Tokopedia Memoderasi Permanen Akun dengan Ribuan Ulasan Positif Sejak Tahun 2015 Secara Semena-mena

Assalamualaikum pembaca semua, semoga dalam kondisi sehat selalu ya,

Perkenalkan nama saya Rizqi. Saya membuat surat aduan ini tertuju kepada pihak Tokopedia karena mereka telah melakukan moderasi/banned permanen toko saya secara semena-mena. Singkat cerita, tanggal 6 Februari toko saya di-banned awal oleh pihak TokoPedia dengan alasan yang tidak jelas. Lalu ketika saya usahakan terus DM via Twitter ke CS mereka karena memang saya merasa tidak bersalah akhirnya toko saya dibukakan kembali tanggal 8  Februari kemarin.

Akan tetapi secara tiba-tiba dimoderisasi lagi pada tanggal 12 Februari, dengan alasan dari pihak Tokopedia ketika saya tanya penyebabnya-pun selalu dengan jawaban yang sama yaitu ” validasi internal Tokopedia “.

Pihak Tokopedia hanya terus menunjukan pasal dari indikasi pelanggaran yang saya lakukan ketika ditanya secara detail transaksi mana yang membuat saya dimoderisasi permanen lagi oleh mereka. Padahal sejak tanggal toko dibuka, saya hanya mendapatkan 1 x transaksi dan itu sudah berhasil plus dipotong fee POWER MERCHANT.

Oleh karenanya saya membuat lagi surat aduan lagi disini karena saya benar-benar SANGAT DIKECEWAKAN oleh pelayanan dari Pihak TokoPedia. Toko yang saya bangun dengan jerih payah sudah hampir 5 tahun sejak tahun 2015. Ribuan transaksi berikut ulasan positif yang saya selalu usahakan dari pembeli saya seakan-akan mereka tidak hargai. Jangankan digubris, untuk alasan kenapa toko saya dimoderisasi-pun pihak mereka enggan memberitahu dan setiap saya membuat surat di pusat bantuan ataupun media sosial-pun mereka selalu tutup secara sepihak.

   

Demikian surat aduan ini saya sampaikan dan untuk agan-agan/sista-sista sekalian yang sudi mampir di sini dan membaca, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Jikalau ada yang pernah atau sedang memiliki kasus serupa mari kita bisa diskusikan dan saya mohon bantuannya.

Dan untuk PIHAK TOKOPEDIA sendiri saya berharap tidak bertindak semena-mena, di mana main BANNED PERMANEN seenaknya. Setidaknya hargai kami para seller yang mati-matian menjaga reputasi agar selalu dikunjungi calon pembeli. Jikalaupun saya melanggar aturan tertentu tolong tunjukkan pelanggaran saya seperti apa secara detail. Sekarang logikanya, bagaimana saya bisa melakukan pembelaan diri jikalau merekapun tidak terbuka.

Akhir kata saya ucapkan Wassalammualaikum Wr. Wb.

Terima kasih.

Muhammad Rizqi
Bandung 40283

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan di Tokopedia:
[Total:14    Rata-Rata: 2.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

9 komentar untuk “Tokopedia Memoderasi Permanen Akun dengan Ribuan Ulasan Positif Sejak Tahun 2015 Secara Semena-mena

  • 17 Februari 2020 - (14:33 WIB)
    Permalink

    Poin B nomor 6 itu ngomong tentang apa?
    Kalau cara kerjanya seperti ini, berarti baik penjual maupun pembeli akun2nya rawan terkena black campaign dari kompetitor ataupun orang lain yang gak suka (“musuh”).
    Karena begitu “gol” black campaign-nya (dengan cara apa pun: laporan palsu dll), maka korban yang terkena getahnya gak bakal dapat membela diri. Mau klarifikasi pun tidak bisa, karena spesifiknya kenapa juga tidak diberi-tahukan.

