Penagihan Tidak Sesuai Aturan OJK?

Nama saya Jumpa F., pemilik akun dengan Nomor Kontrak 108805919125 FIFGROUP – Spektra pengambilan unit handphone iPhone 16PM 512GB (new) pada tanggal 21 April 2025 di Mega Bekasi Hypermall, di salah satu toko ponsel di lantai 1, dijembatani dengan sales Spektra.

Pada saat itu transaksi berhasil dan langsung dengan pembayaran awal sebesar Rp2.150.000 dan kami langsung membawa unitnya. Sebelumnya syarat dokumen/perjanjian kontrak sudah disertakan dengan sales Spektra.

Untuk cicilan yang ke-2 jatuh tempo pada tanggal 20 Mei 2025. Akan tetapi di H-5 sudah ada info reminder tagihan cicilan ke-2 via SMS dari FIFGROUP, dan tepatnya pada tanggal 20 Mei 2025 saya sudah ada penelponan langsung dari FIF-nya. Pada dasarnya belum terlewati hari/tanggal jatuh tempo saya, tapi saya mengerti hanya sekadar mengingatkan. Akhirnya dana tersebut untuk cicilan ke-2 kami belum bisa membayarnya.

Lalu pada tanggal 22 Mei 2025 sekitar jam 13-an, petugas/penagih FIF datang ke rumah (sesuai KTP), tetapi di rumah kami sedang tidak ada orang. Lalu beliau telepon/chat WhatsApp untuk menanyakan perihal tagihan yang tertunggak (cicilan ke-2).

Pada tanggal 25 Mei 2025, tepatnya hari Minggu, petugas/penagih datang dan bertemu langsung dengan suami saya. Padahal kami tidak ada janji apa pun dengan penagih itu dan beliau pun tidak menunjukkan surat tugas/kuasa (SPPI), langsung saja menanyakan perihal tagihan ke suami saya tanpa persetujuan kami dulu.

Lalu di situlah suami saya bernegosiasi dengan penagihnya dengan menjanjikan pembayaran pada tanggal 30 Mei 2025.

Lalu pada tanggal 29 Mei 2025 (hari libur nasional), suami saya mengabari via chat WhatsApp bahwa dananya belum siap hingga waktu yang ditentukan.

Lalu penagih tersebut datang pukul 15.49 bertemu dengan saudara saya dan menceritakan masalah utang-piutang.

Dan pada tanggal 30 Mei 2025 suami saya chat dan telepon ke penagih itu hingga ada perdebatan mengenai dana yang belum siap kami bayarkan, dan hingga saya merasa terdesak, akhirnya kami bayarkan cicilan ke-2-nya beserta bunga dendanya sebesar Rp2.292.500.

Yang kami permasalahkan di sini: Apakah penagihan waktu libur nasional/hari Minggu diperbolehkan? Atas dasar persetujuan dengan petugas/penagih tidak ada sama sekali.

Mohon kiranya agar jadi pertimbangan kepada pemberi pinjaman.

Terima kasih.

Jumpa F.
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

182 komentar untuk “Penagihan Tidak Sesuai Aturan OJK?

  • 1 Juni 2025 - (12:35 WIB)
    Permalink

    Udah telat bayar baru juga cicilan kedua bekoar2 pula, sepertinya memang niat ngemplang hutang dari awal. Kasian juga DC lapangan dan FIF nya, makanya lain kali diseleksi lebih ketat lah yg niat ngutang dan mau tampil sosialita tapi dananya tak berdaya

