Tanggapan favehotel Rungkut Surabaya atas Surat Bapak Michael

Selamat siang,

Sebelumnya kami berterima kasih atas segala saran dan kritikan yang sangat berharga bagi favehotel Rungkut Surabaya, di mana semua bentuk saran dan kritikan adalah motivasi kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua tamu kami.

Berikut kronologi untuk menindaklanjuti informasi yang disampaikan oleh nama yang tersebutkan.

Pada tanggal 25 September favehotel Rungkut Surabaya telah menerima reservasi dari Agoda dengan booking code 301851357 selama satu malam. Setelah tamu tersebut datang ternyata yang menginap adalah rekan dari nama yang tersebutkan dalam surat di Media Konsumen. Setelah sekitar satu jam berselang favehotel Rungkut menerima konfirmasi dari AGODA berkenaan dengan reservasi tersebut dinyatakan “FRAUD” dan ter-CANCEL.

Kemudian team front desk agent favehotel Rungkut Surabaya memberikan informasi tersebut kepada tamu yang menginap akan tetapi tamu yang menginap memberikan informasi bahwa beliau dibuatkan reservasi oleh rekan beliau dan coba untuk menghubungi “booker tersebut” yaitu Pak Mi***.

Pada tanggal 26 September kamar tamu tersebut extend kembali tetapi menggunakan Traveloka hingga 29 September 2018, kemudian saya mencoba menghubungi no telepon yang diberikan yang mana no tersebut adalah milik pak Mi*** sebagai “booker” akan tetapi no response.

Pada tanggal 27 September saya mencoba hubungi kembali dan masih no response. Kemudian saya mencoba berkomunikasi melalui WhatsApp messenger dan saya telepon kembali akan tetapi setelah saya mencoba menjelaskan pak Mi*** balik memarahi saya dan tetap meminta bukan hotel yang harus menghubungi beliau melainkan AGODA.

Kemudian saya jelaskan kenapa saya dari pihak hotel yang memberikan informasi “karena pihak favehotel Rungkut memang berkaitan dengan perubahan reservasi yang secara otomatis berubah menjadi personal account. Dan demi keamanan pemilik kartu maka akan lebih baik jika pemilik kartu yang memastikan ke AGODA kenapa sampai terjadi pembatalan(fraud/cancel). Akan tetapi Pak Mi*** tersebut tetap bersikukuh buktinya mana. Sehingga akhirnya saya meminta izin untuk mem-forward email dari AGODA ke alamat email yang tercatat . Bahkan saya jelaskan perlahan-perlahan bagaimana indikasi-indikasi fraud itu bisa terjadi.

Tanggal 28 September, dikarenakan saya mencoba hubungi kembali tidak terjawab saya kembali meminta alamat email yang valid kepada Pak Mi*** pada pukul 10.47. Dikarenakan tidak ada reply saya berinisiatif mengirimkan email berdasarkan yang terdata, akan tetapi baru pukul 16.22 memberikan info email address (dengan alamat yang berbeda). Dikarenakan tidak ada reply dan respon kembali saya kembali menghubungi Pak Mi*** sekitar pukul 21.00 untuk membicarakan kembali hal tersebut.

Dan kembali saya berusaha sebaik mungkin menjelaskan secara detail dan bahkan saya juga memberitahukan alangkah lebih baik bapak yang memastikan kenapa kartu kredit Bapak ditolak karena bersifat pribadi. Akan tetapi Pak Mi*** tetap tidak mau dan mengatakan jika nanti biaya tersebut ditagihkan oleh saya maka saya akan dituntut melalui hukum. kembali saya meminta maaf dan menjelaskan dengan sangat sopan. Kemudian Pak Mi*** meminta bukti dari Agoda karena merasa masih belum menerima email tersebut dan menutup telepon dengan keras. Setelah itu saya mem-forward kembali email tersebut di alamat yang kedua, akan tetapi setelah itu tidak ada respon.

