Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang Tak Pernah Saya Ajukan

Terkait surat saya sebelumnya:

Saya sedang menunggu itikad baik dan penyelesaian pihak Bank Neo Commerce terkait masalah penipuan dan pencurian data, sementara saya juga dihubungi oleh debt collector. Hingga saat ini, surat lunas belum juga keluar. Saya berharap pihak Bank Neo Commerce dapat menghubungi saya langsung melalui WhatsApp.

Saya menegaskan kembali, bahwa saya tidak pernah mengajukan pinjaman, baik ke pihak Bank Neo Commerce maupun ke Akulaku, tetapi data saya bisa diakses, akun baru bisa dibuka, dan menggunakan ponsel yang berbeda. Setelah uang dicairkan, katanya akan masuk ke rekening atas nama saya dan langsung dipindahkan ke bank lain, yaitu Muamalat, dan ponsel saya dikejar sebagai kontak darurat.

Modus apa ini? Sistem keamanan internal bank yang kacau, tetapi konsumen yang menjadi korban. Pihak Bank Neo Commerce sudah mengirimkan email mengenai proses penyelesaian penutupan dan surat lunas, tetapi hingga kini belum ada yang dikirimkan.

Ini adalah permainan dan modus yang luar biasa untuk mencari uang dengan cara yang kasar.

Laurentius
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang Tak Pernah Saya Ajukan”

Dengan hormat, Menindaklanjuti kendala yang disampaikan dalam Surat Pembaca yang dimuat Mediakonsumen.com dengan judul “Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang...
Baca selengkapnya

4 komentar untuk “Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang Tak Pernah Saya Ajukan

  • 8 Desember 2025 - (02:58 WIB)
    Permalink

    Telah terjadi kebocoran data orang ini persoalan serius terkait Undang-undang perlindungan data pribadi

  • 8 Desember 2025 - (07:18 WIB)
    Permalink

    Haha.. Kita bertamu ke Gedung saja diminta ID baik KTP, SIM dll dan foto.. Uda gak ada harapanlah utk keamanan data.. Pas Pemilu aja selesai, data pemilih malah ditemukan jadi bungkus gorengan.. Cari aja di berita..

    • 8 Desember 2025 - (23:03 WIB)
      Permalink

      jangankan bertamu ke gedung. kita dateng ke pemda dki, yang bangunannya dibayar dari duit pajak kita, gaji asn nya juga dari duit pajak kita, kita malahan yang dimintain ktp kalau kita ke pemda dki. ibarat seorang dirut perusahaan, yang dateng ke perusahaannya, pas dateng malah dimintain ktp dulu sama karyawannya, baru boleh masuk. belum lagi scan pake metal detektor. seolah-olah penjahat. padahal gaji mereka semua dari duit pajak kita.

 Apa Komentar Anda?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang Tak Pernah Saya Ajukan…

oleh Laurentius dibaca dalam: 1 menit
4