Biaya ATM Link, Nasabah Dirugikan Karena BNI sebagai Bank Penerbit Kartu Tidak Mau Tanggung Jawab

Hati-hati para nasabah Bank BUMN (Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) jika ingin melakukan transaksi di ATM Link. Sepertinya keinginan pemerintah untuk membuat Bank BUMN bergabung menjadi kekuatan besar jauh dari harapan, karena buktinya salah satu programnya (ATM Link) dimanfaatkan untuk “men****” uang nasabah.

Saya nasabah BNI Syariah dengan nomor rekening 0438xxx844. Tanggal 2 Februari 2020 saya melakukan transaksi penarikan uang Rp1.000.000,- sebanyak 3 kali di ATM Link BRI dengan nomor 56334 (ATM terletak di Indomaret Sawah 3 depan RSIA Cinta Kasih Ciputat Tangerang Selatan). Saya kaget sekali setelah lihat mutasi rekening saya terdapat debit/biaya/potongan sebanyak 3 x Rp7.500,- (total Rp22.500,-).

Tanggal 3 Februari 2020 saya datang ke BNI Kantor Capem Manggala Wanabakti untuk melaporkan hal tersebut dan diterima oleh Sdri. Santika Ria Harnifa (CS) dengan nomor pelaporan 2020/2-00000902377. Saya tunjukkan bukti berupa foto mesin ATM dan struk bertuliskan Link dibagian atas (bukan BRI). Untuk mesin ATM memiliki ciri layar berwarna dasar putih dengan bagian tepinya ada garis membentuk kotak merah. Terdapat tulisan “Selamat Datang di ATM Link Untuk berbagai transaksi yang aman, ekonomis, dan mudah” di tengah layar, logo “LINK” di kiri atas layar, serta logo “BTN, BNI, Mandiri dan BRI” di layar bagian bawah. Saat saya minta untuk bukti foto tersebut dijadikan lampiran laporan, Sdri. Santika menolak dengan alasan nanti dijelaskan di laporannya saja.

Sebelum akhirnya membuat laporan tersebut Sdri Santika sempat ragu apakah BNI Syariah memperoleh manfaat tarik tunai gratis di ATM Link atau tidak? Lalu dia telepon call center BNI dan mendapat jawaban bahwa dalam hal fasilitas di ATM Link, BNI Syariah sama dengan BNI umum (gratis biaya tarik tunai maupun cek saldo). Lalu dia telepon call center BRI untuk memastikan apakah ATM tersebut masuk kategori ATM Link atau bukan, pihak BRI tidak memiliki informasi tersebut.

Sdri. Santika menginformasikan bahwa ada 2 jenis ATM Link, yaitu “ATM Link” saja dan “ATM Link Merah Putih”. Dan disampaikan bahwa yang bebas biaya tarik tunai hanya di ATM Link Merah Putih. Saat saya tanya ciri/bedanya apa? Dia bilang bedanya di logo “Link”-nya, kalau yang merah putih tulisan Link nya diberi kotak merah, sedangkan yang bukan merah putih tulisan link polos tanpa kotak merah (sangat cerdas kan cara mengelabuinya). Ciri lain katanya adalah box ATM-nya, jika sudah merah putih box-nya hanya berwarna merah putih bertuliskan LINK. Jika box masih bertuliskan Bank seperti BNI/BRI/BTN/Mandiri (dia mencontohkan ATM di depan kantornya yang masih dengan Box bertuliskan BNI) itu bukan merah putih.

Saya sebenarnya langsung menyanggah bahwa pernah melakukan penarikan tanggal 5 Januari 2020 di ATM Link Mandiri (bukan merah putih karena box-nya masih tertulis Mandiri) dan tidak ada biaya. Karena penasaran dan ingin membuktikan kebenaran informasi Sdri. Santika, saya coba transaksi penarikan lagi di ATM Mandiri Link (bukan merah putih) tanggal 18 Februari 2020, 21 Februari 2020, dan terakhir 3 Maret 2020 tidak ada biaya sama sekali.

Satu lagi penanganan kasus di BNI sangatlah lambat. Kasus dengan SLA maksimal 10 hari kerja, baru ada kabar tepat sebulan (2 Maret 2020) itupun karena saya yang terus menghubungi BNI (baik melalui Call Center atau telepon ke kantor BNI Capem Manggala Wanabakti) padahal informasinya saya akan dihubungi kalau sudah ada jawaban. Rasa tanggung jawab Sdri. Santika sebagai CS juga sangat kurang.

Jawaban dari laporan saya adalah BNI tidak akan mengembalikan uang saya karena dianggap penarikan dilakukan di ATM PRIMA. Sungguh cara menjebak nasabah yang sangat picik, ATM PRIMA tapi di layarnya tertulis Selamat Datang di ATM Link. Struk yang dikeluarkan juga ada logo Link di bagian atasnya.

