Dipermainkan oleh Sistem Gojek Indonesia

Selamat pagi semua.

Kekecewaan saya berawal dari notifikasi suspend akun Gojek selama 7 hari, yang tidak jelas pembuktianya. Tanggal 17 Juni 2020 akun driver Go-Ride saya dengan nama Muhammad Zaenudin/B3707CGH terima notif suspend karena terindikasi menjalankan orderan fiktif. Hati saya seakan hancur, di situasi sulit sekarang ini saya dibuat sulit lagi.

Saya langsung hubungi call center Gojek untuk menanyakan perihal suspend tersebut dan ingin tahu orderan mana yang dianggap orderan fiktif, untuk klarifikasi. Akan tetapi jawaban pihak CS hanya berdalih itu sistem yang menilai. Bagaimana mungkin sistem menilai tapi tidak ada penyebab? Ini seakan menutupi penyebabnya, dalam hal ini orderan yang dianggap fiktif.

Setelah mendapat jawaban tidak rasional dari call center, kemudian di hari yang sama saya langsung buat janji ketemu DSU Petojo via apk Gojek dengan jam ketemu 13.00-14.00. Sesampainya di kantor saya disambut oleh satgas yang sedang mengurus penyemprotan disinfektan. Saya utarakan maksud kedatangan saya. Namun ternyata jawabannya tim DSU diliburkan selama Covid-19 ini. Lalu kenapa bisa diakses untuk janji bertemu DSU? Lagi-lagi sistem yang disalahkan dan minta untuk batalkan janji di sistem dan bersabar. Sungguh sangat mengherankan, sistem yang tidak baik fungsinya mereka andalkan.

Ya sudahlah saya coba terima dengan kenyataan pahit ini. Setidaknya saya sudah berusaha mencari keadilan untuk dapat menafkahi keluarga kecil saya.

Kekecewaan itu pun berlanjut di tanggal 21 Juni 2020.

Pada tanggal 20 Juni 2020 saya menerima pesan apk Gojek bahwa saya mendapat atau terpilih menerima bantuan sembako dari Pemprov DKI Jakarta, dengan jadwal dan jam serta tempat yang sudah ditentukan, tanggal 21 Juni 2020 pukul 13.00-17.00 di JIEP Pulogadung. Saya sangat bersyukur di kondisi tidak ada pemasukan karena suspend yang tidak jelas ini, saya diberikan bantuan.

Keesokan harinya saya datang sesuai jadwal yang ditentukan. Penjagaan di sana cukup ketat, hanya driver yang menerima undangan saja yang bisa masuk. Penjagaan Pertama cek suhu saya berhasil lolos. Penjagaan kedua verifikasi undangan dengan KTP saya berhasil lolos. Namun di tahap ketiga saya tidak lolos. Kenapa? Karena saat di-scan barcode profil saya ternyata tertolak karena suspend. Masya Allah!

Saya benar-benar gak habis pikir ini kenapa bisa begini? Kalau memang gak bisa karena suspend kenapa saya diundang? Namun lagi-lagi satgas bicara itu karena sistem “Mohon maaf, kalau rejeki pasti akan terima di esok hari”. Permasalahannya saya sudah jauh-jauh dari Kabupaten Tangerang dengan hati yang senang, sampai di depan mata pengambilan sembako saya hanya menelan pil pahit lagi karena sistem.

Saya keluar dengan rasa malu karena mungkin rekan-rekan menilai saya keluar tanpa bawa sembako karena dinilai curang atau menipu satgas. Padahal sayalah yang sudah ditipu sistem, dapat undangan resmi tapi tidak menerima sembako. Lagi-lagi saya pulang dengan cerita kecewa untuk keluarga kecil saya.

Terima kasih Gojek Indonesia. Dari pahlawan Anda yang dibodohi…

Muhammad Zaenudin
Kabupaten Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Gojek Indonesia:
[Total:479    Rata-Rata: 2.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

15 komentar untuk “Dipermainkan oleh Sistem Gojek Indonesia

  • 24 Juni 2020 - (07:46 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin gan..🙏 Emang aplikasi2 ojek online ini bisa dibilang penghisapan sosial berkedok “kemitraan”. Yang namanya mitra itu seharusnya posisinya setara. Namun kenyataannya pihak driver hanya bisa pasrah atas aturan main yg ditetapkan sepihak oleh pihak aplikator. 😈

