Ilustrasi via Gemini AI Headline Keluhan Surat Pembaca Penipuan Melalui Transaksi di Merchant Tokopedia 13 September 202516 September 2025 Elfido 27 Komentar Fraud, Fraud Kartu Kredit, Kartu Kredit Bank BNI, Kartu Kredit BNI, Kriminalitas, Modus Penipuan, One Time Password, OTP, Pencucian Uang, Penipuan online, Penipuan via WhatsApp, Phishing, Sanggahan Transaksi Kartu Kredit, SMS OTP, Social Engineering, Tokopedia, Transaksi kartu kredit, Validasi Transaksi, Verifikasi, Website penipuan, Whatsapp Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Dear Tokopedia, Saya mengalami penipuan transaksi di Tokopedia dengan kronologi sebagai berikut: Saya menerima telepon dari orang yang mengaku customer service Bank BNI yang menyampaikan bahwa di sistem mereka terdeteksi ada beberapa transaksi mencurigakan menggunakan kartu kredit Bank BNI saya. Saya dipandu untuk masuk ke website (terlampir) dengan instruksi memasukkan nomor kartu kredit saya untuk proses blokir. Setelah itu saya menerima SMS OTP banking dari Bank BNI dengan tulisan permintaan pembayaran dari Tokopedia (terlampir) dan diinstruksikan untuk memasukkan OTP ke form yang ada di website dengan tujuan untuk membatalkan transaksi mencurigakan tersebut. Setelah itu saya menerima SMS OTP Bank BNI sampai lebih dari 10 kali dan saya terus diminta untuk memasukkan OTP yang ada. Setelah di tahap itu saya tersadar bahwa ini adalah penipuan dan segera saya hentikan serta menelepon ke call center Bank BNI. Bank BNI segera memblokir semua kartu kredit saya. Namun ternyata ada 2 transaksi yang sudah terlanjur berjalan (terlampir) dengan nilai transaksi Rp20.142.200 dan Rp14.508.200, keduanya transaksi di toko TKP3077 (notifikasi Bank BNI terlampir). Selanjutnya saya melakukan kontak dengan CS Tokopedia Care dan menyampaikan semua informasi di atas dengan ID pengaduan 62240727, dengan harapan transaksi ini masih bisa dihentikan oleh Tokopedia. Namun sampai saat ini sudah lebih dari 48 jam, progres aduan saya di Tokopedia Care hanyalah “dalam proses” tanpa penjelasan apa pun di kotak chat. Harapan saya, dengan melakukan pengaduan di Tokopedia Care, transaksi penipuan tersebut masih dapat dihentikan pihak Tokopedia dengan tidak meneruskan dana yang sudah terlanjur terproses di kartu kredit Bank BNI saya. Saya juga sudah mengirimkan email ke care@tokopedia.com, namun sampai saat ini tidak ada respons sama sekali. Semoga surat saya ini dapat direspons oleh pihak Tokopedia dan mendapatkan solusi terbaik dari kasus yang saya alami. Salam, Elfido User ID Tokopedia 14262506 Medan, Sumatera Utara Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Putra13 September 2025 - (16:25 WIB)Permalink Turut prihatin atas kejadian yg penulis alami. Namun, setau saya jika OTP sudah dimasukkan, maka transaksi dianggap sah dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab si pemegang kartu. Jadi mau nggak mau tetap harus dibayarkan agar tidak merusak reputasi kredit anda di SLIK OJK. 4 Login untuk Membalas
Putra13 September 2025 - (19:26 WIB)Permalink apakah sempat input otp ke web tersebut pak? 1 Login untuk Membalas
