Kebijakan Tokopedia Menutup Modal Toko, Tidak Sejalan dengan Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Bulan Mei 2020 menjadi hal terberat bagi kami khususnya yang memiliki toko di marketplace Tokopedia, dimana kami selaku pemilik toko mempunyai cicilan Modal Toko yang disediakan oleh Tokopedia. Permodalan toko kami diambil dari fitur yang diberikan oleh Tokopedia yaitu Modal Toko. Akan tetapi pada saat Pemerintah dengan gencar membantu usaha-usaha MICRO supaya tidak berada di ambang kebangkrutan, Tokopedia malah sebaliknya, dimana kebijakan yang diambil oleh Tokopedia sangat tidak manusiawi dan sangat tidak masuk akal.

Kebijakan tersebut melakukan pembekuan saldo yang ada di Modal Toko, dimana ketika pemilik toko yang seharusnya dapat menarik Modal Toko pada aplikasi Tokopedia, saat ini ditutup sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan baik toko offline atau online kami yang bergerak dibidang kuliner atau semacam kue sangat bergantung pada permodalan tersebut mengingat pada bulan Maret dan April situasi berat kami lewati, dan Mei mulai beranjak bangkit sedikit demi sedikit. Akan tetapi Modal Toko yang biasanya bisa kami cairkan malah dengan tidak manusiawi ditutup.

Hal ini sangat merugikan kami selaku pengusaha kecil yang berimbas pada toko kami yang tutup, dan dua karyawan yang tidak bisa bekerja lagi dengan kami.

Selain itu Tokopedia pun bekerjasama dengan Ovo PayLater, dimana kebijakannya harus membayar full saldo yang sudah dipakainya tanpa adanya cicilan atau minimum pembayaran seperti yang sebelumnya.

Jelas ini sangat bertentangan dengan kebijakan Pemerintah, di satu sisi pemerintah memperjuangkan para pedagang kecil supaya tidak mengalami kebangkrutan atau menambah dampak yang lebih parah dalam menghadapi Covid 19 ini.

Kiranya dalam tulisan ini khususnya untuk TOKOPEDIA dapat lebih membantu Pemerintah untuk mewujudkan apa yang menjadi program pemerintah dengan tidak membuat kebijakan yang semena-mena sehingga menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha kecil seperti saya. Dan membuat kerugian beberapa pekerja saya yang dengan sangat terpaksa harus saya berhentikan.

Dan semoga dapat dibantu oleh team Media Konsumen supaya TOKOPEDIA dapat mengembalikan sebagaimana fungsi sebelumnya pada Modal TOKO di TOKOPEDIA. Karena kami sangat yakin para pelaku usaha di Tokopedia mengalami hal yang sama, sehingga makin banyak lagi dampak yang serius ditimbulkan, tidak hanya dengan dampak kesehatan bagi kami, melainkan dampak ekonomi bagi kami dan para pekerja kami.

Informasi:

Amar Bank menunda cicilan sampai dengan bulan Agustus 2020
Adira Finance menunda cicilan sampai dengan akhir Juni 2020

Eko Supriyanto
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tokopedia:
[Total:21    Rata-Rata: 3.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

33 komentar untuk “Kebijakan Tokopedia Menutup Modal Toko, Tidak Sejalan dengan Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

  • 5 Mei 2020 - (23:15 WIB)
    Permalink

    bener banget nih,perputaran langsung diem di tempat,padahal bayar lancar2 aja,sekalian aja mgak usah di bayar,temen ane biasa muter disana,hari ini disamperin dc dari modalku,terkadang semaunya aja,ngak ada otak

    • 22 Juli 2020 - (16:55 WIB)
      Permalink

      iya ditelponin mulu…saya udah byr ampe mpot mpotan ini…bingung nyari pinjaman kemana lg buat nalangin modal

      • 6 Agustus 2020 - (02:56 WIB)
        Permalink

        Hai kak. Kalau boleh saya menyarankan. jangan cari pinjaman lagi untuk menalangi modal toko yang sudah terpakai dan macet. Bayar semampu kakak. Hanya dari profit. Modal jangan di setor ke modalku. Ini berbahaya untuk kelancaran payment kedepannya kalau tak ada modal.

