Pengambilan Uang di Bank SeaBank

Pada bulan September 2024, saya menabung di SeaBank dengan menggunakan data ibu kandung saya. Kami langsung melakukan transfer menggunakan uang pribadi saya untuk ikut dalam program deposito berhadiah di SeaBank. Saya tidak mengira dan tidak berharap akan ada masalah apa pun.

Pada bulan Oktober, ibu saya meninggal dunia. Saya mulai khawatir dan mencoba mengambil kembali uang saya sendiri menggunakan data ibu. Saya mencoba mentransfer ke nomor rekening saya sendiri karena itu benar-benar uang pribadi saya yang berasal dari hasil kerja keras bersama istri. Namun, prosesnya memerlukan verifikasi wajah ibu saya.

Mengingat ibu saya telah meninggal, tidak mungkin saya bisa memenuhi syarat tersebut. Apakah saya harus membongkar kuburan ibu saya hanya untuk mengambil uang itu?

Akhirnya, saya melaporkan masalah ini ke pihak bank. Tabungan tersebut kemudian dibekukan dan diblokir, dengan syarat saya harus melengkapi berbagai dokumen yang diminta oleh pihak bank.

Pada tanggal 20 Desember, semua dokumen yang diminta telah kami lengkapi, karena saya hanya ingin mengambil hak saya sendiri, bukan uang haram atau uang milik orang lain. Namun, tanggapan dari customer service (CS) dan tim terkait sangat lambat dan berbelit-belit, seakan-akan memperlambat proses pengembalian hak saya.

Kami terus-menerus menghubungi CS untuk menanyakan perkembangan proses ini, tetapi jawaban yang kami terima selalu sama dan tidak memberikan kejelasan. Hingga saat ini, kami sedang berdiskusi di pengadilan negeri untuk menggugat dan memperkarakan masalah ini secara hukum, karena SeaBank tidak menjalankan prosedur yang seharusnya dengan benar.

Semoga dengan adanya Media Konsumen ini, pihak SeaBank dapat membaca keluhan ini dan segera mencairkan dana saya. Jika tidak, kami akan membuat masalah ini menjadi lebih besar dan membawa perhatian yang lebih luas.

Terima kasih kepada Media Konsumen yang telah memuat artikel ini.

Yulius Deddy
Jember, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

54 komentar untuk “Pengambilan Uang di Bank SeaBank

  • 21 Januari 2025 - (12:09 WIB)
    Permalink

    Sampai detik ini lebih dari 20 hari blm ada kejelasan dari bank seabank . Saya sarankan ke temen2 hindari ni bank . Bank ini beneran bank yang kurang baik.

    1
    5
  • 21 Januari 2025 - (12:36 WIB)
    Permalink

    Kesalahan dari anda. membuat rekening menggunakan data orang lain. Kan sdh ada ketentuan dmana mana tidak dibenarkan membuat akun atau rekening menggunakan data pribadi milik orang lain. salah sendiri. urusan mudah mempersulit diri sendiri.

    • 21 Januari 2025 - (13:30 WIB)
      Permalink

      Ini nama ibu kandung sendiri. Jadi ikutan di bank ini karena ada deposito berhadiah kalau saya sendiri tahu ibu saya bakalan meninggal tidak akan pakai data ibu saya. Kedua . Kita udah lengkap data dr tgl 20 desember . Smp detik ini seabank tidak ada mau mencairkan dana nya. Salah saya apa. Dr bukti trf kita juga ada kalau itu uang dr kita semua

      • 21 Januari 2025 - (13:38 WIB)
        Permalink

        ” kalau saya sendiri tahu ibu saya bakalan meninggal tidak akan pakai data ibu saya” Jawaban kocak anak SD. Elu sendiri nggak percaya akan kematian. wkwkwk..

        • 21 Januari 2025 - (13:43 WIB)
          Permalink

          Gwa tahu lu anak besar dewasa dan penuh pengalaman. Bro kalau saya tahu tentang hal ini bakalan gk pake nama orang lain. Kita tidak mempeermasalah kan itu di sni. Tapi si seabank cara kerjanya itu low yang perlu di perbaikin. Syarat dan ketentuan udah kita kirim . Data sudah d terima. 20 hari kerja sampe detik ini lbh dr 20 hari. Malah 23 hari aktif blm jg ada pencairan . Sifatnyatele2. Yang saya ungkapkan d sn apa. Tlong anda jangan sok tahu.