Har Tono17 September 2025 - (22:26 WIB)Permalink Laporkan sesegera ke Polda setempat direktorat Siber Crime dg terlapor toko XXX di platform Tokopedia. Pasti Tokopedia akan dipanggil ke Polda dan pasti koperatif untuk investigasi ke toko tsb karena di toko tsb pasti ada data sipenipu. Login untuk Membalas
madman13 September 2025 - (21:04 WIB)Permalink Sudah terang benderang di SMS diingatkan agar tidak memberikan kode OTP kepada siapapun. Lain kali biarkanlah AI yang jawab panggilan telepon macam begini. 2 Login untuk Membalas
redwin14 September 2025 - (00:16 WIB)Permalink Bank tidak pernah menggunakan nomor pribadi untuk menghubungi customer. mohon lebih berhati-hati lagi. 3 Login untuk Membalas
ElfidoPenulis artikel14 September 2025 - (08:02 WIB)Permalink Sangat setuju bahwa memberikan OTP kepihak lain adalah salah walapun dalam hal ini terpengaruh karena tujuannya adalah untuk mencegah transaksi dengan tampilan semua identitas BNI yang sqngat meyakinkan dimana prosesnya dimulai dengan pemblokiran kartu baru dilnjutkan dengan OTP. Yang menjadi hataoan saya ke pihak Tokopedia adalah sbb : 1. Pada saat pembeli sudah melakukan pembayaran sebuah transaksi di tokopedia, maka dana tersebut akan ditahan dulu oleh pihak tolopedia sampai pihak pembeli tidak ada keberatan lagi dan menekan tombol transaksi selesai diaplikasi. 2. Saya mengetahui bahwa transaksi penipuan menggunakan kartu kredit saya dilakukan di Tokopedia melalui sms banking pengiriman OTP dari BNI dimana disebutkan bahwa permintaan transaksi tersebut adalah di Tokopedia. 3. Setelah transaksi berhasil, saya menerima notifikasi email dari BNI dan mendapat informasi bahwa transaksi tersebut terjadi di merchant TKP3077 yang ada di Tolopedia. 4. Harapan saya pada saat melapor ke Tokopedia adalah supaya mereka memverifikasi informasi yang saya sampaikan dimana seharusnya dananya masih tertahan di Tokopedia dan belum diteruskan ke pihak Toko. Tinggal kemauan dari pihak Tokopedia mau membantu atau tidak. 5. Pihak Tokopedia jangan memberikan harapan palsu dengan membuat status “Dalam proses” diaplikasi namun tidak memberikan informasi progres sama sekali (sampai saya membuat tulisan ini sudah 5 hari). 2 5 Login untuk Membalas
Agus Supriyatno14 September 2025 - (15:41 WIB)Permalink Kalau dana ditangguhkan tokopedia bisa saja sih dengan memblokir sementara toko, tapi yang menjadi pertanyaan, apakah toko tersebut milik penipu atau penipu hanya sebatas membeli barang saja. Kalau hanya sebatas membeli barang dan barang sudah dikirim pemilik toko, bagaimana dengan keadilan pemilik toko. Dan kendali barang juga bukan kewenangan tokopedia kan, 4 Login untuk Membalas
Tab18 September 2025 - (02:55 WIB)Permalink Ya kalo Toko nya amanah tapi yg nipu pihak pembeli ya kasian toko nya yg gak tau apa2, kalo masih belum paham contoh saja si penipu membeli iPhone ke Official belasan juta, otomatis iPhone belasan juta nya setelah sampai ke penipu malah saldo Official yg di tangguhkan ya kasian jadi nya karena penipu nya udah dpt iPhone beli dr Official malah duit Official gak masuk , tapi semoga aja Toko yg dia buat juga sama2 penipu soalnya toko nya sama semua Login untuk Membalas
