Kecewa, Lazada Indonesia Tidak Menanggapi Serius Laporan Fraud Kartu Kredit

Yth. Media Konsumen,

Pada Hari Selasa, 18 Agustus 2015 pukul 18:43 WIB, saya mendapatkan SMS notifikasi dari bank penerbit kartu kredit saya sebagai berikut:

“Terima kasih telah bertransaksi dg Kartu Kredit Citi xxxx-xxxx tgl 18/08/15 di www.lazada.co.i sebesar IDR 799.000.0. Hub 69999 jika anda tdk bertransaksi”

Merasa bahwa saya tidak pernah melakukan transaksi tersebut, maka saat itu juga saya langsung menelepon pihak Citibank untuk melaporkan hal tersebut. Laporan saya diterima oleh CS bernama Bpk. Seto.

Laporan saya diterima dengan baik, kartu kredit saya langsung diblokir dan saya dijanjikan akan dikirimi formulir untuk sanggahan atas transaksi tersebut. Sampai di sini saya merasa puas atas respon yang cepat dari pihak Citibank dalam menanggapi pengaduan fraud kartu kreditnya.

Setelah melaporkan ke pihak bank, saya mencoba mencari kontak pihak Lazada untuk menginvestigasi masalah fraud kartu kredit saya tersebut. Saya ingin tahu siapa yang telah menyalahgunakan kartu kredit saya, sebagai tindakan preventif di masa yang akan datang. Saya telah menggunakan kartu kredit lebih dari 10 tahun untuk bertransaksi online, dan belum pernah mengalami fraud semacam ini.

Akhirnya saya memilih Live Chat dengan pihak CS Lazada, agar percakapan saya bisa tercatat. Berikut ini percakapan saya dengan pihak CS Lazada:

Indra Susila, 18 Agt 20.19:
Chat transcript:
Visitor: Sanggahan transaksi. Sy baru saja terima sms notifikasi dari bank penerbit kartu kredit saya
Terima kasih telah bertransaksi dg Kartu Kredit Citi xxxx-xxxx tgl 18/08/15 di www.lazada.co.i sebesar IDR 799.000.0. Hub 69999 jika anda tdk bertransaksi
Visitor: Mohon alamat cs lazada utk melaporkan transaksi fraud ini
RK_Seno_W*******: hai, selamat datang di lazada
dengan Bapak/ibu siapa kami melakukan percakapan?
Visitor: Indra Susila
RK_Seno_W*******: baik Bapak Indra, apakah bapak mempunyai account di lazada
Visitor: Ada
RK_Seno_W*******: bisa di infokan emailnya?
RK_Seno_W*******: akan kami coba bantu untuk membatalkannya via sistem
Visitor: i***********@gmail.com
RK_Seno_W*******: Kami akan melakukan pengecekan, mohon ditunggu
RK_Seno_W*******: mohon maaf bapak untuk history transaksi menggunakan email tersebut tidak ada pesanan dengan nominal tersebut
RK_Seno_W*******: terakhir pada tanggal 13 Agustus 2015
Visitor: Sy lihat ini transaksi bukan melalui akun sy
Visitor: Kartu kredit sy disalahgunakan org lain
Visitor: Sy sudah laporkan jg ke citibank
Visitor: Mohon di cek kartu kredit sy digunakan oleh akun siapa?
RK_Seno_W*******: baik bapak untuk pembayaran di kami jika kartu kreditnya sudah di daftarkan di account bapak maka tidak bisa di lakukan kembali di account yang lain
RK_Seno_W*******: mohon maaf tidak bisa bapak
Visitor: Di akun sy gak pake kartu kredit yg ini.. pake kartu kredit bank lain
RK_Seno_W*******: kami sarankan untuk melaporkannya saja ke Bank bapak
Visitor: Sy sudah laporkan
Visitor: Tapi sy minta jg pihak lazada utk investigasi jg fraud ini
RK_Seno_W*******: mohon maaf tidak Bisa Bapak karena kami mempunyai keterbatasan dalam penggunaan kartu kredit
Visitor: Apakah tidak bisa di cek pada pukul 18:43 akun mana yg bertransaksi 799rb pake kartu kredit citibank?
RK_Seno_W*******: mohon maaf tidak bisa bapak
Visitor: Bukannya setiap transaksi harus ada konfirmasi ?
RK_Seno_W*******: benar bapak, tetapi kita punya keterbatasan untuk mengecek pembayaran dengan kartu kredit
Visitor: Berarti transaksi ini akan terus diproses oleh lazada?
RK_Seno_W*******: jika memang mencurigakan maka akan terbatalkan bapak
RK_Seno_W*******: karena itu kami sarankan untuk melaporkannya ke bank
Visitor: Taunya mencurigakan dari mana? Sy sudah jelas2 laporan seperti ini, gak bisa trace transaksinya
RK_Seno_W*******: data alamat di bank dan di pesanan Bapak
Visitor: Kan sy tidak memesan dan menggunakan kartu kredit sy utk transaksi ini
Visitor: Sy hanya ingin tau siapa yg menyalahgunakan kartu kredit sy
RK_Seno_W*******: mohon maaf Tidak bisa bapak
Visitor: Dari transaksi tersebut kan kelihatan pesanannya dikirim ke mana dan ke siapa beserta alamat kontak dsb
Visitor: Tidak ada solusi selain minta maaf?
Visitor: Jika orang ini jg menggunakan kartu kredit orang lain dengan membuat akun palsu lainnya, berarti masih aman bertransaksi di lazada
Visitor: Krn setiap transaksi yg mencurigakan tidak pernah diinvestigasi
RK_Seno_W*******: mohon maaf Bapak jika kami tidak mengetahui nomor order atau alamat emailnya maka kami tidak bisa melacaknya
RK_Seno_W*******: jika kartu kredit bapak sudah di daftarkan ke account kita maka jika di gunakan orang lain akan tidak bisa
RK_Seno_W*******: nanti akan terbatalkan secara sistem
Visitor: Sy tidak pernah mendaftarkan kartu kredit ini di akun lazada sy
RK_Seno_W*******: jika tidak ada alamat email atau nomor pesanan maka kami tidak bisa membantu untuk melacaknya bapak
Visitor: Apakah pihak lazada tidak punya bagian khusus utk menangani fraud semacam ini?
Visitor: Sy sudah sering bertransaksi di lazada, bahkan dengan nilai transaksi yg cukup besar 6jt
Visitor: Sy jadi khawatir utk bertransaksi lagi ke depannya jika masalah ini tidak ditanggapi dengan serius
RK_Seno_W*******: kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya
RK_Seno_W*******: Ada lagi yang dapat kami bantu?
RK_Seno_W*******: Dikarenakan tidak ada jawaban, kami akan mengakhiri sesi chat ini. Bapak/Ibu juga dapat menghubungi Layanan Konsumen kami di www.lazada.co.id/contact/. Selamat Beraktivitas 🙂