    • 21 Januari 2025 - (13:40 WIB)
      Permalink

      Kita udah tahu kesalahan kita . Kalau ada pengalaman begini tidak bakalan saya buka nama orang lain.

      • 22 Januari 2025 - (17:22 WIB)
        Permalink

        tunggu sampe 3 bulan. saya urus tabungan sepupu yg meninggal emang berbelit dan repot. tapi cair walaupun lama.
        ahli waris yg ada di KK harus semua jadi saksi saat pencairan

  • 21 Januari 2025 - (12:51 WIB)
    Permalink

    Turut berdukacita, tapi saya heran kalau memang uang pribadi anda kenapa tidak pakai data anda sendiri atau istri untuk buka rekening SeaBank..? Sudah di blacklist Bank Indonesia kah data kalian berdua apa gimana, mengapa sampai harus menggunakan data orang lain yang pada akhirnya malah merepotkan diri sendiri?

    • 21 Januari 2025 - (13:34 WIB)
      Permalink

      Terimakasih kak . Jadi begini kita udah saya sudah membuka tabungan atas nama saya sendiri dan istri. Jadi untuk mendapatkan deposito berhadiah itu harus menggunakan dana fresh jadi . Ibusaya buatkan tabungan jg. . Bulan9 ibu saya masih ok2 saja tidak ada tanda apa2.. Ini buat pengalaman. Sampe detik ini si seabank tidak ada mencairkan data semua masuk dr tanggal 20 desember katanya 20 hari kerja aktif. Smp sekarang 23 hari blm ada pencairan. Positif dia menghambat dan bertele2. D tny ke cs selalu jawaban sama. Saya yang bkngreget ke bank ini tidak ada kepastian. Dan tidak bisa di sambungkan ketim terkait.

      • 21 Januari 2025 - (14:01 WIB)
        Permalink

        Inti nya, mungkin ini masalah serakah, ingin dapat promo bunga, jadi penulis coba mengakali dgn segala cara. Setau ku nabung dapat bunga itu ada aturan nya, bukan pakai uang akun lain masuk ke situ trus dpt bunga,trus tarik, trus tf ke akun lain, trus dpt bunga, trus tf lagi ke akun lain bgitu sterusnya. Ini hanya opini ya sbg org awam..

        • 21 Januari 2025 - (14:44 WIB)
          Permalink

          Ok di katakan serakah ok. Saya terima. Orang mau mendapatkan keuntunganaja. . Ini yang di petik mengapa bank mempersulit. Data fakta sudah ada . Kitasudah legalitas dr notaris. Apalagi yang harus di persulit oleh bank??

          • 21 Januari 2025 - (14:53 WIB)
            Permalink

            Yg pertama kita akui mungkin kita semua serakah klw masalah uang..
            Yg ke dua knp simpan di situ? Kan kmu tau bank itu tidak terdaftar di LPS Lembaga penjamin simpanan..

        • 21 Januari 2025 - (14:59 WIB)
          Permalink

          Di seabank sudah terakreditasi Lps kak. Saya jualan di shope. Jadi semua uang itu buat simpenan masa depan kita taruk di dana ibu. Biar keliatan antara modal saya dan hasil usaha kita itu. Kita buka tabungan untuk mempermudah transaksi. Ya itu saya blm pernah pengalaman akan haal ni. Ni bener2 jadi pelajaran berharga. . Saya yang kendalikan semua akun ibu saya. Dr pasword dan itu memakai hp saya. . Mamasaya itu tidak bisa gunakam hp android. .semua itu saya kendalikan karena emangnya uang saya. Dam saudara2 saya itu tahu semua.

          • 21 Januari 2025 - (15:03 WIB)
            Permalink

            Oh iya, sy dulu waktu daftar bank itu blm LPS, skrng udh LPS.. semoga masalahmu terselesaikan dgn baik ya..

  • 21 Januari 2025 - (12:55 WIB)
    Permalink

    Udah datang langsung ke kantornya? Kalo di bank konvensional, ahli warisnya harus datang langsung ke bank, dengan membawa dokumen yang diperlukan, seperti surat keterangan ahli waris, dll.