    Sebetulnya sudah saatnya marketplace yang 1 ini dilaporkan ke regulator, supaya bisa merevisi SOP-nya sehingga sesuai dengan peraturan/hukum/per-undang2an yang lebih tinggi di atasnya. Karena di pengadilan pun dakwaan harus jelas & terperinci, lengkap dengan bukti2nya. & kemudian terdakwanya pun bisa memberikan bukti2 bantahan.

  • 18 Februari 2020 - (10:19 WIB)
    Permalink

    Poin B Nomor 6 hal yang di maksud klo ane liat di website adalah :

    Poin B : Perihal Akun, Saldo Refund, Saldo Penghasilan, Password dan Keamanan
    Nomor 6 : Tokopedia tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pengguna, memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan yang perlu atas setiap dugaan pelanggaran atau pelanggaran Syarat & ketentuan dan/atau hukum yang berlaku, yakni tindakan berupa memindahkan Barang ke gudang, penghapusan Barang, moderasi toko, penutupan toko, pembatalan listing, suspensi akun, dan/atau penghapusan akun pengguna.

    Kayanya sih toko ente terindikasi fraud karena kebanyakan seller yang kena poin ini.
    Tapi ini cuma opini ane ya.

    • 19 Februari 2020 - (03:48 WIB)
      Permalink

      Toko saya baru dibuka dari moderasi permanen awal tanggal 8 februari, sampai 12 februari ketika toko saya dibanned untuk kedua kalinya saya hanya menerima satu pesanan dan itupun berhasil. Ketika ditanya ke pihak tokopedka apakah transaksi itu yg bermasalah merekapun ga menggubris dan hanya menjawab merujuk pada poin pelanggaran. Makanya saya bingung alasannya apa sampai kedua kalinya dibanned, seharusnya mereka lebih transparan toh itu akun yg kelola saya.

  • 18 Februari 2020 - (13:41 WIB)
    Permalink

    Apapun itu…
    Dlm statusny sebagai terhukum/terkena sangsi kita berhak tahu latar belakang/dasar2 aturan/hukum/pun sebab banned permanen yg dikenakan.

    Diatas jg sdh dinyatakan seller merasa tdk melakukan aksi apapun yg bisa mengakibatkan terkena banned permanen dr pihak Toped selaku pengelola yg memegang aturan.

    Karena demikian akan lebih “jelas n terang” jika pihak seller mengajukan aduan ke YLBHI ataupun YLKI sekalian sbg tindakan mencari kejelasan dasar pemBannedan permanen scr sepihak dr Toped ini..

    Itupun jika seller mmg benar2 merasa olshop ny adalah tumpuan hidupny dlm mencari nafkah..
    Biar ada pembicaraan menuju “kejelasan”

    • 19 Februari 2020 - (03:50 WIB)
      Permalink

      Iya gan logisnya toko saya baru dibuka 4 hari sejak banned permanen pertama kali dan dalam selang waktu itu saya hanya melakukan 1 x transaksi bagaimana bisa saya melanggar untuk kedua kalinya. Kalaupun semisal transaksi 1 x itu yg bermasalah harusnya mereka tunjukan detail pelanggarannya apa, kalo misal mereka tutup2i bagaimana saya bisa melakukan pembelaan.

  • 18 Februari 2020 - (22:27 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin atas penutupan tokonya. Kalo menurut saya percuma Mas, kita masyarakat biasa gak mungkin menang lawan marketplace ini. Mereka ada dukungan orang2 kuat, komisaris utama mereka aja mantan gubernur Bank Indonesia.

    Tapi setidaknya Mas sharing di sini berguna utk calon penjual yang lain. Harus mikir dua kali sebelum berjualan di marketplace hijau. Etika bisnis mereka benar2 buruk dan tidak profesional.

    Belum lagi dari sisi keamanan mereka. Kemarin ini sempat heboh kan yang dananya kena bobol ratusan juta. Korban sharing di kaskus, ijo sama sekali gak ada niat bantu, cuma nyalahin korban. Padahal maksud korban itu bukan utk saling menyalahkan. Tapi maksudnya sama2 cari tau apa penyebab dana bisa hilang dicuri. Biar penjual2 lain gak jadi korban juga.