    4
    1
    • 1 Juni 2025 - (20:29 WIB)
      Permalink

      Serius nanya, ketika niat kredit barang mahal tersebut, apakah SDH dipikirkan dengan benar kemampuan untuk membayar cicilannya, kecuali kasus kena PHK ditempat kerja setelah membeli barang secara kredit, itu beda ceritanya…
      Setidaknya ketika memutuskan untuk ambil kredit, kita SDH mempersiapkan dana untuk 3 angsuran kedepan..
      Jujur saya juga banyak hutang, tapi apa yg anda curhatkan seperti mengada2, mencari kesalahan untuk menutupi kesalahan anda… Bukan tanggal merah yg salah, dan juga bukan aturan OJK yg salah, diri kita yg salah, yg menuruti nafsu tanpa melihat kemampuan kita, semoga kedepannya dipermudah rezekinya agar cicilan bisa dibayar tepat waktu tanpa harus merugikan orang lain yg sama2 cari makan untuk anak dan istri, yg berjuang tanpa mengenal tanggal merah krna tugas demi sesuap nasi 🙏🙏🙏

    • 1 Juni 2025 - (20:55 WIB)
      Permalink

      Biasa gaya selangit tapi bayar gak sanggup, play victim pulak.

      Semoga lain x Media Komsumen jangan approved artikel gituan

      • 2 Juni 2025 - (08:35 WIB)
        Permalink

        Memang sepertinya Penagihan Dihari libur masuk kategori melanggar aturan OJK. Tapi saya mau mengomentari Kepada saudara F Bekasi yang kredit HP I phone dengan Cicilan diatas 2 juta itu benar benar memaksakan hidup hedon padahal belum waktunya. Kenapa saya katakan demikian baru cicilan kedua aja sudah termehek mehek apalagi hanya karena Kredit sebuah HP. HP Cina aja dengan cicilan pertama sudah bisa memiliki fitur fitur lumayan canggih. Hidup lagi susah bijaksana lah sedikit memilah milah mana kebutuhan dan mana Hawa nafsu. ( keinginan) semoga bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain dari kasus anda . Hidup itu harus bijak…. ngapain nurutin gaya hidup yang belum waktunya…. Peace

      • 5 Juni 2025 - (16:29 WIB)
        Permalink

        Gini pembayaran pertama itu termasuk dalam DP dan angsuran 1, jadi yang bikin fatal ini angsuran ke 2 aja udah telat bayar mau di leasing mana juga pasti fatal. Trus di ss chatnya berusaha membenarkan diri dengan omongan barang yang dibeli bukan buat saya tapi untuk titipan dikampung… Ini jawaban fatal, kamu yang kredit barang otomatis itu menjadi tanggung jawab kamu, pihak leasing ga ada urusan itu barang buat siapa, buat kampung, titipan, mau kamu buang pun ga ada urusan dengan leasing

    • 1 Juni 2025 - (22:53 WIB)
      Permalink

      Kalau gak ada kemampuan bayar angsuran, gak usah sok sok an beli iPhone, ekonomi syulit, gaya elit🤣🤣🤣🤣🤣

    • 1 Juni 2025 - (23:09 WIB)
      Permalink

      Ya Allah, ngaku dirinya DC tp dengan ga tau malunya FPD dan minta perlindungan OjK🫣 anda kan DC ya, trs sengaja niat matahin rezeki sesama DC, ga aneh klo smpe nunggak ternyata karakternya memang seburuk itu. Sy kebetulan di Bank dan bener2 enek bgt klo liat para DC lg nagihin debitur yg playing victim model keq bgni.

    • 2 Juni 2025 - (06:28 WIB)
      Permalink

      Tutorial mempermalukan diri sendiri. Doakan saja mudah2an penulis diberi hidayah agar hatinya terbuka bisa jadi pribadi yang lebih baik kedepannya supya tidak menyusahkan orang lain lagi

  • 1 Juni 2025 - (13:52 WIB)
    Permalink

    Intinya jangan pernah janji bng sama mreka mau bayar kapan .bilang aja blm ada dana blm bisa bayar gtu bng