    • 21 Januari 2025 - (13:37 WIB)
      Permalink

      Jadi gini kak ni bank seabank digital. Jadi kita mengirimkan semua syarat dan ketentuan dr bank tgl 20 desember sudah d terima. Syarat itu dr ahli waris semua tanda tangan d . notaris. Kitakan keturunan tionghio. Jadi semua data kita serahkan dengan materai dam legalitas notaris. Tp sampe detik ini si seabank emangnya mau memanfaatkan . Padahal saya juga berusaha di sshope. Dr shope lgs masuk ke seabank. Intinya bank ini kurang pnya kredibilitas dan bkn nasabah bakalan kaabur dgn adanya ini. Fakta kita udah kasik tahu data jg kasik tahu. Uang dana berasal dr kita berdua istri dan saya

  • 21 Januari 2025 - (13:45 WIB)
    Permalink

    sudah jelas akan serumit itu untuk urusan ambil uang dari rekening orang lain..
    walaupun itu ibu kandung, tetapi hitungan nya bukan rekening anda..
    artinya di mata hukum, uang di rekening itu bukan uang anda..
    pasti harus serumit itu..
    seharusnya memang ga boleh sembarangan melakukan proses itu..

    • 21 Januari 2025 - (13:49 WIB)
      Permalink

      Saya bener2 tidak tahu kak soal akan hal ini. Pengalaman pertama dan terakhir kali. Saya sejak dr thn 2020 gunakan atas nama mama2 . Pakebank bri. Kmrn bulan 9 saya bener2njuga salah memakai data mama2 ke bank gk bener ini. Serius kalaubsaya tahu serumit ini saya gknbakalam juga .

    • 21 Januari 2025 - (16:21 WIB)
      Permalink

      Siap saya menyatakan saya salah dan serakah. Saya iyakan . Ketika waktu itu. Ok itu permasalahan udah ya. Kita meng iyakan dan menyelesaikan apa yang di minta di seabank. Data kematian kk ktp ma2. Seleesai. Ahli waris selesai. Notaris ok selesai semua. Data yang di kasik formulir kita isi legalitas notaris selesai. Yang di permasalakan . Seabankberjanji 20 hari kerja setelah dokumen masuk. Kita tny tiap minggu jawaban sama terus dan tidak tahu menahu melempar jawaban terus di tny a jawaban b. Sampe detik ni kalau yang d pegang 20 hari kerja harusnya udah cair . Data fakta yang trf itu saya dan istri saya. Nah kebijakan bank ni seakan2 bertele2 dan memperlambat pencairan saya rasa ya uang nya mau d puter2 dlu buat bisnis. Sesusah dan serumit itukah ngambil uang d bank kalau data sudah lengkap?????

      • 22 Januari 2025 - (14:23 WIB)
        Permalink

        pasti akan rumit, karena begitu banyak proses yang dilalui..
        kan pihak bank ga mau nanti ada audit malah di kira penggelapan dana..
        kalau sudah sadar akan kesalahan ya cukup sabar saja dan selalu di follow up setiap hari..
        semoga segera cair yang memang menjadi hak nya..

    • 22 Januari 2025 - (23:08 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya tidak masalah jika membuat rekening menggunakan data orang lain dan ketika yang bersangkutan meninggal dunia mmg persyratannya dan waktu yg dibutuhkan untk mencairkan uang tersebut butuh waktu yg lama krn biasanya mereka harus melakukan pengajuan pencairan deposito oleh ahli waris atau kerabat pemilik rekening, nah diproses inilah yg lama krn butuh approval hingga atasan tergantung kebijakan dari Bank masing2 sih. Semoga urusannya ceoat selesai. 🙏

      • 22 Januari 2025 - (23:13 WIB)
        Permalink

        Siap terimakasih kak masukannya. Jadi yang saya alami itu udah pemblokiran bulan 11 tgl 19. Nah dr syarat seabank ada beberapa kriteria kak. Kita penuhin syarat dan dokumen itu tanggal 20 desember. Nah dr tahapan2 seabank setelah dokumen maasuk semua 20 hari kerja maksimal d hari kerja. Sekarang pun belum ada pencairan . Kitaajukan penutupan rekening mama dan ahlikan ke saya. Udah tanda tgn semua ahli waris. Janjinya seabank katanya cairnya beberapa hari kedepan. Terimakasih semua masukannya

        • 22 Januari 2025 - (23:28 WIB)
          Permalink

          Oh gitu ya Bang, maaf saya ga baca komen ampe bawah jd ga tau ternyata sudah lengkap smua berkasnya, berarti hrs rajin2 tanyain ke pihak Bank nya apakah sudah di proses atau belum. Slx saya jg pernah dapat kejadian serupa, tapi bisa selesai dengan baik tapi itu sih mesti banyak2 bersabar dan rajin FU via email atau ke Bank nya langsung. 😅

  • 21 Januari 2025 - (13:48 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya yg bikin masalah itu perihal penggunaan data yg tidak semestinya sesuai kebijakan dr bank,bank apapun jg pasti begini,data nasabah harus dibuat sebenar2nya.Seandainya nih rekening+data adalah punya ibu anda,sebagai ahli waris bisa melakukan penutupan dgn melampirkan data pendukung+akta kematian.Seabank juga kantor cabangnya terbatas,mungkin anda bisa ke cabangnya yg terdekat dgn anda.

