Paket di JNE Padjajaran Malang Hilang Terselip (atau Diselipkan?)

Bisa dibilang lagi apes banget. Berharap bisa segera dapat barang yang diinginkan namun sudah 1 minggu nyatanya barang saya hilang tanpa jejak.

Kejadian bermula pada Senin (13/7) dimana saya beli barang melalui Tokp*d. Saya membeli satu unit handphone impian saya yang sangat saya nantikan datangnya. Seller posisi di SBY dan saya di MLG dengan harapan akan sangat cepat sampai meskipun hanya dengan service REG. Tak lupa juga menambahkan asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. paket terkirim dengan nomor resi 030320032146420.

Selasa (14/7), saya track barang ternyata sudah sampai di WAREHOUSE JNE MALANG. karena kebetulan saja di hari itu saya sedang keluar akhirnya saya mencoba ke JNE sana untuk mengambil barang karena sudah tidak sabar. Sesampainya di sana mendapat nomor antrian. Giliran saya pun datang namun ditolak karena barang baru datang ke gudang.

bukti resi

Rabu (15/7) saya menunggu pengiriman sampai siang hari tapi juga tidak kunjung datang. Biasanya kurir JNE melakukan pengantaran ke rumah saya pagi jadi jika pagi tidak ada pengiriman saya yakin bahwa paket saya belum dikirim hari itu. Saya kembali mendatangi JNE dan antri cukup panjang. kemudian masih ditolak dengan alasan belum sortir barang untuk area kabupaten. Dan dijanjikan dikirim sore hari nanti atau esok harinya.

Kamis (16/7) saya kembali menunggu namun tidak ada pengiriman lagi. Karena saya ada beberapa urusan jadi saya selesaikan terlebih dahulu dan saya menuju JNE. Setiap hari saya perhatikan banyak sekali antrian sampai heran, apakah memang semua ini orang-orang yang mendapati paketnya bermasalah atau memang sengaja mengalamatkan pengambilan barang di JNE tsb.

Baik kembali lagi saya bertemu dengan karyawan JNE dan menulis nomor resi saya. dibilang belum diantar tapi barang memang sudah ada disana. karna sudah sangat gemas saya mengusulkan untuk mengambil paket saya sendiri, dan karyawan tersebut mengkonfirmasi untuk pengambilan paket bisa dilakukan esok hari pukul 11. Di situ saya melihat karyawan (ce) menuliskan di kertas print out resi saya dengan keterangan diambil sendiri pukul 11.00, kemudian saya pun pulang.

Jum’at (17/7) saya datang tepat waktu pukul 11.00, namun sudah banyak customer disana saya bergegas mengambil nomor antrian dan diinfokan bahwa pengambilan paket dilakukan pukul 13.00 karena akan istirahat sholat Jum’at. saya memang kecewa saya kira akan tetap bisa diambil karena ada juga karyawan perempuan di situ, tapi ya sudahlah. Akhirnya pukul 13.00 saya kesana lagi dan nomor antrian saya sudah lewat namun untungnya langsung bisa masuk secara bergantian setelah customer lain keluar. Langsung saja saya berikan resi saya dan karyawan (ce) pergi kebelakang untuk mengambil barang.

Tak terasa sudah 2 customer setelah saya, mendapatkan barangnya. Saya pun mulai panik dan bertanya-tanya mengapa lama sekali. Saya pun bertanya pada karyawan (co) mengapa lama sekali dan berkata bahwa masih dicari. saya curiga dan mulai degdegan dan sangat yakin ada sesuatu dengan paket saya. Tak berapa lama feeling saya benar bahwa paket saya diinfokan tidak ada di gudang. Karyawan (ce) berkata sepertinya terbawa oleh kurir untuk dikirim hari ini.

Saya sangat marah dan kecewa mengapa bisa seperti itu, padahal kemarin jelas karyawan(ce) ini sudah menulis bahwa paket saya ambil sendiri. Lalu untuk apa saya berlama-lama menunggu di sana kalau pada akhirnya sudah terbawa kurir. Namun saya masih meminta kejelasan karena paket saya tidak ada update terbawa oleh kurir. Karena tahu tidak akan mendapat hasil saya pun langsung pergi dengan kecewa. Namun sampai sore bahkan malam paket saya pun tak kunjung datang.