Arie18 September 2025 - (22:40 WIB)Permalink Turut perihatin atas kejadian tersebut. Kejadian seperti ini lg saya alami. Cuma bedanya pelaku mengaku dr cs tokopedia. Pd intinya berhasil masuk dan menguras hasil duit penjualan saya. Duit berhasil di ditarik dan status di review 2 x 24jam. Sudah hubungi tokopedia ber x x lewat cfs [cs]. Namun cuma bisa dapet tiket no antrian. Cs chat boot tidak bisa analisa komplen kita. Sebelom 2 x24 jam Dana berhasil di transfer oleh pihak tokopedia. Besokanya saya datang ke kantor. Mereka cuma bilang harusnya bapak langsung kesini. Kalo seperti ini gimana dengan yg di luar kota Login untuk Membalas
Adam19 September 2025 - (00:16 WIB)Permalink Yang pertama anda disini sebagai pihak ke-4 orang diluar sistem. Dimana bisa dikatakan pihak pertama penjual, pihak kedua pembeli, dan pihak ketiga Tokped. Jika anda membuat laporan tentang transaksi diluar area tersebut pihak Tokopedia tidak bisa mempercayai nya 100%, bahkan 50% pun saya ragu. Bisa anda bayangkan kalau banyak pelapor fiktif seperti anda dan banyak transaksi yang ditahan, bisa menghancurkan bisnis. Tokopedia hanya mencoba menjaga mitranya penjual dan pembeli. Anda seharusnya melaporkan kepada pihak berwajib, atau lembaga apa yang kemarin blok rekening tuch? Nah jika mereka yang menghubungi Tokopedia langsung, baru transaksi bisa dihentikan.. Dana ditahan, bahkan pengiriman barang berdasarkan nomor resi bisa di kondisikan untuk stop dan ditahan ekspedisi. Asal datangnya laporan dari kepolisian. Bahkan gak menutup kemungkinan, pengiriman tetap dilanjutkan tapi diambil alih oleh polisi dengan tujuan menangkap pelaku. Pengalaman teman saya pernah ditangkap karena beli narkoboy.. 🤣 transaksi tetap berjalan, tapi begitu paket diterima dan dikonfirmasi benar pesanan teman saya disaat itulah dia diringkus.. 🤣 Jadi saran saya daripada lapor tokped lebih bijak lapor kepada mereka yang memiliki wewenang hukum. Login untuk Membalas
M15 September 2025 - (00:41 WIB)Permalink Biasanya Penipu seperti ini Belinya barang berupa non fisik Jadi begitu di proses Toko Tentu tidak bisa di batalkan Walaupun itu Tokopedia Sendiri. Karena barang sudah diterima Penipu. Dan Tokopedia pun juga tidak Mungkin Menahan Uang Pedagang Karena barang sudah Terjual. Apalagi kalau sampai Membekukan Toko, Tentu Tidak Mungkin. Disinilah Letak bahayanya Kartu Kredit Kalau sudah di hubungkan sama Marketplace sama juga dengan Debit Visa atau Master card. Tapi biasanya untuk Pengaman kalau Visa bisa di atur Limit Pengeluaran, Jadi Begitu ada yg berusaha pakai kartu kita Pasti Akan gagal. Karena terhalang Limit tersebut. Di buat aja limit belanja Rp.5000 Jadi Aman. Nah beda lagi kalau Kartu Kredit. Sangat Bahaya. Terimakasih PENULIS Sudah berbagi Pengalaman dan Pelajaran berharga. Semoga Masalahnya bisa Segera Terselesaikan.❤️❤️❤️ 1 Login untuk Membalas
ElfidoPenulis artikel15 September 2025 - (11:33 WIB)Permalink Yang menjadi concern saya adalah Tokopedia tidak memberikan informasi apapun sehingga tidak menjadi berandai-andai. Bagaimana kalau pemilik toko ternyata adalah komplotan penipu? 3 Login untuk Membalas
Lolly17 September 2025 - (13:57 WIB)Permalink CS Toped skrg pake AI kak, sy berkali2 chat jawabannya bnr2 muter sana sini aja, pokoknya tunggu tunggu dan tunggu proses. Makanya bnyk bngt penipu yg berkeliaran di toped skrg. Karna kalo ada apa2 lama prosesnya, duit terlanjur diambil sama penipu. 2 Login untuk Membalas