    1
    11
    • 21 Januari 2025 - (13:54 WIB)
      Permalink

      Kita sudah menyelesaikan persyaratan dari bank. Kita udah memakai notaris buat legalitas. Surat kematian dan semua d kasikan semua. Datalengkap. Dr kebjakan 20 hari ni sudah lebih. Kita konsultasi dr pihak pengadilan. Bankni bisa di gugat kalau bener2nuang itu bukan uang waris. Karena dana masuk itu bener2 dari uang saya memakai bank saya trf ke ibu saya. Saya herankan udah jangan memakai bank digital tidak jelas ketemen2. Udah saatnya pndah yang pasti. Kitadi sinarmas udah selesai. Tidak smp 2 mggu

  • 21 Januari 2025 - (14:47 WIB)
    Permalink

    Bankni bisa di gugat kalau bener2nuang itu bukan uang waris. Karena dana masuk itu bener2 dari uang saya memakai bank saya trf ke ibu saya

    mau uang ente pun, kalau sudah masuk bank atas nama ibu, ya jadinya uang waris

    • 21 Januari 2025 - (16:26 WIB)
      Permalink

      Gini bro. Ni ya dari pengadilan negeri dan pengacara . Kalau udah ada data valid bisa di balik . Ni gini saya buat rekening ma2 ada saksi jg istri dan adik saya. Dan ipar saya. Waktu awal buka ok. . Dan akun ibu saya tidak banyak yang tahu cm saya istri adik ipar dan ortu.. Dan dana itu semua masuk itu uang saya . Adadata apa perlu d buktikan. . Pengacara masak ya tdk berlandas hukum berkat begitu

  • 21 Januari 2025 - (18:46 WIB)
    Permalink

    Ajukan gugatan ke PN, ajak LBH di wilayah anda. Jago-jago mereka kalau hal beginian. Ada banyak celah untuk menggugat

    • 21 Januari 2025 - (18:55 WIB)
      Permalink

      Banyak celah sih menggugat. Pn sendiri ngomong bisa di gugat mutlak keuangan saya pribadi . Soalnya transaaksinya semua kita kak. Karena itu bukan uang waris. Ada data fakta dan bisa keliatan . Bank juga harusnya tahu dana itu dr mana. Bank ni bersifat mempersulit ruwet dan bkn lama karena danaa di pakai dia sendiri buat mutar di shope. Nah saya kasik tahu ke temen2 d sn cm waspada dgn bank digital seperti ini. Kalau salah saya pasti salah memakai data itu diakui sama saya. Banyak yang menyalahkan saya. Saya udah mengakuui. Tp d sni seabank mau mempersulit padahal dokumen dan legalitas dr notaris udah ada tapi mempersulit masih. Banyak sih kasus seperti saya ni di seabank bisa di cek di seabank surabaya. Banyak yg kasik nilai 1 2

  • 21 Januari 2025 - (19:18 WIB)
    Permalink

    Saya juga Menggunakan data Alm Bapak saya di Bank BRI, Bank Jago, SuperBank.. Aman2 aja.. tapi tidak diduga bapak saya yang dalam kondisi Sehat walafiat dipanggil yang mahakuasa mendadak tgl 10 Des 24. Mulai dri situ sy lgsg mindahin semua dana di rekening bpk sy, aga ketar ketir takut kejadian hal serupa kak🥹🥹.. karna proses pengambilannya akan rumitkalo via PN katanya

    • 21 Januari 2025 - (19:22 WIB)
      Permalink

      Boleh share sekarang dana udah di ambil semua kak. Saya sekarang udah lelah dengan bank ni kak. Udah tida ada respect dgn bannk digital. Kalaumasih ada atm enak. Ni digital transaksi harus scan wajah

        • 21 Januari 2025 - (20:49 WIB)
          Permalink

          Ya kak rumit bertele2 . Banyakpasti temen2 yang udah kejadian. Semoga bank ini di perbaiki. Biar jadi bank terbaik doa kita. Tapi bank ni seperti ni bakalan banyak nasabah bakalan ninggalin soal keamaanan

          • 21 Januari 2025 - (21:22 WIB)
            Permalink

            Di kota nya sdh ada kantor cabang seabank? Coba kesana sapa tau bisa dibantu. Mau dibilang serakah seperti nya aneh karena cuman memanfaatkan bunga deposito.