  • 24 Juni 2020 - (10:49 WIB)
    Permalink

    Yang sabar yaa mas… nanti biasanya jawaban KLASIK dari pihak gojek adalah ‘mungkin rejeki anda bukan disini’…

    • 25 Juni 2020 - (16:59 WIB)
      Permalink

      Itu mending sy belanja 400 nota ada castamer jga sudah nelpon dan email
      belanja bener ,tapi di suspen 7 hari alasan gak ada bilangya manipulasi order
      tapi saya ingat2 dalam satu mingu orang itu belanja gosub dua kali kena sy ,sistem begini harus di rubah ,katanya ambil order sebanyak 2 nya kok begitu gojek mohon sistem di pantau ,dan duit belanja di tahan sampai 2 bulan….

  • 24 Juni 2020 - (12:53 WIB)
    Permalink

    Saya selalu amat sangat prihatin ketika mendengar/membaca soal “sistem2” ini. Saya ngerti programming karena pernah sekolah 4 tahun, sehingga saya tahu bahwa semua alasan “sistem” ini intinya hanyalah *salah di programming* nya, karena software tidak dibuat “sehebat” mungkin, tapi hanya sekedar ala kadarnya. Ada bug yang dibiarkan, ataupun banyak hal yang tidak dicek & diabaikan.
    Jadi ada 2 kemungkinan utamanya, entah tim programmer nya tidak/kurang berkualitas, atau di pihak lain budget dari perusahaan yang terlalu minim, sehingga tidak mampu untuk memanggil programmer yang bintang 5.

    Di lain pihak, saya juga setuju bahwa sistem yang otomatisasi tetap perlu dikontrol/dikuasai oleh SDM manusia. Sehingga kalau korporasi pake alasan “entah lah, POKOKNYA sudah sistem yang ngomong” (seperti salah 1 online marketplace yang sering muncul SP nya di sini gara2 alasan yang sama), itu berarti korporasi tersebut tidak sungguh2 “menguasai sistem” nya, tapi malahan “dikuasai oleh sistem.” Lalu kenapa gak sekalian aja semua SDM termasuk para manager diganti aja sama “sistem”???
    Enak kan, gak ada cuti, gak ada tunjangan, cuma butuh listrik doang.

    • 25 Juni 2020 - (13:03 WIB)
      Permalink

      sebaiknya ga perlu pake petugas CS kalo ujung2nya karena sistem. ngapain buang2 duit melihara petugas CS sekalian aja pake mesin penjawab daripada pake orang. ngomongnya sama kita sebagai mitra taunya sama aja caranya kaya YAHUDI. jangan salahin mitra mustinya para progamernya ngerasain situasi di lapangan biar sejalan dgn aplikasinya.

  • 24 Juni 2020 - (18:03 WIB)
    Permalink

    Hapus ojol aplikator hanya mengexploitasi wni terutama pengangguran dan mencari laba sebantak2nya tanpaenghargai driver katanya mitra kok malah dijadikan budak aplikator

    • 25 Juni 2020 - (11:10 WIB)
      Permalink

      Nasib abang ini sama dgn nasib suami saya dl suami saya di suspend,alasannya tdk jelas uang 600rb hangus di gopay,hari itu saya pas bulannya melahirkan,semoga gojek punya hati dgn menjelaskan kesalahan para driver,jika tdk ada mereka kalian bisa apa?? Hargai kringat mereka,ini gojek jg bukan mitra,libur 1minggu gjln krna sakit jg pas jalan lg anyep,beda sama yg g prnh libur gacorrrrrrr,dl uber bikin para driver itu terjamin hidupnya ongkos aja bener2 diperhitungkan keringat driver dihargai sekali,tp yg seperti itu malah tergeser oleh kompetitor lain demi pelanggan puas dan para driver yg sengsara diperas terusssss tenaganya,,apakah ada disini para driver yg sampe bisa melunasi cicilan mobil dan beli barang2 mahal dr hasil online kalian?? Saya pernah waktu suami saya jd driver uber….

