Niat Baik Pelunasan Kredivo Ditolak Jawaban Robot, Disertai Penagihan ke Pihak Ketiga yang Mengganggu Lingkungan Kerja

Saya pengguna Kredivo yang memiliki niat baik untuk menyelesaikan tunggakan saya yang sudah macet lebih dari satu tahun. Saya menyadari kewajiban saya dan telah mengajukan permohonan restrukturisasi/pelunasan pokok secara cicil di angka Rp20.000.000–Rp26.000.000 melalui email resmi. Saya berani mengajukan kisaran angka tersebut karena sebelumnya pernah ditawari oleh pihak kolektor di angka itu, namun saat itu saya belum ada kemampuan untuk membayar.

Penting untuk diketahui bahwa tunggakan ini bermula dari pinjaman yang saya ambil untuk kebutuhan operasional proyek di perusahaan tempat saya sebelumnya. Sayangnya, perusahaan tersebut tidak mengganti dana tersebut, sehingga beban utang sepenuhnya jatuh kepada saya pribadi.

Berikut adalah rincian data keuangan saya berdasarkan dashboard Kredivo:

  • Total Pinjaman Awal: Rp39.622.000 (Dua transaksi: Rp20.090.000 + Rp19.532.000).
  • Total Cicilan yang Sudah Dibayar: Rp17.482.010 (Rp15.270.322 + Rp2.211.688).
  • Total Tagihan Saat Ini: Rp40.634.430.
    (Dapat dilihat bahwa meskipun saya sudah mencicil lebih dari Rp17 juta, tagihan saat ini justru membengkak melebihi pinjaman pokok awal akibat denda dan bunga yang terus berjalan selama saya mengalami kesulitan finansial).

Selama setahun terakhir, setelah saya mendapatkan pekerjaan baru, saya menunjukkan itikad baik dengan mencicil utang-utang tersebut satu per satu menggunakan penghasilan saya sendiri. Saya mendahulukan pelunasan kewajiban perbankan (BCA) yang syukurnya sudah lunas bulan ini. Kini, saya berniat mengalokasikan dana tersebut sepenuhnya untuk melunasi Kredivo secara bertahap (cicilan pokok).

Saya bahkan sudah melampirkan bukti bahwa kewajiban perbankan saya yang lain (BCA) telah lunas bulan ini, sehingga dana tersebut siap saya alokasikan sepenuhnya untuk mencicil ke Kredivo mulai bulan depan. Namun, pihak CS Kredivo (Sd*** Ni***) terus memberikan jawaban template/robot yang tidak solutif dan berlindung di balik kata “confidential” tanpa memberikan ruang mediasi.

Yang sangat saya sesalkan, tim penagihan lapangan Kredivo justru melakukan intimidasi dengan menghubungi tetangga kantor dan melakukan pengintaian di lokasi kantor baru saya. Hal ini jelas melanggar POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang larangan gangguan kepada pihak ketiga dalam penagihan.

Penagihan ke kantor baru saya dilakukan melalui dua cara:

  1. Telepon: Menghubungi nomor umum kantor secara berulang yang mengganggu operasional kerja.
  2. Kunjungan Fisik: Ada 2 orang (tim lapangan) yang datang ke area kantor. Meskipun mereka tidak bertemu langsung dengan saya, tindakan mereka yang mencari dan menanyakan keberadaan saya kepada pihak ketiga (security/tetangga kantor) merupakan bentuk intimidasi yang merusak reputasi dan privasi saya di lingkungan kerja baru. Hal ini jelas melanggar etika penagihan POJK.

Melalui surat ini, saya meminta manajemen Kredivo untuk menghentikan teror ke lingkungan kerja saya dan memberikan solusi pelunasan yang manusiawi sesuai kemampuan finansial saya. Saya siap bayar, tapi mohon berikan skema yang masuk akal.