          • 21 Januari 2025 - (23:33 WIB)
            Permalink

            Aku ttp setia seabank dan top up dana. Bank digital terbesar dan terbaik di indonesia.
            Blu punya bca aja kalah ama seabank.
            Kalo bank umum terbaik msh tetep BCA.

  • 21 Januari 2025 - (21:35 WIB)
    Permalink

    Kalau mau saran deposito mending cari bank bank yang ada fisiknya. Cari yg aman aman aja sampai 4% nan yg sesuai OJK.

      • 22 Januari 2025 - (06:37 WIB)
        Permalink

        Ni yang saya permasalahkan aada masalahh pencairan dana yang meninggal. Bank ini menunda2 dan bertele2. Tidak mau segra pencairan karena udah lbh dari maksimal kerja. Jadi intinya kalau ada masalah bank ni tdk segera menuntaskan masalah tp bertele2. Padahal cairannya ya sesama bank seabank

  • 22 Januari 2025 - (06:49 WIB)
    Permalink

    Memang bank ini cukup rumit, makanya saya nggak kepengin buka akun di sini, iming-iming bunga gede juga nggak menarik, masih mendhing BNC neobank. Tapi bener sih urusan kalo sudah menyangkut orang meninggal ada aja entah itu duit di bank, tanah warisan, taspen, asuransi, dll.

    • 22 Januari 2025 - (11:33 WIB)
      Permalink

      Cukup rumit berhubgan dgn bank. Tapi anehnya misal si yang meninggal punya utang parah banget ngejarnya. Bank manis d awal di akhir kayak jadi sampah

  • 22 Januari 2025 - (09:23 WIB)
    Permalink

    Apakah TS ga punya akun tab seabank? Why ga deposito nya setelah cair d trf ke rek sndr? Dan kenapa pencairan butuh verifikasi wajah? Agak ribet ya. Krn gw jg pake dan ikut menabung berhadiah d seabank selalu aman2 saja kok. Kalau ttp ga beres dtg aja ke kantor cabang seabank terdekat d Surabaya Jl. Dr Soetomo. Kan kl besar emang butuh effort buat dapetin balik.

    • 22 Januari 2025 - (11:36 WIB)
      Permalink

      Jadi gni kak. Yang ngendalikan akun ibu saya itu saya sendiri karena dana pnya saya sendiri. Kadang seabank butuh verifikasi wajah buat trf ke rekening lainnya. Saya juga ada rekening seabank data dan fakta kita ungkapkan di seabank tapi tetap aja gknngaruh. Kita kasik dokumen full yang d minta smp saat ni seabank seakan acuh dan tak tahu smp mana dokumen kita sekarang. Ya cm sayabkatakan hati2 aja dgn bank ini saya pakai 8 bulan tp dgn adanya kasus ni udah saya gk rekomendasi dan mending d bank konvensional saja

    • 22 Januari 2025 - (11:38 WIB)
      Permalink

      Kita percuma mau ke sby bakalan tdk d gubris. Drdasarnya bank ni masih blm kuat akar. Dia skrg prmosi bakar2 duit . Diakan kuat gara2 shope mnya . Shopegoyang ya siap d goyang sblm d goyang cabut dluan aja

    • 22 Januari 2025 - (21:10 WIB)
      Permalink

      Kalau seandainya di posisi sy. Diikhalskan saja. Anggaplah itu pemberian terakhir anda kepada almarhum ibu tercinta. Biarlah menjadi deposito abadi di alam kubur sana. Tidak ada satupun yg bisa mencairkan uang anda termasuk karyawan seabank. Dia tetap aman di alam sana

      • 22 Januari 2025 - (22:47 WIB)
        Permalink

        Semoga entar kau mengalami serupa .dan mengetahui gimana cara kinerja bank dll. Amin . Dan. Ikhlaskan saja . Fine bye

  • 22 Januari 2025 - (13:02 WIB)
    Permalink

    Point masalahmu :
    1. Kenapa pake verifikasi wajah utk pencairan, gw maen deposito seabank ga pake kok. Kl waktunya cair dia akan otomatis cair.
    2. Kalau akun ibu anda yg pegang ya uda atur aja dr situ, seharusnya bisa. Tp deposito cair sesuai jadwal
    3. Kalau anda mw mencairkan deposito di luar jadwal, memang butuh tambahan effort dan verifikasi.
    4. Kalau depositomu besar sangat wotth utk ngurus itu ke kantor cabang. Tp kalau engga ya ikhlasin aja.

