J&T Lepas Tanggung Jawab atas Kerusakan Barang

Pada tanggal 09 Januari 2021, saya mengirim Mesin Kopi dan Kopi ke Jakarta melalui J&T Cabang Pasar Kembang dengan nomor resi: JD0104445817. Kemudian tanggal 11 Januari 2021 barang sampai di tujuan dan diterima oleh Wawan.

Malam harinya di tanggal yang sama, pihak penerima memberikan video unboxing tentang kerusakan Mesin Kopi, yang tepatnya terjadi keretakan pada penampungan air. Waktu itu saya pun selaku pengirim juga sudah melakukan Quality Control sebelum dikirim dan adapun foto kondisi Mesin Kopi sebelum dikirim.

Segera mungkin saya juga melakukan pelaporan terkait keluhan ke pihak J&T melalui email pada tanggal 11 Januari 2021, tapi tidak ada balasan atau respon.

 

Pada tanggal 13 Januari 2021, saya dihubungi J&T Surabaya Cabang Pasar Kembang melalui pesan chat Whatsapp, dimana pihak cabang menyalahkan pengirim karena packing tidak sesuai standar dan menyatakan bubble wrap yang tipis sehingga terjadi keretakan pada mesin.

Kalaupun tidak standar, kenapa sewaktu pengiriman tidak ada teguran atau dipaking ulang sesuai SOP dari J&T? Adapun pihak cabang berbelit-belit untuk menghindar dari keluhan customer. Terlebih lagi untuk melayani keluhan customer sama sekali tidak profesional.

 

Yang lebih lucunya lagi, sudah dijelaskan bahwa yang dikirim adalah Mesin Kopi, tapi malah bertanya “Yang dikirim itu kardus atau Mesin Kopinya?”

Halooo Anda sehat? Inikah SDM J&T?

Intinya mereka tidak mau dirugikan sebagai Jasa Ekspedisi, lalu gunanya ASURANSI untuk apa? untuk tambahan jasa chat ke Konsumen? Entah SOP J&T memang begitu atau hanya sekedar membuka jasa ekspedisi dengan SDM yang low profile.

Tanggal 14 Januari 2021 saya mengirimkan email terkait kelanjutan keluhan kerusakan, tapi tidak ada respon. Kemudian pada pukul 13:32 saya menelepon hotline J&T untuk menanyakan pengajuan klaim. Setelah terhubung dengan Customer Service dan berkata akan segera disambungkan ke bagian klaim. Tak lama kemudian CS berkata bahwa bagian klaim sedang melayani customer lain dan bisa menghubungi lagi beberapa menit.

Pada pukul 16:50 Saya menghubungi Hotline J&T dan tersambung dengan Customer Service yang kemudian disambungkan ke bagian klaim. Lagi-lagi dengan alasan yang sama “Masih sedang melayani customer lain”.

Susahnya J&T kalau untuk keluhan customer dan dari beberapa Media Sosial juga banyak keluhan tentang J&T yang main lempar tanggung jawab. Sampai saat ini pun tidak ada Solusi dari J&T Cabang dan Pusat.

Di mana kebijakan kalian sebagai Jasa Pengiriman terbesar di Indonesia?

Nur Afni
Surabaya, Jawa Timur


Catatan redaksi (diperbarui 25/1/2021): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

https://mediakonsumen.com/2021/01/25/surat-pembaca/klarifikasi-dan-apresiasi-atas-surat-saya-mengenai-jt

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai J&T Express:
[Total:24    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan J&T Express atas Surat Pembaca Ibu Nur Afni

Sehubungan dengan surat pembaca Ibu Nur Afni dengan judul “J&T Lepas Tanggung Jawab atas Kerusakan Barang” , kami ingin meminta...
Baca Selengkapnya

Loading...

16 komentar untuk “J&T Lepas Tanggung Jawab atas Kerusakan Barang

  • 17 Januari 2021 - (09:29 WIB)
    Permalink

    Sama saja sicepat juga tidak mau tanggung jawab, mereka salah kirim (criss cross) ga mau ganti ongkirnya. Csnya pura2 bodoh atau memang bodoh betulan.
    Ngakak saya baca itu yg dikirim kardus atau mesin kopinya. Packing sudah tebal menurut saya.

    • 17 Januari 2021 - (12:05 WIB)
      Permalink

      Dari semua Jasa Ekspedisi yg responnya agak lumayan cepat hanya JNE.. tapi itupun tidak menutup kemungkinan untuk bergerak cepat dalam menangani masalah..

      yg parah J&T, banyak teman yg mengeluh jg tentang pelayanan J&T tergolong main lempar tanggung jawab..

  • 17 Januari 2021 - (17:01 WIB)
    Permalink

    Aku biasanya kalo kirim barang, mas konter nya selalu bilang paket akan otomatis di asuransikan. Tapi kalau kejadian begini jadi serem juga
    Kembali lagi ke seller memang harus packing maksimal kak buat antisipasi kerusakan barang

    • 17 Januari 2021 - (23:36 WIB)
      Permalink

      ga semua Counter atau cabang menawarkan Asuransi. kalo kita ga minta ga akan ditawarin ..