Sekitar pukul 21.30 saya telepon kembali dan direspon, akan tetapi beliau masih saja tetap tidak mau melakukan pembayaran karena merasa sudah membayar melalui AGODA. Kemudian saya kembali menjelaskan dan meminta beliau jika ada kesempatan bisa bertemu dengan saya di favehotel Rungkut Surabaya agar bisa membicarakan secara langsung dan saya bisa menjelaskan dengan baik. Akan tetapi tamu mengatakan tidak mau dan meminta nama atasan saya siapa.

Saya kemudian mengatakan kepada beliau bahwa lebih baik bapak datang ke favehotel Rungkut Surabaya supaya bisa bertemu dengan saya dan atasan saya, tetapi lagi-lagi beliau tetap mengancam jika saya meminta pembayaran itu maka saya akan dituntut secara hukum dan saya yang akan dilaporkan ke polisi. Saya hanya menjawab, “baik pak silahkan, saya hanya melakukan sesuatu yang memang sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku”, dan beliau menutup telepon.

Pada tanggal 29 September, kamar 516 & 517 check out, kemudian saya bertemu dan mengobrol dengan tamu (Mr Har***) yang menginap sembari menjelaskan mengenai informasi tentang AGODA dengan menunjukan email dari AGODA dan tamu tersebut memahami bahkan meminta maaf kepada saya dan melakukan pembayaran. Dan saya memberikan hotel souvenir kepada beliau sebagai kenang-kenangan karena beliau akan kembali ke Belanda.

Jadi dengan adanya tanggapan ini, kami favehotel Rungkut tidak melakukan sama sekali perbuatan maupun perkataan yang disebutkan oleh yang bersangkutan dan tidak ada permintaan pembayaran dua kali, dikarenakan memang belum ada pembayaran kamar yang sudah di-cancel oleh pihak online travel tersebutkan karena informasi FRAUD.

favehotel Rungkut Surabaya akan selalu terbuka dengan segala bentuk saran dan kritikan yang diberikan.

Terima kasih.

Raden Indra
Front Office Manager
favehotel Rungkut Surabaya
Raya Kalirungkut 23-25, Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan favehotel Rungkut Surabaya:
[Total:5    Rata-Rata: 4.2/5]
Pengalaman Buruk dengan Favehotel Rungkut Surabaya

Kami memesan 2 kamar di Favehotel Rungkut Surabaya dan sudah membayar sepenuhnya melalui Agoda. Pesanan sudah terkonfirmasi dan mendapatkan voucher,...
Baca Selengkapnya

3 komentar untuk “Tanggapan favehotel Rungkut Surabaya atas Surat Bapak Michael

  • 7 Oktober 2018 - (15:59 WIB)
    Permalink

    Apakah karena nama pemesan dan tamu gak sama jadi dianggap fraud oleh Agoda? ? Harusnya konsumen komplainnya ke Agoda.

    Kalo skrg sih mending pake aplikasi2 travel agent online lokal, lebih gampang minta bantuan kalo ada masalah2 kek gini. ?

    • 7 Oktober 2018 - (20:15 WIB)
      Permalink

      kayaknya bukan karena beda nama, tapi ada masalah dengan kartu kreditnya di sistem pemesanan Agoda… dalam kasus ini harusnya Agoda yg bertanggung jawab, bukan favehotel

  • 8 Oktober 2018 - (11:15 WIB)
    Permalink

    jelas agoda yang harusnya ditanya oleh konsumen ini bukan hotelnya karena hotel juga menunggu pembayaran dari agoda sebagai media pembayaran, jika agoda bilang fraud ya booking di batalkan agoda harus konfirm ke pemesan tersebut. entah apa yang menyebabkan fraud kemungkinan ada mal sistim

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan favehotel Rungkut Surabaya?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Tanggapan favehotel Rungkut Surabaya atas Surat Bapak Michael

oleh Phantom Of Opera dibaca dalam: 3 menit
3