    1
    1
    • 2 Juni 2025 - (15:52 WIB)
      Permalink

      Saya mantan bagian penagihan disalah satu perusahaan pembiayaan. Memng betul Tidak dibenarkan menagih di hari libur, tetapi di akhir bulan kami mendapat tugas dari pusat untuk tetap menagih dihari libur, karna masih banyak nya debitur yg belum melakukan pembayaran pada bulan tersebut. Tidak mengapa juga sebetulnya, karna selama saya menjadi penagih hutang belum pernh debitur marah kepada saya, bahkan mereka menerima saya dengn baik, karna para debitur ini yg betul2 mau menyelesaikan hutang mereka tau mereka salah karna telat membayar. Semua debitur pada awal tanda tangan kontrak sudah dijelaskan mengenai denda, tenor jatuh tempo dll sbgnya, bapak ibu tidak bisa begitu menyalahkan tim lapangan karena bapak ibu sudah melanggar aturan yg sudah ditetapkan. Dan jikalau Memeng tidak dijelaskan sewaktu tanda tangan kontrak, seharusnya bisa bapak ibu meminta izin untuk lebih dulu membaca isi dari pernyataan kontrak, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara debitur dan petugas lapangan seperti yg bapak ibu tulis di atas…

    • 3 Juni 2025 - (21:36 WIB)
      Permalink

      Intinya mah kalo mau utang nih yaakk di liat kedepannya gaji tgl brp kalo bisa 5 hari sesudah tgl gajian misalnya gaji tgl 5 minta pembayaran setiap tgl 10 , kalo diliat makan tuh “GENGSI” mana angsuran kedua, mau sesuai atau enggak dah jelas situ ngutang kalo ngutang ya bayar sesuai diaplikasi mau ada surat tugas kek orang kantor mah kgk mau tau dilapangan kek begimana, tuh ada mobil jual aja sini buat bayar angsuran begimana???

    • 4 Juni 2025 - (22:25 WIB)
      Permalink

      Dah ngutang, banyak gaya, ditagih lapor media.. seolah2 hanya dia manuasia yg harus dilindungi, lhonkira yg nagihbjuga bukan manusia?. Kalo ngutang bayar.. malulah bergaya kok ngutang. Teriak2 lagi lagi. Manusia sampah

  • 1 Juni 2025 - (13:59 WIB)
    Permalink

    Sudah biasa pelanggaran peraturan OJK, toh OJK juga gak mandul gak punya kekuatan apalagi lawan grup besar seperti FIF, cuma buat formalitas saja. Yang bisa anda lakukan ya menyelesaikan kewajiban anda sehingga terhindar dari kunjungan DC. Kecuali jika ada tindakan DC yang mengarah ke kekerasan maka bisa anda laporkan ke kepolisian. Jika DC datangnya baik baik ya anda bisa terima dengan baik baik, memang kunjungan diluar jam kerja dan hari libur tidak diperbolehkan. Anda bisa menolak atau menyuruhnya datang kembali di hari kerja. Namun dari sisi DC sendiri sering kesulitan juga menemui orang di jam kerja dengan berbagai macam alasan. Saran saya temui baik2 dan katakan jika belum bisa membayar, berikan kepastian kapan bisa anda bayar. Saya sendiri sebagai seorang wira usaha juga sering telat dan ditagih DC koprasi, tapi saya berikan kepastian kapan saya bayar berikut dendanya. Yg jelas jangan sampai lebih dari 90 hari karena akan merusak score credit anda dan membuat anda sulit mendapatkan kredit di kemudian hari.

    • 5 Juni 2025 - (15:29 WIB)
      Permalink

      Kalau dc datang untuk nagih jangan bilang janji mau bayar nanti dc nya tungguin janji nya, bilang untuk sementara belum ada niat bayar karma belum ada uang, kalau ditanya kapan mau bayar nanti 5 tahun lagi

  • 1 Juni 2025 - (14:23 WIB)
    Permalink

    Bang kalo kata Kang Dedi Mulyadi
    Kalo Miskin jangan banyak gaya bang,
    Udah tau miskin banyak gaya pula pakai pengen iphone..
    Ya gimana gak ngomel Debt coll nya lu belom ngangsur aja udh macet udh kebanyakan alasan…beneran dah mending duit lu 2,1jt yg dipake DP beliin aja HP oppo bang hidup lu tenang…daripada nyusahin orang…sekali lagi bang kalo Miskin jangan banyak gaya