Lukman15 September 2025 - (13:41 WIB)Permalink Sangat disayangkan atas kejadian ini, OTP bersifat rahasia jgn dibagikan kepada siapapun, yg dikhawatirkan jika status pengiriman pake same day, akan sangat sulit, uang lsg dicairkan oleh pihak merchantnya. 1 Login untuk Membalas
Edwin15 September 2025 - (19:04 WIB)Permalink OTP adalah untuk mensahkan transaksi pembayaran.. BUKAN UNTUK PEMBATALAN. -+ ini harus dipahami.. bila otp tdk dimasukkan..artinya transaksi tidak dilanjut, –dicurigai dilskukan oleh orang yg tdk berhak.. itu tentang OTP 1 Login untuk Membalas
Lolly17 September 2025 - (13:53 WIB)Permalink Wah, toped skrg adalah sasaran utama para penipu. Karna cs toped yg skrg parah bngt. Sy transaksi tgl 8 Agustus dgn cicilan 12x tp ditagihkan full, 2 minggu kemudian sy chat ke cs dan tau apa yg terjadi? Sebulan gak kelar2. Akhirnya telpon ke BRI baru dibantu dijadikan cicilan, kata cs BRI gak ada pengajuan cicilan dr merchant (toped). Padahal pas dijadikan cicilan udh kena biaya layanan 6% tp malah kita yg ribet telpon ke bank. Tau gitu mah dikonversi sendiri di aplikasi BRI Credit Card Mobile. Pokoknya cs toped skrg cm nyuruh kita nunggu dan nunggu sampe kita gak sabar dan ngurus sendiri. 2 Login untuk Membalas
Sigit Sugianto18 September 2025 - (05:52 WIB)Permalink Cek dulu itu link websitenya, itu bukan web bni. 1 Login untuk Membalas
Richard .18 September 2025 - (07:34 WIB)Permalink Waduh mas. 1. Di lihat dari web nya saja. Udah jelas web Abal”. 2. Pihak bank GK pernah minta OTP. Ini jatuhnya kelalaian pribadi sih. Tapi semoga ada jalan keluarnya. Soalnya nominal lumayan besar juga tuh. 1 Login untuk Membalas
Adi18 September 2025 - (09:23 WIB)Permalink Saya pernah kejadian seperti ini, cuma beda bank. Ada yang berhasil dikembalikan, ada yang hilang, transaksi yang berhasil di batalkan adalah dalam bentuk barang, yang lebih tidak bisa dibatalkan, transaksi digital seperti pulsa, token dll. Tansaksi pak nya terekam di pesanan tokopedia gak? Kalo masuk dalam pesanan, seharusnya masih bisa dicancel. Pesan: abaikan nomor telpon HP apapun itu!!! Login untuk Membalas
Abby19 September 2025 - (00:00 WIB)Permalink Hari gini masih mempan di phising… Aneh2 aja.. Login untuk Membalas
Sonz19 September 2025 - (01:03 WIB)Permalink Ini kejadian sama saya minggu kemarin, sama modusnya call center abal² tlp dengan narasi “ada transaksi mencurigakan”. Hal yg wajib diingat untuk para pengguna CC bank manapun. Call center TIDAK pernah melakukan pemeriksaan setiap transaksi nasabah dalam artian tidak mungkin seorang call center sampai bisa berasumsi atau bahkan mengetahui telah terjadi transaksi yg mencurigakan. Kecuali si nasabah CC yg sah menghubungi call center resmi dan menanyakan perihal transaksi pada CC, baru call center akan memeriksa transaksi karena ada permintaan langsung dari nasabah. Penggunaan CC oleh nasabah, kita mau transaksi dimanapun itu adalah hak nasabah, dan bukan menjadi tanggung jawab call center, dan call center tidak memiliki wewenang dalam mencurigai atau mencegah transaksi yg dilakukan oleh nasabah, jadi kalau ada yg mengaku call center dan mengatakan “ada transaksi mencurigakan” itu sudah pasti penipuan. Jangan pernah kita beranggapan “wah call centernya baik bener, peduli sama nasabahnya” itu bukan call center, itu penipu yg tlp. Segera lapor ke kepolisian, sertakan seluruh barang bukti, dan semoga segera mendapat jalan keluarnya. Login untuk Membalas
