Tertipu Marketing Indovision

Yth. Media Konsumen,

Sekitar awal April 2016 rumah saya didatangi oleh marketing Indovision yang menawarkan saya untuk memasang tv berlangganan berbayar Indovision. Dengan setengah memelas dia mengatakan belum dapat pelanggan hari ini, padahal mereka ditargetkan mendapat pelanggan dengan jumlah tertentu per hari. Akhirnya dengan alasan kasihan saya mengizinkan mereka untuk memasang Indovision yang waktu itu masih promo dua minggu tanpa membayar sepeser pun.

Antena parabola Indovision dipasang di depan halaman rumah tidak permanen, begitu pula kabel dari antena ke televisi tidak dipasang permanen serta tidak beraturan yang mengakibatkan beberapa kali anak saya tersandung karena kabel Indovision yang berantakan. Setelah dua minggu plus beberapa hari marketing Indovision menawarkan apakah saya akan melanjutkan promo dengan program berbayar atau tidak? Pada saat itu saya menanyakan apakah sulit verifikasi data dari Indovision dan apakah Indovision sudah berubah pelayanannya. Karena beberapa teman saya mengalami masalah dengan layanan berbayar Indovision. Dijawab oleh marketingnya “Iya itu dulu bu, sekarang manajemen Indovision sudah berubah lebih bagus dalam melayani pelanggan,”.

Pada saat ini saya tidak diinformasikan apapun mengenai syarat berlangganan walaupun si marketing tahu saya dalam posisi mengontrak rumah (bukan rumah sendiri). Saya juga diminta iuran berlangganan Indovision untuk bulan pertama sebesar 220 ribu rupiah, tanpa ada nomor telepon yang bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi status langganan saya ataupun telepon support Indovision. Saya hanya diberitahukan akan dihubungi 1 atau 2 hari oleh pihak Indovision.

Dua hari berselang saya ditelepon oleh Indovision untuk memverifikasi data, lalu ditanya apakah saya mengontrak atau rumah sendiri. Saya jawab dengan jujur ,saya mengontrak. Alangkah kagetnya saya ketika orang Indovision mengatakan saya harus membayar 3 bulan di muka dengan kewajiban membayar denda jika saya memutus langganan Indovision sebelum sampai satu tahun. Hal ini tidak pernah diberitahukan oleh sales Indovision sebelumnya. Akhirnya saya mengatakan pada pihak Indovision, tidak masalah kalau saya tidak bisa berlangganan, saya minta dikembalikan uang saya saja, dan dijawab saya akan dihubungi kembali.

Selang beberapa hari, tidak juga ada pihak Indovision yang menghubungi saya. Saya tidak ada nomor telepon support Indovision yang bisa dihubungi untuk menanyakan status langganan saya. Antena dan kabel belum dipasang permanen dan berantakan, serta tv masih diblokir oleh Indovision, sementara saya sudah membayar bulan pertama. Akhirnya saya mencari nomor telepon support Indovision di internet dan mendapatkannya. Sampai 3 kali dalam 3 waktu yang berbeda saya menghubungi support Indovision hanya dijawab nanti dihubungi.

Sampai sekarang setelah beberapa minggu tidak ada satu pun dari pihak indovision yang menghubungi saya. Saya bisa mengatakan pihak Indovision telah mencuri hak saya, dan membiarkan rumah saya berantakan oleh instalasi kabel Indovision yang tidak teratur. Oleh karenanya saya menghimbau masyarakat untuk berhati hati terhadap sales atau pun marketing Indovision yang menawarkan berlangganan namun tidak bertanggungjawab terhadap hak anda selanjutnya.

Sri Dwi Rahmawati
Depok

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Indovision:
[Total:11    Rata-Rata: 3.1/5]
Tanggapan Indovision atas Keluhan Ibu Sri Dwi

Jakarta – Menanggapi surat pembaca yang ditulis oleh Ibu Sri Dwi melalui Media Konsumen pada Rabu (11/05), perkenankan kami menyampaikan...
Baca Selengkapnya

Loading...

4 komentar untuk “Tertipu Marketing Indovision

 Apa Komentar Anda mengenai Indovision?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Tertipu Marketing Indovision

oleh Firman Firdaus dibaca dalam: 2 min
4