        Tetap berjualan. Cari usaha sampingan untuk menutup kebutuhan harian.
        Tetap yakin kak. Ini pasti bisa di lalui 🙂

        • 6 Agustus 2020 - (11:05 WIB)
          Permalink

          iya…jd saya pake uang tabungan di bank buat luansin…akhirnya sudah lunas juga…males berurusan sama modalku yg di tokopedia….ovopaylater saja sudah saya lunasin….kapok ditelp mulu kyk kita ini teroris aja hahahahah

  • 6 Mei 2020 - (03:50 WIB)
    Permalink

    Semoga dengan ini pemerintah khususnya dapat melihat dan dapat bertindak dengan kebijakan TOKOPEDIA yang makin menambah beban bagi pemilik usaha ditengah pondemik covid 19, dan banyak saudara2 kita ikut berpartisipasi dengan Surat ini

  • 6 Mei 2020 - (11:43 WIB)
    Permalink

    Saya juga memiliki toko di tokopedia, tetap, setelah urusan saya selesai dengan ovo paylater tokopedia, saya akan tutup akun tokped saya, daripada ada lagi urusan yg lain lagi. Kesal saya dengan tokopedia, apalagi taralite, banyak banget masalahnya.

    • 24 Mei 2020 - (18:53 WIB)
      Permalink

      Iyee udah sktr 2-3blanan ga bisa tarik modal toko smntra tagihan jalan trus di kondisi bgni
      Ane telat bayr 15hari aja modal tokonya diblokir terus di tlpnin mlu dtanyain bla2
      Sbbernya kcwa sma systemnya tokped pdhal lgi sulit buat pdgang dmasa covid ini
      Dan smga dibulan awal juni nnti pencairan bisa ditarik di modal toko biar buat tmbhan modal

      • 12 Juli 2020 - (13:51 WIB)
        Permalink

        Udah ada fitur baru kan ,bayar sebagian ,bisa di cicil tiap hari minimal 10.000 ,klik fitur modal tokoku , centang tagihan , pilih angka yg mau di bayar kan ,semoga bisa aktif kembali , sangat membantu soalnya modal toko Tokopedia sebelum nya 🙂

  • 17 Mei 2020 - (01:31 WIB)
    Permalink

    akhirnya diangkat ke publik…
    mungkin bisa menjadi tambahan informasi
    modal toko di tokopedia itu sistemnya revolving berbeda dengan pinjaman online yg non revolving.. jd saat ini yg terjadi sistem itu di hentikan yang menyebabkan regulasi nya berhenti.. sementara disisi seller sangat diberatkan seolah2 dipaksa untuk melakukan pelunasan pinjaman modal toko tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.. (yg belum tau sistem revolving itu seperti sistem kartu kredit dimana ketika kita membayar tagihan yg berjalan maka limit yang tersedia bisa ditarik langsung tanpa harus menunggu lunas semuanya) #ojkhelp

  • 17 Mei 2020 - (02:28 WIB)
    Permalink

    Ya ini bagaimana tanggapan nya? Modal toko di syarat dan ketentuan tokopedia jelas membedakan sistemnya dengan pinjaman online. Tetapi sekarang malah memberatkan kami sebagai seller. Kami sejujurnya tidak meminta keringanan pembayaran tagihan untuk modal toko.. cuma kembalikan sistem nya seperti diawal .. perjanjian diawal tidak seperti ini. Kalo kondisinya tidak sedang ada COVID 19 saya pribadi sangat rela misalkan pinjaman modal toko nya mau diminta semua.. tapi saat ini pasar lagi sepi sebagian besar modal terlanjur jadi barang dagangan. Kalopun sisa uang yg saya pegang untuk dibayarkan ke modal toko ya usaha saya gak jalan bos gak pegang uang lagi… saya dulu mau menggunakan modal toko karena ditawari via tlfn dengan promosi sistem yang berbeda dari pinjaman online lainya.. dimana selama limit tersedia, uangnya bisa di tarik tanpa menunggu tagihan nya lunas semua.. dan selama ini saya tidak pernah telat membayar tagihan.. sampai di tanggal 3 april sistem pencairan limit nya dihentikan sampai sekarang.. tapi tagihan tetep jalan normal tanpa ada keringanan sedikitpun..