Saya sangat kecewa dengan jawaban dari pihak Lazada Indonesia tersebut. Karena mereka tidak bisa melacak akun mana yang telah menyalahgunakan kartu kredit saya, dan oleh karenanya mereka tetap meneruskan transaksi tersebut. Padahal sudah jelas-jelas ada laporan dari saya sebagai pemegang kartu kredit yang sah. Sampai saat saya menulis surat pembaca ini, saya tidak pernah diberi kabar oleh pihak Lazada mengenai kelanjutan transaksi fraud tersebut.

Untuk diketahui, saya adalah pelanggan dari Lazada dan sudah sering melakukan transaksi melalui akun saya. Mulai dari beli sprei dan bantal, sampai beli handphone dan laptop dengan nilai transaksi bervariasi (yang terbesar hampir sebesar 6 juta rupiah). Dan selama ini tidak pernah ada masalah dengan sistem pembayaran mereka, baik melalui kartu kredit, COD, maupun transfer bank. Kartu kredit yang disalahgunakan tersebut tidak saya gunakan di akun Lazada saya (untuk transaksi di Lazada saya gunakan kartu kredit yang lain). Dengan demikian, sudah pasti ada akun lain yang menggunakan kartu kredit saya secara tidak sah.

Saya hanya ingin akun penyalahguna ini diinvestegasi. Saya pikir tidak sulit untuk melacak transaksi tersebut dilakukan oleh siapa, alamat emailnya apa, alamat IP Addressnya berapa, produknya apa dan dikirim ke mana, dan sebagainya. Syukur-syukur pihak Lazada bisa pro aktif melaporkannya ke pihak Cyber Crime Polri agar ada tindakan tegas supaya mereka jera. Data-data tersebut bisa dijadikan bukti menurut hukum di Indonesia (http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl3077/cara-pembuktian-cyber-crime-menurut-hukum-indonesia).

Jika tidak ada tindakan apa pun dari pihak Lazada untuk menginvestigasi masalah ini, maka akan membuat orang ini keterusan karena merasa aman melakukan tindakan melawan hukum tersebut. Bisa dibayangkan, jika orang ini memegang banyak data kartu kredit orang lain, maka akan terus melakukan hal yang sama, dengan harapan pemegang kartu kreditnya lengah tidak segera melaporkan ke pihak bank dan transaksinya tetap diproses oleh pihak merchant (dalam hal ini Lazada). Kalau pun pemegang kartu kreditnya cukup waspada dan bisa membatalkan transaksi tersebut, maka orang tersebut akan merasa aman-aman saja dan mencoba lagi dengan kartu kredit yang lainnya, karena tidak pernah ada investigasi lebih lanjut yang mengarah ke pengungkapan pelakunya.

