Belum ada Refund dari Chubb Life Insurance atas Autodebit Kartu Kredit DBS Tanpa Persetujuan

Perkenalkan nama saya Herrijal Jaka salah satu korban dari Chubb Life Insurance dengan nomor polis 0002468076. Kenapa saya menyebut diri saya korban? Karena saya tidak pernah merasa melakukan persetujuan atas keikutsertaan Chubb Life Insurance, namun 2 kali kartu kredit saya terdebit.

Berawal dari saya lihat tagihan kartu kredit DBS saya;

1. Pada tanggal 12 Agustus 2019, saya pun menelepon pihak DBS untuk klarifikasi masalah tersebut. Dari pihak DBS pun mencatat laporan saya kemudian akan melakukan investigasi dan menyarankan untuk segera menghubungi pihak Chubb Life Insurance.

2. Pada tanggal yang sama pukul 14.05 saya pun menghubungi pihak Chubb Life Insurance dengan mengkonfirmasi nama, alamat dan email saya, dari konfirmasi yang dilakukan ternyata alamat dan email saya tidak sesuai dengan data diri saya saat ini.

3. Kemudian pihak Chubb menjelaskan lebih rinci bahwa premi saya bisa dibatalkan namun tidak bisa dikembalikan. Dana yang telah terdebit karena telah melewati masa peninjauan dari awal premi diterima baik melalui alamat surat atau email.

4. Saya pun mengonfrmasi bahwa saya tidak pernah merasa menerima email, ataupun polis karena alamat email dan alamat saya yang tertera di Chubb Life Insurance saja sudah berbeda dengan alamat tempat tinggal saya saat ini.

5. Saya pun meminta konfirmasi apakah ada rekaman suara saya terkait persetujuan keikutsertaan saya dalam keanggotaan Chubb Life Insurance karena terkait SEOJK no.4/2014 bahwa pelaku jasa keuangan (PUJK) wajib menyediakan dan menggunakan alat perekam suara, dari pihak Chubb pun meminta waktu untuk melakukan investigasi dalam waktu 3 hari kerja ke depan.

6. Pada tanggal 14 Agustus 2019 pukul 08.30 saya menerima telepon dari pihak Chubb dengan nomor telepon 02150847870 dengan saudari Heppy yang menghubungi saya. Saudari Heppy menjelaskan terkait proses pembatalan terkait asuransi saya dan menjelaskan bahwa untuk pengembalian uang tidak mungkin dilakukan. Saya pun meminta penjelasan kembali dengan meminta bukti-bukti mengenai keikutsertaan saya di pihak Chubb Life Insurance. Saudara Heppy pun menjelaskan akan berkoordinasi mengenai permasalahan terkait (pembicaraan di telepon saya rekam sebagai bukti).

7. Pada tanggal yang sama pada pukul 08.45 Saudara Heppy menghubungi saya kembali dengan nomor yang sama dan memberitahukan bahwa pengembalian dana atas akun saya bisa dilakukan dan memerlukan proses 30 hari kerja dan akan dikembalikan melalui kartu kredit yang terdebit.

8. Pada tanggal 15 Oktober 2019 saya menghubungi kembali pihak Chubb karena setelah melewati 30 hari kerja tidak ada dana pengembalian dari pihak Chubb, dari informasi yang diterima bahwa mohon menunggu 3 hari kerja.

9. Pada tanggal 21 Oktober 2019 saya menghubungi kembali pihak Chubb dan diterima oleh Mas Dika. Kemudian saya disuruh menunggu 3 hari kerja atas laporan saya dan pihak Chubb akan menghubungi saya.

10. Sampai berita acara ini di buat tidak ada dari pihak Chubb menghubungi saya kembali.

Herrijal Jaka Utama
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Chubb Life Insurance:
[Total:2    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Herijjal Jaka Utama

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com . Melalui surat ini,...
Baca Selengkapnya

Loading...

8 komentar untuk “Belum ada Refund dari Chubb Life Insurance atas Autodebit Kartu Kredit DBS Tanpa Persetujuan

  • 5 Januari 2020 - (09:51 WIB)
    Permalink

    Memang rata2 pihak asuransi melakukan cara2 mirip hipnotis untuk mencari nasabahnya melalui telemarketing. Terutama pengguna KK bank mana pun baik nasabah baru maupun lama. Jngn sampai tergoda atas promonya mereka karena di balik itu tidak jelas dan tak semudah itu dapat benefit dari program yg diikuti bnyak syarat dan ketentuan yg mereka ubah2. Sekarang usaha asuransi mulai lesu. Banyak nasabah sdh keluar. Kebih baik nabung depisito atau investasi saham. Bisa dipantau perkembangan uangnya dan dapat ditarik kapanpun may. Beda dng asuransu sulit diklaim

    • 5 Januari 2020 - (12:00 WIB)
      Permalink

      Kalau misalnya atas dasar persetujuan saya, saya terima om berarti itu murni atas kesalahan saya, namun atas kejadian yang saya alami itu seperti perampokan tidak ada dasarnya namun dari pihak asuransinya pun diam saja tidak ada respon dan menganggap bahwa duit kecil ga akan buat perushaan goyah..

      • 13 Januari 2020 - (09:46 WIB)
        Permalink

        Saya juga korban yang kesekian dari kesewenangan DBS dan Chubb Life Insurance (CLI), bahkan sudah berjalan 9 bulan dimana pengaduan Saya belum juga diselesaikan oleh fihak DBS dan CLI sampai saat ini….