  • 24 Mei 2020 - (00:39 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya dalam hal ini tidak di bukanya kembali pencairan modal toko juga bukan masalah.
    Saya pribadi merupakan pemakai modal toko yang macet karena efek dari covid 19 yang sangat mematikan usaha kami. Dalam hal ini walau tokopedia tidak bisa memberikan akses modal toko kepada kami, maka alangkah baiknya ada kebijakan baru seperti sistem pembayaran manual bagi yang sudah telat cukup lama. Misal 2 bulan.

    Sistem default apabila telat bayar 2 bulan maka saldo penghasilan di tokopedia akan di bekukan alias tidak bisa di tarik. Dalam kondisi seperti ini alangkah baiknya tokopedia ikut membantu, misalnya Saldo penghasilan tetap bisa di tarik walau telat lebih dari 2 bulan. Dengan ada nya seperti itu, para seller bisa memutar dana yang ada dan sebagian hasil penjualan (profit) bisa di setor secara manual. Manual dalam artikata tidak perlu full tagihan. kapan saja bisa di bayarkan sesuai nominal yang tersedia saat itu (bisa di input)

    Untuk langkah pembayaran manual sekarang ini sudah direalisasikan oleh tokopedia sendiri. Hanya saja karena kami hampir collaps. dan kami juga tidak mau lari dari tanggung jawab. alangkah baiknya ada kebijakan baru dalam hal pembayaran.

    Alasan saya dalam hal ini, jangankan melunasi secara langsung. Kita yang pastinya harus survive dulu.
    Kita tidak tau covid 19 ini akan kapan berakhir. dan ekonomi secara nasional kapan akan membaik. tapi paling tidak kami sebagai seller ingin ada progress dalam melakukan pembayaran ke modal toko walaupun kecil.

    Dengan adanya progress walau pelan maka jumlahnya akan pelan2 bisa di kurangi.
    Dan setelah keadaan membaik, kita juga ada harapan untuk melakukan pembayaran secara cepat ke modal toko.

    Saya rasa itu merupakan harapan dari para seller yang saya rasa cukup banyak terdampak dari covid 19 dan macet nya pembayaran modal toko yang tidak tau akan kapan selesai

    (Saya salah satunya dengan nominal yang cukup besar)

  • 24 Mei 2020 - (10:21 WIB)
    Permalink

    Belum ada jawaban yang jelas??
    Kami bukan tidak mau bayar tapi kami tidak bisa bayar karena roda ekonomi macet
    Mohon kebijakan dari pihak modalku dan tokopedia

    • 24 Mei 2020 - (14:07 WIB)
      Permalink

      belum ada pak.
      kemarin modalku ada menghubungi saya. kami bicara cukup panjang lebar. dan katanya akan coba follow up ke tokopedia.
      cuma yang membingungkan ini sepertinya saling melempar.

  • 4 Juni 2020 - (12:54 WIB)
    Permalink

    Pada hari ini per tanggal 4 Juni 2020, rumah saya disambangi oleh pihak Modalku dari Tokopedia atas nama Maryadi, dimana sekarang usaha saya di tokopedia mandek TOTAL, tidak ada kemampuan untuk bisa menerima orderan kembali, padahal banyak orderan yang masuk ke akun saya di Tokopedia, dan juga banyak yang secara langsung melalui WA Hotline saya.

    Sunggu sangat disayangkan tidak ada tindakan sama sekali dari pihak TOKOPEDIA akan hal ini, malah lebih cenderung menekan untuk kami melunasi semuanya,

    Dear Tokopedia

    Saya secara pribadi tidak pernah akan lari dari semua ini, sepeser pun akan saya bayar asal disesuaikan dengan kondisi saat ini, bukan malah sebaliknya ditutup mata pencaharian saya,,!!!! kasihan dua karyawan saya yang laki-laki sekarang serabutan kerjanya, yang perempuan saya masih tahan dirumah buat bantu2 istri saya walau dia bilang dikasih gaji berapapun dia mau…

    Dear Team Media Konsumen

    Kiranya dapat di up kembali ke pihak-pihak berwenang supaya kami mendapat keadilan sesuai dengan yang diharapkan oleh Bpk Presiden Jokowidodo untuk mempermudah jalannya usaha kecil seperti kita ditengah wabah ini.