Saya berharap pihak Lazada lebih serius lagi menanggapi laporan fraud semacam ini agar tidak merugikan konsumen setianya.

Indra Susila
Pemegang Kartu Kredit 4541-79XX-XXXX-XXXX
Bandung

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lazada:
[Total:10    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

12 komentar untuk “Kecewa, Lazada Indonesia Tidak Menanggapi Serius Laporan Fraud Kartu Kredit

  • 22 Agustus 2015 - (09:13 WIB)
    Permalink

    Hmmm… Pantas saja Indonesia jadi surganya fraud kartu kredit, karena identitas pelakunya aman di tangan merchant… Seharusnya identitas carder ini dipublikasikan saja…

    • 24 Agustus 2015 - (14:14 WIB)
      Permalink

      Terima kasih atas komentarnya, Pak Donny 🙂 Sampai saat ini saya sudah beberapa kali ditelepon oleh CS Lazada hanya sekedar untuk meminta maaf saja. Saya sudah jelaskan bolak balik kepada mereka, bahwa saya tidak ada masalah pribadi dengan Lazada, sehingga saya tidak membutuhkan permintaan maaf dari mereka. Yang saya butuhkan adalah solusi, bagaimana saya bisa tahu siapa yang menggunakan kartu kredit saya secara tidak sah.

      Awalnya mereka minta ke saya supaya ada permintaan dari pihak bank untuk data-data tersebut. Maka saya turuti (meski gak jelas juga kelanjutannya). Kemudian berubah lagi, harus ada laporan ke pihak kepolisian. Padahal yang saya minta bukanlah data-data rahasia bank yang dilindungi oleh Undang-Undang. Saya hanya minta data-data sederhana yang belum tentu juga data-data tersebut adalah data yang benar. Saya butuh data-data tersebut untuk tindakan preventif ke depannya.

      Saya hanya sekedar ingin tahu, apakah data kartu kredit saya dicuri oleh orang yang tidak saya kenal melalui aktifitas hacking (cracking) atau oleh orang “dekat” yang mungkin saya kenal. Kalo hanya sekedar untuk ini saja harus lapor ke polisi sih, saya pikir buang-buang waktu dan tenaga saja. Paling-paling polisinya bilang laporan tidak bisa diproses karena tidak ada kerugian karena transaksi sudah dibatalkan.

      • 24 Agustus 2015 - (15:21 WIB)
        Permalink

        Turut prihatin.. Sepertinya di Indonesia ini lebih mudah jadi penipu atau penjahat, dibandingkan jadi orang yg jujur..

        • 12 Oktober 2015 - (21:41 WIB)
          Permalink

          Setuju Pak @johan . Penipu dan penjahat bebas berkeliaran karena adanya pembiaran 🙁

  • 24 Agustus 2015 - (19:13 WIB)
    Permalink

    Lazada bukannya diuntungkan yah kalo konsumennya cepet2 lapor begitu ada indikasi fraud begitu? Jadi transaksinya bisa buru2 dicancel sebelum barangnya terkirim. Kalo barangnya udah keburu terkirim baru lapor ke bank, kan jadinya Lazada rugi kena “charge back” dari bank (pemilik kartu kredit). Harusnya ada apresiasi dari Lazada buat laporan seperti ini, bukannya malah dicuekkin…

  • 11 Oktober 2015 - (21:13 WIB)
    Permalink

    CC istri saya 4 bln lalu juga menglami kasus yg sama persis. Dipke orang ngelakuin 3 kali transaksi dgn total 2 juta. Bedanya kalau istri saya ga pernah belanja di lazada, punya akun saja tidak. Kok ini bisa ngelakuin transaksi. Sempet minta bantuan ke CS lazada buat ngecek transaksi dgn CC itu atas nama siapa dan dikirim ke mna juga g bisa krna g thu nomor pemesanannya. Akhirnya ya cman bisa minta blokir ke bank dan bikin surat sanggahan transaksi saja. Setelah itu sekalian aja CC itu dimatiin saja ama istri. Sampai sekarang oleh bank g beres2 investigasinya, ama istri ga dibayar juga sih tagihan kartu kredit utk transaksi itu. G jelas juga gimana lanjutannya, ama bank belum selesai proses sanggahan transaksinya.