  • 24 Juni 2020 - (18:05 WIB)
    Permalink

    Gojek b****** k****** katanya anak aplikasi anak bangsa tp ternyata mengexploitasi anak bangsa dmn pemerintah tak mau peduli nasib driver di intimidasi padahal gojek nggak modal

  • 25 Juni 2020 - (12:37 WIB)
    Permalink

    Buka mata,
    Buka telinga,
    Buka Hati.
    Benar dan salah akan terungkap.
    Jangan sampai menjadi sapi perah di negeri sendiri.
    Cukup abaikan aplikasi tersebut, dan fokus terhadap sesuatu bidang yg menjanjikan meskipun hasilnya kecil.
    Setidaknya tidak menjadi robot dari yang namanya sebuah sistem.
    Hak pribadi untuk memilih jalan hidup,
    Karena jalan hidup manusia berbeda beda.
    Akan tetapi, ada kalanya didepan mata terdapat jurang yg harus di lompati,
    Dan ada kalanya nya jurang tersebut harus dihindari.
    Fakta dan kenyataan nya adalah, Hidup hanyalah sekali !!!
    Jangan sampai membuang buang waktu demi sesuatu hal yang kurang bermanfaat dan bisa menghabiskan sisa umur kita semua.
    Hadapi, jalani segala macam langkah, apapun resikonya.
    INGAT, HIDUP HANYA 1X, jangan kalian sia2 kan sisa umur dengan sesuatu yg merugikan diri sendiri apalagi orang lain ( dalam konteks keluarga, yg sangat membutuhkan banyak biaya ).
    Jangan jadikan online sebagai hal yang fokus, karena terdapat masa depan yang tidak menjanjikan, hanya mampu menguras tenaga, fikiran, dan sisa umur kita.
    Jika terdapat langkah yg lain, saya sarankan, lebih baik segera banting stir ke hal2 yg lain, yg lebih bermanfaat serta berkualitas, meski hasilnya kecil.
    HIDUP adalah PILIHAN…
    Dan waktu meski 1detik sudah berlalu,
    Tidak akan pernah kembali…. !!!
    🙏

    • 26 Juni 2020 - (18:47 WIB)
      Permalink

      Gw korban by sistem thn 2017 gara2 kontak darurat / saudara gw order, gw belom tau kalo itu ga boleh katanya disaspeb karna order yg udah di rencanakan. Tapi busuknya gojek gocar, itu order saudara gw hari sabtu cuma 1 order aja emang niat libur. Nah pas ngorder gocar susah ga ada yg mau ambil order akhirnya gw yg anterin pulang dari jaktim ke daerah cikarang (order) ,,gw ga lgsg di saspen hari itu masih di kasih narik sampe hari minggu 90% bayar gopay.. hari senen nya juga 1x order dari daerah rumah di jaktim ke daerah perkantoran kuningan jaksel, abis itu ga dpt2 lagi.. tau2nya di saspen dan itu saldo gopay nya 600rb an lenyap HANGUS. Banding juga percuma di DSU, jawaban nya BY SISTEM 😂. Sampe sekarang alesan nya BY SISTEM dan lo masih mau di budakin BY SISTEM ? KAPOKMU KAPAN ??😂

  • 26 Juni 2020 - (22:24 WIB)
    Permalink

    saya turut prihatin mas, tapi ada kemungkinan mas disuspend karena pernah pakai aplikasi pihak ke 3,, setau saya sih dari orang gojek gitu klo udah pernah paka aplikasi pihak ke 3 otomatis akan disuspend wlpn kita gk pernah melakukan kesalahan..
    yang kedua untuk pengambilan sembako emang harus pakai kode profil ya? bukannya kita cuma menunjukan vouchernya ajah ke mbak kasir,, trus mbak kasirnya tinggal input.. semangat mas

    • 27 Juni 2020 - (12:48 WIB)
      Permalink

      Mengenai sembako yang saya maksud bukan berbentuk voucher mas.. Tapi sembako dari pemprov DKI dengan bentuk undangan di aplikasi dan pengambilan nya dengan cara scan Barcode profil driver..

  • 27 Juni 2020 - (13:06 WIB)
    Permalink

    oh begitu mas, mngkin setiap wilayah beda kali ya klo mau ambil bantuan,, klo saya di jaksel cuma nunjukin kode voucher ke mbak kasirnya,,kebetulan saya ambilnya di family mart,, semoga akun mas kembali ya.. semangat

 Apa Komentar Anda mengenai Gojek Indonesia?

Ada 15 komentar sampai saat ini..

Dipermainkan oleh Sistem Gojek Indonesia

oleh Muhammad Zaenudin dibaca dalam: 2 min
15