    • 4 Juni 2020 - (14:20 WIB)
      Permalink

      Bapak di samperin pihak modalku, apa saja yang di bahas pak?

      Sekedar info tambahan. Tadi pihak modalku jg menghubungi saya, soal saldo penghasilan yang tidak bisa di tarik atau fitur nya, itu murni sepihak dari aplikasi yang berkaitan yaitu tokopedia.

      Untuk pak ekisupriyanto332. Apakah bapak selama ini di hubungi via telp apakah selalu ada respon?
      Bapak bicarakan saja dengan pihak modalku.
      Saya pribadi menyarankan untuk mencicil saja bayarannya berapa bapak mampu. Usahakan per hari pak. Dengan adanya setoran per hari menunjukkan bapak jg punya itikad baik.

      Jangan sama sekali tak bayar pak. Karena di anggap tidak ada itikad atau usaha dalam melakukan pembayaran.

      Untuk catatan. Sekarang sudah bisa di lakukan pembayaran sesuai yang kita mampu. Minimal 10rb rupiah. Sudah ada fitur nya

      • 21 Juni 2020 - (02:13 WIB)
        Permalink

        Saya di hubungi setiap hari, setiap saat dan via telfon, WA bahkan didatangi langsung ke toko dan rumah saya, kalo saya bicara apa adanya karena toko sekarang tutup, omzet yg sebelumnya sangat bagus sekarang tidak ada lagi, bahkan semua pesanan yg masuk terpaksa saya tolak dan beberapa karyawan terpaksa saya berhentikan

        • 21 Juni 2020 - (04:09 WIB)
          Permalink

          kalau soal via telpon saya juga awal nya hampir tiap hari di telp. di miscall jg ngak jelas gitu. kalaukita angkat telp yah di tutup kembali sama pihak sana. tapi yah walau setiap hari di telp saya tetap saja angkat telp. kita ceritakan saja kendala nya apa. yangpenting kalau di telp di angkat saja pak. bilang saja akan di usahakan.

          sekarang sih mereka hanya telp saya sesekali. Posisi saya juga masih telat payment pak. dari sekian banyak. mungkin yang terbayar baru 1-2% saja dari total nya.

          nah cara saya itu pak. saya tetap saja berjualan secara online. tapi tetap saya mencoba meningkat kan peningkatan omset dari segi offline. saya sekarang jg sendiri non karyawan yang awalnya ada beberapa orang.

          tapi saya setiap hari ada payment walau cuma 50rb rupiah. yang seolah tak ada artinya dengan jumlah total tagihan saya. tapi tidak fix ya 50rb. bisa saja sehari 100rb. atau 200rb. tergantung pendapatan kita. kalau di telp kembali. bapak bilang saja. kalau sudah ada melakukan payment walau kecil. namanya jg sedang berusaha di era pandemic ini sampai perekonomian pulih. bla bla bla dah.

          dengan ada nya payment walau nilai nya tidak tetap atau pun tidak bisa sekaligus lunas. ini sudah menunjukkan kalau bapak punya itikad baik. daripada sama sekali tidak bayar. ini tentu nya tidak bagus.

          untuk perihal soal fitur perubahan nilai pembayaran yang bisa di sesuaikan dengan (nilai yang mau kita setor)

          Bapak buka saja dashboard nya modal toko.
          atau bisa click di link ini
          https://www.tokopedia.com/fm/modal-toko/dashboard/
          tentu nya login dulu ya sebelum nya di tokopedia.

          baru bapak click Bayar tagihan.
          nanti terbuka page baru. Bapak liat di sebelah kanan
          ada tulisan “Ubah Jumlah” tulisan warna hijau
          click saja. dan isi berapa yang bapak mau setor kan.

          baru proses saja seperti biasa dan payment. selesai.

          Gitu saja. Saya pribadi tidak ambil pusing soal mereka yang mau telp saya.
          Karena itu sudah merupakan kewajiban dari debt collector pak. Kita bicarakan saja baik2 dan kita sampaikan saja apa yang ada di pikiran kita.

          Saya sih sebelumnya setelah ngobrol2 dengan pihak debt collection via telp. yah nanti di tanya. bagaimana kita bisa membayar, dapat duit dari mana dan sebagainya. Ngomong saja terus terang dari ini dari itu. planning kita paymentnya seperti apa.
          Mereka jg ngak akan push gimana2 koq. yang penting niat kita ada.