    Yg aneh itu, di web lazada sdah jelas tertulis ketika seseorang bikin akun dan mendaftarkan kartu kredit ada proses verifikasi berupa sms notifikasi atau email, terus ada proses upload foto KTP dan juga kartu kredit buat buktiin kalo kartu kredit yag dipakai itu valid. Nah ini anehnya,punya akun saja enggak kok bisa kok bisa CC itu dianggap valid. Gimana caranya si pencuri upload foto KTP dan CC istri saya buat proses verifikasi??

    • 13 Oktober 2015 - (08:49 WIB)
      Permalink

      Kalo boleh tahu, istri Pak @agus-saiful pake kartu kredit dari bank apa? Saya sempat beberapa kali ditelepon oleh CS Lazada, yang intinya mereka sebenarnya sudah punya informasi siapa pelakunya, produknya dikirim ke mana, dsb. Tetapi mereka bersikukuh tidak mau memberi sedikit pun informasinya kepada saya. Itulah yang membuat saya kecewa.

  • 15 Oktober 2015 - (22:27 WIB)
    Permalink

    Pake mandiri Mas… nah kalo lazada bisa dpt data itu apa susahnya ngasih ke kita ya? Ato mungkin perlu surat pnyelidikan dari kepolisian ato permintaan dari bank kali. Terus yang sanggahan transaksi mas dah beres belom?? Masalahnya kan kalo misal pihak bank telat kasih info ke lazada atau lazada telat ngrespon laporan dari bank dan sudah terlanjur kirim barang ke pemesan yang salah gunain cc itu apa dia mau ngasih data transaksi itu ke bank?? kalo di ngasih itu data itu kan berarti bank g bakal mau bayar tagihan transaksi itu. Tapi ujung2nya kalo pihak lazada ga mau rugi yaaa semua bakal tetep ditanggung orang yang CC nya disalah gunakan. Teuing ahhh…..

    • 16 Oktober 2015 - (05:48 WIB)
      Permalink

      Kalo punya sy sudah dibalikin lagi dananya keesokan harinya. Mungkin karena pesanannya belum sempat dikirimkan 🙂 . Tetapi sy tetap mengirimkan formulir sanggahan transaksi ke pihak Citibank dan meminta proses investigasi. Meskipun sampai saat ini gak jelas siapa pelakunya.

  • 2 Januari 2017 - (18:57 WIB)
    Permalink

    pesanan dg no order 353788273 mohon pihak lazada untuk memberikan no resi yg benar,, karna pada sttus pesanan sudah terkirim pdahal barang belum smpai ketangan saya mhon pihak lzada segera menindaklanjutinya, krna dari kemren gk ada respon dri pihak lazada,, tlng diperiksa kembali no resi CGKC22089760716 krna stelah saya cek data itu bukan data kealamat saya mhon lazada jgn mengecewakan konsumen.

  • 27 Maret 2019 - (07:57 WIB)
    Permalink

    saya punya pengalaman lebih dari 5 tahun bekerja paruh waktu sebagai sistem security & fraud transaction prevention untuk perusahaan luar negeri , kebetulan saya juga dulu mantan pelaku tapi bukan dalam negeri (luar negeri), dan untuk tujuan belajar bukan untuk macem – macem.

    menurut pandangan saya ,
    1. Pihak lazada menjaga privasi konsumen, (anda) tidak bisa meminta data sensitif tersebut tanpa persetujuan pihak berwajib. untuk pelacakan nomor telfon teroris aja harus ada surat izin penyelidikan kan.

    2. Pihak lazada bisa aja di tuntut kalo ngasi informasi ke publik tentang kustomer nya (tanpa surat ijin pihak berwenang hukum / tanpa izin pemilik informasi tersebut)

    3. Untuk chargeback itu sendiri seharus nya di urus ke bank tidak perlu ke lazada. dan seharus nya itu tanggang jawab bank. pihak lazada sudah menjawab dengan benar (silahkan lapor ke bank) karena lazada sendiri tidak tau itu transaksi resmi atau tidak sampai ada pengaduan dari bank , (jika tidak ada pengajuan maka sah sah saja). selanjutnya tinggal urusan bank membalikan uang ke pemilik sesuai kebijakan bank.

    4. di dunia digital jaman sekarang, saya pun bisa generate gambar untuk scan KTP & Kartu Kredit sesuai keinginan saya. dan saya sudah test untuk transaksi internasional pun tembus.

    dalam kasus ini lazada / toko belanja online tidak bisa di salahkan.

    • 27 Maret 2019 - (08:24 WIB)
      Permalink

      Hmmm.. Enak jg yah jadi fraudster di Indonesia, privasinya terlindungi. ? Boleh dong gan bagi2 ilmunya. ?

 Apa Komentar Anda mengenai Lazada?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Kecewa, Lazada Indonesia Tidak Menanggapi Serius Laporan Fraud Kartu K…

oleh Indra Susila dibaca dalam: 5 menit
12