Masalah Payment Holiday Tunaiku

Ini kali ke-3 saya mengirim surat lewat Media Monsumen terkait Tunaiku. Surat ke-2 saya “Tagihan yang Tidak Sesuai dari Tunaiku” saja belum dapat solusi, kali ini saya kecewa karena ketidaktahuan saya mengenai “Payment Holiday“.

Berawal ketika saya isi survey mengenai pengaruh pandemi covid 19, tiba-tiba keterangannya jadi top up. Saya merasa tidak pernah meminta restrukturisasi secara pribadi di awal pembayaran, yang disebut “Payment Holiday” selama 3 bulan, karena itu sudah otomatis dari aplikasi.

Saya pikir, saat saya membayar tagihan ke-4 sudah berupa bunga yang 3 bulan diliburkan, secara cicilannya jadi lebih besar. Namun ternyata pihak Tunaiku bilang kalau “Payment Holiday” itu bukan meniadakan cicilan, tapi tetap dibayarkan di bulan selanjutnya. Otomatis yang aturannya saya sudah bisa lunas di bulan Juli, tagihannya jadi ditambah 3 bulan lagi (cicilan yang sempat libur).

Tahu gitu mending gak usah pakepayment holiday“. Padahal saya juga gak minta, karena itu sudah otomatis. Giliran saya minta, gak ada jawaban juga. Disuruh telepon CS, tapi gak ada yang bisa kasih solusi. Jadi saya bikin surat di Media Konsumen sebagai solusi agar saya bisa dihubungi.

Buat nasabah Tunaiku, semoga gak ada yang ngalamin kayak saya: Pinjam Rp11,938 juta, harus bayar Rp23 jutaan (2x lipat) dalam 14 bulan, belum sama bunga kalau bayar telat. Bukan ngebantu namanya, kalau saat pandemi gini tetap cari untung gede.

Tolong dibenahi sistem di aplikasi, jangan bikin saya keder gegara belum ada yang di-update. Tolong dibaca juga komentar-komentar di surat saya sebelumnya (surat ke-2), kasihan ada orang yang gak pinjam tapi ditagih. Tolong dibenahi ya!

Terima kasih.

Novi Nur N.
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Novi Nur Novianti

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih untuk informasi yang Ibu Novi Nur Novianti sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan Ibu Novi...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Dr awal apa tidak ada simulasi berapa hutang berapa harus bayar? Kl tau bunganya mencekik ya tidak usah hutang, cari pinjaman lainnya, misal kur dll. Pinjol = rentenir. Apapun jenisnya. Apalagi yh ngaku2 syariah kadang malah lebih mencekik.

    • Justru berawal dr isi survey jd malah d ksh top up klo dr awal tau jg ga bkln ambil

  • Semangat mba.. Memang aplikasi ***** ******. Ngaku2 embel2 bank. Saya pikir penagihan sesuai SOP bank. Karena mereka masuk ke app cermati, cek aja yang memang menyediakan layanan pengajuan KTA bank atau kartu kredit. Tau nya Pinjol berkedok Bank. Harus nya Ojk jangan cuma karena disuap, mereka dikasih bebas dan keluhan nasabah tidak didengarkan. Pakai jasa preman buat penagihan. Sukurin banyak yang gak bayar, dan udah pada gak takut sama mereka. Kita harapkan saja mereka bangkrut secepat nya. OJK pun sebagai pengawas, sama saja kalau udah disuap duit gak belain nasabah.

  • Bukannya membela tunaiku,setahu saya mereka terbuka dalam hal skema cicilan. Memang bunganya besar,tapi semua itu ada keputusan di peminjam,kalau sudah tanda tangan ya berarti setuju.kalau masalah payment holiday coba diselesaikan dengan baik.terima kasih

  • setau saya payment holiday itu mmg bukan meniadakan pembayaran... tapi menunda pembayaran..
    ttg bunga... iya.. kenyataannya walau cicilan libur... bunga lanjut. Ini yg kadang ga diinfo.

  • Pinjam 11 juta pengembalian bisa lebih dari 20 juta itu aplikasi yang diawasi OJK ya ???
    Ada orang OJK di sini ???
    Jangan komen berlebihan nanti ngandang