          Yang mengalami soal telat bayar atau gagal bayar dalam hal payment cuma bukan kita koq. Hampir sekian persen dari penduduk indonesia mengalami telat bayar atau gagal bayar karena pandemic ini. Bapak tidak sendirian dalam hal ini.

          Tidak perlu stress pak. Kalau bapak misal masih punya tagihan di luar modal toko misalkan kartu kredit dan sebagainya. BIsa di usahakan payment secepat mungkin. mungkin dari yang terkecil pak. biar meringankan beban bapak sedikti dari sisi psikologis.

          Balik lagi saya menginfokan pak. Bayar saja modal toko setiap hari dari sebagian pendapatan bapak. Oh iya yang saya sebutkan pendapatan itu profit ya. Modal harus di pertahankan. Bapak baru bisa survive.

          Semoga terbantu ya pak.

  • 4 Juni 2020 - (14:04 WIB)
    Permalink

    Setahu saya pihak toko ijo tidak pernah membalas/menanggapi SP di MK ini. Dari belasan/puluhan SP yang tayang di sini, setahu saya cuma SATU yang ditanggapi (cmiiw).

    Cukup prihatin juga kalau benar bahwa sekali lagi korporasi memanfaatkan klausul “s & k bisa diubah sewaktu-waktu tanpa perlu pemberitahuan sebelumnya.” Saya kira sudah saatnya para ahli hukum mendorong/menuntut pemerintah untuk membuat peraturan/undang2 melarang klausul macam begini, & paling minim diganti seperti ini: s & k bisa diubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan sebelumnya minimal xxx hari/bulan sebelum dilaksanakan (jangka minimal seharusnya/selayaknya bervariasi tergantung tingkat keseriusan/dampak perubahan tersebut).

    Semoga para seller yang mengalami kesulitan pendanaan dapat segera memperoleh jalan keluar yang baik, karena toko ijo ini adalah marketplace langganan saya untuk beli barang murah maupun mahal (HP, harddisk, monitor dll), sehingga para seller ini pun dapat dikatakan seller langganan saya juga.
    Lebih penting lagi, semoga covid ini bisa secepatnya berlalu…

  • 18 Juni 2020 - (13:59 WIB)
    Permalink

    saya pikir cuma saya saja yg gak bisa mencairakn modal Toko , ternyata banyak , ,, sangant di sayangkan sekelas marketplace yg lumayan terkenal ini tidak bisa bertindak bijak dalam kondisi seperti ini , saya pembayaran lancar saja gak bisa tarik modal toko . tpi pembayaran harus tetap berjalan , toko di Toped saya sedang sepi padahal . mohon Tokopedia bisa membuka kembali untuk Para Toppers untuk bisa mencairkan Modal toko lagi ..

    • 21 Juni 2020 - (04:11 WIB)
      Permalink

      Wah bagus ini sis kalau ngak telat bayar atau gagal bayar soal modal toko. Kalau saya pribadi kena imbas covid 19 dari segi ekonomi habis2an. wkwkw. Tapi yah tetap di jalani saja.

      Untuk perihal modal toko mereka tak akan buka kembali dalam waktu singkat menurut saya. Untuk sementara hanya bisa payment. Karena Pihak Modalku juga takut makin banyak yang gagal bayar. Kemungkinan awal tahun 2021 baru ada kemungkinan akan di buka kembali

  • 20 Juni 2020 - (22:38 WIB)
    Permalink

    Ya begitulah ciri-ciri kapitalis. Gembar-gembor membantu UMKM cuma simbolis semata, tujuan utama hanya untuk perut sendiri. Dari mulai fitur Gold Merchant diubah menjadi Power Merchant dengan sistem komisi, ambil alih asuransi pengiriman kurir menjadi asuransi sendiri. Entah nanti apalagi yg diuangkan oleh platform ini. Kita tunggu saja.

