Keluhan Surat Pembaca Menunggu Penyelesaian atas Pinjaman Fiktif yang Tak Pernah Saya Ajukan 7 Desember 202518 Desember 2025 Laurentius 4 Komentar Bank Digital, Bank Neo Commerce, Biometrik, Buka rekening baru, Data nasabah, Debt Collector, Digital Banking, e-KTP, Fintech, Fraud, Keamanan data, Kolektibilitas Kredit, KTP, Neo Pinjam, Penagihan, Pencairan dana pinjaman, Pengajuan pinjaman, Pengajuan secara online, Penyalahgunaan data, perlindungan data pribadi, Pindar (pinjaman daring), Pinjaman, Pinjaman Online, rekening tabungan digital, Verifikasi, Verifikasi Data, Verifikasi Wajah Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terkait surat saya sebelumnya: Pinjaman Online di Bank Neo Commerce yang Tidak Pernah Saya Lakukan Saya sedang menunggu itikad baik dan penyelesaian pihak Bank Neo Commerce terkait masalah penipuan dan pencurian data, sementara saya juga dihubungi oleh debt collector. Hingga saat ini, surat lunas belum juga keluar. Saya berharap pihak Bank Neo Commerce dapat menghubungi saya langsung melalui WhatsApp. Saya menegaskan kembali, bahwa saya tidak pernah mengajukan pinjaman, baik ke pihak Bank Neo Commerce maupun ke Akulaku, tetapi data saya bisa diakses, akun baru bisa dibuka, dan menggunakan ponsel yang berbeda. Setelah uang dicairkan, katanya akan masuk ke rekening atas nama saya dan langsung dipindahkan ke bank lain, yaitu Muamalat, dan ponsel saya dikejar sebagai kontak darurat. Modus apa ini? Sistem keamanan internal bank yang kacau, tetapi konsumen yang menjadi korban. Pihak Bank Neo Commerce sudah mengirimkan email mengenai proses penyelesaian penutupan dan surat lunas, tetapi hingga kini belum ada yang dikirimkan. Ini adalah permainan dan modus yang luar biasa untuk mencari uang dengan cara yang kasar. Laurentius Jakarta Timur Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Ujang8 Desember 2025 - (02:58 WIB)Permalink Telah terjadi kebocoran data orang ini persoalan serius terkait Undang-undang perlindungan data pribadi Login untuk Membalas
Sinz8 Desember 2025 - (07:18 WIB)Permalink Haha.. Kita bertamu ke Gedung saja diminta ID baik KTP, SIM dll dan foto.. Uda gak ada harapanlah utk keamanan data.. Pas Pemilu aja selesai, data pemilih malah ditemukan jadi bungkus gorengan.. Cari aja di berita.. Login untuk Membalas
Citizen8 Desember 2025 - (23:03 WIB)Permalink jangankan bertamu ke gedung. kita dateng ke pemda dki, yang bangunannya dibayar dari duit pajak kita, gaji asn nya juga dari duit pajak kita, kita malahan yang dimintain ktp kalau kita ke pemda dki. ibarat seorang dirut perusahaan, yang dateng ke perusahaannya, pas dateng malah dimintain ktp dulu sama karyawannya, baru boleh masuk. belum lagi scan pake metal detektor. seolah-olah penjahat. padahal gaji mereka semua dari duit pajak kita. Login untuk Membalas