  • 1 Juni 2025 - (14:25 WIB)
    Permalink

    Sih miskuin pengen bergaya nyicil iPhone. Klo cicilan kedua saja sudah nunggak, memang fix miskuin sejati kawan kita ini.. kalo biasa pake Vivo gak usah bergaya pake iPhone.. udh telat bayar, ngaduh dsini mau minta pembelaan
    . Oalah.. nasib kli JD org miskin ini

    • 1 Juni 2025 - (20:58 WIB)
      Permalink

      Kalo dilihat di gambar cctv sih bukan orang yg miskin, soalnya punya mobil tapi tepatnya emang mau ngemplang utang aja kayaknya. Galakan yg ngutang kalau ditagih berlagak korban

  • 1 Juni 2025 - (16:27 WIB)
    Permalink

    Sebenernya sah sah aja mau utang buat beli abcd, cuma buat saya yng kaum mendang mending begini lebih suka beli second 😁

    Dan sebenernya kan yang ditanyakan aturan OJK nya, setahu saya sih ga boleh yaa, hari libur, tanggal merah sih engga boleh, cuma kan ada beberapa yg di telp (mendingan ga usah diangkat), kita resp pas hari kerja aja..
    Dan setau saya juga DC datang ke rumah itu kalau sudah ada persetujuan sama kliennya..
    Semua nya ada itikad baik kok buat bayar, dan DC sopan, cuma menyayangkan sampai ke saudara juga, sudah melanggar sih itu hehe

    Yaa semoga keluarga mbaknya bisa lancar nanti angsurannya sampai akhir..

    1
    1
    • 2 Juni 2025 - (17:05 WIB)
      Permalink

      Sah sah aj ngutang kalo mampu bayar.
      Ini udah ga mampu, maksain pengen kelihatan elit. 😂

  • 1 Juni 2025 - (16:56 WIB)
    Permalink

    Secara umum, untuk menghitung batas aman cicilan berdasarkan gaji, para ahli keuangan merekomendasikan agar cicilan bulanan tidak melebihi 30% hingga 40% dari total gaji bulanan. Ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan keuangan pribadi dan mencegah utang yang berlebihan.

    Berikut adalah langkah-langkah perhitungan cicilan berdasarkan gaji:
    1. Hitung Persentase Cicilan: Tentukan persentase cicilan yang dianggap aman, misalnya 30% atau 40%.
    2. Kalikan dengan Gaji: Kalikan persentase cicilan yang telah ditentukan dengan total gaji bulanan Anda.
    3. Hitung Total Cicilan: Hasil perkalian di atas akan memberikan nilai total cicilan bulanan yang aman berdasarkan gaji Anda.

    Contoh Perhitungan:
    Anda memiliki gaji bulanan Rp 10 juta.
    Anda ingin menghitung cicilan maksimal dengan persentase 30%.
    30% dari Rp 10 juta adalah Rp 3 juta.
    Jadi, cicilan bulanan yang aman adalah Rp 3 juta.

    Penting untuk diingat:
    Batas cicilan yang aman dapat bervariasi tergantung pada kondisi keuangan pribadi, misalnya jumlah pengeluaran bulanan, tabungan, dan investasi.

    Selalu pertimbangkan kemampuan membayar cicilan dan hindari mengambil hutang yang melebihi kemampuan finansial Anda.

    Selain cicilan, perhatikan juga kebutuhan sehari-hari, biaya hidup, dan tabungan darurat.

    Sebelum mengajukan cicilan, lakukan simulasi perhitungan dan pertimbangkan segala risiko yang mungkin timbul.

    Sekian penjelasan dari google.