Night19 September 2025 - (03:34 WIB)Permalink Klo saldo anda berkurang karna kesalahan sistem dri Bank ya situ masih bisa tuntut ganti rugi, tpi klo kasusnya begini yang sudah ada campur tangan anda dengabn kode OTP ya wassalam. Karna udh dianggap kesalahan anda sendiri sebab lalai dalam memberikan kode OTP ke pihak lain, entah itu mau jdi korban beneran atau pura-pura, ya Bank gamau tau karna udh dikasi tau kan di pesan OTP nya untuk tidak diberikan ke orang lain. 1 Login untuk Membalas
Joko19 September 2025 - (07:31 WIB)Permalink WKWKW kasian…. masih saja ada yang beli barang di tokopedia. Padahal karyawannya pada di PHK, cari saja beritanya banyak. Tokopedia itu sudah ditutup sejak dibeli tiktok. Sengaja dibikin bangkrut sama tiktok, Karyawannya sudah gak ada pada di PHK!!! Percuma lapor ke tokopedia care gak bakal di gubris,yang jawab AI semua. Sudah ikhlasin saja uangnya buat penipu, habis habisin tenaga saja. UNINSTALL saja aplikasi tokopedia. Tokopedia sekarang jadi sarang PENIPU. Mending belanja di toko oren atau yang lainnya masih bisa di percaya!!!! 1 2 Login untuk Membalas
Doni20 September 2025 - (14:58 WIB)Permalink Ngapain sih pake CC kalo teledorrrr 1 Login untuk Membalas
Ciput Rajut24 September 2025 - (18:46 WIB)Permalink Turut perihatin atas kejadian yang menimpa TS, tp jujur saya pribadi masih merasa heran dengan org indo, udh 2025 hp smart tp penggunanya kebanyakan gak smart 🤭 maaf bukan ngebully cuma merasa miris aja, trnyata masih banyak yg kena tipuan. Pdhal dri situs aja udh jls bukan milik bank BNI & di SMS jga udh ada peringatan jngan di ksh tau ke siapapun, tp kok aneh ya msh banyak org yg gak bisa membedakan mana situs asli dan palsu? Selama menggunakan layanan bank BNI apa sama sekali gak tau situs resminya? 🤔🙄 Dilihat dari bahasa dan tulisannya sih bukan termasuk org gob…k ya 🤣 tp kok bod…h kena tipu? Bahayanya digital, hp smart, jika di tangan org yg salah, kejadiannya ya gini, stlah kena tipu menyalahkan pihak lain, pdhal dri awal salah sendiri 🤣 yg gak paham/gak liat baik² dari mulai nomor si penelpon, link situs smpai dgn memberikan OTP. Jika org nya smart sih dri awal di tlpn jga gak bakal di gubris, Krna pihak bank gak pakai sembarang no dan situs resmi jga link nya bukan bgtu 🤭 Tp ya mau gimana lg, cukup nyimak aja dgn semua keanehan yg terjadi di negri tercinta ini, iya.. aneh dgn org²nya yg pandai menulis tp tdk pandai menghindari penipuan, sbgtu polosnya atau sbgtu gobl…k nya? 🤣 Saya bilang bgini bukan ngebully, cuma kesal aja dgn org² tol…l yg mudah di tipu, tp stlah kena tipu koar² Kesna kemari, chat sana sini minta bantuan giliran ada pihak terkait lama respon bahkan gak respon di salahkan 🤣 yg hrs nya disalahkan diri sendiri bukan pihak² yg terkait di dalam nya wkwkwkocak 1 Login untuk Membalas