  • 5 Januari 2020 - (12:43 WIB)
    Permalink

    Iya. Bisa jadi. Kalau tanpa persetujuan berarti sama dg perampokan. Itu bisa dilaporkan kepihak yg berwenang. Cara bijak mengatasinya adalah melaporkan kepada pihak asuransi dan penerbit KK.
    Mereka bisa membatalkan program namun premi yg sudah dibyarkan tidak bisa dikembalikan lagi.
    Banyak peseta asuransi terutama asuransi program perlindungan dan jaminan kesehatan frustasi dengan premi yg dibayar lewat debet rekening tiap bulan. Kadang2 ada yang berhenti di tengah jalan. Karena lamanya waktu pertanggungan misalnya 10 tahun baru bisa diklaim (jika tidak ada kejadian sakit atau pun meninggal) untuk mendapatkan uang kembali. Namun uang yg telah dibyrkan tiap bln tidak bisa dikembalikan jadi sudah rugi. Mau lanjut tapi sudah ragu2 untuk membyr selanjutnya sdh terlalu bnyk uang di keluarkan. Namun manfaatnya blm jls ke depan. Coba pikir dengan menabung setara dg premi 400rbu perbulan kali 5 tahun sudah berapa uang terkumpul beserta bunganya. Kita tidak was2 karena bisa kita kontrol tiap saat dan bisa ditarik. Asuransi tidak seperti itu. Dikemanakan dan diapakan uang itu tidak ditahu.

    • 5 Januari 2020 - (13:18 WIB)
      Permalink

      Setuju!
      Di salah 1 SP pernah ada pendukung asuransi yang komen bahwa asuransi itu manajemen resiko. Lah masalahnya: sering perusahaan asuransi itu sendiri yang jadi sumber resiko, karena dari mana kita sebagai konsumen/klien bisa tahu bahwa *ketika kita membutuhkan* si perusahaan akan berlaku bertanggung-jawab?
      Karena sudah banyak contoh yang menunjukkan sebaliknya (yang paling parah ya perusahaan asuransi pendidikan yang sudah beberapa x naik tayang di sini, yang proses klaim uang sendiri aja butuh bertahun-tahun…)

      Jadi akhirnya milih perusahaan asuransi pun juga sudah mengambil resiko duluan.

      Kalau memang benar mau manajemen resiko untuk kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari, saya mending masukkan premi setiap bulan ke deposito saja. Atau reksadana. Atau beli ORI. Atau bahkan masuk rutin ke tabungan khusus yang memang tidak digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

      Satu-satunya asuransi yang saya rela ikutin cuma asuransi kesehatan yang dari pemerintah. Sudah terbukti manfaatnya buat perawatan kesehatan ayah saya s.d. beliau meninggal dunia.
      Proses 100% gampang & tidak perlu klaim2an pake dokumen segunung, karena otomatis cukup nunjukin kartu ke kasir.
      Preminya? Silakan diadu berapa jumlahnya dibanding dengan premi2 segala asuransi yang lain.
      Saya tahu soal fasilitas pasti lebih besar yang ditawarkan asuransi pihak ketiga (KATANYA/JANJINYA). Masalahnya, waktu benar2 dibutuhkan, cair atau gak tuh? Tanda tanya besar.

    • 5 Januari 2020 - (19:13 WIB)
      Permalink

      Percuma lapor ke pihak berwenang karena uangnya kecil kasusnya ga menarik paling cm di buat laporan terus penanganan kasusnya entah kapan beresnya..
      Cuman melalui media seperti media konsumen kita bisa tau mana produk yang bagus mana yang engga terlihat dari kecepatan respon dari konsumen yang merasa dirugikan..

  • 5 Januari 2020 - (14:53 WIB)
    Permalink

    BENAR SEKALI. Premi yang dibayar setiap bulan oleh nasabah itu diinvestasikan kembali oleh asuransi di pasar modal baik berupa saham, reksadana, obligasi, forex, maupun deposito di bank. kalau dapat untung yg nikmati siapa? Tpi bagaimana kalau rugi. Mampukah asuransi membayar klaim peserta? Mendingan kita sendiri investasikan di bank atau pasar modal.
    SEKARANG buka mata hati dengan kasus asuransi yang paling menyita perhatian. Publik 2020. JIWASRAYA. Tidak mampu membayar Klaim perserta yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah. KENAPA?. PENYALAGUNAAN, PENYELEWENGAN OLEH MANAJEMEN. Padahal asuransi BUMN negara punya bagaimana dengan swasta. Yang rugi adalah peserta.

  • 13 Januari 2020 - (09:51 WIB)
    Permalink

    Sampai saat ini setiap menghubungi fihak CLI selalu disambungkan dengan answer machine yang isinya harap menghubungi pada hari berikutnya, meskipun kita menelepon pada hari dan jam kerja….

    Fihak DBS juga terkesan lepas tangan, padahal mrk yg sudah memberikan data pribadi nasabah kepada CLI, sementara CLI juga telah menjadikan kita nasabahnya lagi” tanpa konfirmasi…

 Apa Komentar Anda mengenai Chubb Life Insurance?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Belum ada Refund dari Chubb Life Insurance atas Autodebit Kartu Kredit…

oleh Herrijal dibaca dalam: 2 min
8