  • 1 Juni 2025 - (17:41 WIB)
    Permalink

    Galbay kok malah memasalahkan penagihan di hari libur.. Jangankan di hari libur, di hari ente mati aja itu akan dihitung sama malaikat ente kok.

    Bingung saya sama org macam gini… Dia yang salah, bagus gak dilemparin batu, malah dia yang komplain.

    3
    1
  • 1 Juni 2025 - (17:54 WIB)
    Permalink

    Kalau dari baca dari reply2 si TS, kayanya arah2nya memang mau berbuat jahat sih, udah diukur mateng2, secara si TS jelas2 mengakui klo dia kolektor hutang juga, jd dia tau “cara maennya”.

    Kemungkinan besar si TS ini pemainnya.. (Cicilan ke2 nunggak ;())

    Klo baca2 ss WA nya sih, ini DC nya sopan bangeeet kayanya lulusan pesantren.. 🙂

  • 1 Juni 2025 - (18:35 WIB)
    Permalink

    Mbak, kalau belum sanggup ngatur finansial, ya jangan maksain gaya. Ini ngambil iPhone 16 Pro Max yang jelas-jelas cicilannya gak murah, tapi baru masuk bulan ke-2 udah drama main korban. Penagihan itu bagian dari konsekuensi, bukan penindasan. Jangan bilang orang DC kasar / gk sesuai aturan padahal yang telat bayar siapa? Hari Minggu, libur nasional—kalau hutang, sistem tetap jalan. Paham nggak sih? Kalau mau tenang dan gak ditelepon, ya disiplin bayar. Jangan sok tajam di tulisan tapi mental tipis kalau diingatkan. Kami pembaca bukan bodoh, cuma muak lihat gaya sok mampu tapi bawa-bawa air mata buat tutupin kelalaian sendiri. Malu dong, Mbak.

    Jangan sok tajam kalau akhirnya cuma bisa ngeles dan ngegas. Belajar tanggung jawab dulu yuk, sebelum ngeluh ini itu. Tanda orang dewasa bukan di harga HP-nya, tapi di cara hadapi konsekuensi hidup.

    2
    1
  • 1 Juni 2025 - (18:52 WIB)
    Permalink

    Kenapa Alloh SWT mengharamkan riba, pasti ada alasan dibalik larangan itu, yang nantinya akan berdampak buruk bagi manusia. karena yang namanya riba akan menimbulkan permasalahan. Contohnya kasus ini. Segala sesuatu yang menimbulkan bunga dan denda, sudah pasti hukumnya riba, dosa riba seperti apa, silahkan bisa dicari sendiri. Jauhi riba dan kalau bisa jangan bekerja ditempat berputarnya uang riba seperti perusahaan jasa keuangan, bank dll, kita tidak pernah tahu kapan kita wafat. Jangan sampai kita wafat saat punya hutang riba atau pada saat kita bekerja di tempat berkumpulnya uang riba. Salam Hijrah, semoga kita semua diberikan petunjuk ke jalan yang benar, apapun agama dan keyakinan kita. Damai didunia, selamat diakhirat.

    • 2 Juni 2025 - (13:27 WIB)
      Permalink

      hutang piutang tanpa bunga pun, kalo niatnya mangkir ya mangkir

      itu bukan masalah dampak dari riba
      tapi masalah di tanggung jawab dan moralitas aja

      kalo udah angsuran ke 2 aja macet ya gimana gitu
      secara hutang 26jt , macet di cicilan ke 2 yang kalo ditotal pembayaran hanya 4 jutaan

      tanpa menghitung riba pun baru bayar kurleb 17% dari 26 juta

  • 1 Juni 2025 - (19:05 WIB)
    Permalink

    baca baca komentar kok dipenuhi SDM yang membela DC dan pinjol ya. pantes kelakuan pinjol dan dc semana-mena . dan OJK pun juga nggak ada tindakan terkait pinjol, karena SDM nya empuk banget buat ditakut takutin pinjol.