    Saya make seabank lebih lama dr anda, maen depositonya juga, dan ga pake verifikasi wajah aneh2. Suami jg pake dan sama fine aja kok. Better anda fokus nyelesein masalah drpd cuma jelek2in seabank. Kl jelek kan kelihatan sndr nanti.

    • 22 Januari 2025 - (13:12 WIB)
      Permalink

      Silahkan anda membela seabank. Its ok aja. Kan cuma saya saranin yang saya alami kenyataaan begitu. Anda misal tidak tahu menahu jangan asal coment baca dlu resapi. Yang saya tanyakan dan sesalkan dr seabank apa.
      Saya memakai identitas ibu. Ok. Cair deposito tanpa verifikasi wajah. Yang saya lakukan adalaah trf dr rekening ibu ke nomer rekening saya. Itu memerlukan verifkasi wajah karena tidak sedikit keuangannya di sni. . Saya mau verifikasi wajah gmanaa . Ibusaya meninggal mendadak. . Kedua saya yang d sesalkan kita udah serahkan dokumen dan surat waris dr notaris dan apa yg d mnta selesai . Tppermasalahan tidak cair. Ok. U ngerti. Sblm comment lbh cerdas dlu ya. Saya tidak menjelekan tapi kenyataaannya. Semoga anda tidak bermasalah aja dgn bank ni. Saya cm memperingatkan saja. Hohoho

      • 22 Januari 2025 - (13:27 WIB)
        Permalink

        Go a head with ur drama. Keep it up.
        There is no problem with me at all.
        Transfer bisa sebagian2 kok, cuma anda aja yg bikin settingan ribet sndr pake verifikasi wajah skr ngomel sndr.
        Dah ikhlasin aja seperti point gw nomer 4.
        Kalo egomu puas dengab ngatain gw dan seabank terusin aja gpp. Duitmu ga bakal cair juga karenanya kok.
        Oke deh si paling pinter. Bye. Moga masalahmu segera selesai ya.
        Kalo elu buzzer bank sebelah jg its ok, gw sih ga peduli. Btw kasihan ibumu dah meninggal djadiin topik terus.

        • 22 Januari 2025 - (15:27 WIB)
          Permalink

          Sebenarnya nanyak ajaa.. Utk seabank itu gk ada atm yg bs dicairkan d atm bank2 lainnya, krn bank jago jg bank digital juga dikasih atm, kalo emang tf gk bs mungkin cr manual via atm toh udah dicairkan d rek alm Ibunya dan yg pegang akun kan jg anda.. Sorry gk tau depo nya jg brp tapi bs diambil dikit2 per hari jg kan..

        • 22 Januari 2025 - (22:44 WIB)
          Permalink

          Tanpa perlu kasian ke orang tua saya. Saya tidak mengkoar2kan ibu saya meninggal. Apakah anda baru menggunakan aplikasi seabank? Ok misal saya salah . Tapi kenyataaannya untuk trf itu harus menggunakan verifikasi wajah orang bersangkutan. Saya tidak menjelekan nama bank . Tapi kenyataaan yang ada. Mungkin anda aja yang jadi babunya seabank. Hehe. Jadi seakan2 seabank gk mau s aalahkan. Ok. Aminmakasih doanya

          • 22 Januari 2025 - (23:12 WIB)
            Permalink

            Aneh juga ya.. justru saya belum pernah kalau transaksi dengan seabank, seperti pembayaran atau transfer memerlukan facial recognition. Untuk log in memang bisa facial recognition, kalau misal tidak dikenal, baru cara lain log in dengan pin. Tapi kalau untuk transaksi, seabank selalu meminta pin. Keterbatasan transaksi di seabank menurut saya, kalau beda bank hanya bisa sampai 10 juta, sedangkan sesama seabank batasnya jauh lebih tinggi (walau ga pernah cari tau apa ada metode lain untuk naikin batas transfer beda bank). Atau mungkin, ya salah satu solusinya seperti yang sudah ada menyebutkan di atas, transfer sebagian-sebagian, sesuai batas harian, jadi bisa dengan pin saja.

 Apa Komentar Anda?

Ada 54 komentar sampai saat ini..

Pengambilan Uang di Bank SeaBank

oleh Yulius dibaca dalam: 1 menit
54