Erwin
Jakarta Pusat


Update (26 Maret 2026): Surat pembaca di atas kembali mendapat tanggapan dari pihak Kredivo sebagai berikut:

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Niat Baik Pelunasan Kredivo Ditolak Jawaban Robot, Disertai Penagihan ke Pihak Ketiga yang Mengganggu Lingkungan Kerja”

Terima kasih atas informasi yang Bapak Erwin sampaikan di website MediaKonsumen.com pada tanggal 9 Maret 2026 pada kolom Surat Pembaca...
Baca selengkapnya

8 komentar untuk “Niat Baik Pelunasan Kredivo Ditolak Jawaban Robot, Disertai Penagihan ke Pihak Ketiga yang Mengganggu Lingkungan Kerja

  • 9 Maret 2026 - (15:29 WIB)
    Permalink

    Niat baik anda masih wacana, sedangkan mangkir bayar sudah kerja nyata. Saya bersimpati dengan resiko dan konsekuensi yang sudah anda ambil. Saya lebih suka tim pengintai ini meneror kantor lama anda, sebagai bentuk balasan atas kebodohan anda bersedia berhutang demi kepentingan pihak lain.

  • 10 Maret 2026 - (10:13 WIB)
    Permalink

    Selamat siang Bpk/Ibu benar kasus demikian hrs dipantau OJK,,,agar konsumwn lebih nyamanenyelesaian secara baik2 tanpa ancaman terimakasih

  • 11 Maret 2026 - (07:48 WIB)
    Permalink

    kalau gitu,ngapain lg kamu bayar? itikad baikmu uda ada tp mereka setel gila,sekalian aja setel gila jg kamu,apa rupanya yg bs dibuat mereka samamu klau gk kamu bayar,main fisik?lawanlah,klau gk brani melawan,pake rok aja kamu,kena slik? gak ada tuh slik,pasir itu.

  • 9 April 2026 - (11:55 WIB)
    Permalink

    UPDATE 9 April 2026:
    Hingga saat ini, belum ada titik temu yang adil terkait nilai pelunasan. Pihak Kredivo menyatakan investigasi selesai secara sepihak, namun mereka tetap bersikukuh di angka pelunasan 30 jutaan.

    Padahal, saya sudah menawarkan pelunasan sisa pokok murni (Rp22,1 juta) sebagai bentuk niat baik terakhir, mengingat Kredivo sendiri melalui email resmi sudah mengakui adanya pelanggaran etika penagihan ke pihak ketiga yang merusak reputasi saya di kantor. Sangat disayangkan, di tengah proses ini saya justru mendapatkan email penagihan dari akun Gmail pribadi (pihak tidak resmi) yang membawa data-data sensitif saya. Saya masih menunggu kebijakan Kredivo untuk memberikan solusi pelunasan yang realistis sesuai kemampuan saya sebagai bentuk kompensasi moral atas pelanggaran prosedur yang telah terjadi.

    • 9 April 2026 - (13:38 WIB)
      Permalink

      pelanggaran etika penagihan tidak ada hubungan dengan angka hutang yg harus dibayar

      kalau ente kebertaan dengan penagihan yg tidak sesuai, silakan lapor polisi dengan bukti bahwa pihak kredivo mengakui adanya pelanggaran, silakan pidanakan pelakuknya atau tuntut ganti rugi ke pihak kredivo, TAPI ingat, tidak ada kewajiban bagi ktedivo utk mengikuti kemauan ente yg hanya mau bayar 22jt saja

      “Penting untuk diketahui bahwa tunggakan ini bermula dari pinjaman yang saya ambil untuk kebutuhan operasional proyek di perusahaan tempat saya sebelumnya”

      ane mau punya karyawan spt ente yg mau menanggung biaya operasional perusahaan ( istilahnya : bikin usaha kok “dimodalin” karyawan sih)

      “Saya mendahulukan pelunasan kewajiban perbankan (BCA) yang syukurnya sudah lunas bulan ini.”

      adilkah menurut ente melunasi bca dahulu?
      masih ada berapa instutusi lainnya yg ente hutangi? apa kredivo yg terakhir?

      kesimpulan : tidak akan ada kasus ini jika ente mendahulukan melunasi hutang di KREDIVO
      tidak akan ada kasus ini jika ente tidak sok jadi pahlawan mendanai operasional perusahaan, karyawan itu digaji perusahaan, bukan modalin biaya operasional perusahaan

 Apa Komentar Anda?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Niat Baik Pelunasan Kredivo Ditolak Jawaban Robot, Disertai Penagihan …

oleh Erwin dibaca dalam: 2 menit
8