang banyak..
        Tapi memang karena anda tamak akhirnya anda tertipu,..
        anda bukan terhipnotis tp karena anda “*****”
        Seharus nya ketika anda di minta untuk transfer 9jt itu berhenti karena sudah mendapatkan untung berlipat
        Tapi karena anda orang yang “*****” maka anda tertipu..
        Kenapa saya bilang anda “*****” Saya sering ikut yang seperti itu dan saya mendapat keuntungan trus walau hanya sedikit dan saya berhenti

        Semoga ada jalan nya dan bank CIMB niaga serta pihak yang berwajib bisa segera membantu

        1
        1
    • 21 Januari 2025 - (16:14 WIB)
      Permalink

      Ni harus bank bergerak cepat. Udah ada laporan lgs d tangani lgs blokir penipu. Bank sekarang tidak amaan.. Seakan2 penipu2 itu maen mata sama bank. Boleh di cek di kasus2 nya semua itu. Bank seakan2 melindungi penipu. Tapi kalau kebutuhan dr bank sendiri. Aduhkayak uler

      1
      1
    • 21 Januari 2025 - (17:55 WIB)
      Permalink

      Turut prihatin ..tapi dalam hati saya terbengong bengong jaman gini masih ada orang tertipu model begini?? Bodo boleh tapi gak begini juga kli aduh .ini penting nya ilmu wawasan dalam berbagai aspek .jangan kudet banget lah buk ibukk

    • 22 Januari 2025 - (07:59 WIB)
      Permalink

      Kalau udah nafsu pengen kaya dengan instan, kadang kalimat dari orang terdekat sekalipun gak bakal di dengar.

  • 21 Januari 2025 - (16:55 WIB)
    Permalink

    kasus seperti ini jarang terungkap, apalagi korbannya orang biasa dan yang lapor sedikit, TPI kalo musibah ini menimpa orang yang ber duwit, atau pejabat publik, hanya hitungan hari pelaku bisa di tangkap, pertanyaannya buat apa ada tim saiber

  • 21 Januari 2025 - (18:02 WIB)
    Permalink

    Ikut bersimpati atas terjadinya penipuan ini semoga riski korban di lancarkan dan di beri kesabaran
    Tetap klo berurusan sama baju Coklat slogan nya WANI PIRO.
    Benar kata teman² di atas mestinya klo mau usut ini gampang di pecah kan yg penting logika hukum gak di balik bolak

    • 22 Januari 2025 - (08:00 WIB)
      Permalink

      Susah diungkap karena penipu biasanya memiliki ratusan rekening yang susah dilacak keberadaanya, ya karena alamat fiktif

  • 21 Januari 2025 - (19:57 WIB)
    Permalink

    Pas laporan ke pihak bank paling responnya uang tidak dapat dikembalikan, laporan ke kantor polisi dibuatkan LP tapi disuruh ikhlaskan saja, rekening pelaku mungkin bisa di blokir, tapi ga ada jaminan pelaku bakal di black list dari perbankan.
    Selama korban bukan seorang yang high profile, sepertinya ga akan ada hasil yang signifikan kalau di negara ini…

  • 21 Januari 2025 - (20:31 WIB)
    Permalink

    Pasti dia ini korban iklan2 dari sosial media seperti Facebook. Sudah banyak terjadi begini, tapi dia tidak menusuri melalui Google sebelum terjun . Sedihnya… saya juga pernah daftar dan masuk ke grup , dulu di iming imingi kerja paruh waktu dengan website palsu Zara, Zalora dll. Tapi begitu digrup minta deposit 200 ribu untuk ikut gabung,.. saya langsung keluar dan insting saya mengatakan hal ini gak mungkin mereka mau rugi dengan deposit demikian dan memberikan demikian besar. Dan bank pasti menjaga privasi nasabah kecuali dari pihak kepolisian dan lembaga keuangan terkait.