Nah jadi siapa nih yang bertanggung jawab atas raibnya uang saya? BRI selaku yang Bank punya ATM? Atau BNI selaku Bank yang menerbitkan Kartu ATM? Sungguh memalukan potret manajemen Bank BUMN Indonesia. Cari untung dengan menghalalkan segala cara.

Sutarmaji
Tangerang Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:166    Rata-Rata: 3.7/5]
Tanggapan BNI Syariah atas Surat Bapak Sutarmaji

Sehubungan dengan pemberitaan mengenai “Biaya ATM Link, Nasabah Dirugikan Karena BNI sebagai Bank Penerbit Kartu Tidak Mau Tanggung Jawab” yang...
Baca Selengkapnya

Loading...

13 komentar untuk “Biaya ATM Link, Nasabah Dirugikan Karena BNI sebagai Bank Penerbit Kartu Tidak Mau Tanggung Jawab

  • 4 Maret 2020 - (14:17 WIB)
    Permalink

    Ya elah, ribetnya amat sangat LOL.
    Saya aja sampe mesti baca pelan2 berulang x supaya paham apa bedanya ATM bebas biaya & yang tidak. Maklum, bukan nasabah bank2 BUMN terkait.
    Ini mau kerjasama demi menguntungkan nasabahnya atau demi menguntungkan bank (hasil nasabah yang terjebak seperti di SP ini)?
    Kalau memang belum jalan maksimal, mending bilang aja: ambil di ATM yang merk-nya beda dengan tulisan di kartu = kena biaya. Jelas, to the point, gampang dimengerti & dilaksanakan oleh nasabah.

    Baca SP ini terus terang saya bersyukur bukan nasabah bank2 di atas. Jadi saya gak perlu ribet sendiri ketika nyari ATM, akibat ter-iming2 promo bebas biaya yang separo hati & juga malah mempersulit nasabahnya.
    Cari ATM aja sudah susah. Eh ini malah habis nemu ATM masih mesti ngecek warna & logonya lagi.
    Belum lagi antara bank yang 1 & yang lain juga tidak konsisten/sepakat dalam “format” ATM nya. Lengkap dah…

    Btw, kalau menurut saya, CS ybs sudah sangat membantu dengan melakukan konfirmasi ke berbagai bank terkait. Masalah lamanya atau bahkan tidak-adanya follow up, saya kira belum tentu itu tanggung jawab CS tersebut, karena bisa jadi prosedur bank ybs mesti dari pusat yang menghubungi nasabah & bukan CS setempat. Bisa juga memang pusatnya yang lama memproses keluhan tersebut.
    Jadi *belum tentu* salah si CS bahwa tidak ada follow up.
    Tentu, bisa saja terjadi bahwa memang CS tersebut yang salah karena lupa menghubungi ulang hehehe. Maksud saya cuma mau bilang bahwa *belum bisa dipastikan* bahwa tidak ada follow up itu gara2 CS tersebut.

    • 5 Maret 2020 - (16:49 WIB)
      Permalink

      Emang ribet. ATM LINK itu hanya berlaku bank umum bumn. Tadi pelapor bilang nasabah bank bni syariah. Ya jelas beda bank dia tarik di atm bri. Walau link tetap kena biaya. Karna di anggap beda bank. Kecuali dia tarik atm link bank bni itu gratis.

  • 5 Maret 2020 - (09:20 WIB)
    Permalink

    Perkara uang 22.500 sampe segitunya yak… btw menurut saya untuk CS nya udah sesuai prosedur menjelaskan ditambah dia sampe bantu call ke branch support jarang2 ada CSO sampe bantu tanya kepusat..

    • 6 Maret 2020 - (17:22 WIB)
      Permalink

      Wah… Jangankan uang 22,500. Uang 1500 pun musti di urus, kalau cara ente berpikir soal uang kecil ga perlu diurus gimana mau dapat uang besar coba. Hehe

  • 5 Maret 2020 - (12:18 WIB)
    Permalink

    Ini sebenarnya yg bank penerbit apa konsumen yg kurang cerdas? Pihak bank itu ada bagi untung sama pihat tempat link berada artinya setiap transaksi akan di tanggungkan adminitrasi sebesar yg sudah di sepakati antara konsumen sama pihak pengelola link. Karena transaksi 3x maka di potong beban 3x dan seterusnya, lagian uang 3 jt aja 3x kenapa nggak 6x biar banyak potongan

  • 5 Maret 2020 - (16:51 WIB)
    Permalink

    Ybs kurang faham nasabah bank syariah tdk tercover atm link. Jd jelas beda bank jika tarik di atm link apalagi atm bank lain.