Berkali-kali saya cek resi pun tidak ada update bahwa terbawa kurir. Saya langsung menghubungi customer care jne id melalui email. Tidak lama email saya terbalas dan pihak jne akan menginvestigasi.

Sabtu (18/7) saya cek resi saya juga tidak ada update, maka saya langsung memutuskan untuk ke JNE ((lagiiiii)). Singkat cerita karyawan (ce) hafal dengan saya dan langsung membuatkan form komplain dengan alasan terlambat pengiriman. Saya sudah sangat marah, jelas sekali paket saya bukan barang yang cukup murah untuk dibawa santai-santai saja. Saya meminta kejelasan barang saya ada dimana dan krywn tersebut berkata bahwa bisa jadi paket masih belum ada di warehouse (Gudang Padjajaran) namun sudah di-update resinya, ketika proses bongkar karung pun dibilang barang saya tidak ada, dan kurir juga tidak membawa. Wah saya tentu marah sekali mengapa bisa seperti itu. Saya sudah bertanya apakah paket saya hilang tapi karyawan tersebut mengelak.

Dan lagi-lagi saya keluar dari sana dengan tangan kosong. oh ya tidak kosong, tapi keluar dengan selembar kertas komplain 🙂 pihak JNE meminta waktu 2×24 jam dimana akan jatuh tempo pada hari selasa (21/7). baiklah saya dengan pasrah menunggu.

Hari terakhir pun dinanti Selasa (21/7) saya bergegas pagi hari untuk menuju JNE dan pas sekali kurir yang biasa mengantar sedang di dekat rumah. saya pun langsung menanyakan apakah paket saya dibawa namun ternyata tidak. singkatnya paket saya sudah tidak ada sejak bongkar karung, dengan kondisi karung yang berbeda dari biasanya dan disimpulkan bahwa bisa jadi diambil oleh orang gudang yang mensortir. Wah rasanya langsung lemas dan langsung saja saya ke JNE untuk bertemu dengan CS.

Saya datang kira-kira pukul 9 dan sudah mendapat nomor antrian 31 🙂

Setelah penantian saya tanpa basa basi langsung menegaskan dimana barang saya dan menyerahkan lembar komplain yang diberikan kemarin. Lalu karyawan (co) pergi ke belakang untuk bertemu CS… Ya sangat aneh cs tidak menemui saya secara langsung 🙂 Tak lama karyawan (co) kembali dan menegaskan YA BARANG SAYA HILANG 🙂

Setelah berdebat cukup lama tetap alasan yang diberikan adalah bisa jadi barang belum datang tapi sudah input resi, bisa jadi dicuri. Dan yang saya lihat mas nya ini sudah terbiasa sekali ya menghadapi komplain sehingga bersikap seadanya, berbicara mengenai resiko pengiriman dll. Namun langsung saja mas nya menyuruh saya untuk mengajukan pengembalian dana saya dari e-com yang saya pakai. Namun ya tentu saja tidak langsung di-approve oleh seller. Setelah saya ajukan pihak e-com masih akan memprosesnya ke JNE pusat yang tidak tahu sampai kapan dan bagaimana nasib barang saya.

Setelah membuang banyak waktu ternyata solusinya seperti itu. Merasa tidak puas tentu, karena yang bertanggung jawab jne tapi kesannya jadi melemparkan ke pihak seller yang jelas tidak bersalah.

Dengan semua review yang ada pelayanan JNE Malang sangat tidak memuaskan apalagi kejadian barang hilang tidak sekali dua kali saja. Yang jelas menjadikan saya curiga mungkin ada beberapa oknum yang terlibat akan hal ini dan saling menutupi sehingga oknum ini tidak rugi. Ada juga beberapa cerita bahwa barang ketemu setelah berminggu-minggu namun terlihat sekali bahwa paket di-repack.

Sungguh mengecewakan. Sampai kapan JNE akan begini. Saya harap saya bisa terus blow up masalah ini sampai saya mendapat keadilan atas hak saya mendapat barang yang saya inginkan tanpa merugikan seller ataupun pihak lain yang terlibat.

Rifka Azizah
Malang, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai JNE Express:
[Total:8    Rata-Rata: 1.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

2 komentar untuk “Paket di JNE Padjajaran Malang Hilang Terselip (atau Diselipkan?)

 Apa Komentar Anda mengenai JNE Express?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Paket di JNE Padjajaran Malang Hilang Terselip (atau Diselipkan?)

oleh Rifka dibaca dalam: 4 min
2