    terkait masalah TS ini yang dikomplain adalah kelakuan DC yang bekerja tidak sesuai SOP. dan itu nggak salah komplainnya.

    dan jika TS nya galbay, ya kan ada jaminannya yaitu UNIT IPHONG. nggak seperti pinjol yang jaminannya CUMA KTP. jadi itu perusahan AFFGRUP tinggal ngambil unitnya iphongnya kalau si TS galbay .
    gini aja kok pada komen nggak jelas, pantes pinjol dan dc semakin berkuasa 🤣

    1
    2
    • 1 Juni 2025 - (19:27 WIB)
      Permalink

      jaminan ipong?
      ente tuh komen tanpa lihat dan baca?

      lihat SSnya dan baca baik2, itu IPONGnya sdh diminta dikembalikan, si TS bilang ipong sudah ada di kampungnya, titipan org di kampungnya, yg ada juga tinggal jaminan kolor

      1
      1
      • 1 Juni 2025 - (19:47 WIB)
        Permalink

        yang jelas itu ada jaminannya. nggak seperti pinjol yang jaminan cuma KTP.
        dimana-mana yang ada jaminannya seperti pegadaian, bank, atau leasing ya jaminannya yang diambil atau dilelang jika usernya galbay.

        Anda yang perlu baca dan paham, jangan lah menuh-menuhin konoha dengan SDM seperti Anda. karena itu kalau dibaca TS nya yang dikomplain adalah kelakuan DC saat bekerja. dan TS tidak galbay. TS tetep bayar dengan dendanya.

        btw kalau sampai akhirnya dia galbay, dan alasan iphongnya di kampung lah di ini itulah. yang jelas jaminan ya unit iphong itu. perusahaan yang diambil ya unit iphong itu. kalaupun nggak ketemu jaminannya ya tetap didesak user mengembalikan unitnya. lagipula sekarang jaman sudah canggih, itu jaminannya sudah jelas hp, kan sekarang ada tuh teknologi pengunci hp jika kreditnya belum lunas. kalau nggak ngerti nggak usah ngajak debat. hidup anda penuh beban banget kayaknya. orang lain pun jadi korban bully an anda. miris

        1
        1
        • 1 Juni 2025 - (19:57 WIB)
          Permalink

          ya manusia spt ente ini yg asbun, asal komen tanpa tahu ipong sdh ada di kampung, miriss

          2
          1
        • 1 Juni 2025 - (21:04 WIB)
          Permalink

          Yg bisa ngunci iphone ya yg punya iphone. Dan lagian Emangnya dia utang sama provider yg bisa kunci imei??

          • 1 Juni 2025 - (21:17 WIB)
            Permalink

            lah mau gimanapun jaminannya ya tetep iphong itu. nggak ada istilahnya utang jaminan A, yang disita aset B. perusahaan pembiayaan nggak sebodoh itu juga mau membiayai hp kalau ada risikonya galbay. pasti mereka sudah mikir sampai antisipasi jika ada user galbay hp.

            masalah kunci hp karena kreditan kan sekarang sudah banyak tuh. yg viral kemarin h*usecredit viral di fb sudah ngamanin user galbay dengan fitur kunci hp kreditan. jadi kalau belum lunas hp nggak bisa digunain

    • 1 Juni 2025 - (21:02 WIB)
      Permalink

      Hey OJK jg muak sama orang yg kayak gini berlagak jadi korban. Bukan masalah belain DC tapi gimana ngatain orang yg gak tau diri wkwkwk terlepas dari aturan. Orang kayak gini cocoknya sanksi sosial. Emangnya gampang narik hapenya yg belum tentu masih ada kali wkwkwk.

