Keluhan Surat Pembaca Perbedaan Bunga Pinjaman KTA Antar Marketing di Bank DBS 30 Juli 202525 Agustus 2025 Irsal Mauretha 2 Komentar Angsuran Kredit, Bank DBS Indonesia, Bunga Pinjaman, Call Center, Cicilan Kredit, Customer Service, Digibank, Kredit Tanpa Agunan, KTA, KTA Bank DBS, Penawaran pinjaman, Simulasi Kredit, Simulasi perhitungan, Suku bunga, Suku bunga kredit, Telemarketing, Transparansi Informasi Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Sebelumnya, saya ingin berbagi pengalaman yang saya alami, sebagai pembelajaran bagi siapa saja yang berencana meminjam KTA di Bank DBS. Penting untuk lebih berhati-hati dalam proses pengajuan di Bank DBS, karena terdapat perbedaan suku bunga pinjaman KTA antar marketing KTA DBS. Kejadian ini bermula ketika saya membutuhkan pinjaman. Saat itu, saya menerima telepon dari marketing DBS yang memberi tahu bahwa mereka bisa membantu pengajuan KTA dengan pinjaman sebesar Rp50 juta, dengan tenor 36 bulan, dan cicilan per bulan sekitar Rp1,9 juta. Kebetulan, saya juga mendapatkan penawaran pinjaman KTA dari CTBC dengan jumlah yang sama, yaitu Rp50 juta, tenor 36 bulan, dan cicilan per bulan juga Rp1,9 juta. Namun, masalahnya muncul dari telepon tersebut. Ketika saya meminta marketing DBS untuk mengirimkan tabel cicilan, mereka mengatakan tidak bisa, tetapi tetap menyebutkan cicilan per bulan sebesar Rp1,9 juta. Singkat cerita, saya akhirnya melakukan proses pengajuan pinjaman tersebut. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba marketing DBS yang lain menghubungi saya melalui WA, menawarkan pinjaman KTA di DBS. Saya pun meminta tabel pinjamannya dan menerima tabel tersebut, dengan bunga pinjaman 1,7% untuk pinjaman sebesar Rp50 juta. Karena proses pinjaman KTA saya sedang berlangsung oleh marketing sebelumnya, saya menolak tawaran itu. Namun, setelah beberapa hari, saya menerima SMS bahwa pinjaman saya sudah hampir jatuh tempo dengan cicilan sekitar Rp1,9 juta untuk pinjaman sebesar Rp38 juta. Detail pinjamannya akan dikirimkan ke email yang terdaftar. Karena tidak kunjung menerima email tersebut, akhirnya saya menghubungi call center DBS. Di sana, saya dijelaskan bahwa saya mendapatkan bunga 2,1%. Saya mengajukan komplain ke call center DBS, karena sebelumnya saya diinformasikan oleh Marketing DBS bahwa pinjaman 50 juta dengan tenor 36 bulan memiliki cicilan per bulan sebesar Rp1,9 juta. Namun, pinjaman saya yang hanya disetujui sebesar Rp38 juta, tapi cicilannya juga Rp1,9 juta. Saya berdebat dengan call center dan akhirnya diarahkan untuk membuat laporan. Hasilnya, menurut mereka, bunga yang saya dapat sudah sesuai dengan bunga pinjaman 2,1%. Kesimpulan dari pengalaman saya ini, jika ditawari oleh marketing DBS, pastikan komunikasinya tidak melalui telepon, tetapi melalui WA agar mendapatkan semua riwayat. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu di kemudian hari, kita memiliki pegangan untuk mengetahui apakah kita “ditipu” atau salah memilih tempat pinjaman. Irsal Mauretha Bekasi, Jawa Barat Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Zidna31 Juli 2025 - (19:01 WIB)Permalink Teman saya ada pengalaman, ada ketentuan yang baru disampaikannya setelah pinjaman disetujui. Yaitu ada denda jika terlambat, baik 1 hari maupun 1 bulan, sama nominalnya, menurut saya sangat besar yaitu sekitar 25% dari angsuran. 1 Login untuk Membalas
Irsal MaurethaPenulis artikel5 Agustus 2025 - (16:53 WIB)Permalink Iya saya juga punya pengalaman mengenai denda seperti itu untungnya waktu itu masih ada toleransi karena baru pertama dan belum sampai lebih dari 1 hari, selain itu saya juga punya pengalaman mengenai perlunasan dan penutupan CC dimana saya dikenakan denda perlunasan yg cukup besar dibanding dengan sisa angsuran plus bunga nya, karena hal ini pertimbangan jumlah nya sama dilunasin dengan tidak dilunasi sama saja akhirnya saya tidak jadi melunasi (minjam kena bunga lunasin lebih awal kena denda) Login untuk Membalas