  • 22 Januari 2025 - (02:10 WIB)
    Permalink

    SAMA KAYAK JUDOL
    ITUPUN PIHAK BERWAJIB DAN BANK BISA SAJA MENANGKAP DENGAN GAMPANG
    PADAHAL KALAU DEPOSIT JUGA ADA REKENING NYA

    TAPI YA BEGITULAH
    HIDUP DI NEGERI WAKANDA KONOHA

    • 22 Januari 2025 - (08:01 WIB)
      Permalink

      Ya karena gak ada yang lapor ke polisi dan diviralkan. Kalau gak ada laporan ke kepolisian tandanya masyarakat tidak memiliki masalah.

  • 22 Januari 2025 - (06:58 WIB)
    Permalink

    Masalahnya itu rekening yang buat nampung duit penipuan adalah rekening curian juga. Yang punya data juga belum tentu merasa punya rekening bank, bisa jadi rekening pakai data fiktif juga, atau KTP curian. Sekarang nggak usah menyalahkan siapa-siapa termasuk pemerintah & penegak hukum. Rantai penipuan seperti ini harus diputus mulai diri kita sendiri. Kita harus melek agar jangan mudah tergiur keuntungan. Sekarang modusnya adalah deposit untuk modal kerja, kemarin modusnya data BPJS & bank disalahgunakan, entah besok apalagi modusnya, ada saja cara untuk menipu.

  • 22 Januari 2025 - (07:32 WIB)
    Permalink

    “….tapi saya baru sadar ketika saya memang sudah kena hipnotis melalui pesan singkat. ”

    Kejahatan seperti ini tidak ada unsur Hipnotis sama sekali. Murni karena anda (dan orang/lingkungan terdekat) minim literasi dan kurang mengakses informasi2 online, dan juga faktor psikis korban untuk memperoleh keuntungan besar dengan cara yang tidak memerlukan usaha keras. Kebanyakan korbannya perempuan, karena tipikal perempuan kan jarang pakai logika & lebih emosional kalau mendengar keuntungan besar dari usaha sampingan.
    Pernah tahun lalu saat sedang kumpul keluarga, ipar perempuan-ku dapat WA yang sama. Hampir saja dia tanggapi, tapi sambil tanya2 ke aku. Setelah aku share info/artikel dari internet tentang penipuan modus tsb, baru dia terbuka wawasan dan pengetahuannya.
    Sindikat ini dikendalikan di luar negeri, utamanya di Kamboja dan kebanyakan menyasar ke warga negara RI. Cukup beralasan, IQ penduduk Kamboja itu peringkat 2 se ASEAN, sedangkan IQ penduduk RI peringkat terbawah. Segala sesuatu perbuatan dan perkataan tidak/jarang menggunakan logika berpikir.

    Kalau minta blokir rekening datang langsung ke kantor bank dengan membawa asli surat laporan kepolisian, bukti transaksi & kartu identitas diri.

  • 22 Januari 2025 - (23:21 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin Bang atas musibah yang dialami, semoga kasus penipuan seperti ini sdh tidak lagi menambah korban, buat teman2 yg biasa membaca kasus seperti ini di MK mohon disebar luaskan ke orang lain spaya mereka terhindar dari penipuan penipuan sperti ini. Semoga uangnya bisa balik Bang 🙏

  • 23 Januari 2025 - (15:49 WIB)
    Permalink

    Sangat prihatin… Masih banyak korban korban begini.
    Cuma mau ngingetkan lagi kata pepatah lama: TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATEES

  • 23 Januari 2025 - (16:24 WIB)
    Permalink

    Yasalam,, masih ada aja yg tertipu model begini, sampe ketipu 31jeti?? edann, mending buat beli PCX/NMAX aja om daripada dikasih ke org cuma cuma..

    gw sering dapet tawaran itu, gw ambil yg gratisnya aja, sehari dapet 100-200rb, cukup stop klo disuruh depo depo…wkwkwk lumayan buat steam motor dan mobil dari modal screenshoot screenshot tugasnya aja

 Apa Komentar Anda?

Ada 55 komentar sampai saat ini..

Permohonan Pemblokiran Rekening Bank yang Disalahgunakan untuk Penipua…

oleh Jupri Al Yuda dibaca dalam: 2 menit
55