    • 5 Maret 2020 - (22:24 WIB)
      Permalink

      saya juga sedang berurusan dengan BNI, saya tarik uang 1jt, tgl 18-02-20 di ATM BNI tapi uang tidak keluar dan saldo terpotong. Saya pergi ke kantornya BNI terdekat, tutup 5 menit yg lalu jd gk dilayani. kemudian saya tlp. ke 1500046 di tanya nama, no rek. dan no hp terus di suruh nunggu 14hari kerja. saya sudah tidak punya uang sama sekali dan harus menunggu selama itu, sisa uang di ATM cm 73.000. Tadi saya follow up lagi katanya jatuh temponya tgl 8 maret.
      yang ada di pikiran aku cm satu, masak BNI ngutang sm gue!!! lelet banget sumpah, aku kan juga butuh uang itu. kecuali kl di kasih kompensasi.

      • 14 Maret 2020 - (04:36 WIB)
        Permalink

        Nah, soal soal kayak gini harusnya pihak bank ybs harus mencari solusi yang lebih baik dan manusiawilah menurutku.. Rasanya kasus-kasus seperti ini sudah bukan kasus baru dan dari dulu solusi dari pihak bank selalu sama. Padahal jelas-jelas bukan kesalahan nasabah loh!? Ini soal prosedur komplen (lamanya waktu tunggu proses pengembalian uang nasabah).
        Kalo nasabahnya kaya raya, menunggu pengembalian seberapa lama-pun mungkin tidak jadi soal. Tapi bagaimana bagi nasabah yang butuhnya pada saat itu?? atau nasabah yang ekonominya pas-pasan?!? yang pas lagi butuh dana dari ATM untuk keperluan mendesak saat itu dan tidak punya dana cadangan lain?? yang pas mengharap duit dari ATM untuk membelikan makanan buat keluarganya dirumah?? Atau pas ada nasabah yang lagi melintas dikota lain dan mampir di ATM untuk menarik sejumlah uang. Sementara tidak ada sanak family dikota itu??? upff… dstnya..
        Saran yaa.. Untuk kesalahan mesin, sistem atau apalah yang diluar kesalahan nasabah, Mestinya pihak bank wajib memberikan jalan keluar yang tidak merugikan nasabah. jalan keluar yang lebih cepat, responsif dan lebih manusiawi mungkin…

        Salam,

    • 5 Maret 2020 - (23:25 WIB)
      Permalink

      Sdr @Vandy Aja yg bijak, coba lihat paragraf ke4. Call Center sendiri menyebutkan BNI syariah mendapatkan fasilitas yg sama dengan BNI biasa. Saya kira maksud Pak Sutarmaji baik, agar konsumen lain tidak mengalami hal serupa dan semoga saja sdr Vandy tidak mengalami hal serupa. Saya sendiri nasabah Bank Mandiri dan pernah mengalami hal yang serupa di atm BRI. Kekecewaannya mungkin lebih kepada iklan dan promosi bank BUMN yg menyebutkan bebas biaya di jaringan Link tapi kenyataannya tidak sebebas itu.

  • 6 Maret 2020 - (05:46 WIB)
    Permalink

    Makasih infonya pak. Selama ini sy taunya bebas biaya penarikan di semua ATM Link. Ternyata…🤔

  • 6 Maret 2020 - (06:32 WIB)
    Permalink

    baca jadi bingung juga. judulnya udah mendiskreditkan nama bank. ealah yang dimasalahin jaringan ATM link. kalo menurut hemat saya ni ya. pertama rencana ambil pake mesin bank mana? kalo BRI ya harus tahu aturan main dan biaya MESIN ATM BRI. jadi harus paham itu mesin ATM berjenis apa ATM link atau konven dll, kedua aturan main serta batasan pengambilan ATM masing masing bank BUMN gak sama LOL, hadeh payah juga ni. ibarat kesalahan dengan bank lain marahnya ditemplokin ke banknya sendiri. ya kasian juga itu bank bni syariah. dan juga nama BNI terbawa juga padahal setahu saya antara syariah dan konven seluruh bank BUMN sudah pada berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan. hati 2 deh jikalau karena ketidak tahuan kita menyebabkan diri jadi bermasalah.

  • 6 Maret 2020 - (07:23 WIB)
    Permalink

    Yth om penulis

    Saya jelasin dulu ya jaringan Link itu khusus Bank BUMN yaitu Mandiri, BRI, BNI dan BTN. selain itu tidak termasuk serta syariah itu anak perusahaan jadi ngak masuk BUMN. Tolong nanti ke CS bank bersangkutan untuk ditanyakan dan dipastikan biar mereka ngak samain sehingga seakan2 nasabah diboongin. Marketing boleh aja asal jujur dan jelas serta mengutamakan melayani sebaik2nya untuk keuntungan bersama.
    Thanks

  • 14 Juni 2020 - (10:39 WIB)
    Permalink

    sama gue jg, atm gue mandiri, ngambil di atm BNI ada logo & struck link jg. tetep kena 7.500. a***** lah

 Apa Komentar Anda?

Ada 13 komentar sampai saat ini..

Biaya ATM Link, Nasabah Dirugikan Karena BNI sebagai Bank Penerbit Kar…

oleh sutarmaji84 dibaca dalam: 2 min
13