    Di Telegram atau kaskus tempat diskusi para seller, banyak yang komplain kok, marketplace ini emang paling cuek, kalo ada masalah gak bakal dibantu. Mulai dari masalah pembeli2 nakal yang tukar barang, sampai masalah barang hilang, penjual juga uda tau gak bakal diurusin.

    Kalau seller uda besar emang biasa ya relain aja itu barang ilang, daripada habisin waktu dengan customer servis tokopedia, cuma bikin umur tambah pendek. Waktunya mending gunain buat hal lain yang lebi produktif untuk bisnis.

    Yang kasian seller2 yang masih kecil, hilang barang gitu berasa juga. Makanya kalo saran dari seller2 yang uda besar, buka toko gpp di banyak tempat. Tapi usahakan fokus jangan di ijo. Ijo gak bagus buat jangka panjang.

    • 19 Februari 2020 - (03:44 WIB)
      Permalink

      Iya gan nyesek juga ini sudah buka toko dan jaga reputasi selama hampir 5 taun tapi pelayanan tokopedia ketika ada msalah seperti ini.

  • 19 Februari 2020 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Klo sy pribadi berprinsip tidak ada yg percuma jika kita sdg berusaha menegakkan “benang yg basah”..
    Jika sy yg terkena sanksi sepihak spt ini tanpa penjelasan apa kesalahan kita…?? apakah msh bisa ditolerir…? Apakah kita sengaja..?? Apakah sesuai dgn norma n etika hukum yg kuat…??
    Sy adalah org yg sgt membenci ketidak Adilan n kebohongan..
    Namun jika kita pd akhirnya terbukti bersalah maka sdh sepantasny kita menerima sanksi yg ditetapkan toped selaku pengelola dan penerbit SOP.
    Namun jika terbukti kita tdk bersalah …?? Apakah kita terima nasib..?? Hehe…

    Yg ptg ikhtiarkan dlu..
    Ajukan ke YLBHI..pengacaranya setahu sy disiapkan scr sukarela…
    Krn sy melihat transaksi anda lumayan bisa utk menghidupi keluarga.

    Jgn menyerah sebelum dpt kejelasan. Andapun juga manusia jd hrs siap mengakui jg jika ternyata sanksi dijatuhkan Krn kealpaan anda.

    Good luck…

  • 2 Maret 2020 - (02:11 WIB)
    Permalink

    Langsung ke kantornya aja mas, beberapa kolega atau keluarga saya juga pernah moderasi, biasanya sih dikarenakan transaksi bermasalah seperti buyer melakukan order di toko fisik tapi melalui tokopedia atau point2 masalah untuk persoalan cashback yang saya lihat dari mereka biasa karena terindikasi penjualan fiktif seperti keluarga yang melakukan pembelian namun kalau dapat dijelaskan dan dibuktikan biasanya mereka bukakan kembali, mungkin selama terbukti bukan penjualan palsu atau money laundring atau produk ilegal.

    Saya pribadi juga sudah sejak tokped masih diketekin tokobagus sudah jualan disana, so far sih belum pernah ada masalah, tapi memang sejak ada cashback2 penjual semua jadi was2 sendiri, saya pribadi saja ga berani belanja pada keluarga melalui tokopedia meskipun tanpa menggunakan voucher, sebetulnya hal tsb seharusnya tidak menjadi masalah apabila memang betul kita melakukan pembelian sesuai, namun mungkin karena keterbatasan mereka dalam memberantas kecurangan2 tersebut sehingga banyak korban tidak bersalah yang dirugikan tapi saya percaya apabila mas menunjukan good will seperti datang ke kantor mereka langsung mereka dan diselesaikan face to face mereka akan lebih terbuka.

    Semoga masalahnya bisa terselesaikan yah mas

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan di Tokopedia?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Tokopedia Memoderasi Permanen Akun dengan Ribuan Ulasan Positif Sejak …

oleh Muhammad dibaca dalam: 1 min
9