    • 2 Juni 2025 - (15:19 WIB)
      Permalink

      Tau peraturan nya ga?
      Penagihan pada hari libur diperbolehkan sesuai yg disepakati oleh si penghutang

  • 1 Juni 2025 - (19:07 WIB)
    Permalink

    FIF dan OJK harus memberi apresisasi kepada DC ini….bahasanya sopan, memang dasar nasabahnya aja yg kere…gaya pake iphone tapi nggak mampu bayar cicilan….saran saya agar ditagih lebih keras aja…..biar malu……hahahahahahaha

  • 1 Juni 2025 - (19:28 WIB)
    Permalink

    Ealah bang, terharu gw baca cerita lu.
    Semoga bisa dikembalikan iphonenya dengan selamat ya bang.

    Lain kali liat isi dompetlah klu mo gaya2an.
    Jgn paylater yg ujung2nya late late and late

  • 1 Juni 2025 - (19:33 WIB)
    Permalink

    kalau sdh tidak ada niat untuk bayar, sekalian aja dihapus aplikasi nya, block semua no. yg tidak dikenal, begitu aja kan gampang, daripada ngadu kemana2

  • 1 Juni 2025 - (19:44 WIB)
    Permalink

    Semoga leasing dan DC diberi kesabaran menghadapi knsumen kayak gini.. prediksi sy mereka bakal susah bayar ampeee akhirr.. smoga angsurannya bs sampe selesai..

  • 1 Juni 2025 - (21:53 WIB)
    Permalink

    Idup lo ketauan susah ketika lo dihujat gak bisa bayar cicilan barang mewah lo, terus lo jawabnya “emang saya minta makan sama situ”

  • 1 Juni 2025 - (22:30 WIB)
    Permalink

    Anda Sadar Tidak Dengan Kemampuan Anda Sebelum Ambil Produk Cicilan Tersebut? Kenapa Memaksakan Kehendak Harus Pakai Iphone 16?

  • 1 Juni 2025 - (23:33 WIB)
    Permalink

    Kalo menurut gw ini org ga bener, kalo bener ma ga bakal begini, keliatan koq baru bayaran ke 2 udh ga bisa bayar, udh gitu pakai lapor ojk dgn alasan bgitu, ngarepin apa???? Ngarepin ga usah bayar lg dr ojknya????? Enak di lu donk kalo gitu biatpun perusahaan ada asuransi jg mang gampang prosesnya????? Lucu yg ngatain dia dikatain dc padahal udh jrlas dia ga bener ini org, kalo nyangkut sisa 2 bulan msh ok lah ini baru bayar yg ke 2x udh nyangkut, ga brasa salah tp cari kesalahan orang lain, ini lah contoh manusia yg sok bener dan sok suci kalo lg ngomong pastinya, ini ma modus dia fix 100% hahaha pakai rekam sgala, ngarepin ojk mslhin fifnya trus ga perlu bayar lg, enak ya bisa bepi brg mahal serasa gratis wakakakkakaa

  • 2 Juni 2025 - (00:08 WIB)
    Permalink

    klo dari bahasa chat DC oke lahh..
    tapi klo yg rec. tlp by wa live recordnya kita ada sempet perdebatan….
    simple kok klo kita blm ada dana pas tgl yg di tentukan..lalu saya mau diapakan ?
    yg berhak menyita aset masih dalam bentuk hutang piutang pengadilan masss..
    kendaraan, elektronik, kecuali rumah tentunya disegel bank…
    pahami dan tandem yg bener jangan nagih asal sekedar nagih…
    jadi DC smart dikit lah..itu kerja apa di kerjain…
    account msh banyak massss..
    wkwkwkwk

    1
    2
  • 2 Juni 2025 - (04:43 WIB)
    Permalink

    ini mindset2 kaum *x***x, hutang ko buat gaya hidup, kalau kemampuan finansial blm bagus, lbh baik dipikirkan dulu cara untuk memperbaiki kondisi finansial, dari pada mikir buat gaya hidup

 Apa Komentar Anda?

Ada 182 komentar sampai saat ini..

Penagihan Tidak Sesuai Aturan OJK?

oleh Anggri dibaca dalam: 1 menit
182