    • 22 Juni 2020 - (13:04 WIB)
      Permalink

      nah iyah , setiap Transaksi ada Asuransi , ternyata itu punya Tokopedia ya .. hahahha kaya kaya kaya dah .. mantap

      • 22 Juni 2020 - (13:31 WIB)
        Permalink

        Yang menarik adalah mengenai asuransi pengiriman. Bila pada skema sebelumnya hanya buyer yg dibebankan biaya asuransi pihak ekspedisi, dengan skema asuransi baru yg ini, baik buyer maupun seller dibebankan biaya asuransi untuk sebuah pengiriman yg menggunakan asuransi. Untuk buyer langsung dimasukan ke jumlah tagihan yg harus dibayarkan pada saat membeli barang, sedangkan untuk seller dipotong dari biaya Disbursement to seller pada saat transaksi selesai. Lihat?

        • 6 Juli 2020 - (00:24 WIB)
          Permalink

          Hai hai. saya coba jawab ya seputar asuransi.
          untuk asuransi tidak di bebankan ke seller. tapi ke buyer koq. dan buyer yang bayar asuransi saat checkout.

          Oh iya. Asuransi ini bukan punya tokopedia. Tapi milik Tokio Marine.

          Untuk seputar hitungan pencairan dana yang di lakukan tokopedia sudah benar koq.
          Hitungannya seperti ini Cmiiw

          Dari pihak buyer
          Barang 100.000
          Ongkir 10.000
          Asuransi 200
          Maka total yang perlu di bayar buyer itu 110.200

          Invoice akan tercatat dan masuk ke seller sebesar 110.200 untuk seluruh transaksi termasuk ongkir dan asuransi.

          Seller
          Saat transaksi selesai.
          Maka akan otomatis terhitung dana yang di terima seller. Hitungannya seperti ini
          110.200 sesuai invoice
          di potong ongkos kirim yang di bayar buyer 10.000
          di potong asuransi yang di bayar buyer 200
          Maka sisa 100.000. di potong fee 1% Power merchant.
          Maka dana yang di terima seller itu 99.000

          Saya pribadi memakai excel untuk mengecek setiap transaksi dan dana yang masuk. dan sampai saat ini semua benar. kecuali ada perubahan pada berat barang yang terscan di ekspedisi.

          (Saya netral ya. tidak memihak toped. hanya meluruskan saja.)

          • 6 Juli 2020 - (12:20 WIB)
            Permalink

            Okay. Terima kasih koreksinya. Tidak sejeli itu saya menghitung ternyata. Untuk masalah asuransi sampai saat ini bersyukur belum pernah ada kejadian barang hilang/rusak. Tapi saya khawatir bila sampai terjadi apakah proses klaimnya mudah? Mungkin pernah punya pengalaman sendiri atau pernah dengar casenya? Siapakah yg berhak klaim, buyer atau seller? Thx.

  • 17 Juli 2020 - (01:59 WIB)
    Permalink

    Saya Sebagai seller dan Buyer yang sudah mengenal tokopedia dari Tahun 2016. Disamping profit dan kerugian sudah saya jalani selama 4 tahun dengan tokopedia. Berawal pada tahun 2019 saat mendekati lebaran. Saya mendapatkan telpon kembali kalau ga salah ke 3 kali nya yg mengatasnamakan tokopedia selaku Modal Toko. Saya akhir nya tertarik dan mencoba untuk mengunakan fitur nya. Karena mereka menjajikan skema layaknya kartu kredit. TERNYATA KESALAHAN TERBESAR DALAM HIDUP SAYA. mengaktifkan modal toko sama saja membunuh bisnis saya saat Pandemi di negara kita terjadi. Perputaran uang yg berjalan selaras tiba2 dihentikan begitu saja. Tercampur nya modal A dan B karena pembukuan yg Apa adanya membuat saya menutup toko Online yang sudah banyak sekali transaksi penjualan nya. Sedih sekali dan sangat disayangkan apa yg saya bangun bersama tokopedia ternyata hancur karena iming2 modal toko yang di tawarkan oleh tokopedia itu sendiri.

    Dan betul hingga saat ini saya hanya mampu bayar sehari 50rb sd 100rb. Dan saya ga tau kapan pinjaman saya bisa selesai mungkin 5 atau 10 thn lagi.

