Ilustrasi via Gemini AI Keluhan Surat Pembaca Proses Over Kredit CNAF Berbelit: Konsumen Dirugikan, Cicilan Jalan tapi Layanan Mandek 17 September 2025 Aditya Andrie Beri komentar Cicilan pelunasan kredit, CIMB Niaga Auto Finance, CNAF, COP (Car Ownership Program), Kredit dan Leasing, Kredit Kendaraan Bermotor, Leasing, Over alih kredit kendaraan bermotor, Over Kredit, Pembayaran cicilan, Pemutusan Hubungan Kerja, SOP, Standard Operating Procedures, Take over kredit Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Saya ingin berbagi pengalaman pribadi sebagai konsumen CNAF 414240487501, yang saya rasa sangat merugikan. Awalnya, mobil yang saya gunakan adalah fasilitas COP (Car Ownership Program) dari perusahaan tempat saya bekerja. Namun, setelah saya di-PHK, saya diwajibkan untuk melanjutkan cicilan secara pribadi. Karena kondisi tersebut, saya memutuskan untuk mencari pembeli yang mau mengambil alih melalui mekanisme over kredit. Calon pembeli sudah ada, dan sejak awal Agustus 2025 saya mulai berproses dengan pihak CNAF. Namun, yang terjadi justru sangat berbelit-belit: CS email dan cabang saling lempar arahan. Ketika saya bertanya via email, disuruh ke cabang, dan saat saya datang ke cabang, disuruh kembali mengurus via email. Setelah 2 minggu, saya baru mendapatkan form yang diperlukan. Pada 25 Agustus 2025, saya dan calon pembeli sudah mengajukan dokumen lengkap. Namun, dokumen kami ditunda oleh staf cabang bernama R, dengan alasan “tidak masuk target.” Baru pada 2 September 2025 dokumen tersebut benar-benar disubmit. Setelah itu, saya diminta untuk mengurus pelepasan COP. Padahal, sejak saya di-PHK, perusahaan saya sudah meminta pelepasan COP, tentu saja tidak mungkin mereka terus membayar cicilan. Namun, proses ini tidak pernah ditindaklanjuti oleh CNAF. Dari tanggal 4 hingga 15 September 2025 (sampai saya menulis ini), pelepasan COP yang diurus oleh staf cabang tersebut sama sekali tidak menunjukkan kemajuan. Tidak sinkron antara CS dan staf cabang Akibat lambat dan bertele-tele-nya proses dari pihak CNAF, saya yang sedang tidak bekerja harus tetap membayar cicilan mobil sebanyak dua kali. Padahal, jika proses over kredit dijalankan dengan benar, seharusnya beban cicilan sudah bisa dialihkan kepada pembeli. Saya merasa dirugikan karena: Tidak ada kepastian mengenai timeline penyelesaian. Komunikasi antara CS pusat dan cabang tidak berjalan dengan baik. Proses administratif diperlambat dengan alasan yang tidak jelas (“tidak masuk target”). Konsumen yang sudah beritikad baik malah terbebani biaya tambahan. Melalui tulisan ini, saya berharap CNAF dapat memberikan penjelasan resmi dan solusi yang cepat, agar kasus serupa tidak menimpa konsumen lainnya. Layanan pembiayaan seharusnya membantu, bukan malah menyulitkan nasabah yang sudah berada dalam kondisi sulit. Aditya Tangerang Selatan, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.