Kecewa dengan Layanan Nyala OCBC NISP

Saya adalah penyandang disabilitas berat. Sekitar 2 minggu yang lalu saya mencoba membuat rekening Nyala OCBC NISP. Saya tertarik dengan produk tersebut karena saya, yang penyandang difabel berat ini, tidak bisa tandatangan dan datang langsung ke kantor cabang.

Singkat cerita, saya mendaftar dan mengikuti semua prosedur yang ada, tapi menu KYC verifikasi video hilang dari aplikasi one mobile. Padahal saya sudah terlanjur setoran awal sebesar Rp200 ribu dan rekening saya pun belum bisa untuk transaksi finansial. Saya sudah menghubungi CS OCBC NISP berkali-kali tanpa solusi yang solutif.

Mereka ngotot menginginkan agar saya datang ke cabang dan tidak boleh diwakilkan. Sementara lokasinya di sini sangat jauh dari rumah saya, dan kami sendiri pun tidak mempunyai kendaraan pribadi. Apakah dengan dengan datang ke kantor cabang masalah akan teratasi? Tidak ada jaminan dari mereka sendiri.

Di tengah pandemi seperti ini, dengan kondisi saya yang difabel berat, tentu punya ketahanan fisik yang lebih rentan membuat saya khawatir. Solusi dari saya untuk verifikasi dengan cara lain (telepon atau juga petugas cabang untuk datang ke rumah saya) pun tidak diterima. Saya meminta rekening untuk ditutup dan dana dikembalikan dengan dipotong biaya penutupan rekening pun tidak ditanggapi.

Mungkin buat sebagian orang 200 ribu tidak seberapa, tapi buat saya nilainya sangat besar. Untuk tanggapannya saya ucapkan terima kasih banyak.

Bagus Rahino
Sleman, Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai OCBC NISP:
[Total:20    Rata-Rata: 3.3/5]
Tanggapan Bank OCBC NISP atas Surat Pembaca Bapak Bagus Rahino

Kepada Yth, Pimpinan Redaksi mediakonsumen.com U.p.: Surat Pembaca Dengan hormat, Menanggapi surat yang disampaikan oleh Bapak Bagus Rahino di mediakonsumen.com...
Baca Selengkapnya

Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai OCBC NISP?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Kecewa dengan Layanan Nyala OCBC NISP

oleh Bagus dibaca dalam: 1 min
0