    KAMU MEMBUAT JIWA DAN RAGA INI HANCUR. KAMU JUGA YANG MEMBUAT PANGGILAN TELPON SAYA SEOLAH2 SIBUK SETIAP HARI…

    TOLONG SAYA SUDAH HANYA SANGGUP MEMBAYAR DENGAN MENCICIL SETIAP HARI DARI PROFIT PENJUALAN SAYA. MAKA TOLONG JANGAN GANGGU SAYA SETIAP HARI DENGAN TELPON YANG MENANYAKAN ITU-ITU SAJA. HINGGA KALIAN MENGIRIMKAN DEBT COLLECTOR SAAT PSBB KE RUMAH SAYA!

    • 6 Agustus 2020 - (02:49 WIB)
      Permalink

      Hai kak. Saya pribadi jg sering di telp ya. Tapi saya di ajari sama debt collector nya sendiri. Kalau di tanya, Jawab saja bapak melakukan pembayaran partial 🙂 Saya sampai saat ini jg seperti ini. Saya jg tidak keberatan di telp tiap hari karena itu secara tak lagnsugn mengingatkan kita untuk membayar secara rutin.

      Kita tidak bisa menyalahkan debt collector karena pekerjaan mereka memang seperti itu ya.
      Angkat saja telp nya. Bilang saja kalau kita melakukan pembayaran partial dan selalu payment tiap hari. Kalau kita ada angkat telp. Biasanya mereka cuma telp 1 kali per hari koq. Saya kadang malah tidak di telp sama sekali bisa seminggu gitu. Dengan adanya kita angkat telp dari debt collector itu sudah merupakan itikad baik bahwa kita tidak lari dari tanggung jawab.

      Tetap berjualan online kak. Itu akan membantu mendapatkan income tambahan. dan bisa mempercepat payment.

      Status tagihan saya juga masih besar koq. tapi pelan2 menyusut.

  • 20 Agustus 2020 - (16:04 WIB)
    Permalink

    saya sudah seminggu ini tarik saldo tokopedia tidak bisa ditarik..padahal ada bayar partial modal toko secara cicil…CS tokopedia sudah konfirmasi ga bisa bantu..klu omset kita yg kecil ini saat ini gak bisa ditarik..kita ukm ga bisa bertahan…tolong tokopedia kasih kebijakan yg mendukung kita seller kecil

  • 7 September 2020 - (13:16 WIB)
    Permalink

    Belum ada berita baik ,hari demi hari pantau ,berharap ya saya ,soalnya kemarau melanda keuangan untuk pembayaran 😔

  • 23 September 2020 - (00:22 WIB)
    Permalink

    Sumbangsih prihatin sy utk kondisi pandemi yg entah kpn berakhir serta fitur modal toko yg entah pula kembali berputar….
    Saya salah satu akun toped yg dibekukan fitur motok nya tapi syukurlah dgn susah payah walau jujur saja modal usaha saya jg ikut tergerus utk mencicilnya..hingga tersisa 6 kali lg angsuran menuju lunas…
    Sekali pernah pihak DC motok hinggap dirumah org tua saya tanpa konfirmasi terlebih dahulu padahal blm ada 2 Minggu keterlambatan…
    Saya silent hp saya Krn deringny serasa merontokkan dan membanting mood/gairah kerja n hidup saya ke titik terburuk…
    Namun tetap saya bayarkan brppun uang lebih walau itu sebagian uang modal barang yg terjual…
    Biarlah modal barang saya berkurang asalkan bisa tetap online agar ttp ada secercah rezeki utk menutupi biaya harian …
    Akhir kata saya hanya ingin berbagi utk kita semua…pada akhirny kita semua akan kembali pada modal kita yg utama… Niat baik..jujur dlm usaha dan laku…serta yakin bahwa tiada sesuatu kesulitan apapun yg tak berujung…jalani saja dgn niat baik…jgn lari dari masalah…hadapi dgn apa adany kita (jgn merendah dan jgn pula meninggikan diri)..tetaplah berdo’a dlm kebaikkan..niscaya ada jalan yg terbuka tanpa kita duga2…
    Karena …saya mengalami …menjalani dan InsyaAllah mengambil pelajaran didalamnya..

    Salam Damai ….
    Semoga tetap dlm ada…jgn putus asa….

 Apa Komentar Anda mengenai Tokopedia?

Ada 33 komentar sampai saat ini..

Kebijakan Tokopedia Menutup Modal Toko, Tidak Sejalan dengan Pemerinta…

oleh ekosupriyanto332 dibaca dalam: 1 min
33