  • 17 Januari 2021 - (19:59 WIB)
    Permalink

    Saya pernah kerja di j&t dan kadang2 pengirim memang ada yg susah dikasih tahu. Saya pernah ada customer yg sering kirim baju hanya pakai kantong kresek tipis banget, pas saya bilangin risiko sobek dan minta untuk di repackage, dia malah marah2, katanya dia sudah sering kirim di jasa expedisi lain dan counter j&t lain dan ga pernah masalah.
    Begitu ada paketnya yg sobek dan isinya hilang sebagian, marah2 lagi ke saya, katanya pengirimannya ceroboh, padahal kan yg sobekin jg bukan saya.
    Karena ga sesuai sop, pihak j&t ga mau gantiin dan boss saya yg akhirnya ganti rugi barang hilang tersebut.
    Saya jg akhirnya berhenti kerja di sana, ga tahan karena sering dimarahin customer itu.

    • 17 Januari 2021 - (22:36 WIB)
      Permalink

      barang rawan pecah knp yg di buble kardusnya. harusnya yg di buble itu barangnya. trus pakingnya jg jgn kardus. klo emang rawan pecah harusnya pke tambahan paking kayu. biaya mahal dikit yg penting selamat.

      • 17 Januari 2021 - (23:38 WIB)
        Permalink

        Paking Kayu ga menjamin jg. pernah kirim dr Jakarta ke Kalimantan pakai paking kayu. kayu’nya sudah retak2 dan barangpun retak di dalam.

    • 17 Januari 2021 - (23:41 WIB)
      Permalink

      Setau saya kalau J&T,jika ada barang rusak atau hilang, maka yg mengganti pihak cabang sewaktu kirim dan bukan pusat yg mengganti.

  • 17 Januari 2021 - (21:38 WIB)
    Permalink

    Lu nya aja g modal paking kayu, gw dagang alat elektronik aja cs hrs paking kayu, klau terjadi kerusakan g tanggung cs. Ribet amat, jnt jg pasti lu yg d salhin

    • 17 Januari 2021 - (23:39 WIB)
      Permalink

      paking kayu ga menjamin karna sudh pengalaman kirim ke luar pulau,hasilnya jg rusak. sdh mahal2 ongkos+ paking kayu,ujung2’nya mash rusak.

  • 17 Januari 2021 - (21:57 WIB)
    Permalink

    Jangankan mesin kak,punya saya sandal yg harga 35 ribu aja berbelit dah sebulan
    Saya ngomong klo kurir jnt banyak yg nakal cs nya ngegas lgi,emg kenyataan nya begitu,masa paket isi 3 biji balik return sisa 2 biji,itu aja dah 2 Minggu lebih gx balik2 ke seller klo gx nlp cs jnt pusat
    Resiko cod di shoope barang balik bisa sebulanan, klo gx di tanyakan ya bakal lenyap, profesional lazada klo masalah cod melebihi estimasi lsg di bayar expedisi,klo hilang jg lsg di bayar ke saldo,klo return ya lsg balik
    Masih trauma cod di shoope,klo gx jeli barang yg gagal kirim bisa lenyap

    • 17 Januari 2021 - (23:44 WIB)
      Permalink

      kalau untuk prosedur pengiriman memang banyak tangan. Dr counter ke gudang,gudang ke sopir Box lalu ke Gudang lagi dan seterusnya.. ga menutup kemungkinan kalau mmg ada barang hilang..

      • 18 Januari 2021 - (00:07 WIB)
        Permalink

        Iya tahu tpi klo kurir gx nakal gx bakal hilang itu paket,saya jualan di lazada dah lama bos tpi gx pernah ada kejadian produk return kurang atau hilang,logika aja barang sepaket isi 3 biji kok balik ke seller cuma 2 biji, packing nya bekas di buka di tambal lakban jnt,saya video unboxing Returnan nya,tanggapan jnt seperti cuci tangan lempar sana lempar sini, saya sebenarnya gx masalah hilang satu tpi memperburuk kinerja jnt itu sendiri bagi seller,klo gx di percaya seller ya bakal lemah syahwat bos

        • 18 Januari 2021 - (09:55 WIB)
          Permalink

          kalau untuk kasus Mas Steven bisa jadi antara gudang atau kurir yg nakal.
          yg jadi pertanyaan knp perusahaan sebesar itu ga malu ya.? JnT memang begitu suka cuci tangan.. seolah2 tidk mau disalahkan ,padahal SDM’nya lemah.. Mungkin peraturan SOP yg dibuat salah satunya main lempar tanggung jawab dan Cuci Tangan.

          • 18 Januari 2021 - (10:05 WIB)
            Permalink

            Padahal dah kenal baik sama kurir yg biasa ambil paket,dia aja bilang kalo paket kmrin kayaknya abis di bongkar,dan dapet kabar barangnya ada DC mana gitu,aneh nya satu resi barang bisa tercecer padahal pake plastik polimer putih lho yg mahal bukan polimer hitam yg tipis,next klo shoope expres dah megang kendali cod bakal senyap itu jnt

  • 2 Maret 2021 - (10:55 WIB)
    Permalink

    Aku juga gitu, kirim tas kecil, packing pakai plastik ziplock ketebalan 50micron double. Tapi bisa bolong, dilihat dari bolongnya seperti terseret dan tembus sampai ke dalam. Untungnya masih mau ganti. Tp dibilang packingku ga sesuai standar harusnya pakai bubblewrap 2 lapis. Pdhl jarang bgt jualan barang bahan kain di bubblewrap kan. Selama jualan udah ngirim ribuan pcs baru ada kejadian kayak gini.

 Apa Komentar Anda mengenai J&T Express?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

J&T Lepas Tanggung Jawab atas Kerusakan Barang

oleh Masdar dibaca dalam: 2 min
16